Cara Mensikapi Pemimpin Yang Emosional
No commentsTuesday, February 4, 2020
February 04, 2020
Dalam perhelatan Pilkada DKI yang kala itu memang banyak membawa dampak permasalahan baik politik maupun psikologis seseorang. Saya membaca tulisan sahabat Edriana Nurdin yang aktivis HAM itu menjadi tergelitik dan ingin mengomentarinya.
Begini tulisan dari Edriana Nurdin tersebut, seperti dikutip dari teropongsenayan.com :
Tadi malam saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta tentang penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur, Jakarta.
Ada pepatah yang mengatakan :
Begini tulisan dari Edriana Nurdin tersebut, seperti dikutip dari teropongsenayan.com :
Tadi malam saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta tentang penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur, Jakarta.
Ruangan yang digunakan rapat pleno terbuka tersebut sangat besar. Dihiasi secara meriah dengan dua (2) screen raksasa kiri kanan, dipenuhi oleh wartawan dan kamera TV, dan di luar banyak sekali staff KPUD sebagai penerima tamu.
Sebelum acara dimulai saya menunggu di Coffee Shop dekat Flores room. Mas Anies dan Bang Sandi sudah berada diruang VIP sejak pukul 19.20 WIB karena dalam undangan acara tersebut dimulai jam 19.30 WIB.
Sekitar jam 19.50 WIB rombongan Pak Ahok, yang cukup banyak orangnya, melintas didepan coffee shop menuju ruangan Flores room.
Kemudian saya berjalan pelan-pelan di belakang rombongan tersebut. Begitu rombongan pak Ahok masuk ruangan saya menuju meja penerima tamu untuk mengisi buku tamu. Sambil bertanya pada penerima tamu kenapa acara baru dimulai. Mereka mengatakan karena menunggu pak Ahok yang baru datang.
Sekitar pukul 19.55 WIB, ketika masuk ruangan saya berpapasan dengan Pak Ahok yang sedang Marah marah. Pak Ahok mengeluarkan kata-kata penuh kemarahan antara lain yang jelas saya dengar yaitu "saya mau di diskualifikasi juga ga takut", dan banyak lagi umpatan kata-kata lainnya.
Suasananya sangat tegang karena Pak Ahok keluar ruangan dengan penuh kemarahan, sambil tergesa-gesa serta suasana sangat kacau berhubung banyak sekali wartawan yang mengikutinya. Mungkinkah ini memang cara pak Ahok untuk mendapatkan perhatian wartawan? Wallahualam.
Saya melihat pak Djarot justru sedang senyum-senyum. Sedang anggota rombongan lainnya hanya mengikuti di belakang beliau dengan raut muka bingung.
Kemudian rombongan tersebut keluar dan naik keruangan di lantai dua, namun ada beberapa anggota rombongannya yang tetap berada dibawah walau teman-temannya meneriaki agar naik dan kumpul di lantai dua.
Saya bertanya-tanya kenapa pak Ahok sudah menyiapkan ruangan di lantai dua? Ruangan apakah itu?
Kemudian saya ke arah depan untuk menghampiri serta menyalami Mas Anies dan Bang Sandi. Waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 19.55 WIB. Lalu saya bertanya kepada Mas Anies dan Bang Sandi kenapa Pak Ahok keluar sembari ngamuk marah-marah? Mas Anies dan Bang Sandi mengatakan tidak tahu dan juga terlihat bingung. Begitu pun tamu-tamu yang duduk di bangku paling depan tersebut juga mengatakan pak Ahok masuk dan tiba tiba keluar dengan rombongannya sambil marah-marah.
Waktu menunjukkan sekitar pukul 20.07 WIB, setelah semua kehebohan tersebut berlalu, acara dimulai dengan dibuka oleh tarian Bekasi. Lalu disusul dengan pembacaan doa dan kemudian pidato penetapan hasil pilkada putaran pertama (1) dan pengumuman Paslon yang masuk pada putaran kedua (2).
Acara tetap berjalan sesuai dengan susunan acara yg sudah ditetapkan dalam Undangan.
Saya sangat shock menyaksikan seorang pemimpin yang bisa begitu tiba-tiba meletup-letup kemarahannya didepan publik hanya karena kesalahpahamannya sendiri. Bila ada berita pembenaran atas sikap pak Ahok di media saya rasa itu upaya "damage control" saja karena saya menyaksikan sendiri luapan kemarahan beliau.
Pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut adalah: kalau kita hidup bermasyarakat maka kita harus punya tata krama, tepo seliri dan sopan santun agar kita bisa menahan emosi dan tidak merasa selalu paling benar serta kurang sensitif pada situasi di sekeliling kita.
Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang buruk dikemudian hari Amiin Yarobbalalamiin.(*)
Nah diambil dari pengalaman diatas, ada hikmahnya dan pada kenyataannya masyarakat ( manusia ) yang punya dasar hati nurani yang lembut, dan pola pikir yang luas dan cerdas tanpa embel-embel fanatisme terhadap junjungannya akan lebih memilih pemimpin yang tidak arogan atau mempunyai hati yang lembut, mengayomi siapapun tanpa membedakan agama, rasa maupun pandangan politiknya. Itu fakta dan sudah terbukti.
Memang harus diakui, banyak yang belum bisa move on atas kekalahan dari pihak petahana karena mereka sudah tekontaminasi oleh sosok seseorang yang sangat dekat dengan Ahok bahkan digadang-gadang akan menjadi pasangan Pilpres 2019 mendatang. Pasangan Jokowi-Ahok akan menjadi penguasa di negeri ini menurut keyakinan mereka sebagai umatnya. Dan ini sah sah saja.
Menurut mereka sebagai ahoker yang sejatinya jokowimania, tak rela orang lain mengkritik junjungannya karena mereka tidak pernah salah layaknya nabi. Fanatisme sangat kuat dihati mereka dan itu perlu diacungi jempol dua, dan itu boleh dicontoh oleh pihak yang berseberangan. Tetapi tentu saja tidak meninggalkan logika yang jernih tanpa emosional yang membabi buta.
Mengapa Ahok menjadi arogan dan begitu emosional menghadapi setiap permasalahan terhadap dirinya ?
Ada pepatah yang mengatakan :
" Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua berubah tidak.”
“Artinya adalah karakteristik seseorang tidak akan berubah karena sudah terjadi internalisasi".
Menurut pakar psikologi dari Jerman Kurt Kunkel, bahwa manusia membawa karakter dirinya saat menjadi figur karena rasa tenang, aman dan enjoy akibat dari kedekatan dengan penguasa. Dia sadar akan hal itu, makanya ceplas ceplos setiap mengungkapkan isi hatinya tanpa merasa takut.
Namun dari hal itu semua kita patut memberi applaus pada Mr Ahok yang telah berani dengan tegas menentang dari pihak-pihak yang mempunyai niat jahat terhadap rakyat, yaitu tindakan yang mengarah pada korupsi berjamaah dari ('mungkin') para anggota dewan beserta relasinya.
Dari sisi yang lain kita juga was-was terhadap perilaku Ahok yang arogan dan selalu berlindung pada penguasa. Dalam dataran politik kekuasaan Jokowi-Ahok merupakan senjata pamungkas bagi partai-partai penguasa sekarang untuk melanggengkan kekuasaan bagi kesejahteraan lingkungannya dan bukan kesejahteraan rakyat keseluruhan secara murni.
Hal itu semua memang biasa terjadi di kancah perpolitikan didunia ini. Kita tidak perlu heran dengan carut marutnya hukum di negara kita ini karena sesungguhnya hukum di Indonesia dipegang olek penguasa, terutama kasus-kasus hukum yang besar dan terkait dengan politik.
Bisakah hukum di Indonesia ditegakkan dan berkeadilan soaial bagi seluruh rakyat Indonesia ?
Hukum di Indonesia hanya bisa ditegakkan oleh penguasa yang benar-benar amanah, takut akan balasan di akherat kelak serta punya otoritas dan kekuatan dibelakangnya. Pemimpin yang disetir oleh pihak-pihak yang berkepentingan jelas tak bisa berkutik memperbaiki persoalan hukum di negeri ini, karena kekuatan dan kebijakan krusial dibelakang pemimpin ini jelas dari pihak-pihak yang berkepentingan. Apalagi pihak-pihak ini menguasai media yang ada di negeri ini, jelas ini sulit ! Sesulit merokok sambil menyelam di pantai Parangtritis ( maksudnya imposible ).
Nah selanjutnya untuk pemilu 2019, tergantung masyarakat Indonesia nantinya saat memilih pemimpin yang tidak arogan, cerdas, amanah, tidak korup, menjunjung tinggi agamanya maupun hukum yang berkeadilan serta tidak disetir oleh kekuatan asing maupun pihak-pihak yang mementingkan golongannya sendiri.
Semoga kedepannya Indonesiaku Jaya, Sentosa, Makmur Sejahtera mengalahkan negera-negara tetangga. Karena kita sadar bahwa Indonesia bangsa yang besar, kaya SDM maupun SDAnya, sehingga tidak sulit untuk mengapainya asal semua pejabat otaknya demi kebesaran Indonesia dan bukan perutnya sendiri. Amin. *** binde
Nah, untuk menghilangkan stress krn baca2 diatas tonton aja video dibawah ini :
Nah, untuk menghilangkan stress krn baca2 diatas tonton aja video dibawah ini :
DJ HARUSKAH BERAKHIR - DANGDUT REMIX 2020 | FULLBASS
No comments
Menikmati musik sambil ngopi tambah sip lho bos.....
Tega Nian Dikau
No commentsMonday, February 3, 2020
February 03, 2020
Tega Nian Dikau
telah aku berikan
seluruh cinta ini untukmu
tapi apa yang
bisa kau lakukan untukku
aku persembahkan
hati dan perasaanku semua
tapi mengapa kau
tega menghancurkannya
masa lalu aku
curahkan bersamamu
dan kamu hanya
mempermainkan perasaanku
aku telah
percayakan hatiku padamu
tapi kaupun telah
menyalahgunakan
aku berikan
seluruh hidupku
tapi kamu
membunuhku secara perlahan
sekarang aku
ingin menarik kembali
semua airmata
yang tertumpah karnamu
agar aku tak
mencintaimu lagi
aku ingin
melupakan semua kenangan
hingga aku tak
pernah mengingatmu
aku ingin pergi
jauh, sejauh jauhnya
untuk menghapus
pandanganku darimu
aku ingin
menangis, tapi airmataku telah kering
aku ingin
tertidur pulas, tapi wajahmu membaur mimpi
aku tak bisa
mencari jalan keluar
untuk bisa lepas
dari pernderitaan
aku tak lagi
mampu bersembunyi
untuk menghindar
dari kejaran mimpi
bagaimana aku
bisa melepas semua ini
sementara cinta
telah mengalir didalam nadi
aku tak mampu
lagi
menemukan orang
lain sepertimu
bagaimana bisa
aku melupakanmu
bila cinta yang
kutahu hanya untukmu
aku hanya ingin
menutup mata
membiarkan
semuanya terbang tertiup angin
bersama hari
hariku berlalu tanpa dirimu lagi
.oOo.
Jurus Mempermainkan Payudara Agar Cepat Orgasme
No commentsSunday, January 19, 2020
January 19, 2020
Payudara
Anda adalah salah satu 'zona bermain' yang kerap disepelekan baik Anda maupun
pasangan saat seks. Kerap kali payudara hanya 'dimainkan' selewat atau hanya
oleh pasangan Anda.
Kebanyakan
wanita tidak menyadari bahwa payudara mereka juga bisa memberikan kepuasan yang
sama seperti vagina, termasuk urusan orgasme. "Mayoritas lebih fokus
menjaga payudaranya tetap sehat, namun tak cukup yang tahu bagaimana wanita
bisa menikmati payudara mereka saat seks," jelas Debby herbenick, PhD,
seorang pendidik kesehatan seksual dari Kinsey Institute di Indiana University.
Faktanya,
bermain payudara juga memiliki peran penting untuk memuaskan baik Anda maupun
pasangan. Dikutip dari Women's Health, berikut jurus yang bisa Anda dan
pasangan lakukan untuk memaksimalkan sesi intim Anda di ranjang:
1.
'Memeluknya'
Saat
pasangan Anda sedang bermain dengan payudara Anda, otak melepaskan kimia hangat
dan lembut menuju aliran darah yang disebut oksitosin, kata Beverly Whipple,
PhD, dari Rutgers University. Hormon cinta yang kuat ini juga dipicu oleh
berpelukan dan orgasme, memberikan rasa ikatan yang kuat antara Anda dan pasangan.
Untuk
memaksimalkan efeknya, ketika bercinta dan Anda berada dalam posisi woman on
top, mintalah suami untuk duduk dan mengangkat kedua tangan Anda di sekitar
lehernya, menekan kedua payudara Anda ke dadanya. Atau, jika dalam posisi
missionary, tariklah ia ke arah Anda hingga kedua puting Anda menyentuh
dadanya.
Seluruh
sentuhan dan tekanan ini pada saat yang sama dapat mendorong keintiman dan
karena rangsangan meningkatkan aliran darah, payudara Anda akan terasa hangat,
dan membuat Anda seperti 'dipeluk' dan memungkinkan Anda segera mencapai
orgasme.
2.
Menggodanya
Mirip
seperti 'menggoda' penis suami Anda, payudara wanita juga bisa mengalami ereksi
saat disentuh. Faktanya, sentuhan seksual bisa memberikan sensasi memuaskan di
payudara Anda.
Lalu bagaimana
cara 'menggoda' tanpa menyentuh kedua payudara Anda?
"Mintalah suami Anda menaruh jemarinya di sternum (di tengah kedua payudara Anda) lalu gerakkan ke kedua payudara, menggambar lingkaran di sekitar area," kata Jaiya, penulis Red Hot Touch.
Sentuhan
seksual pria Akan menstimulasi rambut-rambut mikroskopik di payudara Anda dan
sentuhan lembut akan membuat saraf di bawah permukaan kulit membuat Anda
merinding.
3. Cari
sensasi baru
Mungkin
suami Anda sangat pintar memainkan payudara Anda, namun kini saatnya untuk
mencoba hal-hal lain selain tangannya untuk meningkatkan stimulasi di area
tersebut. Misalnya seperti kain halus atau losion yang dingin bisa membuat seks
makin mendebarkan.
"Mengenalkan beberapa jenis sensasi menambahkan sensasi baru dari sentuhan yang biasa," ujar Ian Kerner, PhD, penulis She Comes First.
Saat seks,
mintalah ia menggosok payudara anda menggunakan celana dalam sutra,
menggelitiknya menggunakan bulu, atau membalurkan krim atau losion di seluruh
permukaan payudara Anda. Atau jika Anda lebih menyukai kontak kulit-ke-kulit,
tekankan payudara Anda pada punggungnya, atau gantungkan di atas wajahnya saat
berada dalam posisi woman on top, mengenai hidungnya, pipinya, bibirnya, atau
jika ingin tantangan lebih mendebarkan, gesekkan penisnya di kedua payudara
Anda.
4. Fokus di
atas areola
Jika ditanya
area paling sensitif di payudara, pasti banyak yang menjawab puting. Namun
sebenarnya yang paling sensitif justru kulit di bagian atas area areola (kulit
berwarna gelap yang mengelilingi puting).
"Kita berpikir bahwa puting adalah area erotis satu-satunya, meskipun benar dalam konteks tertentu, tapi itu hanya karena mereka lebih terlihat. Meski begitu, banyak studi yang menunjukkan bahwa wanita lebih merasa puas dengan sensasi pada area di atasnya," kata Jaiya.
Ingin
sensasi yang lebih menggelitik? Gunakan es batu dan mintalah suami Anda
menggosoknya di area jam 10 hingga jam dua di payudara Anda, lalu tiupkan udara
hangat di area yang dingin. Atau ia bisa menggunakan ujung lidahnya untuk
menjilat memutar di area tersebut, lalu turun menuju puting dan areola Anda,
tekanannya bisa mengaktivasi otot kecil di bawah permukaan yang bisa membuat
Anda semakin cepat orgasme.
Subscribe to:
Comments (Atom)




