Responsive Ad Slot

Ini Yang Dinilai Pria Pertama Kali Saat Berkenalan Dengan Wanita

No comments

Monday, July 22, 2019


Banyak wanita menggembar-gemborkan inner beauty lebih penting ketimbang kecantikan fisik semata. Tapi nyatanya, tetap saja yang dinilai pria pertama adalah wajah yang cantik.
Pria adalah makhluk visual, jadi wajar sekali jika mereka menilai wanita pertama kali dari penampilan fisik. Misalnya rambut yang halus, rapi, wajah cantik, tubuhnya bagus dan sebagainya. Anda bisa berkilah atau bercerita panjang lebar tentang pentingnya menilai inner beauty, tapi sayangnya realita tidak berubah hanya karena Anda tidak setuju… Pria tidak bisa menilai apa yang tidak bisa dia lihat.

Yang pertama, kecantikan luar dulu

Faktanya memang demikian, pria akan menilai kecantikan wanita dari ujung kaki hingga ujung rambut, terutama di detik-detik awal perkenalan. Hal itu diungkapkan oleh Dr Dobransky, dilansir oleh Betty Confidential.
Kecantikan seperti apa yang disukai para pria? Setiap pria punya kriteria yang berbeda-beda. Jika dia suka wanita berambut panjang, maka dia akan tertarik untuk mengenal lebih dalam wanita yang demikian. Sebaliknya, pria yang suka wanita berambut pendek dan manis akan akan tertarik untuk mengenal lebih dalam.
Nah, lalu bagaimana dengan wanita yang tidak sesuai dengan kriterianya?

Inner beauty masih berperan

Tapi tenang saja, bukan berarti kecantikan fisik mendominasi segalanya. Pada awal jumpa, memang yang dinilai pria adalah kecantikan fisik, namun lama-kelamaan, pria juga akan menilai hal lain, misalnya perilaku Anda, kebaikan hati, dan penilaian lain yang lebih pada kepribadian si wanita. Tapi Anda harus tetap ingat dan merenungkan, sama seperti Anda tidak berminat untuk mengenal seorang pria yang tidak menarik lebih jauh, bila pria tidak tertarik untuk mengenal Anda lebih jauh, bagaimana bisa pria tahu pada perilaku, kebaikan hati, dan semua barisan inner beauty Anda ?

Gila ! 250 Arsip Jawa Ada di Inggris

No comments

Sunday, July 21, 2019

Peter Carey (paling kiri) dan Annabel The Gallop saat menjadi pembicara dalam Khasanah Arsip Yogyakarta  yang diselnggrakan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, 
Keberadaan Rafles yang hanya sebentar di Indonesia (1811-1816), mampu membawa perubahan yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Yogyakarta. Salah satu sepak terjang Rafles di Yogyakarta yang hingga saat ini dirasakan dampaknya oleh masyarakat Yogyakarta adalah Bedhah Keraton Yogyakarta dahulu.
Bedhah Keraton tersebut mengakibatkan hilangnya semua babad dan naskah dari Gedung Pacarikan yang kemudian dibagikan kepada pejabat dan perwira tinggi Inggris dan di boyong ke Inggris paska 1816.
Hal tersebut disampaikan Peter Carey seorang sejarawan Inggris dalam seminar Khasanah Arsip Yogyakarta Di Masa Thomas Stamford Raffles yang diselnggrakan oleh Badan Perpustakaan dan ArsipDaerah (BPAD) DIY di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.
Menurut sejerawan yang telah 40 tahun meneliti sejarah Jawa tersebut, dampak dari hilangnya pusaka sastra dari keraton Yogyakarta tersebut juga dirasakan oleh Pangeran Diponegoro.
Dijelesakannya, karena kehilangan pusaka sastra tersebut pengeran Diponegoro merasa seperti saat membangun keraton baru di kawasan Beligo Magelang yang harus memulai suatu hal dari awal kembali.
Sementara itu, juga hadir dalam seminar tersebut Lead Curator Southeast Asia British Library, Annabel The Gallop. Dikatakannya, British Library memiliki sekitar 10 ribu buku dan 500 naskah yang berasal dari Indonesia. Dari jumlah tersebut ada 250 naskah Jawa.
“Beberapa waktu yang lalu, saat rombongan BPAD DIY datang ke British Library mereka mengungkapkan kegembiraanya karena arsip yang berasal dari Yogyakarta terjaga dan terawat yang baik. Selain merawat arsip, kami juga melakukan digitalisasi terhadap arsip yang ada. Tetapi karena keterbatasan anggaran, baru sedikit arsip yang kami digitalisasikan,” ungkap Annabel.

Konon, Nini Thowong Itu Saudara Perempuan Jailangkung dari Bantul Jogja

No comments

Nini Thowong merupakan sebuah hiburan tradisional masyarakat Jawa yang sangat unik karena tidak ditemukan di daerah lain. Selain ituNini Thowong sarat dengan unsur seni, tradisi dan mistis yang tinggi. Hal-hal tersebut yang membuat penulis tertarik untuk membahas tentang Nini Thowong.

Nini Thowong merupakan boneka perempuan yang menurut cerita adalah saudara perempuan dari jailangkung. Mengapa dinamakan Nini Thowong? Karena mukanya putih (thowong). Disebut “Nini”, karena jenis kelaminnya perempuan. Konon, dulu ada seorang gadis, yang perangainya jahat. Dia disihir oleh tetangganya, jadilah Nini Thowong.


Kebudayaan yang dimiliki setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai corak yang berbeda-beda. Perbedaan itu disebabkan adanya pengaruh lingkungan alam di sekitar masyarakat suku bangsa itu bertempat tinggal. Hasil kebudayaan itu diantaranya adalah bentuk peralatan hiburan dan kesenian tradisional. Di Daerah Istimewa Yogyakarta banyak sekali jenis-jenis peralatan hiburan dan kesenian tradisional tersebut.

Sebagai contoh permainan tradisional yaitu Nini Thowong. Permainan ini berasal dari Grudo, Panjangrejo, Pundong, BantulNini Thowong adalah nama permainan berupa boneka dari tempurung kelapa, rangka bambu dan diberi pakaian seperti orang. Permainan Nini Thowong berfungsi sosial dan religius magis. Berfungsi sosial karena mampu mengumpulkan anak-anak desa bermain bersama. Berfungsi religius magis karena ada semacam kepercayaan bahwa Nini Thowong yang sudah kemasukan roh halus bisa menunjukkan obat bagi yang sakit, dan bila dituruti si sakit dapat sembuh. Permainan Nini Thowong ini menyebar dari mulut ke mulut.



Nini thowong merupakan kesenian nenek moyang zaman dahulu yang dimainkan pada waktu senggang. Bentuk nini thowong tersusun dari siwur (gayung dari batok), enjet, angus (arang) untuk menggambar wajah. Bahan-bahan tersebut disusun menyerupai bentuk manusia lalu dipakaikan kebaya, sarung dan diberi daun-daun yang berasal dari kuburan. Setelah siap, boneka tersebut dibawa ke pohon besar yang angker dan diberi sesajen yang bertujuan untuk memanggil dan agar kemasukan arwah.

Pada zaman dahulu, Nini thowong dimainkan pada saat mongso ketigo (musim kemarau) di bawah bulan purnama. Tetapi pada zaman sekarang nini thowong dimainkan pada saat acara-acara tertentu dan pada malam minggu. Bentuk mukanya juga telah dimodifikasi dengan gabungan antara topeng dan siwur (gayung). Nini thowong dimainkan oleh perempuan, sedangkan yang membawa dan mengangkut dari tempat kediamannya adalah seorang laki-laki yang bernama Bapak Wahyudiyo.


Permainan ini tidak memiliki tujuan tertentu baik itu ritual maupun semacamnya. Pada saat memainkan boneka nini thowong ini tidak diperlukan sesajen, hanya mengalungkan bunga telon. Permainan ini diiringi oleh gejug lesung dan gamelan mega mendung. Pada zaman dulu diiringi tembang tetapi sekarang diiringi lagu Prahu Layar.

Nini Thowong dan Gejog Lesung sebagai sebuah kesenian budaya memiliki nilai sosial dan religius magis. Dimaksud nilai sosial karena pelestari kesenian ini merupakan warga desa dari desa wisata Kebon Agung, sehingga secara tidak langsung kesenian ini dapat menyatukan warga. Berfungsi religius magis karena ada semacam kepercayaan bahwa Nini Thowong yang sudah kemasukan roh halus bisa menunjukkan obat bagi yang sakit, dan bila dituruti si sakit dapat sembuh.

Jika Nini Thowong pada jaman dahulu merupakan sebuah budaya animisme yang ketika memainkan Nini Thowong ini mempunyai suatu maksud tertentu, saat ini Nini Thowong hanya merupakan sebuah pementasan yang bertujuan untuk menghibur tanpa mempunyai maksud magis apapun (misal upacara pemanggilan hujan atau ritual pengobatan).

Dalam tarian Nini Thowong sebuah patung atau boneka menjadi hal yang wajib, boneka inilah yang disebut dengan Nini Thowong. Boneka didandani dengan pakaian lengkap dan dirias layaknya seorang penari sungguhan. Selain sarat dengan unsur seni pada jaman dulu tarian nini thowong juga ada unsur magisnya.



Budaya Memetri Sungai Kini Mulai Dikenal Masyarakat Yogyakarta

No comments
Art Performance di Bantaran Sungai Winongo.
Tradisi budaya yang sempat ada di Kali Winongo mulai diangkat kembali melalui ritual memetri sungai yang digelar. Jika dulu tradisi itu untuk membersihkan diri dari hal negatif, maka kini ditujukan sebagai komitmen warga dalam menjaga kelestarian sungai. 

Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Endang Rohjiani mengungkapkan, aksi budaya tersebut baru pertama kalinya ia gelar. "Kami ingin menarik perhatian warga agar terus mencintai sungai. Air adalah sumber kehidupan sehingga harus dijaga," terangnya di sela memetri yang digelar di pinggiran Kali Winongo Titik 5 Pakalan (Pakuncen-Ngampilan). 

Aksi budaya memetri sungai itu jadi rangkaian Festival dan Gelar Budaya Winongo 2014. Sebelum ritual dimulai, warga juga diajak susur sungai di bantaran Winongo guna melihat titik rawan sampah serta rawan longsor. 

Endang menambahkan, pada saat lalu terjadi banjir yang cukup besar di Kali Winongo. Kendati tidak berhulu di Merapi, namun luapan air tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam. 

Oleh karena itu pihaknya akan terus mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. Terlebih sudah ada perencanaan jangka panjang untuk menjadikan Kali Winongo sebagai pusat wisata pada 2030. "Kami sudah petakan delapan titik untuk penataan. Tahap pertama dijadikan sebagai ruang terbuka hijau dan nanti berkelanjutan untuk penataan lain," imbuhnya. 

Koordinator Titik 5 Pakalan Suharyanto menambahkan, guna menekan pembuangan sampah ke sungai, warga di bantaran kini terus disosialisasikan untuk membentuk bank sampah. Beberapa kelompok warga bahkan sudah aktif mengelola sekaligus mengolah sampah yang didampingi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta. 

Terkait dengan aksi budaya memetri sungai, menurutnya akan selalu digelar menjadi agenda tahunan. Harapannya kelak tidak sekadar mengingatkan warga setempat untuk mencintai sungai, melainkan bisa menjadi daya tarik wisatawan. "Memetri itu kan sama halnya dengan uri-uri atau ngopeni. Kewajiban kita untuk menjadikan sungai sebagai sahabat," katanya. 

Seni Tradisional Jogja ! Jathilan, Nek Ora Ndadi Ora Njathil ...

No comments
Di pelataran Pakualaman digelar pertunjukan Jathilan yang meramaikan acara Atraksi Seni Budaya. Kelompok yang tampil pada hari ini ialah kelompok Jathilan Kudho Mudho Wirogo, dari desa Babadan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, dengan pimpinan Bapak Prapto Sudarmo.   

Penampilan Jathilan dari Kelompok Mudho Wirogo yang atraktif ini nampaknya mampu membuat penonton setia berdiri kepanasan dan berdesak-desakan selama berjam-jam. Apalagi saat klimaks pertunjukan, di mana para penari jathilan mulai ndadi atau memasuki kondisi kehilangan kesadaran pikiran. 

Beberapa penonton, terutama wanita mulai mundur menjauh dari lapangan pertunjukan, mereka mulai menggandeng tangan pasangannya, sembari berkata, “Mas, Aku wedi (Mas, Aku takut).” Meski berkata takut, tapi mata masih saja lekat tertuju pada penari yang ndadi.   

Biasanya si pasangan (laki-laki) akan menjawab ungkapan takut wanitanya dengan jawaban, “Ora usah wedi dek, kui ya uga iso mung etok-etok, kui direncanakan (Ga usah takut dik, itu bisa jadi Cuma pura-pura, itu direncanakan).   

Ekspresi-ekspresi semacam ini menunjukan bahwa, para penonton penasaran. Mereka takut ataupun tidak, para penari yang ndadi  sekedar akting atau memang benar-benar trance, mereka tidak peduli. Yang penting adalah mereka bisa menyaksikan atraksi Ndadi. “Njathil ora ndadhi yo ora asyik!,” ungkap Dedi (31) yang bersemangat menonton pertunjukan di Atraksi Seni Budaya. 

Jathilan dan Ndadi adalah satu kesatuan, ibarat sayur dan garam. Apalah enaknya sayur tanpa garam, begitupun apalah indahnya Jathilan tanpa Ndadi?

PESANGGRAHAN AMBARKETAWANG , Tempat Nyantai Para Raja Ngayogyakarta Hadiningrat

No comments
Bekas Tempat Pesanggrahan Ambarketawang yang tersisa.
SALAH satu situs cagar budaya yang turut memperkaya Keistimewaan Yogyakarta adalah Pesanggrahan Ambarketawang. Selama ini Pesanggrahan Ambarketawang dikenal sebagai tempat tinggal sementara Sultan Hamengku Buwono I (Pangeran Mangkubumi) ketika menunggu selesainya pembangunan Kraton Yogyakarta pasca disepakatinya Perjanjian Giyanti, 13 Februari 1755. 

Tidak disebutkan secara pasti berapa lama Sultan Hamengku Buwono I menempati Pesanggrahan Ambarketawang. Hanya saja, beberapa sumber menyatakan bahwa landscape utama Kraton Yogyakarta diselesaikan 7 Oktober 1756 dan pada saat itu juga Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarganya menempati Kraton Yogyakarta. 

Pesanggrahan Ambarketawang sejatinya sudah berdiri sebelum Perjanjian Giyanti ditandatangani. Tempat itu sebelumnya bernama Purapara yang berarti gedung bagi orang yang tengah bepergian. Raja-raja dinasti Mataram Islam menggunakan Purapara sebagai tempat beristirahat setelah berburu. Nama Ambarketawang sendiri berasal dari kata ambar yang berarti harum dan ketawang yang memiliki arti tempat yag tinggi.

Meski hanya ditinggali dalam waktu singkat tentu saja Pesanggrahan Ambarketawang pasti dilengkapi dengan fasilitas paling lengkap pada zamannya. Sebab yang menempati pesanggrahan itu adalah seorang raja yang memiliki kekuasaan cukup luas. 

Sayangnya, dua abad kemudian hampir tidak ada lagi bangunan yang tersisa dari Pesanggrahan Ambarketawang. Tidak ada lagi bangunan-bangunan yang layaknya ada pada bangunan milik bangsawan atau raja semisal bangunan utama, patirtaan (pemandian), kandang kuda dan sebagainya. Yang masih tersisa dari Pesanggrahan Ambarketawang saat ini hanyalah sisa-sisa benteng, sisa-sisa bangunan dan urung-urung (saluran air). Saat ini Pesanggrahan Ambarketawang berada dibawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. 

Menurut Ating (28), petugas BPCB yang menjaga kebersihan situs cagar budaya ini, saat ini sesekali ada kunjungan dari berbagai pihak di Pesanggrahan Ambarketawang. Mahasiswa arkeologi beberapa universitas juga sesekali mengadakan penelitian ditempat itu. Dari buku tamu yang ada disodorkan Ating pada media memang cukup beragam kalangan yang mengunjungi tempat tersebut.

“Dahulu di tempat ini pada waktu-waktu tertentu digunakan acara macapatan penduduk sekitar, namun kegiatan itu terhenti setelah penggiatnya meninggal,” kata Ating.

Pantai Paling Unik di Dunia, Salah Satunya di Sulawesi

No comments
Pantai merupakan keindahan alam yang membuat daya tarik tersendiri bagi orang orang yang berkunjung pada sebuah tempat dengan suasana tropisnya. Kita mengenal banyak pantai di dunia ini dengan deburan ombak dan warna air yang hijau muda serta pasir yang agak kecoklatan. Sahabat anehdidunia.com itulah gambaran pantai pada umumnya. Namun bagaimana gambaran pantai unik yang akan kami jabarkan dibawah ini? 

Pantai Tanjung Api Sulawesi Tengah


Terletak di Tanjung Api, Ampana, Sulawesi Tengah. Tanjung Api adalah sebuah tanjung di Teluk Tomini yang masuk ke kawasan Cagar Alam Tanjung Api. Uniknya, Pantai ini memiliki sumber gas alam yang keluar dari dalam pasirnya. Sejenak tidak  ada hal unik yang terlihat di pantai ini, namun jika kita mengeruk pasir sedalam lima sampai sepuluh centimeter maka akan keluar gas yang dapat dinyalakan dengan korek api. 

Apabila tidak ditutup dengan pasir atau tanah, maka api ini akan menyala terus. Karena ini juga, konon para nelayan yang sedang memancing ikan di sekitar Tanjung Api, bila lapar tinggal merapat ke pantai dan membakar ikannya tanpa bersusah payah meniup-niup api terlebih dahulu. Tanjung Api juga memiliki panorama bawah laut yang indah. Dan kawasan cagar alam yang mengelilinginya adalah kawasan hutan tropis yang masih alami lengkap dengan hewan endemik seperti anoa, babi rusa, monyet, dan berbagai macam burung.

Pantai Mabua Filipina

Sebuah pantai selalu menyimpan keindahan tersendiri, seperti juga yang dimiliki oleh Pantai Mabua, Filipina. Disebut pantai unik karena di sepanjang bibirnya tersebar jutaan batu-batuan laut kecil yang permukaannya halus dan berwarna putih. Berbeda sekali dengan berbagai pantai lain yang ada di penjuru Bumi.

Kebanyakan pantai yang lain akan dipenuhi pasir baik pasir putih atau hitam, atau penuh dengan batu karang kasar. Pantai Mabua lebih mirip dengan pinggir kali yang biasanya dipenuhi batu-batu kecil.
 Lokasi pantai unik ini adalah dekat dengan kota Surigao, Filipina, sekitar 30 menit perjalanan. Pantai Mabua banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun luar negeri untuk menyaksikan keunikannya tersebut.

Berjuta batu halus kecil dengan bentuk bulat atau oval memenuhi pinggir pantai Mabua. Dikatakan bahwa asal batu-batu ini adalah dari dasar lautan. Ombak besar dan arus kuat yang membawa jutaan batuan itu hingga terdampar di pantai. Dengan proses pengikisan ombak beratus tahun, batuan di tepi Pantai Mabua akhirnya menjadi halus dan berwarna putih. Seperti diamplas oleh mesin pengamplas saja layaknya. Yang jelas pengunjung yang berjalan-jalan di sepanjang pantai tak akan kesakitan karena menginjak bebatuan tersebut.

Fort Bragg Pantai Kaca California

Mungkin Anda sudah sering menjumpai pecahan botol kaca di sela-sela pasir pantai. Pecahan kaca yang dapat melukai kaki tersebut merupakan ulah pengunjung yang tidak bertanggungjawab dalam membuang sampah. Tetapi di Fort Bragg pecahan beling memenuhi hampir keseluruhan pesisir pantai. Fort Bragg merupakan salah satu pantai kaca paling cantik di dunia. Sama seperti pantai kaca di Kauai, Hawaii, pasir pantai di Fort Bragg dihiasi kerikil-kerikil kaca dalam berbagai warna.

Seperti ditulis Unfinished Man, pantai ini dulunya merupakan lokasi pembuangan sampah warga sejak tahun 1949. Selama 18 tahun lebih para pengunjung pantai membuang botol bekas dan sampah lainnya di sekitar pantai. Sahabat anehdidunia.com pecahan kaca ini sudah mengalami erosi karena air laut yang menerpa, sehingga ujung-ujungnya menjadi lembut. Pecahan kaca berwarna-warni tersebut jadi tampak seperti manik-manik kaca yang menjadi perhiasan pantai Kauai. Sekarang taman ini menjadi bagian dari MacKerricher State Park.

Pfeiffer Pantai Ungu California Amerika Serikat
Sudah pernah mendengar pantai yang berwarna ungu? Ternyata pantai seperti itu benar-benar ada, lho. Di Pfeiffer bagian utara, tepatnya di Big Sur State Park, California, pasir pantainya berwarna ungu. Jika dilihat dari dekat, pasir tersebut merupakan campuran dari warna violet, merah muda, dan ungu tua. Ditulis Budget Travel, warna-warna cantik tersebut terjadi karena butiran batu kuarsa dan garnet dengan kandungan mangan dari bukit di sekitarnya. Pasir berwarna ungu ini bisa dijumpai setelah badai pada musim dingin.

Pantai merah Panjin, China
Tempat dengan julukan pantai merah ini berlokasi di delta Sungai Liaohe, 30 kilometer dari kota Panjin, China. Pantai ini mendapatkan namanya karena area pantainya yang diselimuti warna merah menyala. Warna merah menyala tersebut dikarenakan tanaman Suaeda salsa, sejenis rumput laut yang tumbuh subur di tanah dengan kadar garam alkali tinggi. Rumput-rumput ini tumbuh dari bulan April sampai Mei. Saat itu tanaman tersebut masih berwarna hijau. Baru ketika memasuki musim gugur warnanya berubah merah, menjadikan seluruh area pantai diselimuti warna merah.

Pemandangan itulah yang diburu oleh para wisatawan, karena saat musim gugur pantai ini tampak seperti hamparan permadani raksasa berwarna merah yang mengagumkan. Saat seperti ini biasanya banyak turis yang berkunjung. Tetapi karena sebagian besar wilayah Pantai Merah merupakan kawasan konservasi, jadi hanya sebagian kecil saja yang terbuka untuk umum.

Uniknya, pantai ini juga menjadi habitat bagi burung bangau merah. Jadi pengunjung bisa menyaksikan sekawanan burung bangau merah yang sedang mencari makan sembari menikmati keindahan alam sekitar yang berwarna merah pula. Menurut Amusing Planet, pantai ini juga merupakan rawa alang-alang terluas di Asia. Alang-alang tersebut dieksploitasi dan digunakan untuk bahan baku dalam industri manufaktur kertas.

Papakolea Pantai Hijau Hawaii
Pantai Papakolea terletak di Distrik Kau, Kepulauan Hawaii. Pasir di pantai ini berwarna hijau gelap seperti buah zaitun. Seperti ditulis Top Dreamer, pantai ini merupakan salah satu dari dua pantai berpasir hijau yang ada di dunia.

Warna hijau yang unik tersebut terjadi karena butiran kristal olivine dari letusan gunung berapi Pu'u o Mahana yang terjadi sekitar 10.000 tahun lalu. Butiran kristal tersebut lebih berat daripada materi vulkanik lainnya. Jadi ketika materi-materi vulkanik lain terseret ombak, kristal olivine di pantai Papakolea tetap di sana dan menjadikan pesisir tampak seperti disiram warna hijau seperti sekarang.

Pantai putih Hyams, Australia
Pantai ini terletak di Teluk Jervis, negara bagian New South Wales, Australia. Pantai Hyams adalah salah satu atraksi yang paling terkenal di Australia karena pasir pantainya yang berwarna putih bersih. Pantai ini bahkan masuk ke The Guinness Book of Records sebagai pantai dengan pasir paling putih di dunia. Saat matahari bersinar terang pasir pantai ini akan tampak semakin putih seperti salju.

Selain karena pemandangan alam sekitarnya yang indah, pantai ini juga populer sebagi lokasi penyelaman dan snorkeling. Bahkan disebut-sebut sebagai lokasi peyelaman terbaik di Australia setelah Great Barrier Reef.

Schooner Gulch Pantai Batu California Amerika Serikat
Schooner Gulch adalah pantai yang berlokasi di Mendocino County, California. Pantai ini merupakan salah satu tempat rekreasi favorit warga di Mendocino. Penduduk setempat dan turis lokal memancing, berselancar, piknik, dan menyaksikan matahari terbenam di sana.

Tetapi bukan itu yang menjadikan pantai ini unik. Batu-batu yang tersebar di sepanjang pantai Schooner Gulch yang berukuran besar-besar memiliki bentuk bulat seperti bola bowling raksasa. Karena itulah pantai ini mendapat julukan Pantai Bola Bowling. Batu-batu tersebut merupakan fenomena alam yang jarang.

Semoga kita semua bisa mengunjungi pantai paling unik di dunia itu. Marilah menabung mulai sekarang. dan tetap semangat.
Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde