Dengan uang yang kamu miliki, kamu pasti memiliki banyak pilihan: Kamu bisa memilih makanan di mana pun yang kamu inginkan, kamu akan memiliki banyak pilihan tempat tinggal karena kamu tak memiliki kendala finansial, bahkan jika kamu cantik, menarik, dan terkenal, tentu saja sudah banyak pria antre untuk bisa kamu “ambil”. Nah, prinsipnya sama seperti itu. Seorang pria menarik secara fisik, pekerjaan, sikap, dan segala sesuatunya, juga memiliki banyak opsi wanita. Jelas saja, sebagai wanita kamu wajib untuk memberikan kesan yang baik untuk si dia. Bagaimana caranya?
Ini yang Membuat Kamu Beda dengan Wanita Lain
No commentsWednesday, September 29, 2021
September 29, 2021Dengan uang yang kamu miliki, kamu pasti memiliki banyak pilihan: Kamu bisa memilih makanan di mana pun yang kamu inginkan, kamu akan memiliki banyak pilihan tempat tinggal karena kamu tak memiliki kendala finansial, bahkan jika kamu cantik, menarik, dan terkenal, tentu saja sudah banyak pria antre untuk bisa kamu “ambil”. Nah, prinsipnya sama seperti itu. Seorang pria menarik secara fisik, pekerjaan, sikap, dan segala sesuatunya, juga memiliki banyak opsi wanita. Jelas saja, sebagai wanita kamu wajib untuk memberikan kesan yang baik untuk si dia. Bagaimana caranya?
Dia Guruku, Sekaligus Kekasihku
No commentsTuesday, September 28, 2021
September 28, 2021Menikahi Pria Lebih Tua Akan Membuat Kamu Bahagia
No comments
Memutuskan akan menikah atau berpacaran dengan seseorang di mana kamu berniat menjadikannya pasangan dalam hubungan cinta jangka panjang tentu tak mudah, apalagi usia seringkali menjadi pertimbangan bagi perempuan.
Umumnya perempuan mencari sosok pria yang usianya lebih tua darinya karena berbagai alasan. Dan sepertinya keputusan memilih pasangan dengan jarak usia lebih tua memang keputusan yang tepat karena penelitian membuktikan bahwa pria yang usianya lebih tua mampu membuatmu lebih bahagia dalam pernikahan.
Menikahi pria matang secara usia membuatmu bahagia
Penelitian yang dilakukan oleh WhatsYourPrice.com, sebuah website kencan menemukan bahwa jarak usia yang ideal untuk memilih pasangan adalah 6 tahun, di mana pria adalah orang yang lebih tua.
Penelitian yang diterbitkan dalam Digital Journal dengan cara melihat lebih dari seribu kencan pertama pria dan perempuan ini menemukan bahwa para perempuan paling tertarik pada pria yang 6 tahun lebih tua darinya. Itu karena perempuan cenderung lebih cepat dewasa dibandingkan pria. Karena alasan ini juga, sebagian besar perempuan tidak suka berkencan dengan pria seusia atau lebih muda darinya.
Jadi temukanlah pria yang memang usianya lebih dewasa darimu jika menginginkan pernikahan yang bahagia.
Cinta Yang Telah Pergi
No comments
"Kesepian adalah kehidupanku, penderitaan itulah nafasku, dan penyeesalan adalah makan minumku"
Sepi karena tak dihibur dan ditemani cintanya, derita karena
harus melihatnya bersama dengan orang lain, dan menyesal karena harus berpisah
dengannya, bukan niatku dan juga buakan inginku tapi inilah kenyataannya,..
CINTA !!!!
Cinta itu memang ada tapi keberadaanya sulit untuk kita
pastikan, kadang kita harus berkorban untuk cinta dan kadang juga kita harus
menyera dengan cinta.
Cinta itu butuh pemahaman, karena jika kita membutakan cinta
maka kita akan berjalan menyusurinya dengan kehampaan dan kegelapan, karena
kita tidak memahami tentang cahaya cinta itu.
Hidup itu perjuangan, kadang kita harus terjatuh dan
berusaha tuk bangkit, kadang juga kita harus menerima kekalahan dan berjuang
untuk memperebutkan kemenangan itu, kita butuh air mata untuk senyuman dan senyuman untuk air mata.
Pada porosnya bumi ini akan terus berputar, musim pun akan
terus berganti dan hidup kita juga pasti akan mengalaminya itu, membutuhkan
suatu progres yang dinamis.
Memejamkan mata untuk bermimpi tentang suatu keindahan, bermenung
untuk menghayal tentang suatu kebahagiaan, semu dan hanya kebohongan yang
menjadikannya suatu kenyataan.
Ku terus berejalan menyusuri hari, disambut sang surya di
ufuk timur menemani sunyi, beduk shalat magrib menutup cerita dalam terangnya
sumber dari segalah terang.
Kerlip bintang dilangit, terang sinar sang purnama menemani
sepi dikala malam menyambut mimpi.
Kisah dan cerita cintaku membuatku terpuruk, terdiam dan
sejenak terbaring. Letih dan lemah ku dapatkan
dalam menyusuri hati, membuatku selalu meneteskan air mata.
Dalam harap senyum itu akan segera menyapaku, menemaniku,
dan mengihiasi hari-hariku, namun semuanya itu hanyalah harapan bukan suatu
kenyataan
Berbulan-bulan kini telah berlalu, kesendirianku kini telah
menjadi Esa.
Semuanya ini aku ciptakan untuk sumpah dan janji yang
berulang kali terikrarkan dalam cinta.
Cinta pergi mencari suatu kebahagia yang mungkin tak
seberapa dan tak sebanding dengan apa yang berulang kali aku persembahkan
untuknya.
Mencoba untuk tersenyum melepaskan kepergiannya meski dalam
hati menangis karena tersayat sembilu.
Sembilu yang mungkin sengaja diasah untuk melukai ketulusan
hati ini.
Apa aku harus terus begini? mengunci semua pintu dengan
ketulusan dan kepalsuan atas sumpah serapah cintamu ??
Atau aku harus beranjak, melangkah pergi menyusuri jejakmu
dan menyambut karma yang akan hidup di antara kita ??
Atau mungkin aku harus tertawa bahagia dalam kesendirian dan
kesakitan atas kebahagiaanmu??
Dosa yang tercipta merasuki pikiran ini, entah kapan akan
terhapus, bagaimana caranya agar aku bisa mengembalikan semua keadaan itu !!!
Hanya nada dalam sujud yang bisa kututurkan, dan hanya kata
ma’af yang bisa terucap lewat perantaraan kebahagiaanmu.
Semoga cinta dan pilihan tak menyesatkanmu untuk berjalan,
semoga kebahagiaan selalu bersinar dalam kegelapan cintamu dan semoga sang
penentu garis takdir merestui semua ingin dan ciptamu itu.
Aku disini menunggu restu dan ijinmu untuk beranjak, membuka
semua pintu yang terkunci karena cinta.
Di sini pula aku menunggu cinta yang kini telah jauh pergi,
entah mungkin pasti kembali atau akan hilang tertelan dan terkubur oleh cinta
mereka.
Ku butuh senyummu untuk menghiasi luka, ku butuh canda dan
tawamu untuk menghapus sepi, dan kubutuh aroma Parfum REGAZZA_mu untuk bangkit
dan semangat dalam menyusuri likunya masa depan.
Hidup kita memang tak selamanya indah, tapi semua keindahan
yang perna kita ciptakan selalu dan selamanya akan ku kenang dan berharap akan terulang kembali.
Namun ini hanyalah hayalanku karena kini cinta itu telah
dirangkul seutunya oleh masa lalunya.
***
Salahku Memilih Suami, Hidupku Jadi Galau
No commentsMonday, September 27, 2021
September 27, 2021Pria Menghilang Bukan Berarti Ingin Putus
No commentsRahasia Cantik Perempuan Lembah Hunza, Tetap Muda Usia 80 Tahun dan Bisa Melahirkan di Usia 65 Tahun
No comments
Dikutip dari Independent, mayoritas penduduk Hunza memeluk agama Islam dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta huruf di Pakistan. Di Hunza juga hampir tidak pernah terjadi kriminalitas, tidak ada tempat bagi ekstrimis Islam di komunitas Hunza. Etnis Hunza menjadi oase bagi Pakistan untuk merasakan hidup yang penuh toleransi, penuh rasa aman, dan panjang umum. Orang-orang Hunza hidup sebagai muslim yang moderat dengan populasi yang tertinggi bebas dari buta hurup di Pakistan.
Apa resep orang Hunza panjang
umur? Seperti dikutip dari Shughal.com, orang Hunza punya tradisi makan teratur
dua kali sekali. Makan banyak saat sarapan dan makan malam setelah matahari
terbenam. Mereka hanya memakan makanan alami yang diproduksi dari tanah mereka
seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju. Seluruh makanan
tak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia. Orang Hunza juga sangat menyukai
olah raga.
Menariknya lagi, hal yang
sangat biasa bagi pasangan suami istri dari etnis Hunza memiliki anak setelah
berusia 60 tahun. Bahkan ada sampai berusia 90 tahun.
Seharian, wajah etnis Hunza
diwarnai dengan senyuman. Tekanan, stress dan pikiran-pikiran yang rumit tidak
dikenal oleh warga Hunza. Mereka terbebas dari beban mental, mereka tidak
mengenal perasaan ragu dan gagal. Cara mereka menjalani hidup digambarkan
seperti kehidupan anak-anak.
Sejak etnis Hunza ada hingga
sekarang, tak satupun pernah menderita penyakit berat seperti tumor atau
kanker. Mengapa? Ini diduga karena warga Hunza sangat menyukai makanan
buah-buahan yang kaya Amygdalin atau vitamin B-17, yang dikenal melindungi
tubuh dari serangan virus kanker.
Dan, orang Hunza adalah pekerja keras. Mereka sangat suka berjalan kaki ke mana saja. Jangan ajak mereka menonton televisi, duduk-duduk santai berlama-lama, dan mengendarai mobil. Mereka tidak tertarik.
Penduduk Hunza hampir
seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen.
Angka melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen! Sementara angka melek huruf secara nasional
di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh antara perempuan dan
pria.
Dalam setahun, ada periode 2-4
bulan orang-orang Hunza hanya minum jus dari buah aprikot. Ini tradisi lama
etnis Hunza yang sampai sekarang dilestarikan. Para ahli kesehatan setuju
tradisi minum jus aprikot telah berkontribusi pada kesehatan mereka yang luar
biasa.
Kesehatan kulit etnis Hunza
juga dikagumi. Bagaimana mereka sampai memiliki kulit sehalus dan selembut itu?
Orang Hunza hanya akan minum dan mandi air es yang datang dari aliran
pegunungan. Mereka juga meminum teh herbal yang diseduh dengan air mendidih
yang berasal dari air es pegunungan. Nama ramuan ini disebut Tumuru.
Menurut sejarah, etnis Hunza
berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung
yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.
Kecantikan perempuan etnis Hunza di Pakistan sudah mendunia, salah satunya masih bisa hamil di usia 65 tahun. Etnis Hunza bermukim di lembah Hunza, Karimabad di Pakistan. Lembah itu diapit tiga gunung besar yaitu Himalaya, Karakoram, dan Pamir. Sungai di sana mengalir jernih dan bebas polusi udara. Mereka juga hidup sederhana, penuh senyuman, tidak stres dan tidak mengenal ragu serta gagal.
Umur yang dimiliki
sehingga tampak cantik terus lantaran mereka panjang umur. Warga di Hunza ini
memiliki umur lebih panjang ketimbang lainnya, bahkan ada yang sampai 160
tahun.
Usut punya usut, ternyata
perempuan etnis Hunza memiliki kebiasaan hidup sehat yang juga patut kita
terapkan. Mereka makan secara teratur dua kali dalam sehari. Yang dikonsumsi
adalah makanan alami yang dihasilkan dari tanah mereka seperti buah-buahan,
sayuran, kacang-kacangan, susu, dan keju.
Yang juga menarik, 99 persen etnis Hunza juga merupakan vegetarian. Mereka hanya makan daging saat acara pesta suku saja. Makanan di sana juga tentu tidak mengandung bahan penyedap rasa atau kimia. Ada sebuah ramuan, mereka menyebutnya tumuru, yaitu berupa teh herbal yang diseduh dengan air mendidih yang berasal dari air es pegunungan. Minuman itu yang disebut membuat kulit mereka halus. Karena mayoritas muslim, masyarakat etnis Hunza suka berpuasa, seminggu dua kali. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa mereka puasa di musim semi.
Masyarakat etnis Hunza juga
sangat menyukai olahraga. Mereka suka berjalan kali saat bepergian. Dalam
hidupnya mereka juga pekerja keras dan tidak suka bermalas-malasan.
Kesehariannya diisi dengan mengerjakan ladang serta memelihara hewan ternak.
Penduduk di sana hampir
seluruhnya berpendidikan. Angka melek huruf etnis Hunza mencapai 77 persen. Angka
melek huruf perempuan Hunza mencapai 90 persen. Sementara angka melek huruf
secara nasional di Pakistan sekitar 58 persen dengan kesenjangan yang jauh
antara perempuan dan pria.
Menurut sejarah, etnis Hunza
berasal dari Baltir, sebuah desa yang ditemukan ketika pasukan Alexander Agung
yang dalam keadaan terluka dan sakit ditinggalkan di desa itu.
Atas sejumlah kebiasaan sehat
itu, hingga usia 60-an tahun wanita di sana masih terlihat cantik, lebih muda
dari usianya serta belum menopause. Bahkan banyak yang sudah usia 85 tahun juga
masih kelihatan muda.
Cerita keunikan kaum hawa dari
Pakistan itu menarik perhatian publik du










