Responsive Ad Slot

Budaya Memetri Sungai Kini Mulai Dikenal Masyarakat Yogyakarta

Sunday, July 21, 2019

/ by Jogjanesia
Art Performance di Bantaran Sungai Winongo.
Tradisi budaya yang sempat ada di Kali Winongo mulai diangkat kembali melalui ritual memetri sungai yang digelar. Jika dulu tradisi itu untuk membersihkan diri dari hal negatif, maka kini ditujukan sebagai komitmen warga dalam menjaga kelestarian sungai. 

Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Endang Rohjiani mengungkapkan, aksi budaya tersebut baru pertama kalinya ia gelar. "Kami ingin menarik perhatian warga agar terus mencintai sungai. Air adalah sumber kehidupan sehingga harus dijaga," terangnya di sela memetri yang digelar di pinggiran Kali Winongo Titik 5 Pakalan (Pakuncen-Ngampilan). 

Aksi budaya memetri sungai itu jadi rangkaian Festival dan Gelar Budaya Winongo 2014. Sebelum ritual dimulai, warga juga diajak susur sungai di bantaran Winongo guna melihat titik rawan sampah serta rawan longsor. 

Endang menambahkan, pada saat lalu terjadi banjir yang cukup besar di Kali Winongo. Kendati tidak berhulu di Merapi, namun luapan air tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam. 

Oleh karena itu pihaknya akan terus mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. Terlebih sudah ada perencanaan jangka panjang untuk menjadikan Kali Winongo sebagai pusat wisata pada 2030. "Kami sudah petakan delapan titik untuk penataan. Tahap pertama dijadikan sebagai ruang terbuka hijau dan nanti berkelanjutan untuk penataan lain," imbuhnya. 

Koordinator Titik 5 Pakalan Suharyanto menambahkan, guna menekan pembuangan sampah ke sungai, warga di bantaran kini terus disosialisasikan untuk membentuk bank sampah. Beberapa kelompok warga bahkan sudah aktif mengelola sekaligus mengolah sampah yang didampingi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta. 

Terkait dengan aksi budaya memetri sungai, menurutnya akan selalu digelar menjadi agenda tahunan. Harapannya kelak tidak sekadar mengingatkan warga setempat untuk mencintai sungai, melainkan bisa menjadi daya tarik wisatawan. "Memetri itu kan sama halnya dengan uri-uri atau ngopeni. Kewajiban kita untuk menjadikan sungai sebagai sahabat," katanya. 

No comments

Post a Comment

Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde