Responsive Ad Slot

Budaya Memetri Sungai Kini Mulai Dikenal Masyarakat Yogyakarta

No comments

Sunday, July 21, 2019

Art Performance di Bantaran Sungai Winongo.
Tradisi budaya yang sempat ada di Kali Winongo mulai diangkat kembali melalui ritual memetri sungai yang digelar. Jika dulu tradisi itu untuk membersihkan diri dari hal negatif, maka kini ditujukan sebagai komitmen warga dalam menjaga kelestarian sungai. 

Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Endang Rohjiani mengungkapkan, aksi budaya tersebut baru pertama kalinya ia gelar. "Kami ingin menarik perhatian warga agar terus mencintai sungai. Air adalah sumber kehidupan sehingga harus dijaga," terangnya di sela memetri yang digelar di pinggiran Kali Winongo Titik 5 Pakalan (Pakuncen-Ngampilan). 

Aksi budaya memetri sungai itu jadi rangkaian Festival dan Gelar Budaya Winongo 2014. Sebelum ritual dimulai, warga juga diajak susur sungai di bantaran Winongo guna melihat titik rawan sampah serta rawan longsor. 

Endang menambahkan, pada saat lalu terjadi banjir yang cukup besar di Kali Winongo. Kendati tidak berhulu di Merapi, namun luapan air tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam. 

Oleh karena itu pihaknya akan terus mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. Terlebih sudah ada perencanaan jangka panjang untuk menjadikan Kali Winongo sebagai pusat wisata pada 2030. "Kami sudah petakan delapan titik untuk penataan. Tahap pertama dijadikan sebagai ruang terbuka hijau dan nanti berkelanjutan untuk penataan lain," imbuhnya. 

Koordinator Titik 5 Pakalan Suharyanto menambahkan, guna menekan pembuangan sampah ke sungai, warga di bantaran kini terus disosialisasikan untuk membentuk bank sampah. Beberapa kelompok warga bahkan sudah aktif mengelola sekaligus mengolah sampah yang didampingi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta. 

Terkait dengan aksi budaya memetri sungai, menurutnya akan selalu digelar menjadi agenda tahunan. Harapannya kelak tidak sekadar mengingatkan warga setempat untuk mencintai sungai, melainkan bisa menjadi daya tarik wisatawan. "Memetri itu kan sama halnya dengan uri-uri atau ngopeni. Kewajiban kita untuk menjadikan sungai sebagai sahabat," katanya. 

Seni Tradisional Jogja ! Jathilan, Nek Ora Ndadi Ora Njathil ...

No comments
Di pelataran Pakualaman digelar pertunjukan Jathilan yang meramaikan acara Atraksi Seni Budaya. Kelompok yang tampil pada hari ini ialah kelompok Jathilan Kudho Mudho Wirogo, dari desa Babadan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, dengan pimpinan Bapak Prapto Sudarmo.   

Penampilan Jathilan dari Kelompok Mudho Wirogo yang atraktif ini nampaknya mampu membuat penonton setia berdiri kepanasan dan berdesak-desakan selama berjam-jam. Apalagi saat klimaks pertunjukan, di mana para penari jathilan mulai ndadi atau memasuki kondisi kehilangan kesadaran pikiran. 

Beberapa penonton, terutama wanita mulai mundur menjauh dari lapangan pertunjukan, mereka mulai menggandeng tangan pasangannya, sembari berkata, “Mas, Aku wedi (Mas, Aku takut).” Meski berkata takut, tapi mata masih saja lekat tertuju pada penari yang ndadi.   

Biasanya si pasangan (laki-laki) akan menjawab ungkapan takut wanitanya dengan jawaban, “Ora usah wedi dek, kui ya uga iso mung etok-etok, kui direncanakan (Ga usah takut dik, itu bisa jadi Cuma pura-pura, itu direncanakan).   

Ekspresi-ekspresi semacam ini menunjukan bahwa, para penonton penasaran. Mereka takut ataupun tidak, para penari yang ndadi  sekedar akting atau memang benar-benar trance, mereka tidak peduli. Yang penting adalah mereka bisa menyaksikan atraksi Ndadi. “Njathil ora ndadhi yo ora asyik!,” ungkap Dedi (31) yang bersemangat menonton pertunjukan di Atraksi Seni Budaya. 

Jathilan dan Ndadi adalah satu kesatuan, ibarat sayur dan garam. Apalah enaknya sayur tanpa garam, begitupun apalah indahnya Jathilan tanpa Ndadi?

PESANGGRAHAN AMBARKETAWANG , Tempat Nyantai Para Raja Ngayogyakarta Hadiningrat

No comments
Bekas Tempat Pesanggrahan Ambarketawang yang tersisa.
SALAH satu situs cagar budaya yang turut memperkaya Keistimewaan Yogyakarta adalah Pesanggrahan Ambarketawang. Selama ini Pesanggrahan Ambarketawang dikenal sebagai tempat tinggal sementara Sultan Hamengku Buwono I (Pangeran Mangkubumi) ketika menunggu selesainya pembangunan Kraton Yogyakarta pasca disepakatinya Perjanjian Giyanti, 13 Februari 1755. 

Tidak disebutkan secara pasti berapa lama Sultan Hamengku Buwono I menempati Pesanggrahan Ambarketawang. Hanya saja, beberapa sumber menyatakan bahwa landscape utama Kraton Yogyakarta diselesaikan 7 Oktober 1756 dan pada saat itu juga Sultan Hamengku Buwono I beserta keluarganya menempati Kraton Yogyakarta. 

Pesanggrahan Ambarketawang sejatinya sudah berdiri sebelum Perjanjian Giyanti ditandatangani. Tempat itu sebelumnya bernama Purapara yang berarti gedung bagi orang yang tengah bepergian. Raja-raja dinasti Mataram Islam menggunakan Purapara sebagai tempat beristirahat setelah berburu. Nama Ambarketawang sendiri berasal dari kata ambar yang berarti harum dan ketawang yang memiliki arti tempat yag tinggi.

Meski hanya ditinggali dalam waktu singkat tentu saja Pesanggrahan Ambarketawang pasti dilengkapi dengan fasilitas paling lengkap pada zamannya. Sebab yang menempati pesanggrahan itu adalah seorang raja yang memiliki kekuasaan cukup luas. 

Sayangnya, dua abad kemudian hampir tidak ada lagi bangunan yang tersisa dari Pesanggrahan Ambarketawang. Tidak ada lagi bangunan-bangunan yang layaknya ada pada bangunan milik bangsawan atau raja semisal bangunan utama, patirtaan (pemandian), kandang kuda dan sebagainya. Yang masih tersisa dari Pesanggrahan Ambarketawang saat ini hanyalah sisa-sisa benteng, sisa-sisa bangunan dan urung-urung (saluran air). Saat ini Pesanggrahan Ambarketawang berada dibawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. 

Menurut Ating (28), petugas BPCB yang menjaga kebersihan situs cagar budaya ini, saat ini sesekali ada kunjungan dari berbagai pihak di Pesanggrahan Ambarketawang. Mahasiswa arkeologi beberapa universitas juga sesekali mengadakan penelitian ditempat itu. Dari buku tamu yang ada disodorkan Ating pada media memang cukup beragam kalangan yang mengunjungi tempat tersebut.

“Dahulu di tempat ini pada waktu-waktu tertentu digunakan acara macapatan penduduk sekitar, namun kegiatan itu terhenti setelah penggiatnya meninggal,” kata Ating.

Pantai Paling Unik di Dunia, Salah Satunya di Sulawesi

No comments
Pantai merupakan keindahan alam yang membuat daya tarik tersendiri bagi orang orang yang berkunjung pada sebuah tempat dengan suasana tropisnya. Kita mengenal banyak pantai di dunia ini dengan deburan ombak dan warna air yang hijau muda serta pasir yang agak kecoklatan. Sahabat anehdidunia.com itulah gambaran pantai pada umumnya. Namun bagaimana gambaran pantai unik yang akan kami jabarkan dibawah ini? 

Pantai Tanjung Api Sulawesi Tengah


Terletak di Tanjung Api, Ampana, Sulawesi Tengah. Tanjung Api adalah sebuah tanjung di Teluk Tomini yang masuk ke kawasan Cagar Alam Tanjung Api. Uniknya, Pantai ini memiliki sumber gas alam yang keluar dari dalam pasirnya. Sejenak tidak  ada hal unik yang terlihat di pantai ini, namun jika kita mengeruk pasir sedalam lima sampai sepuluh centimeter maka akan keluar gas yang dapat dinyalakan dengan korek api. 

Apabila tidak ditutup dengan pasir atau tanah, maka api ini akan menyala terus. Karena ini juga, konon para nelayan yang sedang memancing ikan di sekitar Tanjung Api, bila lapar tinggal merapat ke pantai dan membakar ikannya tanpa bersusah payah meniup-niup api terlebih dahulu. Tanjung Api juga memiliki panorama bawah laut yang indah. Dan kawasan cagar alam yang mengelilinginya adalah kawasan hutan tropis yang masih alami lengkap dengan hewan endemik seperti anoa, babi rusa, monyet, dan berbagai macam burung.

Pantai Mabua Filipina

Sebuah pantai selalu menyimpan keindahan tersendiri, seperti juga yang dimiliki oleh Pantai Mabua, Filipina. Disebut pantai unik karena di sepanjang bibirnya tersebar jutaan batu-batuan laut kecil yang permukaannya halus dan berwarna putih. Berbeda sekali dengan berbagai pantai lain yang ada di penjuru Bumi.

Kebanyakan pantai yang lain akan dipenuhi pasir baik pasir putih atau hitam, atau penuh dengan batu karang kasar. Pantai Mabua lebih mirip dengan pinggir kali yang biasanya dipenuhi batu-batu kecil.
 Lokasi pantai unik ini adalah dekat dengan kota Surigao, Filipina, sekitar 30 menit perjalanan. Pantai Mabua banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun luar negeri untuk menyaksikan keunikannya tersebut.

Berjuta batu halus kecil dengan bentuk bulat atau oval memenuhi pinggir pantai Mabua. Dikatakan bahwa asal batu-batu ini adalah dari dasar lautan. Ombak besar dan arus kuat yang membawa jutaan batuan itu hingga terdampar di pantai. Dengan proses pengikisan ombak beratus tahun, batuan di tepi Pantai Mabua akhirnya menjadi halus dan berwarna putih. Seperti diamplas oleh mesin pengamplas saja layaknya. Yang jelas pengunjung yang berjalan-jalan di sepanjang pantai tak akan kesakitan karena menginjak bebatuan tersebut.

Fort Bragg Pantai Kaca California

Mungkin Anda sudah sering menjumpai pecahan botol kaca di sela-sela pasir pantai. Pecahan kaca yang dapat melukai kaki tersebut merupakan ulah pengunjung yang tidak bertanggungjawab dalam membuang sampah. Tetapi di Fort Bragg pecahan beling memenuhi hampir keseluruhan pesisir pantai. Fort Bragg merupakan salah satu pantai kaca paling cantik di dunia. Sama seperti pantai kaca di Kauai, Hawaii, pasir pantai di Fort Bragg dihiasi kerikil-kerikil kaca dalam berbagai warna.

Seperti ditulis Unfinished Man, pantai ini dulunya merupakan lokasi pembuangan sampah warga sejak tahun 1949. Selama 18 tahun lebih para pengunjung pantai membuang botol bekas dan sampah lainnya di sekitar pantai. Sahabat anehdidunia.com pecahan kaca ini sudah mengalami erosi karena air laut yang menerpa, sehingga ujung-ujungnya menjadi lembut. Pecahan kaca berwarna-warni tersebut jadi tampak seperti manik-manik kaca yang menjadi perhiasan pantai Kauai. Sekarang taman ini menjadi bagian dari MacKerricher State Park.

Pfeiffer Pantai Ungu California Amerika Serikat
Sudah pernah mendengar pantai yang berwarna ungu? Ternyata pantai seperti itu benar-benar ada, lho. Di Pfeiffer bagian utara, tepatnya di Big Sur State Park, California, pasir pantainya berwarna ungu. Jika dilihat dari dekat, pasir tersebut merupakan campuran dari warna violet, merah muda, dan ungu tua. Ditulis Budget Travel, warna-warna cantik tersebut terjadi karena butiran batu kuarsa dan garnet dengan kandungan mangan dari bukit di sekitarnya. Pasir berwarna ungu ini bisa dijumpai setelah badai pada musim dingin.

Pantai merah Panjin, China
Tempat dengan julukan pantai merah ini berlokasi di delta Sungai Liaohe, 30 kilometer dari kota Panjin, China. Pantai ini mendapatkan namanya karena area pantainya yang diselimuti warna merah menyala. Warna merah menyala tersebut dikarenakan tanaman Suaeda salsa, sejenis rumput laut yang tumbuh subur di tanah dengan kadar garam alkali tinggi. Rumput-rumput ini tumbuh dari bulan April sampai Mei. Saat itu tanaman tersebut masih berwarna hijau. Baru ketika memasuki musim gugur warnanya berubah merah, menjadikan seluruh area pantai diselimuti warna merah.

Pemandangan itulah yang diburu oleh para wisatawan, karena saat musim gugur pantai ini tampak seperti hamparan permadani raksasa berwarna merah yang mengagumkan. Saat seperti ini biasanya banyak turis yang berkunjung. Tetapi karena sebagian besar wilayah Pantai Merah merupakan kawasan konservasi, jadi hanya sebagian kecil saja yang terbuka untuk umum.

Uniknya, pantai ini juga menjadi habitat bagi burung bangau merah. Jadi pengunjung bisa menyaksikan sekawanan burung bangau merah yang sedang mencari makan sembari menikmati keindahan alam sekitar yang berwarna merah pula. Menurut Amusing Planet, pantai ini juga merupakan rawa alang-alang terluas di Asia. Alang-alang tersebut dieksploitasi dan digunakan untuk bahan baku dalam industri manufaktur kertas.

Papakolea Pantai Hijau Hawaii
Pantai Papakolea terletak di Distrik Kau, Kepulauan Hawaii. Pasir di pantai ini berwarna hijau gelap seperti buah zaitun. Seperti ditulis Top Dreamer, pantai ini merupakan salah satu dari dua pantai berpasir hijau yang ada di dunia.

Warna hijau yang unik tersebut terjadi karena butiran kristal olivine dari letusan gunung berapi Pu'u o Mahana yang terjadi sekitar 10.000 tahun lalu. Butiran kristal tersebut lebih berat daripada materi vulkanik lainnya. Jadi ketika materi-materi vulkanik lain terseret ombak, kristal olivine di pantai Papakolea tetap di sana dan menjadikan pesisir tampak seperti disiram warna hijau seperti sekarang.

Pantai putih Hyams, Australia
Pantai ini terletak di Teluk Jervis, negara bagian New South Wales, Australia. Pantai Hyams adalah salah satu atraksi yang paling terkenal di Australia karena pasir pantainya yang berwarna putih bersih. Pantai ini bahkan masuk ke The Guinness Book of Records sebagai pantai dengan pasir paling putih di dunia. Saat matahari bersinar terang pasir pantai ini akan tampak semakin putih seperti salju.

Selain karena pemandangan alam sekitarnya yang indah, pantai ini juga populer sebagi lokasi penyelaman dan snorkeling. Bahkan disebut-sebut sebagai lokasi peyelaman terbaik di Australia setelah Great Barrier Reef.

Schooner Gulch Pantai Batu California Amerika Serikat
Schooner Gulch adalah pantai yang berlokasi di Mendocino County, California. Pantai ini merupakan salah satu tempat rekreasi favorit warga di Mendocino. Penduduk setempat dan turis lokal memancing, berselancar, piknik, dan menyaksikan matahari terbenam di sana.

Tetapi bukan itu yang menjadikan pantai ini unik. Batu-batu yang tersebar di sepanjang pantai Schooner Gulch yang berukuran besar-besar memiliki bentuk bulat seperti bola bowling raksasa. Karena itulah pantai ini mendapat julukan Pantai Bola Bowling. Batu-batu tersebut merupakan fenomena alam yang jarang.

Semoga kita semua bisa mengunjungi pantai paling unik di dunia itu. Marilah menabung mulai sekarang. dan tetap semangat.

Palawan, Pulau Terindah di Dunia yang Mempunyai Sungai Bawah Tanah

No comments

Sebuah pulau di Filipina dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia karena keindahannya

Pulau Palawan

Sebuah pulau di Filipina dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia karena keindahannya. Pulau ini terlihat bersih, indah, dan unik dan bisa di katakan sebagai pulau paling beda di bandingkan pulau-pulau lainnya. Seperti apakah keindahannya ?
Pulau Palawan mendapat penghargaan  dari Conde Nast Traveler’s 2014 dan mendapat vote lebih dari 76.000 traveler di dunia in. Selain itu tempat terbaik di dunia ini juga merupakan tempat petualang bawah laut terpopuler, menurut UNESCO. National Geographic juga mengklaim bahwa Palwan merupakan pulau terbaik di dunia.

DI pulau ini memiliki sebuah sungai bawah tanah yang memiliki panjang lima mil. Puerto Princesa merupakan sungai terpanjang ke dua di dunia dan telah dinobatkan sebagai keajaiban alam terbaik di dunia. pengunjung akan dipandu perahu wisata untuk menelusuri Puerto Princesa. Ada banyak pemandangan yang menakjubkan di dalam sungai ini.

Banyak para wisatawan yang melakukan diving karena laut di sekitar pulau sangat jernih. Untuk melakukan petualangan di bawah laut, pengunjung biasanya mendatangi Tubbataha Reef National Marine Park, seperti dilansir Daily mail.



Pulau Palwan terkenal dengan nama Filipina ‘last frontier’. Tempat ini merupakan bagian Adaro Palwan barat. Wisatawan bisa berkunjung ke tempat ini dengan pesawat selasa 75 menit atau dengan kapal feri selama 24 jam.


Menguak Dieng Culture Festival, Menikmati Seni Budaya di Udara Yang Maknyess !

No comments
Dieng Culture Festival 2014
Beberapa tempat wisata menggelar festival budaya untuk menarik minat para pengunjung yang berasal dari negara sendiri maupun mancanegara. Dataran tinggi Dieng sebagai salah satu kawasan wisata yang mulai dikenal luas tidak ingin menyia-nyiakan budaya masyarakatnya untuk ditampilkan dalam Dieng Culture Festival 2014. Festival ini digelar secara rutin setiap tahun dengan beragam rangkaian acara yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Bagi para wisatawan sangat dianjurkan untuk datang ke kawasan ini menjelang pembukaan festival yang kaya akan nilai budaya ini.
Dieng Culture Festival ke -5 tahun 2014 ini juga dijadikan sarana oleh pemerintah setempat untuk melestarikan adat istiadat yang mulai luntur karena tergerus jaman. Ada banyak sekali atraksi dan pertunjukan seni yang bisa anda nikmati diantaranya :
  • Karnaval seni budaya
  • Pementasan wayang kulit dan tari tradisional
  • Pameran kerajianan Dieng
  • Pesta kembang api
  • Ruwat cukur rambut anak gembel
Dieng Culture Festival 2014 sebagai pagelaran seni dan budaya terbesar di kawasan Dieng.
Info jadwal open trip ke Dieng tahun 2014, silahkan klik disini
Salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata favorit Indonesia adalah Dieng. Dieng merupakan daerah yang termasuk kawasan vulkanik aktif, yang merupakan gunung api raksasa. Daerah Dieng terletak di kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Terjadi pembagian ke dalam dua kabupaten yang berbeda, karena Dieng sendiri memiliki wilayah yang cukup luas. Hingga menyentuh ke dalam wilayah dua kabupaten yang berbeda. Pembagian administrasi wilayah Dieng ke dalam dua kabupaten tersebut adalah sebagai berikut:
  • Dieng Kulon, yang merupakan wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara
  • Dieng Wetan, merupakan wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo
Meskipun terletak menyebar hingga menyentuh dua kabupaten yang berbeda, daerah Dieng sendiri bisa dikatakan masuk kategori daerah terpencil. Melihat letak geografis dan sarana akomodasi untuk sampai di daerah wisata alam ini.


Daerah Dieng yang merupakan wilayah vulkanik aktif, menjadikan Dieng memiliki tanah yang subur sehingga digarap sebagai lahan pertanian sayur-mayur. Sepanjang mata memandang akan disuguhi pemandangan hijau nan asri, jauh dari kata polusi. Sehingga sesuai untuk aktifitas refreshing mengusir kepenatan setelah berkutat dengan kesibukan harian yang menyita waktu, pikiran, dan tenaga. Selain pemandangan yang menggugah mata memandang, anda juga akan menikmati udara yang bersih lagi segar. Suhu udara di daerah Dieng sendiri berkisar antara 15-20o C, sehingga anda bisa membuang jauh-jauh kipas milik anda.

Suhu daerah Dieng bisa mencapai 10o C pada malam hari, hal ini mengakibatkan adanya embun beku pada pagi harinya. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan istilah “bun upas” (embun racun), sebab embun ini dapat merusak tanaman sekitar. Sehingga saat hendak mengunjungi wisata vulkanik aktif ini sebaiknya mempersiapkan pakaian yang tebal, jangan pula melupakan obat-obatan pribadi. Hal ini bertujuan untuk menghindari flu, alergi dingin, dan gangguan kesehatan lainnya, sehingga wisata anda tetap nyaman.

WOW ! Di Malam Hari Prambanan Semakin Mantul Dengan Lampu LED Panasonic

No comments

Pelestarian warisan budaya dan lingkungan hidup merupakan hal yang krusial. Betapa tidak, dua hal tersebut merupakan sarana bagi generasi penerus untuk memahami betapa kaya dan luhurnya budaya bangsa.

Oleh karena itu, tahun ini Panasonic melakukan sebuah kerjasama strategis dengan tiga lembaga yaitu UNESCO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko untuk mendukung pelestarian salah satu warisan budaya Indonesia yaitu Candi Prambanan.

Bentuk nyata dari dari kerjasama ini ditunjukkan Rabu, (17/12) lalu melalui donasi 16 unit lampu proyeksi LED untuk menggantikan lampu halogen yang biasanya menerangi candi yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO pada tahun 1991 ini.

Panasonic dan UNESCO juga menggandeng toko-toko lokal di area Borobudur sebagai salah satu bentuk dukungan dalam pelestarian kesenian dan budaya lokal sebagai sarana pembelajaran bagi generasi penerus.


Penggunaan lampu proyeksi LED dapat menghemat penggunaan energi hingga 30% dibanding dengan lampu halogen atau lampu pijar. Lampu proyeksi LED yang digunakan di Candi Prambanan juga dapat digunakan selama 40.000 jam sehingga menghemat biaya penggantian lampu dan perawatan. Hal ini sejalan dengan kebijakan penghematan energi yang tengah digalakkan pemerintah.

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang tengah berkembang. Seperti negara-negara berkembang lainnya, Indonesia kini tengah berada pada puncak urbanisasi dan industrialisasi yang identik dengan peningkatan konsumsi energi. Pemborosan energi dapat berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan dan juga mengganggu keseimbangan pasokan listrik antar pulau.

PT. Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia telah memperkuat jajaran produknya dengan merilis 49 model lampu LED, termasuk lampu langit-langit (ceiling lights), dan 9 model lampu LED untuk penggunaan non-rumah tangga, seperti lampu jalanan, di pasar Indonesia mulai 1 Maret 2015.

Diharapkan dengan kemitraan antara Panasonic dengan UNESCO terjalin sebuah ikatan kerjasama sinergis untuk pelestarian lingkungan dan warisan budaya untuk tahun-tahun berikutnya. Selain itu mendorong minat bangsa Indonesia dan seluruh warga di dunia beserta generasi penerusnya untuk menjadikan bumi sebagai tempat yang diidamkan. Hal ini sejalan dengan tagline Panasonic, “A Better Life, A Better World”. 
Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde