Pria Menghilang Bukan Berarti Ingin Putus
No commentsMonday, September 27, 2021
September 27, 2021Rahasia Cantik Perempuan Lembah Hunza, Tetap Muda Usia 80 Tahun dan Bisa Melahirkan di Usia 65 Tahun
No comments
Dikutip dari Independent, mayoritas penduduk Hunza memeluk agama Islam dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta huruf di Pakistan. Di Hunza juga hampir tidak pernah terjadi kriminalitas, tidak ada tempat bagi ekstrimis Islam di komunitas Hunza. Etnis Hunza menjadi oase bagi Pakistan untuk merasakan hidup yang penuh toleransi, penuh rasa aman, dan panjang umum. Orang-orang Hunza hidup sebagai muslim yang moderat dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta hurup di Pakistan.
Apa resep orang Hunza panjang
umur? Seperti dikutip dari Shughal.com, orang Hunza punya tradisi makan teratur
dua kali sekali. Makan banyak saat sarapan dan makan malam setelah matahari
terbenam. Mereka hanya memakan makanan alami yang diproduksi dari tanah mereka
seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju. Seluruh makanan
tak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia. Orang Hunza juga sangat menyukai
olah raga.
Menariknya lagi, hal yang
sangat biasa bagi pasangan suami istri dari etnis Hunza memiliki anak setelah
berusia 60 tahun. Bahkan ada sampai berusia 90 tahun.
Seharian, wajah etnis Hunza
diwarnai dengan senyuman. Tekanan, stress dan pikiran-pikiran yang rumit tidak
dikenal oleh warga Hunza. Mereka terbebas dari beban mental, mereka tidak
mengenal perasaan ragu dan gagal. Cara mereka menjalani hidup digambarkan
seperti kehidupan anak-anak.
Sejak etnis Hunza ada hingga
sekarang, tak satupun pernah menderita penyakit berat seperti tumor atau
kanker. Mengapa? Ini diduga karena warga Hunza sangat menyukai makanan
buah-buahan yang kaya Amygdalin atau vitamin B-17, yang dikenal melindungi
tubuh dari serangan virus kanker.
Dan, orang Hunza adalah pekerja keras. Mereka sangat suka berjalan kaki ke mana saja. Jangan ajak mereka menonton televisi, duduk-duduk santai berlama-lama, dan mengendarai mobil. Mereka tidak tertarik.
Penduduk Hunza hampir
seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen.
Angka melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen! Sementara angka melek huruf secara nasional
di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh antara perempuan dan
pria.
Dalam setahun, ada periode 2-4
bulan orang-orang Hunza hanya minum jus dari buah aprikot. Ini tradisi lama
etnis Hunza yang sampai sekarang dilestarikan. Para ahli kesehatan setuju
tradisi minum jus aprikot telah berkontribusi pada kesehatan mereka yang luar
biasa.
Kesehatan kulit etnis Hunza
juga dikagumi. Bagaimana mereka sampai memiliki kulit sehalus dan selembut itu?
Orang Hunza hanya akan minum dan mandi air es yang datang dari aliran
pegunungan. Mereka juga meminum teh herbal yang diseduh dengan air mendidih
yang berasal dari air es pegunungan. Nama ramuan ini disebut Tumuru.
Menurut sejarah, etnis Hunza
berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung
yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.
Kecantikan perempuan etnis Hunza di Pakistan sudah mendunia, salah satunya masih bisa hamil di usia 65 tahun. Etnis Hunza bermukim di lembah Hunza, Karimabad di Pakistan. Lembah itu diapit tiga gunung besar yaitu Himalaya, Karakoram, dan Pamir. Sungai di sana mengalir jernih dan bebas polusi udara. Mereka juga hidup sederhana, penuh senyuman, tidak stres dan tidak mengenal ragu serta gagal.
Umur yang dimiliki
sehingga tampak cantik terus lantaran mereka panjang umur. Warga di Hunza ini
memiliki umur lebih panjang ketimbang lainnya, bahkan ada yang sampai 160
tahun.
Usut punya usut, ternyata
perempuan etnis Hunza memiliki kebiasaan hidup sehat yang juga patut kita
terapkan. Mereka makan secara teratur dua kali dalam sehari. Yang dikonsumsi
adalah makanan alami yang dihasilkan dari tanah mereka seperti buah-buahan,
sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju.
Yang juga menarik, 99 persen etnis Hunza juga merupakan vegetarian. Mereka hanya makan daging saat acara pesta suku saja. Makanan di sana juga tentu tidak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia. Ada sebuah ramuan, mereka menyebutnya tumuru, yaitu berupa teh herbal yang diseduh dengan air mendidih yang berasal dari air es pegunungan. Minuman itu yang disebut membuat kulit mereka halus. Karena mayoritas muslim, masyarakat etnis Hunza suka berpuasa, seminggu dua kali. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa mereka puasa di musim semi.
Masyarakat etnis Hunza juga
sangat menyukai olahraga. Mereka suka berjalan kali saat bepergian. Dalam
hidupnya mereka juga pekerja keras dan tidak suka bermalas-malasan.
Kesehariannya diisi dengan mengerjakan ladang serta memelihara hewan ternak.
Penduduk di sana hampir
seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen. Angka
melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen. Sementara angka melek huruf
secara nasional di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh
antara perempuan dan pria.
Menurut sejarah, etnis Hunza
berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung
yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.
Atas sejumlah kebiasaan sehat
itu, hingga usia 60-an tahun wanita di sana masih terlihat cantik, lebih muda
dari usianya serta belum menopause. Bahkan banyak yang sudah usia 85 tahun juga
masih kelihatan muda.
Cerita keunikan kaum hawa dari
Pakistan itu menarik perhatian publik du
Ungkapan Galau Seorang Istri
No commentsSunday, September 26, 2021
September 26, 2021Hal Mengenai Wanita Cantik .....
No comments
P emirsa,....mengapa harus bingung memancungkan hidung? Membesarkan payudara. Suntik sana, suntik sini. Sampai-sampai Anda lupa bagaimana wajah awal Anda. Dompetpun makin lama makin tipis. Namun tetap saja Anda merasa tidak puas. Belum merasa cantik. Sampai kapan Anda berusaha mengubah wajah dan tubuh Anda yang sudah indah itu?
Anda diberi segala sesuatu yang lengkap oleh Tuhan. bersyukur dan merawatnya adalah tindakan paling bijaksana. Walaupun ukuran payudara hanya 32A dan Anda berharap 36B. Anda tidak perlu berkecil hati. Cantik bukan berarti harus memiliki hidung mancung, kulit putih dan dada besar.
Memang benar, semua pria tertarik pada wanita secara fisik. Namun fisik hanya relatif. Yang paling penting adalah kecantikan hati Anda. Karena hanya itu satu-satunya yang mutlak. Yang mampu memberikan nilai pasti cantik atau tidaknya Anda. Bukan keindahan fisik.
Hati adalah mesin utama yang menggerakkan dan mengatur fungsi fisik agar berjalan dengan baik. Ibarat komputer yang otaknya kurang canggih, performanya tentu tidak bagus.
Begitu juga jika Anda memelihara kecantikan dari dalam Anda. Maka hasil yang terpancar dari wajah dan tubuh Anda tak akan terduga.
Kecantikan bukan terpancar dari wajah. Hanya hati yang mampu memancarkannya ...gitu !!!
Gaeesss..., Mimpimu Tak Akan Terwujud Jika Sikapmu Masih Seperti Ini
No commentsPemirsa, apakah impian terbesar yang ingin Anda raih dalam hidup? Sudah sejauh mana Anda melangkah untuk mewujudkan impian tersebut? Ketika kita memperjuangkan sebuah impian, kita pasti akan menghadapi beberapa kegagalan. Dan, ternyata sebuah mimpi akan sulit untuk menjadi kenyataan karena sikap dan pandangan kita sendiri.
"Aku terlalu takut."
Selalu ada ketakutan dalam diri manusia dan yang perlu Anda lakukan adalah tetap mengontrol ketakutan tersebut. Langkah pertama untuk sebuah impian akan terasa berat dan menakutkan. Tapi justru itulah titik yang paling krusial. Jika rasa takut itu terus Anda pendam, maka impian Anda akan semakin sulit untuk diraih."Aku memang sudah dari dulu seperti ini."
Impian Anda akan semakin jauh dari jangkauan ketika Anda tidak percaya diri dengan diri Anda sendiri. Saat Anda hanya bisa fokus melihat kelemahan dan kekurangan Anda, langkah Anda bisa jadi semakin berat untuk mengubah impian jadi kenyataan."Ini terlalu sulit."
Hidup merupakan serangkaian proses. Dan namanya proses, pasti tidak selalu berjalan mulus dan gampang. Saat Anda sudah menganggap impian Anda itu terlalu sulit untuk dicapai, maka akan seperti itulah kenyataan yang ada. Segera ambil tindakan nyata dan teruslah berjuang untuk meraihnya, sesulit apapun itu."Memangnya siapa aku?"
Pernahkah Anda mengalami hal yang seperti ini? Melihat kesuksesan orang lain dan mencari-cari alasan kenapa ia memang berhak mendapat kesuksesan itu sementara Anda sepertinya tidak layak untuk mendapatkan kesuksesan yang sama besar? Hal seperti ini adalah sebuah tindakan yang sebenarnya merendahkan diri Anda sendiri. Percayalah pada diri dan kemampuan Anda, impian itu sebesar apapun pasti bisa Anda dapatkan."Aku sudah mencoba tapi selalu gagal."
Berapa kali Anda sudah mencoba? Mungkin ini yang perlu Anda tanyakan terlebih dahulu kepada diri Anda. Setiap hal yang Anda lakukan pasti memiliki risiko gagal atau sukses. Dan ini jauh lebih baik dibandingkan tidak mencoba sama sekali."Tapi belum pernah ada orang yang berhasil mewujudkan impian ini sebelumnya."
Well, karena memang belum pernah ada orang yang berhasil melakukannya, maka inilah saatnya Anda untuk menjadi orang pertama yang berhasil melakukannya. Prosesnya memang akan sangat berat, tapi hasilnya pasti akan sebanding dengan usaha kerja keras Anda.
Jika Wanitanya Baik, Akan Memperoleh Jodoh Yang Baik Pula
No commentsPilihlah jodoh atas dasar keimanan
Selalu Memperbaiki Diri
Bergaul dan berkumpul dengan orang-orang sholeh
Berdoa dan Tawakal Kepada Allah
Kepergianku Mungkin Menjadi Kenangan Kalian
No commentsSaturday, September 25, 2021
September 25, 2021Malam yang sejuk mengiringi kesepianku. Angin malam membelai lembut rambutku. Menemaniku yang tengah sendiri membocorkan indahnya bumi. Sebagai teman paling setia dikesendirianku dalam ketidakadilan ini.
Tiba-tiba pintu kamarku diketuk dengan cukup.
“pasti bi Imah.” Tebakku
“iya, Kemana-mana!” sahutku sembari berjalan dari serambi kamar.
“Maaf non, waktunya makan malam. Yang lain sudah ngumpul di bawah.” Ucapkan Bi Imah saat pintu kamarku terbuka.
“ok bi Dera juga udah lapeer banget.” Candaku.
Bi Imah seseorang adalah yang merawatku sejak lahir. Bagiku, ia sudah seperti Ibu kandungku. Dirumahku, hanya Bi Imah yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit, aku selalu menyiapkan obat, hanya saja aku selalu menyadari kesedihannya ketika nilai laporanku jauh dari nilai kak Dara. Hanya ia yang tahu aku ingin seperti kak Dara, saudara kembarku.
“dasar gak sopan…” sindir Ayah padaku.
“makanya, jangan nyerocos aja dong jadi cewek.” Timpal kakakku, Virgo.
“iya Dera, kamu duduk dulu baru ngomong, kan ada Papa sama Mama disini. Jadi sopan dikit Ra.” Tambah Kak Dara.
“iya Dera, betul tuh kata Dara. Bersama
“baiklah, aku pergi. Silahkan makan!!” ucapku dengan sinis.
Akupun naik menuju kamarku tanpa menemukan makanan disana. Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih. Tapi lebih baik lagi disaat aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang aku sayangi.
Matahari menjelma masuk kedalam kamarku yang pemiliknya masih lelap. Hingga aku terbangun karena silaunya sinar yang menerpa mataku.
“humh, udah pagi to” ucapku pada diri sendiri, aku
mengisi mandi dan memakai pakaian sekolahku. Dengan aksesoris biru yang lengkap. Pagi ini, saya tak ingin sarapan. Aku hanya mengunjungi Bi Imah yang ternyata sedang menyiapkan bekal untukku.
“makasih ya Bi, Dera sayang Bibi.” Ucapku dengan tulus
“iya non, Bibi juga sayangg banget sama non Dera, semangat ya Non sekolahnya.” Sahut bi Imah menyemangati.
Setibanya disekolah, aku segera menuju ruangan tempatku ulangan. Jadwal hari ini adalah matematika dan bahasa inggris. Pelajaran menghitung yang sangat menyebalkan untukku. Karena aku tak seperti kak Dara yang jago menghitung. Dugaanku tepat, soal kali ini susahnya minta ampun.
Waktu seolah berjalan dengan sungguh cepat, kini saatnya membagi hasil belajar siswa. kebetulan, aku dan kak Dera berbeda kelas dan sekolah. Kalau aku masih berada dikelas satu SMA, sedangkan ia sudah berada dikelas dua. Semua terjadi karena saya pernah naik kelas sewaktu disekolah dasar. Kalau kak Dara sengaja Papa sekolahkah di sekolah terfavorit di Jakarta, sedangkan aku membuang di SMA yang didalamnya hanya siswa dari sekolah lain yang tidak menerima kami. Karena nilaiku tak sehebat nilai kak Dara dan Kak Virgo. Mereka memiliki IQ yang jauh lebih tinggi daripada aku.
“Pa, ambilin raport Dera ya.” Pintaku
“Papa sudah janji sama Dara kalau Papa yang akan mengambilkan raportnya. Kalian kan beda sekolah.” Jawab Ayahku.
“Ma, ambilin raport Dera ya!” pintaku lagi pada Mama.
“Mama udah janji sama Virgo ngambilib raportnya, dia kan sudah kelas tiga jadi harusn diwakili.” Jawab Mama.
“oh gitu ya.” Balasku dengan kecewa.
Aku hanya bisa menangis sendirian didalam kamar. Tidak ada satu orangpun yang mau mengambilkan raportku. Jalan terakhir adalah Bi Imah. Dan tentu saja ia sangat mau mengambilkan raportku.
“Gimana bi hasilnya?” tanyaku dengan penasaran
“Non Dera juara 1 non.” Ucap bi Imah dengan semangat.
“hah? Beneran bi?” sahutku tak kalah semangat.
Ternyata usahaku tak sia-sia, akhirnya aku bisa menyamai prestasi kak Dara.
****
Setibanya dirumah, semua orang yang sedang tertawa ria melihat hasil belajar kak Dara dan kak Virgo menjadi terdiam disaat kedatanganku dan Bi Imah.
“gimana hasilnya Ra?, pasti jelek.” Ucap kak Virgo menyindirku.
“gak ko, aku juara 1.” Ucapku dengan semangat.
“ah, juara 1 disekolahmu pasti juara terakhir dikelas Dara.” Ledek Ayah padaku.
Aku kecewa, benar-benar kecewa karena semua prestasi yang kuraih tak penah dihargai sama sekali. Dengan kecewa aku berlari menuju kamarku, kuratapi semua ketidakadilan ini. Aku tidak keluar kamar selama dua haripun tak ada yang peduli. Semua orang dirumah hanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tak terkecuali Bi Imah yang hampir setiap jam membujukku untuk keluar. Maagku kambuh, rasanya teramat perih dari yang biasanya.
“oh Tuhan, kuatkan aku!” pintaku
Dihari ketiga aksi diamku dikamar, tiba-tiba rumahku terdengar sebuah suara yang sangat kukenal. Ternyata hari ini, keluarga Om Frans sudah tiba di Jakarta untuk berlibur bersama keluarga kami.
“Dimas? Aku merindukanmu.” Ucapku dengan tertunduk lesu dikamar.
Aku keluar kamar untuk menemuinya, namun ternyata ia sudah berubah dan tak peduli lagi padaku. Semuanya benar-benar berubah, dan kini janjinya ia ingkari untuk menemuiku. Penantianku sia-sia, semua orang telah membenciku dan menjauhiku. Aku sendirian dirumah, bi Imah pulang kekampung karena anaknya sakit. Sedangkan yang lain sedang makan malam dihotel. Dan aku? Tertinggal disini.
****
Aku hanya makan dan terus memasukkan roti berselai srikaya kemulutku. Sedangkan yang lain asyik berbincang-bincang dengan topic kak Dara dan Dimas. Yang aku tahu, mereka terus membanggakan dua orang yang berprestasi tersebut. Hingga Om Frans dan Tante Siska juga turut berubah padaku.
****
Akhirnya, hari yang telah lama kunantikan tiba juga. Hari ini, pertandingan karateku akan berlangsung. Namun sayang, semua orang yang kusayang tak ada yang mau hadir disini. Semuanya memilih hadir dilomba kak Dara, olimoiade sains. Walau sedikit kecewa, akan kubuktikan bahwa aku adalah Dera yang hebat. Keinginanku terwujud, aku menang dan meraih juara satu dipertandingan karate nasional yang diadakan di Jakarta.
“kita panggil, juara nasional karate tahun ini. Alderaya Zivanna dari Jakarta.” Panggil pembawa acara.
Dengan diiringi tepuk tangan meriah, ku naiki podium kebesaranku, dan kurasakan aku sangat dihargai disini.
****
Setibanya dirumah, kuletakkan foto keberhasilanku diruang tamu, namun disaat kedatangan kak Dara dan yang lainnya, kulihat kemurungan disana. Dan setelah melihat foto keberhasilanku, kak Dara malah menangis dan berlari menuju kamarnya.
“kamu sengaja meledek Dara?” Tanya Papa dengan sinis.
“gak pa! maksud Papa apa sih?” tanyaku tak mengerti.
“Dara kalah sedangkan kamu menyombongkan diri dengan memajang fotomu diruang ini. kamu tahu kan bahwa diruang ini hanya foto-foto keberhasilan Dara yang boleh menempatinya.” Jawab Papa yang membuatku sangat kecewa.
“Lepas Fotomu!” ucap Mama dengan agak ketus padaku.
Kulepas foto yang sangat aku harapkan menjadi penghubung agar keluargaku menyanjungku. Sebuah harapan yang sejak dulu selalu ku inginkan. Karena aku selalu iri disetiap kak Dara dipuji dan disanjung oleh papa dan mama, serta semua tamu yang pernah berkunjung kerumahku. Sekarang pertanyaan terbesarku adalah,
“apakah aku anak kandungmu Ma? Pa?”
Pertanyaan yang tak pernah terjawab oleh lisan, namun terjawab oleh perbuatan mereka padaku. Seorang anak yang selalu tersingkirkan oleh ketidakadilan.
****
Hari demi hari terus berganti, dan semenjak itu pula kak Dara menjadi seseorang yang terpuruk. Aku bisa merasakan perasaannya yang tertekan karena ia kalah diolimpiade. Yang kutahu, saudara kembarku ini terlihat lemah dari yang biasanya.
“Udahlah kak, gak ada gunanya ditangisin terus.” Ucapku menyemangati.
“udahlah Ra, kamu senang kan ngeliat aku kaya gini? Kamu senang kan ngeliat aku kalah?” jawabnya dengan menangis.
“gak ka, gak. Aku gak pernah ada niatan kaya gitu.” Sahutku.
“udahlah, pergi kamu dari kamarku, pergi…” ucapnya terpotong karena akhirnya ia terjatuh tepat didepanku.
“Pa, Ma, tolong kak Dara. Kak Dara pingsan Pa!” beritahuku.
“apa? Kamu apain sih dia?” Tanya Papa sinis padaku.
“aku, aku gak ada ngapa-ngapain dia pa.” sahutku dengan menyembunyikan kesakitanku.
“pasti penyakitnya kambuh lagi pa, ayo cepat kita bawa kerumah sakit.” Ucapku pada Papa.
****
Hari ini tepat seminggu sebelum ulang tahunku dengan kak Dara. Aku takut kehilangannya, saudara kembarku yang sangat aku sayangi. Dokter bilang bahwa ginjalnya sudah benar-benar rusak. Yang aku tahu, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun yang lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal.
“hanya saudara kembarnya yang ginjalnya cocok dengan Dara. Jadi usahakan dengan secepat mungkin diadakan pencangkokan ginjal Pak” beritahu dokter pada Papa.
Setelah itu, aku menjadi sasaran semua orang yang menyayangi kak Dara. Semuanya memintaku untuk mendonorkan satu ginjalku padanya. Niatku memang sudah bulat bahwa aku akan mendonorkan kedua ginjalku pada kak Dara, tapi aku tak ingin ada yang tahu semuanya. Karena aku tidak mau mereka akan menyayangiku karena bersimpati denganku yang telah memberikan satu ginjal pada saudaraku. Aku hanya ingin kasih sayang tulus dari mereka, entahlah bagaimana caranya agar aku mendapatkannya.
“ah sudahlah Dera, kamu memang saudara yang kejam. Hanya menyumbangkan satu ginjal saja tidak mau. Untunglah ada seseorang yang baik hati yang mau menyumbangkannya pada Dara.” Ucap Papa
“aku kecewa sama kamu Dera, tega ya kamu sama kakak kamu sendiri.” Ucap Dimas dengan kecewa padaku.
“siapa yang mendonorkan ginjalnya Pa?” Tanya kak Virgo.
“entahlah, pendonor itu tidak mau diberitahu namanya. Bahkan ia memberikan dua ginjalnya dengan gratis pada Dara. Dia benar-benar berhati malaikat.” Jawab papa.
“andaikan kalian tahu kalau itu aku? Apakah aku akan diberi penghargaan dari Papa?” gumamku dalam hati.
****
Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat untuk semua orang yang aku sayangi. Entahlah, aku merasa akan meninggalkan mereka semua. Rasanya, aku sudah sangat lelah dengan hidupku sendiri. Sesudah selesai ku tulis, surat itu kutitipkan pada Bi Imah. Akupun berangkat menuju rumah sakit untuk segera menjalani operasi.
@ ruang operasi
Ruang ini tersasa begitu menakutkan. Semua benda yang kulihat hanyalah jarum suntik dan gunting. Alat-alat yang terlihat menakutkan bagiku. Aku dibawa lebih dulu keruang ini, agar tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Posisiku dan kak Dara dipisahkan oleh dinding pembatas. Hingga akhirnya aku dibius, dan kurasakan semuanya gelap.
****
Seminggu kemudian. . . .
“akhirnya kamu sembuh juga sayang. Mama khawatir banget sama kamu sejak kamu dioperasi. Untung ada pendonor itu.” Ucap Mamanya dengan penuh kasih sayang.
