Responsive Ad Slot

Angkringan Pendopo nDalem

No comments

Tuesday, March 31, 2020

Jalan Sompilan No 12, Ngasem, Yogyakarta
telp: (0274) 385777


Lazimnya, angkringan menggunakan gerobak kayu sebagai tempat berjualan. Namun angkringan yang satu ini mengusung konsep yang berbeda. Sesuai namanya Angkringan Pendopo nDalem ini menggunakan pendopo rumah jawa (ruang berukuran besar di bagian depan rumah. Biasanya digunakan untuk menyambut tamu atau acara keluarga) sebagai tempat usaha.

Makanan yang disediakan memang tidak jauh berbeda dengan angkringan kebanyakan. Pengunjung pun juga bisa langsung memilih aneka rupa makanan yang sudah diletakkan di meja panjang. Ada beberapa pilihan nasi dalam ukuran mini. Seperti nasi teri, oseng tempe dan nasi bandeng. Sementara lauknya mulai dari sate ayam, sate ati ampela, gorengan sangat khas dengan cita rasa sebuah angkringan.

Perbedaan justru terletak pada jajanan atau snack yang juga turut dihidangkan. Angkringan Pendopo nDalem secara konsisten menyajikan aneka jajan pasar menggugah selera yang sudah jarang ditemui atau bahkan tak dikenal lagi oleh generasi muda. Sebut saja Clorot, Kipo, Semar Mendem, Lupis, Jadah Manten dan lain sebagainya. Bagi pengunjung yang belum pernah mencicipi jajan pasar ini tentunya akan menjadi salah satu pengalaman baru mencicipi kuliner nusantara. Jajan pasar yang tersedia juga terbilang komplit begitu terlihat berkurang maka pegawai dengan sigap menambahkannya lagi.

Untuk urusan minuman, tempat ini menyajikan beragam minuman hangat. Minuman ini diberi nama yang unik seperti Wedang Bleduk, Wedang Gajah, Leser. Ada juga teh rempah atau bajigur. Nah untuk favoritnya pengunjung biasanya akan memilih Wedang Bleduk yang merupakan campuran dari berbagai rempah seperti sereh, jahe, cengkeh serta gula jawa. Jangan lupa untuk mengaduk terlebih dahulu sebelum meminumnya karena gula jawa yang digunakan bukanlah gula jawa cair melainkan bongkahan gula jawa yang kadang masih tertinggal didasar gelas.

Masih tertantang mencoba yang lainnya, cicipi Wedang Gajah yang disajikan dengan gelas jumbo. Merupakan campuran sereh, jahe, kayu manis, bunga cengkeh dan gula jawa. Porsi besarnya mampu menghangatkan perut. Kedua minuman ini bisa juga disajikan dengan susu namun tentu saja dengan harga yang berbeda pula.

Selain itu, nilai plus lainnya berwisata kuliner di angkringan ini adalah tempatnya yang unik. Meski Angkringan hanya menggunakan bagian depan rumah saja namun pengunjung tetap bisa merasakan suasana etnik sembari menikmati sajian makan malam. Apalagi rumah bergaya arsitektur jawa klasik ini memang masih terpelihara baik. Patung Loro Blonyo serta pendar cahaya kuning yang berasal dari lampu klasik langsung menyambut. Kesan etnik inilah yang kemudian beberapa kali juga diabadikan  pengunjung di sela-sela menikmati sajian makanan mereka.

Angkringan Pendopo nDalem
Angkringan Pendopo nDalem rupanya juga ingin memperkenalkan angkringan sebagai alternatif makan malam terutama bagi keluarga atau rombongan. Ini terlihat dari jumlah kursi dan meja sudah disusun berkelompok. Rata-rata terdiri mulai dari 4-10 orang. Pendopo ini mampu menampung hingga 50-an pengunjung sekaligus. Asiknya, pengunjung juga bisa melakukan reservasi terlebih dahulu. Jadi tak perlu takut kehabisan tempat duduk.

Jika tak ingin melewatkan pengalaman kuliner di tempat ini, Angkringan Pendopo nDalem buka setiap hari mulai dari Pkl 18.00 WIB-23.30 WIB.

Wedang Gasu (Gajah Susu)+Nasi +Sate Ayam+Sate Ati = Rp.16.500

Kipo+Ketan+Semar Mendem = Rp.7500

Angkringan Pendopo nDalem
Jalan Sompilan No 12, Ngasem Yogyakarta


(0274) 385777


PECEL BAYWATCH : Menyantap Pecel Kembang Turi Olahan Mbah Warno "Anderson"

No comments
Kasongan, Bantul, Yogyakarta, Indonesia


Mbah Warno menjajakan menu utama pecel dengan beragam lauk sebagai pengiringnya. Mulai dari lele dan belut goreng kering, tahu bacem, mangut belut (belut bersantan yang dibumbui cabai), hingga bakmi goreng. YogYES memesan semuanya agar dapat merasakan aneka rasa masakan Mbah Warno ini.

Sambil menunggu, pikiran saya melayang menelusuri asal-usul pecel yang sama tidak jelasnya dengan soto. Banyak daerah di Jawa memiliki pecel dengan ciri khasnya masing-masing, misalnya Pecel Madiun, Pecel Blitar, Pecel Madura, Pecel Slawi dan lain-lain. Namun setidaknya, seorang sejarawan Belanda bernama H.J Graaf pernah mengungkapkan bahwa ketika Ki Ageng Pemanahan melaksanakan titah Sultan Hadiwijaya untuk hijrah ke hutan yang disebut Alas Mentaok (sekarang Kotagede), rombongan beliau disambut masyarakat di pinggir Sungai Opak dan dijamu dengan berbagai jenis masakan, termasuk pecel.

Mbah Warno "Anderson".
Lamunan saya terputus saat pecel dan beberapa makanan pengiring tiba di meja. Seporsi pecel, lele goreng, dan tahu bacem seolah menantang untuk secepatnya dinikmati. Terdapat empat jenis sayuran dalam hidangan berlumur bumbu kacang ini yakni daun bayam, daun pepaya, kembang turi (Sesbania grandiflora), dan kecambah / taoge. Kita akan disergap rasa manis dari bumbu kacang yang menggelitik lidah. Saat menguyah kembang turi yang agak getir, rasa manis tadi berpadu sehingga menghasilkan kelezatan yang sulit diungkapkan.

Pecel dengan kembang turi merupakan ciri khas pecel "ndeso". Jaman sekarang sudah sulit untuk menemukan penjual pecel seperti ini. Konon kembang turi memiliki khasiat meringankan panas dalam dan sakit kepala ringan. Jadi tidak heran bila orang Jawa, India, dan Suriname (masih keturunan Jawa juga sih, hehehe) sering menyantap kembang turi muda sebagai sayuran.

Pecel akan bertambah nikmat jika ditambah dengan lele goreng atau tahu bacem. Lele goreng di tempat ini dimasak hingga kering sehingga crispy ketika digigit. Sedangkan tahu bacem yang berukuran cukup besar dapat dinikmati sebagai cemilan bersama cabai rawit. Selain itu juga terdapat hidangan lain seperti belut goreng dengan dua variasinya. Pertama, belut goreng kering yang berukuran kecil dan belut goreng basah yang lebih besar. Ada juga bakmi goreng dan mangut belut bagi anda yang menggemari makanan pedas. Asap dari anglo menambah sensasi rasa dari hidangan di warung ini.

Entah karena kenyang atau efek kembang turi, selesai makan kepala saya terasa lebih cerdas dari biasanya. Sambil ngobrol ringan dengan Mbah Warno dan asistennya, saya jadi paham kenapa pecel di tempat ini dijuluki Pecel Baywatch. Hal itu karena Mbah Warno dan asistennya selalu mengenakan sejenis baju yang disebut kaus kutang. Pakaian yang sangat nyaman untuk dikenakan di tengah udara pedesaan Kasongan Bantul yang kering dan panas.

Walau penjual pecel ada dimana-mana, Pecel Baywatch tetap menawarkan sesuatu yang lain bagi anda. Sebuah kombinasi kelezatan makanan, suasana pedesaan yang kental, dan keramahan Mbah Warno "Anderson".

Nongkrong di Angkringan KR

No comments
Halaman Depan Kantor Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat, Jl. Mangkubumi Yogyakarta


Angkringan merupakan salah satu icon kuliner yang populer di Yogyakarta. Hampir di setiap sudut kota dapat kita temui keberadaan jenis jajanan kaki lima ini. Salah satu yang paling populer adalah Angkringan Kedaulatan Rakyat atau lebih dikenal dengan Angkringan KR. Dinamakan demikian karena lokasinya tepat berada di halaman depan kantor redaksi Harian Kedaulatan Rakyat yang terletak di Jl. Mangkubumi. Posisinya yang berada di pusat Kota Yogyakarta, membuat angkringan ini menjadi destinasi favorit bagi penggemar menu makanan angkringan atau mereka yang ingin bersantap hemat sambil kongkow atau nongkrong beramai-ramai.

Menu makanannya pun sangat khas dengan menu angkringan seperti: sego kucing, tahu goreng, tempe mendoan, sate usus, dan sate telur puyuh. Selain menu standar angkringan pada umumnya, Angkringan KR juga melengkapi menu dengan sajian "masa kini" seperti: sate bakso, tempura, sosis, aneka gorengan, sate kerang, dan sebagainya. Harga? Jangan khawatir, harga tiap menu makanan di Angkringan KR relatif terjangkau. Sehingga tidak jarang tempat ini menjadi tujuan favorit para mahasiswa dan anak muda yang ingin mencari hidangan yang nikmat dengan harga merakyat.

Tak hanya kalangan mahasiswa dan anak muda yang hobi mengunjungi tempat ini, Angkringan KR telah menjadi destinasi kuliner yang unik bagi masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi. Bersantap sambil duduk lesehan menjadi daya tarik pengunjung yang mendambakan suasana yang santai dan nyaman. Hampir di setiap sore hingga tengah malam, Angkringan KR tidak pernah sepi pengunjung. Hal ini didukung dengan luasnya areal yang digunakan sebagai tempat lesehan dan tempat parkir yang memadai.


Bagi Anda yang tengah berada di Yogyakarta, sepertinya belum afdol kalau belum mencicipi hidangan dan menikmati suasana guyub khas Yogyakarta di Angkringan KR. Ajak teman, keluarga, atau teman dekat Anda untuk menikmati romantisme suasana Jogja.



Sunita Williams, ASTRONOT WANITA PERTAMA INDIA JADI MUALAF

No comments


Sunita Williams, seorang wanita India pertama yang pergi ke bulan pada tanggal 9-07-2011. Kembalinya dari Bulan langsung masuk dan memeluk Agama Islam.

Dia berkata : ''Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya. Ketika aku lihat dengan Teleskop, ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah. Di Bulan semua frekuensi suara tidak berfungsi, Tapi aku masih mendengar suara Adzan.''

Prof Lawrence E Yoseph : Sungguh kita telah berhutang

besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis : "...Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik .

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada.

Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi, dan setetlah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah. Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menulis :"...Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam,  shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."

Para astronot telah menemukan : bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi. Radiasi yang berada di sekitar ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.

Sebab itu lah ketika kitìa mengelilingi Ka’Bah, maka seakan- akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Makkah juga merupakan pusat bumi. Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.
  
Allah berfirman : ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33).

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan

sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah subhanahu wata'ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya. Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda : Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar


Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh. Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang

tak didasari ilmu pengetahuan ; yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad. Hanya Allah Yang Maha Kuasa Dan Segala-Galanya.

Subhanallah ..


Kalau sedang on sebarkan ke sesama muslim. (Berarti anda telah membelanjakan hartamu di jalan Allah).

Menurut Cerita, Nini Thowong Itu Saudara Perempuan Jailangkung dari Bantul Jogja

No comments

Nini Thowong merupakan sebuah hiburan tradisional masyarakat Jawa yang sangat unik karena tidak ditemukan di daerah lain. Selain ituNini Thowong sarat dengan unsur seni, tradisi dan mistis yang tinggi. Hal-hal tersebut yang membuat penulis tertarik untuk membahas tentang Nini Thowong.


Nini Thowong merupakan boneka perempuan yang menurut cerita adalah saudara perempuan dari jailangkung. Mengapa dinamakan Nini Thowong? Karena mukanya putih (thowong). Disebut “Nini”, karena jenis kelaminnya perempuan. Konon, dulu ada seorang gadis, yang perangainya jahat. Dia disihir oleh tetangganya, jadilah Nini Thowong.

Kebudayaan yang dimiliki setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai corak yang berbeda-beda. Perbedaan itu disebabkan adanya pengaruh lingkungan alam di sekitar masyarakat suku bangsa itu bertempat tinggal. Hasil kebudayaan itu diantaranya adalah bentuk peralatan hiburan dan kesenian tradisional. Di Daerah Istimewa Yogyakarta banyak sekali jenis-jenis peralatan hiburan dan kesenian tradisional tersebut.

Sebagai contoh permainan tradisional yaitu Nini Thowong. Permainan ini berasal dari Grudo, Panjangrejo, Pundong, Bantul. Nini Thowong adalah nama permainan berupa boneka dari tempurung kelapa, rangka bambu dan diberi pakaian seperti orang. Permainan Nini Thowong berfungsi sosial dan religius magis. Berfungsi sosial karena mampu mengumpulkan anak-anak desa bermain bersama. Berfungsi religius magis karena ada semacam kepercayaan bahwa Nini Thowong yang sudah kemasukan roh halus bisa menunjukkan obat bagi yang sakit, dan bila dituruti si sakit dapat sembuh. Permainan Nini Thowong ini menyebar dari mulut ke mulut

Nini thowong merupakan kesenian nenek moyang zaman dahulu yang dimainkan pada waktu senggang. Bentuk nini thowong tersusun dari siwur (gayung dari batok), enjet, angus (arang) untuk menggambar wajah. Bahan-bahan tersebut disusun menyerupai bentuk manusia lalu dipakaikan kebaya, sarung dan diberi daun-daun yang berasal dari kuburan. Setelah siap, boneka tersebut dibawa ke pohon besar yang angker dan diberi sesajen yang bertujuan untuk memanggil dan agar kemasukan arwah.

Pada zaman dahulu, Nini thowong dimainkan pada saat mongso ketigo (musim kemarau) di bawah bulan purnama. Tetapi pada zaman sekarang nini thowong dimainkan pada saat acara-acara tertentu dan pada malam minggu. Bentuk mukanya juga telah dimodifikasi dengan gabungan antara topeng dan siwur (gayung). Nini thowong dimainkan oleh perempuan, sedangkan yang membawa dan mengangkut dari tempat kediamannya adalah seorang laki-laki yang bernama Bapak Wahyudiyo.

Permainan ini tidak memiliki tujuan tertentu baik itu ritual maupun semacamnya. Pada saat memainkan boneka nini thowong ini tidak diperlukan sesajen, hanya mengalungkan bunga telon. Permainan ini diiringi oleh gejug lesung dan gamelan mega mendung. Pada zaman dulu diiringi tembang tetapi sekarang diiringi lagu Prahu Layar.

Nini Thowong dan Gejog Lesung sebagai sebuah kesenian budaya memiliki nilai sosial dan religius magis. Dimaksud nilai sosial karena pelestari kesenian ini merupakan warga desa dari desa wisata Kebon Agung, sehingga secara tidak langsung kesenian ini dapat menyatukan warga. Berfungsi religius magis karena ada semacam kepercayaan bahwa Nini Thowong yang sudah kemasukan roh halus bisa menunjukkan obat bagi yang sakit, dan bila dituruti si sakit dapat sembuh.

Jika Nini Thowong pada jaman dahulu merupakan sebuah budaya animisme yang ketika memainkan Nini Thowong ini mempunyai suatu maksud tertentu, saat ini Nini Thowong hanya merupakan sebuah pementasan yang bertujuan untuk menghibur tanpa mempunyai maksud magis apapun (misal upacara pemanggilan hujan atau ritual pengobatan).

Dalam tarian Nini Thowong sebuah patung atau boneka menjadi hal yang wajib, boneka inilah yang disebut dengan Nini Thowong. Boneka didandani dengan pakaian lengkap dan dirias layaknya seorang penari sungguhan. Selain sarat dengan unsur seni pada jaman dulu tarian nini thowong juga ada unsur magisnya.



.







PESANGGRAHAN AMBARKETAWANG , Tempat 'Leyeh-leyeh' Para Raja Ngayogyakarta Hadiningrat

No comments
Bekas Tempat Pesanggrahan Ambarketawang yang tersisa.

SALAH satu situs cagar budaya yang turut memperkaya Keistimewaan Yogyakarta adalah Pesanggrahan Ambarketawang. Selama ini Pesanggrahan Ambarketawang dikenal sebagai tempat tinggal sementara Sultan Hamengku Buwono I (Pangeran Mangkubumi) ketika menunggu selesainya pembangunan Kraton Yogyakarta pasca disepakatinya Perjanjian Giyanti, 13 Februari 1755.

Tidak disebutkan secara pasti berapa lama Sultan Hamengku Buwono I menempati Pesanggrahan Ambarketawang. Hanya saja, beberapa sumber menyatakan bahwa landscape utama Kraton Yogyakarta diselesaikan 7 Oktober 1756 dan pada saat itu juga Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarganya menempati Kraton Yogyakarta.

Pesanggrahan Ambarketawang sejatinya sudah berdiri sebelum Perjanjian Giyanti ditandatangani. Tempat itu sebelumnya bernama Purapara yang berarti gedung bagi orang yang tengah bepergian. Raja-raja dinasti Mataram Islam menggunakan Purapara sebagai tempat beristirahat setelah berburu. Nama Ambarketawang sendiri berasal dari kata ambar yang berarti harum dan ketawang yang memiliki arti tempat yag tinggi.

Meski hanya ditinggali dalam waktu singkat tentu saja Pesanggrahan Ambarketawang pasti dilengkapi dengan fasilitas paling lengkap pada zamannya. Sebab yang menempati pesanggrahan itu adalah seorang raja yang memiliki kekuasaan cukup luas.

Sayangnya, dua abad kemudian hampir tidak ada lagi bangunan yang tersisa dari Pesanggrahan Ambarketawang. Tidak ada lagi bangunan-bangunan yang layaknya ada pada bangunan milik bangsawan atau raja semisal bangunan utama, patirtaan (pemandian), kandang kuda dan sebagainya. Yang masih tersisa dari Pesanggrahan Ambarketawang saat ini hanyalah sisa-sisa benteng, sisa-sisa bangunan dan urung-urung (saluran air). Saat ini Pesanggrahan Ambarketawang berada dibawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta.

Menurut Ating (28), petugas BPCB yang menjaga kebersihan situs cagar budaya ini, saat ini sesekali ada kunjungan dari berbagai pihak di Pesanggrahan Ambarketawang. Mahasiswa arkeologi beberapa universitas juga sesekali mengadakan penelitian ditempat itu. Dari buku tamu yang ada disodorkan Ating pada media memang cukup beragam kalangan yang mengunjungi tempat tersebut.

“Dahulu di tempat ini pada waktu-waktu tertentu digunakan acara macapatan penduduk sekitar, namun kegiatan itu terhenti setelah penggiatnya meninggal,” kata Ating.


Surat Cinta Anies Teruntuk Tenaga Medis yang Sedang Berjuang

No comments

Thursday, March 26, 2020




Guberur DKI Jakarta Anies Baswedantak henti-hentinya berbuat kebaikan demi memastikan keselamatan warganya setiap ada musibah di wilayahnya. Meskipun demikian tetap saja banyak dinyinyirin oleh orang-orang yang berseberangan dalam politik, terutama ahoker/ jokower yang sering disebut "buzzerRp" atau "jongos china" dan sekarang di twitter dikenal denganama anjing peking.

Belakangan Anies Baswedan menyemangati para petugas medis dalam menangani Covid-19 yang melanda DKI Jakarta, dengan membuat Surat Cinta untuk para tenaga medis yang berjuang demi keselamatan rakyat Jakarta.

 Surat yang berkop surat resmi Pemerintah DKI Jakarta dan ditanda tangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikeluarkan, Kamis (26/3/2020).

Terima Kasih Kami Ucapkan Kepada Para Pejuang Kemanusian.

Assalamu’allaikum wr.wb
Bapak, ibu dan rekan-rekan yang kami banggakan, atas nama seluruh warga Jakarta saya mengucapkan banyak terima kasih tak terhingga atas segala pengorbanan dan keikhlasan. 


Ibu, bapak dan rekan-rekan tengah berjuang turun tangan melayani warga Jakarta menjalani masa sulit. Perjuangan yang sangat mulia yang penuh tantangan beresiko. Perjuangan ini yang menguatkan harapan bahwa in syaa Allah kita akan dapat segera melewati masa penuh cobaan ini. 


Para ibu dan bapak serta rekan-rekan semua kami di Pemprov DKI Jakarta dan atas nama seluruh warga menyampaikan rasa hormat mengirimkan dukungan penuh dan tetap terus mendoakan. Mohon sampaikan salam hormat kami kepada keluarga dirumah katakan kepada mereka Jakarta bangga pada pada ibu, bapak dan rekan-rekan semua. 


Semoga Allah Swt membalas segala kebaikan serta tetap memberikan kesehatan kekuatan kesabaran pada ibu dan bapak dan rekan-rekan dalam menuntaskan misi mulia ini.


 Wassalamu’allaikum
Semoga apa yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan membawa hasil maksimal untuk warganya.




Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde