SIAPA yang tidak suka dengan pujian. Semua orang merasa senang ketika mendapat kata pujian. Apalagi dari orang yang disegani. Tapi hati-hati ternyata pujian bisa menjatuhkan.
Pujian itu selayaknya hanya diberikan kepada Allah SWT. Alhamdulillah, “Segala puji bagi Allah.” Karena Dialah yang Maha segalanya.
Namun memang setan selalu menggoda dari arah manapun. Sebagian orang masih saja ada yang haus akan pujian. Hingga pada akhirnya tindakannya hanya bertolak pada hal itu. Tahukah apa hasilnya jika pekerjaan hanya menuntut pujian manusia? Tentu segala cara akan digunakan agar bisa mendapatkan hal itu.
Pujian adalah ujian. Ketika seseorang memiliki prestasi diatas orang lain maka pujian mengalir terhadapnya. Lalu apa jadinya jika orang itu larut dalam kata-kata indah orang lain? Jawabannya adalah ia akan memiliki sifat angkuh, merasa hebat dan tidak ingin memperbaiki diri. Jika hal itu yang terjadi maka pada akhirnya ia akan jatuh juga. Dan prestasi yang didapat malah membuatnya sengsara.
Pujian yang disikapi dengan rasa syukur akan berbeda hasilnya. Lagi-lagi syukur hadir dalam kondisi ini. Ya, karena dengan rasa syukur kita memposisikan diri sebagai seorang yang kerdil dihadapanNya. Seseorang yang tidak mampu melakukan apapun jika tidak mendapat pertolongan Nya. Tentu sikap ini akan berbuah menghasilkan kepasrahan diri setelah melakukan segala macam ikhtiar pekerjaan. Maka kalaupun hasilnya memuaskan banyak orang, ia akan sadar bahwa hal itu karena atas izin Allah dan ia pun akan berucap syukur.
Maka sudah sepantasnya jika seseorang memuji, maka kembalikanlah pada Allah Sang Penguasa Dunia ini. Jangan senang dengan pujian dari orang lain karena mungkin ia bisa menjatuhkan mu. Hati-hati dengan pujian, karena lewat pujian dari orang lain Allah menguji kita. Allah akan menilai bagaimana kita menyikapi segala bentuk pujian yang menghampiri kita. Wallahu’alam.



No comments
Post a Comment