“Dan Happy Brithday Dara…” ucap semua orang serentak “Makasih ya semuanya. Aku senanggg banget. Oya, Dera mana ya Ma? Gak tau kenapa Dara kepikiran dia terus. Hari ini kan ulang tahun kami” Sahut Dara. “iya ya? Mana dia Bi?” Tanya Ibunya pada Bi Imah
“Sebentar nyonya.” Jawab Bi Imah dengan berlari menuju kamar Dara.
Dan beberapa menit kemudian sudah tiba dengan membawa sepucuk surat.
“ini surat dari Non Dera sebelum pergi.” Beritahu Bi Imah. Walau agak heran, Ibunya pun membacanya dengan agak keras. Untuk semua orang yang sangaaat Dera sayang, mungkin saat kalian baca surat ini Dera gak ada lagi disini. Dera udah pergi ketempat yang saangaat jaauh. Oya, gimana kabar kak Dara? Gak sakit lagi kan? Semoga ginjalku dapat membantumu untuk meraih semua mimpi-mimpimu yang belum terwujud.
Teruntuk PAPA yang sangat kurindukan....
Gimana Pa? rumah kita udah tenang belum? Gak ada yang gak sopan lagi kan? Oh pasti gak ada dong ya? Ya iyalah, Dera si pembuat onar kan udah gak ada.
Teruntuk MAMA yang sangat-sangat kurindukan....
Ma, Dera pasti akan sangat rindu dengan teddy bear pemberian Mama lima tahun yang lalu. Ma, Dera kangeeen banget pelukan Mama. Dera selalu iri saat Mama hanya mencium kak Dara disaat ia tidur. Dera iri melihat Mama yang selalu menyemangati kak Dara disaat ia sedang sedih. Dera iri dengan semua perhatian yang Mama berikan pada kak Virgo dan kak Dara. Dera sangaat iri.
Teruntuk KAK VIRGO dan saudara kembarku, DARA
Gimana kak, gak ada lagi kan yang ganggu kalian belajar? Gak ada lagi kan yang nyetel music keras-keras dikamar? Pasti rumah kita tenang ya, pastinya gak akan ada lagi yang akan membuat kalian malu karena punya saudara yang bodoh bukan? Oh, pastinya. Oya, SELAMAT ULANG TAHUN YA KAK, SELAMAT MENJALANI UMURMU YANG KE-17 TAHUN. Yang mungkin takkan pernah aku rasakan.
Kalian semua harus tau, betapa AKU SANGAT MENYAYANGI KALIAN. Mungkin dengan kepergianku, smeuanya akan tenang dan rumah kita menjadi tentram. Dera harap, gak aka ada lagi yang terkucilkan seperti Dera. Yang selalu menangis setiap malam. Yang selalu merindukan hangatnya kekeluargaan. Mungkin dengan kepergian ini, aku akan tahu bagaimana kalian akan mengenangku, seperti akuyang selalu mengenang kalian setiap malam dengan tangisan. . . Semoga KALIAN SEMUA BAHAGIA TANPA DERA, AAMIIN.
Salam rindu penuh tangis bahagia
Alderaya Zivanna
Semua yang mendengar menangis. Mereka bertanya-tanya pada Bi Imah dimana Dera. Namun tiba-tiba telepon rumah berbunyi..
“iya, saya Hermawan, ada apa ya?” Tanya Papanya dengan rasa penasaran.
Dan sewaktu-waktu kemudian Papanya menangis dan segera mengajak anggota keluarganya ke Rumah sakit. Dan mereka terlambat, Dera telah pergi untuk selama-lamanya. Dan menginggalkan berjuta penyesalan disetiap tangis yang jatuh. Kini, ia telah tenang dan jauh dari ketidakadilan selama hidupnya. Walau air mata tengah menangisinya yang telah pergi untuk selama-lamanya. . .
Tamat
Terima kasih atas para pembaca cerpen saya ini, maaf ya kalau jelek. .
^_^










