Responsive Ad Slot

Rahasia Cantik Perempuan Lembah Hunza, Tetap Muda Usia 80 Tahun dan Bisa Melahirkan di Usia 65 Tahun

Monday, September 27, 2021

/ by Jogjanesia

 


Dikutip dari Independent, mayoritas penduduk Hunza memeluk agama Islam dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta huruf di Pakistan. Di Hunza juga hampir tidak pernah terjadi kriminalitas, tidak ada tempat bagi ekstrimis Islam di komunitas Hunza. Etnis Hunza menjadi oase bagi Pakistan untuk merasakan hidup yang penuh toleransi, penuh rasa aman, dan panjang umum. Orang-orang Hunza hidup sebagai muslim yang moderat dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta hurup di Pakistan.

 

Kehidupan etnis Hunza di Pakistan telah mencengangkan dunia. Kenapa?Suku Hunja tinggal di lembah Hunza, Karimabad yang dibentengi pegunungan Himalaya, Pakistan. Lembah ini sangat indah dan menakjubkan. Sungai-sungai di lembah Hunza mengalir jernih tanpa sampah maupun bahan kimia yang mencemari air. Udara bersih sempurna mengelilingi lembah Hunza. Hebatnya, usia harapan hidup etnis Hunja rata-rata berkisar 120 tahun! Bandingkan dengan usia harapan hidup Pakistan yang rata-rata 67 tahun.

 

Apa resep orang Hunza panjang umur? Seperti dikutip dari Shughal.com, orang Hunza punya tradisi makan teratur dua kali sekali. Makan banyak saat sarapan dan makan malam setelah matahari terbenam. Mereka hanya memakan makanan alami yang diproduksi dari tanah mereka seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju. Seluruh makanan tak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia. Orang Hunza juga sangat menyukai olah raga. 

 

Menariknya lagi, hal yang sangat biasa bagi pasangan suami istri dari etnis Hunza memiliki anak setelah berusia 60 tahun. Bahkan ada sampai berusia 90 tahun.

 

Seharian, wajah etnis Hunza diwarnai dengan senyuman. Tekanan, stress dan pikiran-pikiran yang rumit tidak dikenal oleh warga Hunza. Mereka terbebas dari beban mental, mereka tidak mengenal perasaan ragu dan gagal. Cara mereka menjalani hidup digambarkan seperti kehidupan anak-anak.

 

Sejak etnis Hunza ada hingga sekarang, tak satupun pernah menderita penyakit berat seperti tumor atau kanker. Mengapa? Ini diduga karena warga Hunza sangat menyukai makanan buah-buahan yang kaya Amygdalin atau vitamin B-17, yang dikenal melindungi tubuh dari serangan virus kanker.

 


Dan, orang Hunza adalah pekerja keras. Mereka sangat suka berjalan kaki ke mana saja. Jangan ajak mereka menonton televisi, duduk-duduk santai berlama-lama, dan mengendarai mobil. Mereka tidak tertarik.

 

Penduduk Hunza hampir seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen. Angka melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen!  Sementara angka melek huruf secara nasional di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh antara perempuan dan pria.

 

Dalam setahun, ada periode 2-4 bulan orang-orang Hunza hanya minum jus dari buah aprikot. Ini tradisi lama etnis Hunza yang sampai sekarang dilestarikan. Para ahli kesehatan setuju tradisi minum jus aprikot telah berkontribusi pada kesehatan mereka yang luar biasa.

 

Kesehatan kulit etnis Hunza juga dikagumi. Bagaimana mereka sampai memiliki kulit sehalus dan selembut itu? Orang Hunza hanya akan minum dan mandi air es yang datang dari aliran pegunungan. Mereka juga meminum teh herbal yang diseduh dengan air mendidih yang berasal dari air es pegunungan. Nama ramuan ini disebut Tumuru.

 

Menurut sejarah, etnis Hunza berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.

 


Kecantikan perempuan etnis Hunza di Pakistan sudah mendunia, salah satunya masih bisa hamil di usia 65 tahun. Etnis Hunza bermukim di lembah Hunza, Karimabad di Pakistan. Lembah itu diapit tiga gunung besar yaitu Himalaya, Karakoram, dan Pamir. Sungai di sana mengalir jernih dan bebas polusi udara. Mereka juga hidup sederhana, penuh senyuman, tidak stres dan tidak mengenal ragu serta gagal.


Umur yang dimiliki sehingga tampak cantik terus lantaran mereka panjang umur. Warga di Hunza ini memiliki umur lebih panjang ketimbang lainnya, bahkan ada yang sampai 160 tahun.

 

Usut punya usut, ternyata perempuan etnis Hunza memiliki kebiasaan hidup sehat yang juga patut kita terapkan. Mereka makan secara teratur dua kali dalam sehari. Yang dikonsumsi adalah makanan alami yang dihasilkan dari tanah mereka seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju.

 

Yang juga menarik, 99 persen etnis Hunza juga merupakan vegetarian. Mereka hanya makan daging saat acara pesta suku saja. Makanan di sana juga tentu tidak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia.  Ada sebuah ramuan, mereka menyebutnya tumuru, yaitu berupa teh herbal yang diseduh dengan air mendidih yang berasal dari air es pegunungan. Minuman itu yang disebut membuat kulit mereka halus. Karena mayoritas muslim, masyarakat etnis Hunza suka berpuasa, seminggu dua kali. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa mereka puasa di musim semi.

 

Masyarakat etnis Hunza juga sangat menyukai olahraga. Mereka suka berjalan kali saat bepergian. Dalam hidupnya mereka juga pekerja keras dan tidak suka bermalas-malasan. Kesehariannya diisi dengan mengerjakan ladang serta memelihara hewan ternak.

 

Penduduk di sana hampir seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen. Angka melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen. Sementara angka melek huruf secara nasional di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh antara perempuan dan pria.

Menurut sejarah, etnis Hunza berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.

Atas sejumlah kebiasaan sehat itu, hingga usia 60-an tahun wanita di sana masih terlihat cantik, lebih muda dari usianya serta belum menopause. Bahkan banyak yang sudah usia 85 tahun juga masih kelihatan muda.

 

Cerita keunikan kaum hawa dari Pakistan itu menarik perhatian publik dunia.

No comments

Post a Comment

Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde