Responsive Ad Slot

Showing posts with label Kabar Islam. Show all posts
Showing posts with label Kabar Islam. Show all posts

Meskipun Sudah Ditutup Suara Azan Masih Terdengar di Masjid Ini , Tidak ada Orang yang Boleh Masuk ke Dalam

No comments

Saturday, December 6, 2014

Sebuah masjid terpaksa harus di tutup oleh pemerintahan London untuk menghentikan aktivis yang berkumpul di tempat tersebut. Tidak ada yang di izinkan masuk ke dalam tempat ibadah umat muslim ini. Meskipun demikian, suara azan masih terdengar di dalam masjid, padahal tidak ada peralatan elektronik dan listrik di dalamnya.
Pada waktu sholat, suara azan bisa terdengar dari dalam masjid. Banyak orang yang mengunjunginya dari luar, dan para wartawan pun berbondong-bondong pergi kesana untuk meliputnya.
Seperti apakah masjid tersebut ? Berikut videonya (You Tube)

Cerita Misteri, Ada Masjid Dengan Lubang Menuju ke Mekkah

No comments

Friday, December 5, 2014


Masjid Agung Keraton Buton di Sulawesi Tenggara, merupakan peninggalan Kerajaan Islam Buton. Masjid ini punya kisah mengenai 'lubang yang menuju Mekkah'. Penasaran?
Masjid Agung Keraton Buton juga dikenal sebagai Masjid Agung Wolio. Masjid ini berada di Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Bila melihat sekilas, masjid ini tampak biasa saja. Dengan bentuk persegi panjang, masjid tertua di Sulawesi Tenggara ini memiliki arsitektur yang sederhana. Tidak seperti Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) yang memiliki bentuk bangunan yang megah. 

Masjid yang sudah mengalami pemugaran sejak pemerintahan Sultan Buton ke-37 pada tahun 1930 ini memiliki 12 pintu di keempat sisinya dan 12 jendela di bagian atas. Maksud dari jumlah pintu dan jendela tersebut adalah menyesuaikan dengan jumlah pintu pada Benteng Wolio yang juga berjumlah 12. 


Ya, dari luar masjid ini memang terlihat biasa saja. Namun, bila Anda masuk ke dalamnya ada yang mencengankan dan membuat mulut Anda mengucap " Subhanallah". Seperti dilansir dari situs resmi Pariwista Indonesia, di dalam masjid agung ini terdapat pusena (pusatnya bumi) yang konon kisahnya sering terdengar suara azan dari Mekkah, Arab Saudi. Pusena ini berbentuk lubang yang berada tepat di belakang Mihrab.


Masyarakat sekitar mempercayai kalau bekas kompleks Kesultanan Buton ini berada di atas pusat bumi. Lubang yang berada di dalam masjid ini pun dipercayai mereka sebagai gua bawah tanah yang bisa langsung "Menuju ke Mekkah". Selain, dianggap sebagai "Pintu Mekkah", lubang tersebut juga memiliki mitos lainnya. Konon, bila melongok ke dalam lubang pusena, Anda bisa melhat orang tua atau kerabat yang sudah lebih dahulu menghadap Sang Khalik. Masjid Agung Keraton Buton cocok untuk destinasi wisata ziarah Anda dalam Ramadan kali ini. Mampirlah jika Anda melakukan traveling ke Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sultra.

Hijab Tutorial dengan Kerudung Paris Ala Nabiilabee Asal Rusia

No comments

Friday, October 31, 2014


Wanita Rusia lebih senang menggunakan gaya hijab yang simpel dan mudah diaplikasikan seperti yang dilakukan oleh Nabiilabee. Wanita 21 tahun itu gemar berbagi tutorial hijab di YouTube. Dari sekian banyak tutorial yang diberikan olehnya, salah satu kreasi hijab yang diperlihatkan dengan memakai kerudung paris. Tutorial simpel ini mudah digunakan tapi jarang diaplikasikan olehhijabers. Hasil kreasinya membuat penampilan wanita semakin terlihat feminin terutama bila memilih kerudung warna baby pink. Berikut tutorial hijab dengan kerudung paris atau segiempat yang dicontohkan oleh Nabiilabee.


Langkah 1




Siapkan kerudung paris atau segiempat kemudian lipat menjadi dua bagian. Letakkan di atas kepala dengan bagian kanan lebih pendek dari kiri. Pakailah ciput warna netral sebagai dalamannya. Pilih scarf warna pastel kalau ingin membuat penampilan semakin feminin.


Langkah 2


Buat sedikit lipatan dengan menarik bagian sisinya sejajar dengan alis kanan. Sematkan jarum agar tidak lepas. Sematkan pula peniti di dekat telinga kiri dan kanan.


Langkah 3


Ambil bagian dalam sisi kerudung yang kanan bawa ke arah telinga kiri. Sematkan jarum di dekat telinga kiri. Pastikan jarum tersemat dengan kuat agar tidak mudah lepas. 


Langkah 4


Sisa kerudungnya bisa dibawa ke belakang leher supaya tidak terlihat berantakan. Sematkan peniti atau jarum pentul di bagian depan supaya tidak kerepotan ketika dipakai beraktivitas.


Langkah 5


Tutorial hijab selesai. Anda bisa menggunakannya untuk hangout, santai, atau ke acara semi formal. Jika ingin diterapkan ke acara resmi atau pesta sebaiknya tidak menggunakan kerudung paris. Jika masih kurang jelas, simak video aslinya di sini

Gempuran Roket Israel Tidak Membuat Semangat Berkarya Pemuda Palestina Surut

No comments

Friday, October 24, 2014

Kreasi anak Palestina

Konflik yang berlarut-larut di jalur Gaza belakangan ini telah menyebabkan lebih dari 1000 nyawa melayang. Banyak di antaranya merupakan wanita dan anak-anak yang tak berdosa. Serangan roket dan tank dari Israel telah menghancurkan rumah, sekolah, bahkan rumah sakit warga Palestina.
 
Namun, semangat mereka nampaknya belum surut. Warga Palestina, khususnya jalur Gaza juga masih dapat berkarya. Beberapa pemuda Palestina bahkan menjadikan foto gumpalan asap dari roket yang dikirim Israel menjadi medianya dalam berkreasi. Dengan foto-foto tersebut, mereka mengungkapkan perasaan dan semangat perjuangan mereka.



Melihat hujan roket dan berita kematian dari kerabat mereka setiap hari tidak membuat semangat mereka padam. Dari gambar karya mereka ini, terlihat keinginan mereka untuk mengakhiri semua ini.
Dari jauh kita pun hanya bisa berdoa agar tidak ada lagi darah warga Palestina yang tertumpah karena konflik berkepanjangan ini.

Cinta Sejati Ternyata Tidak Cuma Sekali Saja

No comments

Thursday, October 23, 2014



Cinta tidak cuma sekali, tapi bisa dua kali, tiga kali, empat kali atau berkali-kali. Sering kita mendengar kata-kata sok romantis berisi: kita hidup sekali, mati sekali, dan memunyai cinta sejati pun juga sekali.

Ya...kita memang dibesarkan dalam lingkungan yang gemar sekali hidup bertaburkan roman picisan ala putri dalam dongeng. Novel-novel pun juga berisi tentang kisah cinta sejati yang seolah-olah cuma dia yang ditakdirkan untuk hidup bersama. Rasanya cuma dia yang bisa mencintai dan dicintai dengan begitu dalam dan tulus. Tak mungkin ada seseorang yang  bisa menggantikannya, baik untuk dicintai maupun mencintai dengan sepenuh hati. Bila sosok ini pergi atau mati, maka cinta sejati itu ikut terkubur bersama jasad sang kekasih hati.

Benarkah begitu adanya? Ternyata semua teori tentang roman sehidup semati itu tak berlaku dalam Islam. Paling tidak Ummu Salamah membuktikannya sendiri. Bukan hanya satu cinta sejati yang hadir dalam hidupnya, tapi dua!

Ummu Salamah menikah dengan Abdullah bin Abdul As’ad atau yang biasa dipanggil dengan Abu Salamah adalah laki-laki yang memberinya keturunan. Dia adalah ayah dari anak yang dilahirkan oleh Umm Salamah. Mereka berdua adalah generasi awal yang menerima Islam dan berhijrah ke Abyssinia atau Ethiopia. Meskipun pada kesempatan hijrah berikutnya ke Madinah mereka terpaksa harus berpisah, tapi itu tak mengurangi rasa cinta yang begitu kuat dan dalam pada diri kedua insan ini untuk kembali bersatu. Hingga akhirnya maut juga yang memisahkan keduanya ketika Abu Salamah meninggal akibat luka yang didapatnya di medan jihad.

Di pembaringannya menjelang sakratul maut, Ummu Salamah dengan berurai airmata berkata pada suaminya, “Ketika seorang suami meninggal dan masuk surga, kemudian istrinya pun meninggal tanpa pernah menikah lagi, Allah akan menyatukan keduanya di surga. Aku berjanji aku tak akan pernah menikah lagi setelahmu!”

Dengan tenang, Abu Salamah bertanya, “Istriku, maukah kamu memenuhi permintaanku, apapun itu adanya?” Mendengar itu, sebagai istri yang patuh pada suami Ummu Salamah menjawab tanpa ragu, “Tentu saja!”
 
Abu Salamah memandang istrinya dengan penuh cinta dan berkata, “ Berjanjilah padaku, saat aku mati nanti kamu akan menikah lagi.”

Jelas Ummu Salamah kaget dengan perkataan yang tak diduganya ini. Belum pulih dari keterkejutannya, Abu Salamah telah memanjatkan doa dan memohon pada Allah dengan kata-kata indah ini, “Ya Allah, anugerahilah Umm Salamah suami yang jauh lebih baik daripada saya.”
Tak lama kemudian, maut benar-benar menjemput Abu Salamah. Selama masa iddah, Ummu Salamah tak kuasa menghentikan perasaan duka yang teramat dalam karena kehilangan suami yang dicinta. Betapa kenangan akan kelembutannya, kebaikannya, keberanian dan kesabarannya semakin membuat Ummu Salamah susah melupakan Abu Salamah.

Terlebih ketika Ummu Salamah menimang bayi yang baru dilahirkannya, hatinya makin pilu ketika menyadari bahwa laki-laki yang dicintainya itu tak memunyai kesempatan untuk membesarkan buah cinta mereka. Mana ada laki-laki selain suaminya itu yang akan mau menikah dengan dirinya dan mencintai anak yang bukan anak kandungnya sendiri? Ingatannya melayang kepada ucapan Abu Salamah menjelang kematiannya. “Siapakah laki-laki yang lebih baik dari Abu Salamah?” batinnya pilu.

Jawaban dari pertanyaan ini datang tak lama kemudian yaitu setelah masa iddahnya selesai seiring dengan lahirnya Zainab. Laki-laki yang lebih baik daripada Abu Salamah, atau suaminya itu adalah Rasulullah SAW. Laki-laki mulia ini datang pada Ummu Salamah dengan niat ingin melamarnya.
Setengah tak percaya, Ummu Salamah menjawab, “Aku adalah perempuan yang sudah tua dan memunyai anak dari suamiku terdahulu. Lagipula aku ini adalah perempuan pencemburu.”

Dengan perangainya yang lemah lembut, Rasulullah SAW pun menjawab, “Aku ini lebih tua daripada kamu. Allah yang akan menghilangkan cemburu dari hatimu. Dan aku akan membesarkan serta mencintai anak-anakmu sebagaimana aku memperlakukan anak-anakku sendiri.”

Keraguan di hati Ummu Salamah serta rasa duka yang tersisa sejak kepergian suaminya terdahulu langsung sirna. Yang ada sekarang hanyalah perasaan tenang dan damai karena ternyata laki-laki mulia ini yang melamarnya untuk menikahinya.

Doa Abu Salamah telah dikabulkan oleh Allah dan sekali lagi Umm Salamah bisa merasakan indahnya cinta sejati untuk yang kedua kali. Masya Allah!

Ukhti yang dirahmati oleh Allah, di luar sana banyak sekali laki-laki dan perempuan yang jatuh cinta kemudian terpuruk ketika sang kekasih meninggalkannya. Kepergian itu entah berupa kematian, perceraian, atau mungkin berupa ujian tertentu yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya. Luka yang dirasakan seolah begitu besar dan tak tertanggungkan. Bahkan tak jarang, mereka merasa tak akan mungkin bisa jatuh cinta lagi sebagaimana mereka jatuh cinta sebelumnya.

Allah yang meletakkan cinta di hati kita untuk seseorang maka Allah pula yang akan dengan mudah mengobati luka itu. Allah yang akan menggantinya dengan cinta suci lainnya – cinta suci dari seseorang yang keberadaannya tidak untuk menggantikan dia yang telah pergi
Yakinlah, konsep dan pengetahuan kita tentang cinta sangatlah terbatas. Ada Allah Yang Mahapencinta memunyai kuasa di atas segalanya.

Nabi bersabda:
“Sungguh, hati anak-anak Adam itu ada di antara dua jari Yang Mahapengasih sebagai satu kesatuan. Dia mempersatukannya kapan pun dikehendakiNya.” (HR. Muslim 2654).
Allah yang meletakkan cinta di hati kita untuk seseorang maka Allah pula yang akan dengan mudah mengobati luka itu. Allah yang akan menggantinya dengan cinta suci lainnya – cinta suci dari seseorang yang keberadaannya tidak untuk menggantikan dia yang telah pergi. Tapi cinta suci yang hadir dan memesona hati kita dengan caranya sendiri yang berbeda. Karena sesungguhnya tak ada cinta yang benar-benar sama, yang ada hanyalah cinta sejati yang bisa saja mengetuk hati kita tak cuma sekali. Maka janganlah bersedih ketika cinta yang lalu pergi dan mungkin saja menoreh luka di hati. Akan datang cinta lain yang jauh lebih baik dan mampu membawamu ke surgaNya. Insya Allah. 

*** Bersambung  (disadur dari tulisan Zainab bint Yunus)

Opini : Pilkada Langsung atau Lewat DPR dalam Pandangan Islam (1)

