Dikutip dari Independent, mayoritas penduduk Hunza memeluk agama Islam dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta huruf di Pakistan. Di Hunza juga hampir tidak pernah terjadi kriminalitas, tidak ada tempat bagi ekstrimis Islam di komunitas Hunza. Etnis Hunza menjadi oase bagi Pakistan untuk merasakan hidup yang penuh toleransi, penuh rasa aman, dan panjang umum. Orang-orang Hunza hidup sebagai muslim yang moderat dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta hurup di Pakistan.
Apa resep orang Hunza panjang
umur? Seperti dikutip dari Shughal.com, orang Hunza punya tradisi makan teratur
dua kali sekali. Makan banyak saat sarapan dan makan malam setelah matahari
terbenam. Mereka hanya memakan makanan alami yang diproduksi dari tanah mereka
seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju. Seluruh makanan
tak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia. Orang Hunza juga sangat menyukai
olah raga.
Menariknya lagi, hal yang
sangat biasa bagi pasangan suami istri dari etnis Hunza memiliki anak setelah
berusia 60 tahun. Bahkan ada sampai berusia 90 tahun.
Seharian, wajah etnis Hunza
diwarnai dengan senyuman. Tekanan, stress dan pikiran-pikiran yang rumit tidak
dikenal oleh warga Hunza. Mereka terbebas dari beban mental, mereka tidak
mengenal perasaan ragu dan gagal. Cara mereka menjalani hidup digambarkan
seperti kehidupan anak-anak.
Sejak etnis Hunza ada hingga
sekarang, tak satupun pernah menderita penyakit berat seperti tumor atau
kanker. Mengapa? Ini diduga karena warga Hunza sangat menyukai makanan
buah-buahan yang kaya Amygdalin atau vitamin B-17, yang dikenal melindungi
tubuh dari serangan virus kanker.
Dan, orang Hunza adalah pekerja keras. Mereka sangat suka berjalan kaki ke mana saja. Jangan ajak mereka menonton televisi, duduk-duduk santai berlama-lama, dan mengendarai mobil. Mereka tidak tertarik.
Penduduk Hunza hampir
seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen.
Angka melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen! Sementara angka melek huruf secara nasional
di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh antara perempuan dan
pria.
Dalam setahun, ada periode 2-4
bulan orang-orang Hunza hanya minum jus dari buah aprikot. Ini tradisi lama
etnis Hunza yang sampai sekarang dilestarikan. Para ahli kesehatan setuju
tradisi minum jus aprikot telah berkontribusi pada kesehatan mereka yang luar
biasa.
Kesehatan kulit etnis Hunza
juga dikagumi. Bagaimana mereka sampai memiliki kulit sehalus dan selembut itu?
Orang Hunza hanya akan minum dan mandi air es yang datang dari aliran
pegunungan. Mereka juga meminum teh herbal yang diseduh dengan air mendidih
yang berasal dari air es pegunungan. Nama ramuan ini disebut Tumuru.
Menurut sejarah, etnis Hunza
berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung
yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.
Kecantikan perempuan etnis Hunza di Pakistan sudah mendunia, salah satunya masih bisa hamil di usia 65 tahun. Etnis Hunza bermukim di lembah Hunza, Karimabad di Pakistan. Lembah itu diapit tiga gunung besar yaitu Himalaya, Karakoram, dan Pamir. Sungai di sana mengalir jernih dan bebas polusi udara. Mereka juga hidup sederhana, penuh senyuman, tidak stres dan tidak mengenal ragu serta gagal.
Umur yang dimiliki
sehingga tampak cantik terus lantaran mereka panjang umur. Warga di Hunza ini
memiliki umur lebih panjang ketimbang lainnya, bahkan ada yang sampai 160
tahun.
Usut punya usut, ternyata
perempuan etnis Hunza memiliki kebiasaan hidup sehat yang juga patut kita
terapkan. Mereka makan secara teratur dua kali dalam sehari. Yang dikonsumsi
adalah makanan alami yang dihasilkan dari tanah mereka seperti buah-buahan,
sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju.
Yang juga menarik, 99 persen etnis Hunza juga merupakan vegetarian. Mereka hanya makan daging saat acara pesta suku saja. Makanan di sana juga tentu tidak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia. Ada sebuah ramuan, mereka menyebutnya tumuru, yaitu berupa teh herbal yang diseduh dengan air mendidih yang berasal dari air es pegunungan. Minuman itu yang disebut membuat kulit mereka halus. Karena mayoritas muslim, masyarakat etnis Hunza suka berpuasa, seminggu dua kali. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa mereka puasa di musim semi.
Masyarakat etnis Hunza juga
sangat menyukai olahraga. Mereka suka berjalan kali saat bepergian. Dalam
hidupnya mereka juga pekerja keras dan tidak suka bermalas-malasan.
Kesehariannya diisi dengan mengerjakan ladang serta memelihara hewan ternak.
Penduduk di sana hampir
seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen. Angka
melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen. Sementara angka melek huruf
secara nasional di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh
antara perempuan dan pria.
Menurut sejarah, etnis Hunza
berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung
yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.
Atas sejumlah kebiasaan sehat
itu, hingga usia 60-an tahun wanita di sana masih terlihat cantik, lebih muda
dari usianya serta belum menopause. Bahkan banyak yang sudah usia 85 tahun juga
masih kelihatan muda.
Cerita keunikan kaum hawa dari
Pakistan itu menarik perhatian publik du





No comments
Post a Comment