No comments

Wednesday, October 22, 2014

A. Pengantar
1. Pro-kontra seputar RUU Pilkada
SETELAH melalui perdebatan yang panjang, sidang paripurna DPR akhirnya melakukan pemungutan suara untuk memutuskan soal utama RUU Pilkada sekitar pukul 02.00 subuh, Jumat 26 September. Sebanyak 226 suara mendukung pilkada digelar lewat DPR dan 135 suara meminta pilkada secara langsung, dengan total anggota DPR yang memberikan suara 361 orang dan tidak ada yang abstain. Fraksi Partai Demokrat memutuskan untuk walkout, walau ada beberapa anggotanya yang memberikan suara secara individu.
Sebelumnya, Partai Demokrat bersikukuh untuk mengusulkan opsi pilkada langsung namun dengan 10 syarat. Selama ini polarisasi dalam RUU pilkada ini terlihat antara Koalisi Merah Putih -antara lain terdiri dari motor Partai Gerindra, Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera- dengan koalisi pimpinan PDI-Perjuangan yang mendukung pilkada langsung.
2. Isu krusial yang diperdebatkan
Ada beberapa isu krusial yang diperdebatkan oleh sesama anggota Panja maupun dengan pihak Kemendagri terkait butir-butir RUU Pilkada tersebut.
Pertama, Pilkada langsung atau melalui DPRD
Perdebatan paling panas terjadi pada isu mekanisme pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Tarik ulur dukungan semakin intensif menjelang pelaksanaan sidang paripurna. Pada draf awal, pemerintah langsung mengajukan usul perbaikan atas mekanisme pilkada langsung seperti yang diamanatkan pada Undang-undang nomor 32 tahun 2004. Lantaran pilkada langsung dianggap penuh praktik politik uang hingga berujung pada banyaknya kepala daerah yang berperkara hukum, pemerintah pun mengajukan draf pemilihan gubernur dilakukan melalui DPRD, tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat.
Sementara untuk pemilihan bupati dan wali kota, pemerintah mengajukan usulan pilkada langsung tetap dipertahankan.
Seiring waktu, sejumlah fraksi di parlemen menolak wacana pilkada melalui DPRD ini. Mereka yang menentang adalah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Fraksi Partai Hanura, dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Mereka beralasan bahwa kedaulatan rakyat tetap tak bisa dicabut hanya karena ekses negatif pelaksanaan pilkada langsung.
Di sisi lain, kubu pendukung pilkada melalui DPRD masih lebih kuat yakni Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, dan Fraksi Partai Gerindra. Adapun Partai Demokrat belakangan memilih berada di wilayah abu-abu dengan menyatakan dukungan terhadap pilkada langsung tetapi mengajukan 10 syarat. Tak hanya Partai Demokrat, Fraksi PKS juga ternyata berpaling dari yang semula mendukung pilkada langsung tetapi berbalik menyerukan penolakan.
Kedua, Pemilihan paket atau tunggal
Perdebatan antarfraksi tak hanya sebatas pelaksanaan pilkada langsung atau melalui DPRD, tetapi juga soal usulan pilkada satu paket -memilih kepala daerah dan wakilnya bersamaan- atau pemilihan wakil kepala daerah melalui penunjukan. Untuk isu ini, lebih banyak fraksi yang mendukung pilkada dilakukan tidak paket atau hanya memilih kepala daerah. Argumentasi yang digunakan kubu ini berkaca dari pelaksanaan pilkada selama ini yang ternyata banyak terjadi pecah kongsi. Pendukung opsi pemilihan tak sepaket adalah Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pemerintah juga mendukung pelaksaan pilkada tidak satu paket.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengklaim bahwa lebih dari 60 persen pasangan kepala daerah dan wakilnya pecah kongsi di tengah jalan sehingga mengganggu jalannya pemerintahan.
Karenanya, pemerintah mengajukan opsi wakil ditunjuk langsung oleh kepala daerah terpilih dengan latar wakil itu dari pegawai negeri sipil, profesional, atau pun partai politik. Nama itu kemudian diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri untuk disetujui.
Hanya ada dua fraksi yang tetap mendukung pilkada satu paket, yakni Fraksi PKS dan Fraksi PAN. Fraksi PKS berdalih ketidakharmonisan antara dua pimpinan daerah sudah seharusnya menjadi tugas partai politik untuk melakukan manajemen konflik. PKS menilai pecah kongsi kepala daerah dan wakilnya jangan dianggap berlebihan.
Ketiga, Politik dinasti
Pemerintah mengajukan usul agar pencalonan kepala daerah atau pun wakil kepala daerah dilakukan dengan membatasi hubungan kekeluargaan. Di dalam draf yang diajukan pemerintah, terdapat larangan agar istri atau suami, anak, hingga saudara petahana diangkat sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah. Usulan ini mendapat persetujuan fraksi-fraksi di DPR tetapi dengan sejumlah versi. Misalnya, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDI-P, dan Fraksi Partai Hanura, berpandangan pelarangan cukup sebatas hubungan suami atau istri, sementara untuk anak atau pun saudara tidak boleh dilarang maju sebagai calon kepala daerah.
Usulan pemerintah hanya mendapat dukungan penuh dari Partai Keadilan Sejahtera. Fraksi PKS mendukung pelarangan hubungan kekeluargaan secara keseluruhannya dalam pengajuan nama calon kepala daerah.
Keempat, Pilkada serentak atau tidak
Pemerintah awalnya mengusulkan pelaksanaan pilkada dilakukan secara serentak pada 2015 dan 2018. Pada 2015, dilaksanakan pilkada serentak tahap pertama bagi seluruh gubernur, bupati, dan wali kota yang masa jabatannya berakhir di tahun tersebut.
Pilkada serentak tahap kedua berlangsung 2018 untuk gubernur, bupati dan wali kota yang masa jabatannya berakhir tahun 2016, 2017 dan 2018. Pada 2016 dan 2017 diisi pejabat sampai dengan terpilih kepala daerah definitif di tahun 2018. Penerapan pilkada serentak ini dinilai bisa menghemat biaya. Dalam pandangan fraksi pada Rabu malam, hanya Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI-P, PKB, dan PKS yang tegas menyatakan dukungan atas pelaksanaan pilkada serentak.
Menurut PKB, pilkada serentak menjadi jalan keluar dari keluhan kelompok penentang pilkada langsung yang dianggap berbiaya mahal. Sementara Partai Hanura lebih menekankan pada perlunya pembatasan dana kampanye.
Kelima, Pilkada satu putaran
Pemerintah juga mengajukan usulan perlunya dilakukan pilkada satu putaran. Menurut Pemerintah, hal ini bertujuan menekan biaya mahal pilkada. Pada UU yang berlaku sekarang, pilkada dilakukan dua putaran apabila suara tertinggi pasangan calon yang berlaga tak mendapatkan minimal 30 persen suara. Pemerintah mengusulkan pemenang pilkada adalah peraih suara terbanyak, berapa pun persentasenya, dalam satu kali putaran saja. Hanya Fraksi PKB yang mendukung penuh pelaksanaan pilkada satu putaran ini dalam pandangan mini fraksi yang dibacakan Rabu petang. Fraksi lain tak terlalu menyoroti isu ini.
Keenam, Uji publik
Uji publik adalah hal baru dalam RUU Pilkada ini. Uji publik dilakukan untuk menyeleksi calon kepala daerah sebelum diajukan oleh partai politik. Pemerintah berpendapat uji publik ini bukan menentukan lolos atau tidaknya seorang calon, melainkan hanya untuk memenuhi prinsip keterbukaan. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku khawatir apabila uji materi ini dijadikan syarat lolosnya seorang bakal calon, maka akan membuka lagi ruang politik uang dan aksi suap terhadap penguji. Sebagian besar fraksi pun menolak uji publik dijadikan syarat lolosnya seorang bakal calon.
Sebagaimana Gamawan, mereka berpendapat hal itu bisa menjadi arena baru kampanye hitam untuk menjegal calon lain. Hanya Partai Demokrat yang bersikeras agar uji publik perlu dilakukan untuk menentukan lolos tidaknya seorang bakal calon.
Ketujuh, Penghapusan PPS dan PPK
Wacana ini digulirkan oleh Pemerintah untuk memotong jalur birokrasi rekapitulasi suara. Pemotongan prosedur rekapitulasi suara juga dilakukan untuk memangkas ruang-ruang transaksi manipulasi hasil perhitungan suara. Usulan yang masuk dalam draf usulan pemerintah ini juga tak terlalu disinggung oleh fraksi-fraksi. Fraksi Partai Golkar meminta agar hal-hal yang belum disepakati sebaiknya dibicarakan di forum sidang paripurna.
B. Isu di balik konflik pilkada
1. Kepentingan media massa
Di balik konflik pikada yang terjadi banyak pihak menilai ada kepentingan media massa. Menurut Koordinator Pelaksana Koalisi Merah Putih Idrus Marham, menuding media massa dan lembaga survei berada di balik pembentukan opini yang seolah-olah membuat rakyat menolak pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurut dia, media massa dan lembaga survei mempunyai kepentingan agar pilkada tetap dipilih secara langsung oleh rakyat.
Media massa, tidak akan mendapatkan iklan dan berita jika pilkada dipilih oleh DPRD. Pasalnya, proses kampanye yang biasanya menarik banyak iklan dan berita dalam pilkada langsung sudah ditiadakan. Adapun lembaga survei, tak akan lagi dipakai jasanya untuk melakukan survei terhadap masyarakat.
Menurut Idrus, pilkada langsung selama ini telah mendatangkan banyak kerugian terhadap masyarakat. Kerugian itu di antaranya, pemborosan anggaran, politik uang, hingga konflik horizontal. Hal ini menjadi alasan Koalisi Merah Putih ingin pilkada dikembalikan kepada DPRD. Idrus mengakui, pilkada melalui DPRD juga memiliki kekurangan. Namun, kekurangan itu tidak sebanding dengan kekurangan jika pilkada tetap diadakan secara langsung.
2. Kepentingan investasi asing
Di balik konflik elit politik tentang pilkada langsung ternyata juga sarat dengan kepentingan investasi asing pada kelanjutan proyek-proyek dalam MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang sedang disiapkan hampir diseluruh daerah kabupaten dan kota Indonesia. Para investor asing kuatir Pilkada lewat DPRD akan menghambat investor dapat berhubungan langsung dengan kepala-kepala daerah.
Menurut mantan program officer USAID, Ikhyar Velayati kepada Bergelora.com di Medan, Kamis (2/10) menjelaskan bahwa investor asing lah yang menekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk merubah rencananya dari pilkada DPRD kembali ke Pilkada langsung. Sehingga ada sikap yang mendua dalam diri SBY.
Pada akhirnya hal ini juga yang membuat SBY saat ini menyiapkan skenario perppu agar pilkada langsung dapat kembali berjalan dalam sistim politik Indonesia dan memudahkan pemerintahan Jokowi yang sudah memang disiapkan oleh Amerika. Pada dasarnya , pilkada langsung atau lewat DPRD tidak akan memberikan perbaikan sistim politik Indonesia seperti dijanjikan oleh kedua pihak pendukung. Dalam sistim politik liberal yang lebih besar, politik rakyat tetap marginal karena kontrol dan partisipasi rakyat tetap sesaat pada waktu pilkada. Bagi investor adalah sistim yang lebih murah dalam eksploitasi alam Indonesia yang harus dipakai oleh Indonesia.
Menurut ikhyar semenjak pelucutan UUD’45 menjadi lebih liberal, sistem di bawahnya haruslah lebih memudahkan ekspolitasi kapital yang masuk ke Indonesia.
Setelah masing masing daerah otonom dapat, investasi masuk lewat MP3EI, diharapkan tidak adalagi yang menghambat investasi. Diamankan oleh pemerintah, disahkan oleh legislatif. Disemua daerah.
3. Reaksi politis atas kekalahan treshold
Terjadinya konflik di seputar pilkada juga disinyalir merupakan bentuk reaksi politis atas kekalahan para partai. Andrew Thornley, direktur program Asia Foundation, Jakarta, menulis pada blognya bahwa RUU itu dapat dipandang sebagai reaksi politis atas kekalahan elektoral partai-partai yang menjadi pendukung Prabowo Subianto pada pemilihan umum presiden Juli lalu. Dari data diperoleh Partai-partai yang menentang RUU hanya terpaut tipis dengan pihak pendukung, yakni selisih 14 kursi dari total 560 kursi yang tersedia.
C. Mekanisme pemilihan kepala daerah dalam islam
1. Pengangkatan Kepala Daerah
Proses terpilihnya seseorang menjadi kepala daerah melalui Pilkada dalam sistem politik demokrasi sangat kontradiktif dengan terpilihnya seseorang menjadi kepala daerah dalam pemerintahan Khilafah Islamiyah. Kepala daerah setingkat provinsi (wilayah) dalam negara khilafah disebut wali atau amir. Setiap wilayah dibagi dalam beberapa bagian dan setiap bagian disebut ‘imalah. Setiap ‘imalah dipimpin oleh seorang ‘amil atau hakim.
Berikutnya setiap ‘imalah dibagi menjadi beberapa bagian administratif yang disebut qashabah (kota). Setiap Qashabah dibagi dalam beberapa bagian administratif yang lebih kecil yang disebut hayyu (kampung/desa). Orang yang mengurusi qashabah dan hayyu masing- masing disebut mudir dan tugasnya adalah tugas administrasi (Ajhizah ad daulah al khilafah fil hukmi wal Idarah hal.118).
Seorang wali diangkat langsung oleh Khalifah, begitu juga para kepala daerah di bawahnya. Wali tidak dipilih langsung oleh rakyat, apalagi dipilih oleh DPRD karena memang tidak ada DPRD dalam negara khilafah. Penunjukan langsung ini meniscayakan tidak adanya pemborosan uang umat sebagaimana terjadi dalam Pilkada saat ini. Calon kepala daerah (wali/amir) dalam khilafah tidak akan stres dengan besarnya dana pencalonan atau menghambur-hamburkan uang sebagai kompensasi politik kepada partai-partai pendukungnya. Ini juga sekaligus mencegah mereka berlaku korup menyalahgunakan kekuasaan ketika menjabat.
Pengangkatan wali oleh khalifah secara langsung ini didasarkan pada perilaku Rasulullah SAW.
Sepanjang kepemimpinannya sebagai kepala negara, beliau SAW telah mengangkat para wali untuk berbagai negeri. Beliau telah mengangkat Mu’adz bin Jabal menjadi wali di wilayah Janad, Ziyad bin Walid di wilayah Hadramaut dan Abu Musa al ‘Asy ari di wilayah Zabid dan ‘And. Mereka semua diberikan wewenang oleh Rasulullah SAW untuk memutuskan persengketaan.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki kelayakan (kemampuan dan kecakapan) untuk memegang urusan pemerintahan, orang-orang yang berilmu yang dikenal ketakwaannya. Para wali Rasulullah SAW adalah orang-orang yang amanah dan dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam urusan yang menjadi kewenangannya dan dapat menghidupkan hati rakyat dengan keimanan dan keagungan negara. Hal ini sebagaimana di riwayatkan oleh Muslim dari Sulaiman bin Buraidah dari bapaknya beliau ra berkata “Rasulullah SAW itu, Jika mengangkat seorang amir pasukan atau datasemen, senantiasa berpesan, khususnya kepada mereka, agar bertaqwa kepada Allah, dan kepada kaum Muslim yang ikut bersamanya agar berbuat baik.”
BERSAMBUNG

Dibalik Kamar : Waduh, Kecanduan Jima … (1)

No comments
AKTIVITAS jima adalah suatu hal yang wajar pada kehidupan suami-istri. Selain karena memang kebutuhan, jima juga bisa menjalin keakraban di antara kedua. Namun, bagaimana jika diam-diam ternyata, suami atau istri, kecanduan jima? Nah…
Seseorang yang kecanduan itu dipenuhi dengan pikiran aktivitas jima, walaupun mungkin mereka tidak mendapatkan kenikmatan ketika melakukan aktivitas tersebut. Untungnya, ada pengobatan yang dapat diberikan bagi penderita kecanduan jima.
Kecanduan melibatkan perilaku kompulsif, seperti yang dialami seseorang yang kecanduan belanja, berjudi, atau berselancar di Internet. Hanya saja dalam hal ini, perilaku kompulsif nya berkisar pada aktivitas jima.
Beberapa pecandu mungkin merasa bahwa mereka tidak bisa berhenti berpikir tentang hubungan jima dan akibatnya menelantarkan pekerjaan karena pikiran/lamunan atau fantasi mereka.
Pasangan suami istri yang kecanduan, hampir seringkali tidak menikmati apa yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan atau emosional mendalam ketika berjima. Ketika mereka mencoba untuk menghentikan aktivitas yang merusak tersebut, mereka  akan merasa bahwa mereka tidak dapat berhenti atau pada akhirnya melakukan kembali kebiasaan lama mereka.
Kabar baiknya, kecanduan ini dapat diatasi namun tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi penderita dan keinginan untuk melakukan terapi-terapi.
Tanda-Tanda Peringatan Kecanduan Hubungan Jima
Indikasi-indikasi kecanduan meliputi:
  • Melakukan jima untuk mengatasi perasaan negatif atau mencapai rasa percaya diri sesaat
  • Menyembunyikan perilakunya dari pasangannya
  • Merasa kehilangan kontrol atas perilaku jimanya, yang melanggar norma-norma yang diterima masyarakat umum utamanya syariat Islam
  • Menemukan bahwa perilaku menyebabkan rusaknya hubungan dengan pasangan, kegagalan dalam pekerjaan atau membuat penderita menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman dan keluarga
  • Menyadari bahwa perilaku tersebut dapat menyebabkan masalah dalam hidup penderita jika orang lain mengetahuinya
  • Merasa tidak bisa berhenti total melakukan perilaku yang berbahaya tersebut
BERSAMBUNG

Kisah Nabi Yusuf Digoda Siti Zulaikha (1)

No comments
iLustrasi
KALIAN tentu sudah tidak asing lagi dong dengan salah satu Nabi kita ini? Ya, dialah Nabi Yusuf AS yang terkenal dengan ketampanannya. Hingga ketampanan yang dipancarkan olehnya membuat para wanita lupa diri. Salah satunya ialah Siti Zulaikha, istri dari seorang Pembesar Mesir. Mari kita simak kisahnya berikut ini.
Nabi Yusuf hidup tenang dan tenteram di rumah Futhifar, Pembesar Mesir. Sejak ia menginjakkan kakinya di rumah itu, ia mendapat kepercayaan penuh dari kedua majikannya, suami-istri, untuk mengurus rumah tangga mereka dan melaksanakan perintah serta segala keperluan mereka dengan sepenuh hati, ikhlas juga jujur. Dan tidak menuntut upah serta balasan atas segala tenaga dan jerih payah yang dicurahkan untuk kepentingan keluarga tersebut. Ia menganggap dirinya di rumah itu bukan lagi sebagai hamba bayaran, tetapi sebagai salah satu anggota keluarga mereka. Demikian pula anggapan majikannya, suami-isteri terhadap dirinya.
Ketenangan hidup dan kepuasan hati yang didapat oleh Yusuf selama ia tinggal di rumah Futhifar, telah mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan tubuhnya. Ia yang telah dikaruniai oleh Allah kesempurnaan jasmani dengan kehidupan yang senang dan tenang di rumah Futhifar, semakin terlihat tambah segar di wajahnya, menambah elok parasnya dan tambah tegak tubuhnya. Sehingga ia merupakan seorang pemuda remaja yang gagah perkasa yang menggiurkan hati setiap wanita yang melihatnya, tidak terkecuali isteri Futhifar, majikannya sendiri. Bahkan bukan tidak mungkin bahwa ia akan menjadi rebutan lelaki, andai kata ia hidup di kota Sadum di tengah-tangah kaum Nabi Luth ketika itu.
Kebersamaan sehari-hari di rumah antara Yusuf pemuda remaja yang gagah perkasa dan nyonya Futhifar, seorang wanita muda cantik dan ayu, tidak akan terhindar dari risiko terjadinya perbuatan maksiat, bila tidak ada kekuatan iman dan takwa yang menyekat hawa nafsu. Demikianlah akan apa yang terjadi terhadap Yusuf dan isteri pembesar Mesir tersebut.
Pada hari-hari pertama Yusuf berada di tengah-tengah keluarga, nyonya Futhifar tidak menganggapnya dan memperlakukannya tidak lebih dari sekedar pembantu rumah yang cakap, tanggap, giat dan jujur, berakhlak serta berbudi pekerti yang baik. Ia hanya mengagumi sifat-sifat luhurnya itu serta kecakapan dan ketanggapan kerjanya dalam menyelesaikan urusan dan tugas yang dipasrahkan kepadanya. Akan tetapi memang rasa cinta itu selalu didahului oleh rasa simpati.
Simpati dan kekaguman nyonya Futhifar terhadap cara kerja Yusuf, lama-kelamaan berubah menjadi simpati dan kekaguman terhadap bentuk benda dan paras wajahnya. Gerak-gerik dan tingkah laku Yusuf diperhatikan dari jauh dan diliriknya dengan penuh hati-hati. Bunga api cinta yang masih kecil di dalam hati nyonya Futhifar terhadap Yusuf semakin hari makin membesar dan membara tiap kali ia melihat Yusuf berada didekatnya atau mendengar suara dan suara langkah kakinya. Walaupun ia berusaha memandamkan api yang membara di dadanya itu dan hendak menyekat nafsu birahi yang sedang bergelora dalam hati, untuk menjaga martabatnya sebagai majikan dan mepertahankan sebagai isteri pembesar Mesir, namun ia tidak berupaya menguasai perasaan hati serta hawa nasfunya dengan kekuatan akalnya. Bila ia duduk sendiri, maka terbayanglah di depan matanya paras Yusuf yang elok dan tubuhnya yang bagus, hingga tetap melekat bayangan itu di depan mata dan hatinya. Sekalipun ia berusaha untuk menghilangkannya dengan mengalihkan perhatian kepada urusan dan kesibukan rumahtangga. Dan akhirnya menyerahlah nyonya Futhifar kepada kehendak dan panggilan hati dan nafsunya yang mendapat dukungan syaitan dan iblis, hingga semua pertimbangan dikesampingkan, kedudukan dan martabat serta kehormatan diri sesuai dengan tuntutan dengan akal yang sehat.
Nyonya Futhifar menggunakan taktik, mamancing-mancing Yusuf agar ia lebih dahulu mendekatinya dan bukannya dia dulu yang mendekati Yusuf demi menjaga kehormatan dirinya sebagai isteri pembesar Mesir. Ia selalu berdandan dan berhias rapi, bila Yusuf berada di rumah, merangsangnya dengan wangi-wangian dan dengan memperagakan gerak-gerik dan tingkah laku sambil menampakkan, seakan-akan dengan tidak sengaja bagian tubuhnya yang biasanya menggiurkan hati orang lelaki.
Yusuf yang tidak sadar bahwa Zulaikha, istri Futhifar, mencintai dan mengandungi nafsu syahwat kepadanya, menganggap perlakuan manis dan pendekatan Zulaikha kepadanya adalah hal biasa. Ia berlaku sopan santun dan bersikap hormat seperti biasa serta tidak sedikit pun terlihat sesuatu gerak atau tindakan yang menandakan bahwa ia terpikat oleh gaya dan aksi Zulaikha yang ingin menarik perhatiannya dan menggiurkan hatinya. Yusuf sebagai calon Nabi telah dibekali oleh Allah dengan iman yang mantap, akhlak yang luhur dan budi pekerti yang tinggi. Ia tidak akan terjerumus melakukan suatu maksiat yang sekaligus merupakan perbuatan atau suatu tindakan khianat terhadap orang yang telah mempercayainya memperlakukannya sebagai anak dan memberinya tempat di tengah-tengah keluarganya.
BERSAMBUNG

Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsa, Lukai 2 Anak hingga Kritis

No comments

Monday, October 20, 2014

PULUHAN pemukim Yahudi pada hari Ahad (19/10/2014) dikabarkan telah memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.
“Sekelompok mahasiswa Yahudi menyerbu kompleks bersama dengan pasukan Israel, dan secara verbal menyerang para mahasiswa Palestina,” penjaga, yang minta tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Menurut penjaga, polisi Israel memberlakukan pembatasan masuknya jamaah Muslim ke dalam kompleks sejak dini hari.

Dalam insiden lain, seorang pemukim Yahudi menabrak dua anak-anak Palestina di dekat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, meninggalkan dua anak itu dalam kondisi kritis. Direktur Rumah Sakit Ramallah Ahmed Bitawi mengatakan bahwa dua anak itu sedang dalam keadaan koma dan tim medis tengah berusaha menyelamatkan nyawa mereka.

Otoritas Palestina dan Israel belum mengomentari insiden tersebut.
Beberapa bulan terakhir pemukim Yahudi telah meningkatkan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Pejabat Palestina menuduh tentara dan polisi Israel menutup mata terhadap serangan. [worldbulletin]

Padang Mahsyar, Bumi Lain Diakhir Zaman- Bagian 1

No comments
BUMI tempat hamba-hamba Allah dikumpulkan pada hari kiamat adalah bumi lain, bukan bumi ini. Allah SWT berfirman, “(Yaitu) hari ketika bumi diganti dengan bumi lain dan langit pun diganti dan mereka keluar menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Maha Panakluk,” (QS. Ibrahim: 48). Rasulullah SAW telah menceritakan kepada kita tentang keadaan bumi yang baru tempat manusia dikumpulkan ini.

Dalam shahih al-Bukhari dan shahih Muslim diriwayatkan dari Sahl ibn Sa’d yang mengaku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Manusia dikumpulkan pada hari kiamat di bumi yang putih ‘afra’ seperti lembaran roti naqi.” Sahl atau yang lain menambahkan, “Di sana tidak ada ma’lam bagi seorang pun.”

Al-Khaththabi mengatakan, ‘afr (tunggal ‘afra) berarti putih tidak jernih. ‘Iyadh mengatakan, ‘afr berarti putih dengan sedikit kemerah-merahan. Ibn Faris mengatakan, ‘afra’ berarti putih bersih.
Kata naqi berarti tepung yang bersih dari campuran dan ampas.

Kata ma’lam berarti tanda yang menunjukkan jalan ke suatu tempat, seperti gunung dan batu besar, atau sesuatu yang dibuat oleh manusia untuk menunjukkan jalan atau pembagian wilayah.

Banyak nas dari sejumlah sahabat, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang bermaksud sama dengan hadis yang telah kami kemukakan di sini.

 ‘Abd ibn Humaid dan ath-Thabari dalam tafsir mereka serta al-Baihaqi dalam buku Syu’b al-Iman telah menukil dari jalur ‘Amr ibn Maimun dari ‘Abd Allah ibn Mas’ud tentang firman Allah SWT, “(Yaitu) hari ketika bumi diganti dengan bumi lain.” Ibn Mas’ud mengatakan, “Bumi diganti dengan bumi yang bagaikan perak, tidak terkena noda dan kesalahan.” Para perawi hadis ini shahih, tetapi hadis ini mauquf (sanadnya hanya sampai ke sahabat).

Al-Baihaqi menukil dari jalur lain yang marfu’ (sanadnya sampai ke Nabi). Tetapi menurutya, yang mauquf lebih shahih. Ath-Thabari dan al-Hakim juga menukil hadis ini dari jalur ‘Ashim dari Zirr ibn Hubaisy dari Ibn Mas’ud dengan redaksi, “Bumi yang putih bagaikan batangan perak,” dan para perawinya juga terpercaya.*** islampost
BERSAMBUNG

Abu Aisha, Mualaf yang Mengatakan, “I’m Muslim. My Brand is Akhlaq”

No comments

Wednesday, October 15, 2014


POLANDIA sebagaimana Rusia termasuk sebagai negara dengan mayoritas Kristen. Interaksi dengan Islam terbilang minim kecuali dengan orang-orang muslim. Maka inilah pentingnya akhlak kita sebagai brand dakwah kepada orang-orang di luar Islam.
Petunjuk Allah jualah, lelaki bernama Abu Aisha berinteraksi dengan seorang muslim yang bernama Abdullah saat datang ke Norwegia. Brother ini yang membantu Abu Aisha mempersiapkan dokumen untuk bekerja. Dalam pikiran Abu Aisha siapalah beliau sampai-sampai mau membantu. Kenal akrab juga tidak. Hidup di Eropa memang terbilang individualis. Itulah mengapa para imigran terkesan hanya berkumpul dengan orang-orang dari negara yang sama.
Di beberapa negara Eropa, para pekerja dari Polandia hampir menyebar ke semua sektor dan terbilang pekerja dari negara lahir Abu Aisha selalu menduduki tingkat statistik teratas.
Tapi Abu Aisha justru tidak berkumpul dengan orang-orang Polandia dan sebaliknya mendekat ke perkumpulan orang Arab mengikuti brother Abdullah. Hidayah Allah memang luar biasa. Tingkah brother Abdullah yang mengerjakan shalat mengundang tanya. Belum selesai di situ, muncul dilema melihat tingkah beberapa orang Arab yang bertolak belakang dengan Islam.
Tapi justru pertentangan ini melahirkan kesadaran dalam benak Abu Aisha untuk mempelajari Islam lebih jauh bahwa Islam agama sempurna. Pemeluknya belum tentu. Dan Alhamdulillah, Allahu Akbar, perjalanan menuju Islam. Abu Aisha mengucap syahadat di tanah Viking, Norwegia.
Abu Aisha kemudian menikahi seorang muslimah Indonesia yang juga seorang penulis. Mereka dikarunia putri yang cantik. Namanya tentu Aisha. Aisha Pisarzewska. Nama Muslim dan Polandia yang cantik. Abu Aisha, lelaki mualaf itu yang sering mengucapkan “I’m Muslim. My brand is Manner (akhlaq).” [sa/Islampos]
Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde