Responsive Ad Slot

Showing posts with label Lentera. Show all posts
Showing posts with label Lentera. Show all posts

Aku Menderita Karena Suamiku

No comments

Friday, January 27, 2023

Namaku Nita, pernikahan yang aku jalani selama 20 tahun lebih adalah pernikahan yang penuh dilema dan menyedihkan. Setelah menyiksaku sedemikian rupa, suamiku menikah lagi dengan perempuan lain. Dengan menulis cerita sedih dalam rumah tanggaku ini aku berharap semoga bisa menjadi pembelajaran dan diambil hikmahnya oleh para pembaca.

 Aku menikah dengan suami tahun 2000, kami dikaruniai anak 3 orang, yang pertama lahir tahun 2002, kedua lahir tahun 2007 dan ketiga lahir tahun 2014. Setamat SMA aku mengajar di Taman Kanak-Kanak dan sore hari aku mengajar di TPQ. Aku mempunyai banyak teman, baik teman guru TK atau pun teman guru mengaji.

Guru mengaji disebut ustadz dan ustadza. Ada seorang ustadz bernama Hajir mengutarakan cintanya kepadaku, tapi aku tolak karena aku belum berfikir untuk pacaran. Ungkapan cinta itu disampakan 3x, tapi tetap aku tolak, bahkan yang terakhir penolakanku sangat kasar yaitu dengan membaca surat cintanya di depan para ustadz dan ustadza dengan nada dan intonasi menghina.

Tentu saja Hajir malu. Keesokan harinya Hajir tidak hadir mengajar di TPQ. Anehnya, tujuh hari kemudian aku merasa kangen kepada Hajir. Setiap hari aku mencari-cari Hajir. Akhirnya setelah 2 minggu aku menjemput Hajir di rumahnya. Aku merasa sedih dan seperti orang gila jika tidak ketemu dengan Hajir. Setiap hari aku selalu menjemput Hajir ke rumahnya.

Sejak itu, sadar atau tidak aku selalu menghambakan diri pada Hajir. Tanpa sepengetahuan orang tuaku, setiap minggu aku ke rumah Hajir, di rumah Hajir aku melaksanakan semua perintahnya, aku disuruh menyetrika bajunya, aku disuruh melayaninya sebagai pemuas nafsunya. Setiap saat dia ingin berhubungan sex dia selalu mengajak aku ke rumahnya. Anehnya sekalipun aku tidak pernah menolak perintahnya.

Menikah Dengan Hajir

Karena aku terlalu sering ke rumah Hajir, orang tuaku jadi marah padaku, aku bisa pahami kesedihan mereka. Akhirnya orang tua melarangku berhubungan dengan Hajir. Tapi semakin aku dilarang semakin sering juga aku diajak Hajir pulang ke rumahnya dan semakin sering pula kami melakukan hubungan suami istri.

Dengan kondisi demikian akhirnya orang tuaku menyetujui hubungan kami. Aku dan Hajir akhirnya menikah tanggal 23 September 2000. Dari pernikahan itu kami dikaruniai anak 3 orang. Awal rumah tangga kami berjalan biasa saja. Seperti yang sudah-sudah aku selalu diperintah olehnya tapi cerita sedih yang kujalani semakin menyakitkan ketika usia pernikahan kami masuk tahun kedua.

Di awal pernikahan aku seperti orang yang tidak punya daya, karena tenagaku habis melayani sex Hajir. Semalam tak terhitung berapa kali dia menyetubuhi aku, bahkan pagi hari akan berangkat mengajar dia menghendaki hubungan sex. Jika aku menolak dia marah dan mengatakan bahwa surga haram untuk aku karena aku telah menolak suami mengajak bersetubuh. Dia juga berkata jika aku istri sholihah pasti akan patuh padanya, sesuai dengan ajaran dalam Al-quran.

Suamiku selalu berdalih agama dan Al-quran untuk menekan aku. Segalanya berdasarkan Al-quran. Karena aku ingin menjadi maratus sholihah (wanita yang selalu patuh pada suami dan .Al-quran) maka aku patuhi semua perintah suamiku termasuk setiap malam wajib memijti seluruh badannya dengan pijat lulur sampai dia tertidur dan menyabun punggungnya jika dia mandi. Ah, beginilah cerita sedih rumah tangga seorang istri.
    Tahun 2002 lahirlah anak pertama. Dengan hadirnya seorang anak aku diberi uang belanja 10.000 per minggu dengan segala kebutuhan keluarga aku, untung kami masih tinggal bersama orang tuaku jadi semua bisa teratasi. Tahun demi tahun terus berjalan, tahun 2007 lahirlah anak kedua. 

    Dengan adanya anak kedua uang belanjaku menjadi 20.000 per minggu. Aku sangat bingung mengatur uang untuk kebutuhan rumah tangga sebab honorku sebagai guru TK juga hanya 15.000 perbulan. Akhirnya aku mencari penghasilan sebagai tukang kredit keliling bekerja pada Bu Lurah yang waktu itu sebagai ketua yayasan TK tempat aku mengajar.

    Semakin hari sikap suamiku semakin semena-mena padaku. Setiap minggu selalu saja pergi, tidak pernah ada waktu untuk keluarga. Suatu hari suamiku pulang dengan seorang wanita bernama Arin. Wanita itu lebih muda dariku, dia memanggil suamiku dengan sebutan om dan memanggil aku tante. Arin bercerita padaku bahwa mereka dari Lamongan dan selama perjalanan bonceng suamiku berpelukan erat karena dalam mengendarai sepeda sangat kencang.

    Waktu itu anak keduaku berusia 7 bulan. Aku terlalu memikirkan sikap suamiku sehingga tubuhku sangat kurus berat badanku hanya 35 kg. Suatu hari ada lomba cerita bergambar, aku ikut dan aku mendapat juara harapan 3 mendapat hadiah uang 100.000. Uang itu aku gunakan daftar D-2 di STIPI Khotijah Mojosari. Empat bulan kemudian guru TK mendapat tunjangan dari pemerintah 75.000 perbulan, uang itu aku gunakan untuk membayar SPP.

    Tahun 2003 aku tamat D-2, aku daftar guru bantu dan aku diterima. Dengan ekonomi yang mulai membaik karena gaji guru bantu 460.000 perbulan, aku mulai berusaha mempengaruhi suami agar menjadi lebih sayang pada keluarga. Pikirku dengan aku hamil suamiku akan sayang padaku dan anak-anak. Maka aku hentikan KB. Aku mempunyai 2 alasan untuk tidak KB. Satu, karena suamiku jarang menggauli aku sebagai seorang istri, kedua mungkin jika aku hamil suamiku jadi sayang dan perhatian padaku.

    Suami Menikah Lagi

    Cerita rumah tangga ku semakin menyedihkan ketika anak ketiga kami lahir tahun 2014. Ternyata kelakuan suamiku tidak berubah, bahkan ada kabar burung suamiku punya istri lagi yakni janda Mbringin Mojorejo kecamatan Pungging, wanita itu bernama Sutatik. Berita itu tidak aku percaya karena Sutatik sudah seperti saudara denganku.

    Awalnya aku memang dikenalkan suamiku dengan Tatik. Sampe-sampe waktu aku punya hajad menghitan anak pertamaku Tatik yang membalikan baju aku untuk trima tamu, bahkan aku sempat membeli baju kembar dengan Tatik. Aku benar-benar tidak menyadari kalau dijadikan boneka mainan.
    Dalam kegalauan itu, aku menyibukkan diri kuliah ambil S-1 PGSD di UT. Aku mendapat beasiswa 3 juta per semester sehingga tidak mengeluarkan biaya dari kantong. Tahun 2006 suamiku sama sekali tidak mau menyentuh tubuhku. Sebagai wanita normal kadang aku sangat inginkan hubungan sex.

    Setiap kali aku meminta suamiku selalu jawab capek atau bersedia jika aku mau disodomi dulu. Aku tidak berfikir panjang karena aku sangat menginginkan sex. Walaupun sakit aku gak peduli yang penting kebutuhan batinku terpenuhi. Dua tahun berlalu aku selalu disodomi dulu sebelum memenuhi hasratku, akhirnya aku sakit pada duburku, suamiku tidak mau tahu pengobatanku.
      Tahun 2008 dengan ijazah D-2 aku diterima menjadi CPNS karena data base. Jadi aku menjadi PNS sama sekali tidak ada faktor suap tapi suami meminjam uang kepada seorang tetangga sebesar 15 juta katanya untuk membiayai aku masuk PNS padahal tidak sama sekali. Suamiku benar-benar bajingan.
      Suatu hari saudara ipar Tatik datang ke rumah mengatakan bahwa ibu mertuanya punya hajad aku disuruh ke sana. Aku datang ke rumah Tatik Mbringin Mojorejo, sampai di sana ternyata tidak ada acara apa-apa, Tatik tidak ada di rumah yang menemui aku adalah kakak Tatik yang bernama Mbak Dah dan keluarga tatik yang lain.
      Mereka menceritakan tentang hubungan suamiku dengan Tatik. Mereka seolah-olah minta pertanggungjawaban suamiku terhadap aku agar suamiku menikahi Tatik. Dengan perasaan yang tidak karuan dan sakit di dada aku jawab “Monggo jenengan nikahaken rayat kulo kale Tatik tapi keken nalak kulo riyin, sebab selama niki masjir mboten nate ngurusi keluarga, mboten nate mbanjani.” Kelakuan suami menjadi cerita dalam keluarga dan aku dipaksa menyetujui pernikahan suamiku, aku merasa menjadi terdakwa di keluarga suami.

      Orang tua Tatik menjawab “aku gak niat ureh-ureh, aku niat noto?” langsung aku jawab “monggo jenengan nikahaken, jenengan tata Tatik yugo jenengan tapi kulo sanes yugo, jenengan mboten berhak noto kulo” kejadian ini 17 Pebruari 2008. Kemudian aku pulang, selang beberapa jam suamiku pulang dan marah-marah padaku. Aku ditampar dan dicaci maki katanya aku wanita gak punya aturan, aku istri gak patuh pada suami.

      Berkali-kali aku ditampar, aku hanya diam dan menangis. Keesokan harinya tepatnya tanggal 18 Pebruari 2008 suamiku berkata “karena pean sudah melabrak Tatik dan membuat malu maka harus mempertanggungjawabkannya, aku akan nikahi Tatik pean harus memberi izin,” aku menjawab silahkan tapi ceraikan aku dulu atau pilih aku atau Tatik.

      Minta Cerai

      Aku beri waktu antara 4 bulan sampai 4 tahun untuk ambil keputusan. Waktu 4 tahun sudah berlalu tapi suamiku tetap tidak ambil keputusan, dia hanya marah, menampar wajahku dan selalu pulang pagi. Tidak pernah mau tahu kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak-anak.

      Jika aku minta uang dia jawab nek pean ngizini aku nikah lagi aku bakal sayang pada keluarga kalau gak ngizini maka ya jalani saja hidup seperti ini, Aku pikir omongan suamiku hanya ancaman ternyata tidak. Tahun 2013 aku baru benar-benar sadar bahwa tidak ada gunanya aku terus bertahan.

      Akhirnya aku beranikan diri untuk minta cerai pada suamiku. Dia marah, menampar aku sambil tangannya mlintir tanganku hingga gelangku patah dan menyebabkan luka pada pergelangan tanganku. Waktu itu dia berkata “aku gak bakal menceraikan kamu dan jika kamu menggugat cerai aku akan membuat hidupmu lebih sengsara,” dia kemudian mendorong aku hingga jatuh.

      Dari sikapnya yang demikian aku gak berani macam-macam. Akhirnya dengan diam-diam aku membeli perumahan, aku tidak peduli dengan status yang penting aku bisa lepas dari suamiku. Sejak lebaran kemarin aku sudah menempati perumahan yang aku beli. Sekarang aku dengar suamiku juga sudah keluar dari rumah pemberian orang tuaku itu. Entah dia tinggal dimana sekarang.

      Mudah mudahan ini jalan terbaik yang aku ambil. Rekan pembaca doakan aku mampu menjalani liku liku hidup ini. Dalam agama walau aku dan suamiku belum bercerai tapi kami sudah di haramkan begitu pula tuntunan dalam al quran. aku ingin penyelesaian yang terbaik karena aku tidak mau anakku terlalu terluka oleh masalah orang tuanya. quran dan hadis selalu menuntun kita, kita berfikir positif dengan segala macam ujian.

      Para pembaca yang budiman terutama para ibu, beginilah cerita sedih rumah tanggayang saya jalani sekarang, saya berharap hanya saya yang mengalami nasib ini. Setelah membaca sekilas cerita saya, para pembaca bisa mengambil hikmahnya.
      ***
      Seperti dikisahkan Nita kepada redaksi 

      Sedihnya Memiliki Suami Tukang Selingkuh

      No comments

      Friday, December 2, 2022


      Memang sudah nasibku yang buruk menikahi suami yang tukangselingkuh. Aku tahu dia mencintaiku dan juga menyayangi putri kecil kami, tapi dia juga tidak bisa meninggalkan selingkuhannya. Aku yang terlanjur dipenuhi amarah dan dendam ikut-ikutan selingkuh. Sekarang rumah tanggaku terancam bubar karena suamiku yang egois itu mengetahui perselingkuhanku.

      Cerita perselingkuhan yang mendera rumah tanggaku akhir-akhir ini semakin memuncak. Terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang mau menampung tulisanku ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca.
      Sebelumnya pekenalkan namaku Ana, aku sudah menikah selama 13 tahun. Saat menikah dulu usiaku masih 24 tahun dan suami 26 tahun.

      Sebenarnya sejak awal aku sudah tahu suamiku adalah seorang pecinta wanita tapi karena aku memang mencintainya aku menerima lamarannya dengan harapan dia bisa berubah kalau sudah menikah dan memiliki anak. Jujur saja saat itu aku merasa beruntung bisa mendapatkannya. Ternyata harapan tinggal harapan.. kenyataan berbicara lain. Di awal pernikahanku saja dia masih sering main perempuan. Bahkan dia memiliki pacar di kantornya saat aku mengandung putri pertamaku.. yang kemudian meninggal.

      Pada tahun ketiga pernikahan aku mengandung lagi, dan disinilah aku tahu ternyata suamiku masih berhubungan dengan wanita itu. Kesal, marah, dan cemburu tapi takut kehilangan itulah yang ada di pikiranku.
      Tanpa terasa putriku telah berusia 2 tahun dan suamiku tetap saja dengan dunianya. Suamiku mungkin menyayangi aku dan mencintai buah hati kami, tapi dia juga masih tetap menyukai wanita lain.
        Singkat cerita aku tau dia masih berhubungan dengan wanita itu. Aku bahkan pernah melabrak perempuan itu. Cuma kesalahanku adalah aku tak bisa marah pada suamiku. Aku juga sempat mencium gelagat tidak beres antara suamiku dengan pengasuh putriku. Entah sejak kapan mereka dekat dan berhubungan, hanya Tuhan yang tahu. Karena selalu stres karena perilaku suami yang buruk, aku memutuskan berhenti bekerja dengan harapan bisa lebih memperhatikan suami. Aku berpendapat mungkin suamiku kurang mendapat perhatian dariku.

        Ternyata dugaanku keliru, bukannya sembuh, aku malah mendapati kenyataan yang semakin membuatku goyah. Suamiku ternyata sangat sering berfoya-foya dengan wanita lain atau lebih tepatnya gampang di rayu kemudian di porotin.
        Aku sedih dan kecewa sekali tapi sekali lagi aku sangat mencintai suamiku. Aku tak bisa berbuat apa-apa hingga usia perkawinanku menginjak 8 tahun. Saat itu suamiku tengah berhubungan dengan wanita di tempat kerjanya.
        Sabar ada batasnya, lama-lama aku kesal juga hingga aku berniat membalas suami dengan berselingkuh. Cuma aku bingung gimana caranya selingkuh? jujur saja aku kurang PD akan penampilanku karena aku tipe wanita yang biasa saja. Jauh dari cantik.

        Sampai akhirnya aku punya ide membuat suamiku cemburu. Aku mulai dengan mengacak nomor telpon. Ternyata usahaku tidak sia-sia. Aku mendapat kenalan seorang pria, dia satu daerah dengan tempat tinggalku sekarang. Cuma dia tidak tahu tentang diriku karena aku selalu mendustainya.

        Sejuta cerita aku suguhkan untuknya karena menurutku takkan ada perjumpaan, lagi pula niatku juga cuma sekedar membuat suamiku cemburu. Laksana punya “mainan” baru aku begitu anteng dan menikmatinya, hingga akhirnya aku jatuh hati padanya. Meski kita belum pernah bertemu muka tapi tak pernah satu jam pun berlalu tampa kabar darinya.

        Semua takkan terjadi bila suamiku sedikit saja memberiku perhatian. Dia terlalu sibuk dengan wanitanya, dia tidak menyadari kalau perhatianku mulai terbagi. Setahun sudah aku bercinta lewat telepon dan saat aku tahu suamiku semakin menjadi-jadi dengan kelakuannya, aku memutuskan untuk mulai bertemu muka dengan orang yang selama ini menemani kesepianku.

        Saat itu aku tengah mengandung putraku yang ke 3, usia kandunganku menginjak 8 bulan. Aku janjian bertemu dengan selingkuhanku. Mungkin karena hati telah bicara atau mungkin juga karena dorongan setan, dia tak perduli aku istri orang dan tengah mengandung pula, dia menerimaku apa adanya.

        Jujur saja aku semakin sayang padanya, aku semakin hanyut dalam cintanya meski kami masih bisa membatasi diri. Tapi perhatian dan kasih sayang yang selama ini tidak pernah kudapat dari suamiku aku dapat rasakan darinya.
        Sekarang aku bisa tahu bagaimana rasanya disayang, aku digandeng dan dipeluk di depan umum. 

        Kami bergandengan mesra dan merasakan sejuta keindahan bersama meskipun aku tahu diapun berstatus suami orang. Dan akhirnya suamiku tahu bahwa aku selingkuhi. Dia marah sekali waktu itu. Akupun minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi. Dan kamipun akur, tapi ternyata pemirsa hal ini tak membuat suamiku berpikir kenapa aku mencari perhatian.

        Dia tetap dengan dunianya dengan wanita-wanitanya, seolah gak pernah bosan hingga pada akhirnya aku tahu suamiku dikejar salah satu teman wanitanya untuk dimintai pertanggung jawaban.
        Disitulah aku marah, sakit hati, kecewa dan yang pasti hatiku mulai berontak, percuma selama ini aku mempertahankan kesucian dan kesetiaanku padanya. Akhirnya aku mengesampingkan peraturan dalam pernikahan, aku tak perduli lagi dengan peraturan apalagi etika.

        Yang ada di hatiku hanya dendam “kamu bisa aku juga bisa”, dan akhirnya akupun melanjutkan hubunganku yang dulu sempat berhenti dengan selingkuhanku. Tapi kini, tak lagi ada penghalang diantara kami, tak ada lagi batas. Aku membebaskan diriku berbuat dosa dan mereguk madu cinta sepuas-puasnya dari selingkuhanku.
        Dan kini sudah 5 tahun aku menjalin hubungan dengannya. Tak terasa memang lamanya karena aku menyembunyikannya dengan rapi. Saat perselingkuhanku terbongkar, suamiku murka, dia sangat marah dan merasa harga dirinya aku injak-injak, sejuta makian dia limpahkan kepadaku.

        Kucoba untuk menjelaskan kepadanya tapi dia tak perduli, seakan dia yang paling suci, dia yang paling benar dan dia yang paling baik.

        Sementara itu, selingkuhanku pelan-pelan pergi meninggalkanku, alasannya dia menyadari tak ada gunanya mempertahankan aku sementara dia sendiri punya keluarga. Tapi suamiku tetap saja menduga kami masih berhubungan. Apa yang kulakukan selalu cacat di matanya. Tapi yang anehnya dia tetap saja dengan dunianya. Dengan teman wanitanya. Dia mencela aku sementara dia sendiri mencoreng muka sendiri.

        Akhirnya mahligai perkawinanku diambang kehancuran, entah sampai kapan kami bisa bertahan. Hari-hariku bagai di neraka kalau ada dia, aku lebih suka menghindar. Hanya buah hati kami saja yang membuatku sampai detik ini masih bertahan.

        Nah itulah garis besar kehidupanku aku yang jenuh dengan kehidupan ini mengharap ada uluran yang membantuku bangkit dari nestapa.
        ***
        Seperti diceritakan kawan Ana ke redaksi 

        Punya Isteri Hipersex, Suami Pasrah

        No comments

        Wednesday, November 10, 2021

         

        Kehidupan rumah tangga Dulgepuk –bukan nama sebenarnya. Hubungan intim justru menjadi petaka dalam hidup pria 39 tahun ini.

         

        Bahkan pria yang sudah menikah selama 10 tahun itu sampai dibuat frustasi gara-gara persoalan ” nafkah batin” . Sang istri, Sephia –bukan nama sebenarnya– yann hiperseks, membuat Dulgepuk tak sanggup lagi meladeni. Terlebih bila tak terpuaskan, sang istri yang berusia 38 tahun itu kerap menebar ancaman. Dulgepuk akan diberi racun.

         

        Dulgepuk mengaku, awalnya bangga dan bahagia karena istrinya ” aktif” di ranjang. Tapi lama-kelamaan ia mulai ” remek” menuruti hawa nafsu istrinya.

         

        ” Istri sehari bisa minta sampai 10 kali, dia senang, gegerku (punggung) putus,”
        kata Dulgepuk di sela-sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya. Dulgepuk mengaku ingin mencari istri yang hasrat seksualnya normal-normal saja. ” Saya mulai sadar, kalau istri itu hiperseks. Biasanya kan lelaki yang pengenan, ini kebalikan aku kayak diperkosa pagi, siang, malam, sama istri. Iya kalau siangnya aku enggak kerja gitu, ini kerja siangnya angkat-angkat barang,” kata Dulgepuk.

         

        Jadi Simpanan

        Untuk melayani istrinya, Dulgepuk sebenarnya sudah sering berupaya minum obat penguat sampai ramuan alami. Beberapa kali berhasil, namun beberapa kali gagal, justru sering ereksi dulu sampai jantung berdetak cepat.

         

        Maka dari itu, Dulgepuk mulai olahraga supaya mampu memenuhi kebutuhan seks istrinya. ” Dua tahun ini daya tahan tubuhku lemah, aku habis kecelakaan, dan sudah enggak boleh minum obat aneh-aneh. Sekarang justru aku drop, makanya aku ampun-ampun sama istri,” kata Dulgepuk.

         

        Namun, sang istri tidak mau mengerti dengan kondisi fisiknya. Justru kini istrinya suka main ancam dengan bakal memberi racun jika tidak bisa memuaskannya.

         

        ” Aku jadi takut makan di rumah, jadi kayak pobia gitulah. Takut takut sendiri, sampai empat bulan lalu aku depresi, sekarang rutin minum obat,” ujarnya.

         

        Sementara itu, Sephia mengaku kalau ancaman kasih racun hanya candaan saja. ” Suamiku itu, ngelayani aku males, tapi selingkuh bolak-balik. Kalau tak ancam sunat, malah akan


        dilayani. Ya jadinya sekarang aku ancam pakai racun. Aku ya enggak gilalah, bisa-bisa masuk koran kalau ngasih racun beneran,” kata wanita yang tinggal di Perak tersebut.

         

        Ibu tiga anak itu pun mengaku kalau sekarang dirinya meluapkan hasrat seksualnya dengan menjadi simpanan orang saja. Terkadang sering ” dipesan” . ” Dosa sih emang dodolan, tapi terpaksa,” ketusnya.

        Pesan PSK di Medsos, Saat di Hotel yang Datang Istrinya.

        No comments

         

        Ilustrasi PSK

        Cerita lucu dan heboh pasangan suami istri -sebut saja Paijo dan Tumini- warga Surabaya ini. Keduanya saling memergoki sehingga masing-masing kaget berujung cekcok.Paijo dan Tumini bisa dibilang masih muda. Paijo baru berusia 29 tahun, sedangkan Tumini setahun lebih muda.

         

        Namun,  adalah pria kesepian. Kondisi ekonomi rumah tangganya juga di bawah pas-pasan.Sudah delapan bulan belakangan ini Paijo pisah ranjang dengan Tumini. Penyebabnya adalah Tumini tak mau melayani Paijo karena kecewa soal kondisi ekonominya seret.

         

        Lantaran tak kuat kesepian, Paijo mencoba ‘jajan’ di luar. Dia memesan seorang pekerja seks komersial melalui medsos pada bulan lalu. Singkat kata, Paijo dijanjikan bakal bertemu PSK pesanannya di sebuah hotel di Surabaya.

         

        Pada hari H, Paijo pun bergegas ke hotel yang telah disepakati si muncikari.Namun, betapa kagetnya Paijo ketika sampai di kamar hotel. Sebab, PSK yang dijanjikan sang muncikari tak lain adalah Tumini yang notabene istri sendiri.

         

        Sontak Paijo bingung sekaligus malu. Hatinya berkecamuk, apalagi sudah terlanjur mengeluarkan uang untuk booking PSK.”Kadung aku bayar Rp 750 ewu sisan (terlanjur saya bayar Rp 750 ribu, red),” ujarnya saat ditemui di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya pertengahan pekan lalu.Tentu saja uang yang dibayarkan Paijo mubazir. Bukan hanya batal berindehoi, Paijo bahkan terlibat pertengkaran dengan PSK -eh Tumini maksudnya- di dalam kamar hotel.

         

        Paijo tak menyangka istrinya rela menjual diri demi uang. Adapun Tumini juga tak habis pikir lantasan suaminya ternyata gemar main PSK.Dari saling memergoki itulah akhirnya Paijo dan Tumini cekcok di dalam kamar hotel hingga memantik perhatian. Petugas hotel pun turun tangan untuk melerai cekcok itu.”Rame.


        Isin yo isin tapi wes ra peduli maneh aku (Ramai. Malu ya malu, tetapi saya sudah tak peduli lagi, red),” ujar Paijo


        Menurut Paijo, dirinya sempat menginterogasi Tumini. Namun, Tumini mengaku baru sekali menjual diri dengan alasan terpaksa karena sedang butuh uang untuk berlebaran.


        Setelah kejadian itu, perselisihan antara Tumini dan Paijo menjadi-jadi. Tumini akhirnya pulang ke rumah keluarganya di Nganjuk.Selain itu, Tumini juga memaksa Paijo mengurus proses perceraian. Hanya saja, Paijo mengaku ingin mempertahankan rumah tangganya karena dia juga meyakini Tumini masih mencintainya.

        ”Asline sik pengen bareng-bareng. Lha lek areke mulih nak wong tuwo aku iso opo maneh? (Aslinya masih ingin bersama-sama. Kalau dia pulang ke orang tua terus saya bisa apa lagi?, red),” kata Paijo dengan nada memelas.

        Kisah Pelakor Jaman Now

        No comments

        Monday, November 8, 2021

         

        Walaupun hubungan kami sudah diketahui oleh istrinya, namun kami tetap menjalni hubungan yang terlarang sampai hubungan kami jauh tepat di bulan agustus 2016 aku positif hamil 6 minggu
        Sebuah perjalanan cinta yang membuat merinding bagi pasangan yang tersakiti, dan dijaman sekarang nampaknya menjadi hal yang nge-trend walau hal itu sangat tidak baik atau negatip. Simak cerita dibah ini. 

        Perkenalkan sebut saja aku ES dan dia IR. Tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk jatuh cinta dengan suami orang, tapi inilah jalan hidup yang aku jalani. Awalnya aku tak mengenal IR dan tidak tau bagaimana cerita kehidupan dia yang sebenarnya sampai pada suatu hari kami sering berselisihan jalan sewaktu berangkat kerja.

        Dalam hati selalu bertanya ini cowok kerja dimana, pada saat itu aku belum mengetahui kalau ternyata kami satu lokasi kerja. Tiba pada waktunya dia datang ke kantor aku untuk meminta surat berobat untuk istri dan anak-anaknya. Disitu aku masih biasa saja hanya dalam hati berkata, “oh ternyata cowok ini sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak”.

        Hari terus berlalu sampai pada bulan agustus 2014 saat itu aku mengcover pekerjaan teman aku yang lagi cuti melahirkan. Pada saat itu tepatnya di hari sabtu aku membagi gaji karyawan dan ternyata dia masuk ke dalam group karyawan yang gaji nya aku bagi pada hari itu. Disitulah awal perkenalan kami, dengan lancang dia berani memegang tangan aku dengan sengaja dan pada saat itu aku sangat marah karena dia telah lancang.

        Waktu terus berlalu hingga sampai di bulan Januari tahun 2015 aku diberi tugas oleh Bos di tempat aku bekerja bahwasanya aku harus membuat SK untuk perpindahan kerjaan karyawan disitu. nAku sangat terkejut bahwa dia bakal menjadi satu departemen dengan aku yang mana awalnya dia hanya menjadi seorang operator alat berat hingga di rubah menjadi Driver pribadi Bos tempat aku bekerja.

        Waktu pun berjalan begitu cepat, tak disangka seiring berjalannya waktu, aku semakin dekat dengan dia karena dia selalu mengantarkan aku kemana aku dinas. Hingga pada tanggal 03 oktober 2015 terjadi masalah dengan dia dan hampir saja dia di keluarkan dari perusahaan karena masalah itu.

        Alhamdulillah dia masih diberi kesempatan untuk bekerja kembali dan aku pun merasakan ada yang ngeganjel hati aku. Hati aku berkata lain, rasa cinta mulai tumbuh dan tepat di hari ulang tahun dia yg ke 34 tahun, dia memgungkapkan perasaannya kepadaku, dengan hati senang aku menerimanya karena aku juga sudah mulai mencintainya,

        Waktu terus berjalan dan hubungan kami pun tetap berjalan walaupun saat itu aku sudah mengetahui bahwa dia sudah beristri dan mempunyai anak. Hingga pada tanggal 12 februari 2016 aku di datangi oleh istrinya, karena istrinya telah mengetahui hubungan kami dan disitu aku berbohong, aku bilang tidak menjalin hubungan apa-apa dengan suaminya, aku menutupi semuanya karena aku tak ingin kehilangan dia.

        Walaupun hubungan kami sudah diketahui oleh istrinya, namun kami tetap menjalni hubungan yang terlarang sampai hubungan kami jauh tepat di bulan agustus 2016 aku positif hamil 6 minggu. Ya aku hamil dari hasil hubungan terlarang aku dengan dia ,”betapa bodohnya aku” memang pada saat itu kami sama-sama belum menginkan kehadiran anak itu sampai akhirnya aku mengambil keputusan untuk membunuh darah daging aku sendiri.

        Bodohnya aku aku masih saja melanjutkan hubungan yang terlarang walaupun sudah banyak yang menasehati aku untuk menjauhi dia tetapi aku tetap tidak mendengarkan nasehat mereka, karena rasa sayang aku terhadap dia, makanya aku mengabaikan orang disekeliling aku.

        Berulang kali kami ketahuan oleh istrinya namun kami masih saja tetap melangkah lebih jauh sampai pada akhirnya di bulan juli 2017 aku hamil lagi dari dia. Pada kehamilan aku yang kedua, dia tak menginkan lagi anak itu dia memaksa aku untuk menjatuhkan janin itu namun aku tetap bertahan untuk tidak membunuh anak aku lagi.

        Waktu berjalan hingga usia kandungan aku sudah mencapai 16 minggu, disitu dia pun sudah mulai berubah dia mulai menjahui aku dia tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan aku. Karena rasa sayang dan cinta aku yang begitu besar kepadanya, yang ada di dalam fikiran aku saat itu aku hanya ingin tetap bersamanya walaupun aku harus bisa menerima kehilangan anak aku.

        Betapa bodohnya aku berusaha semampu aku untuk melakukan dosa besar, tepat pada tanggal 01 oktober 2017 aku mengalami keguguran akibat dari obat-obatan yang aku konsumsi. Sungguh sangat luar biasa sakitnya, aku konsumsi obat selama 12 jam pada saat itu aku sudah sangat berputus asa karena belum ada tanda bahwa janin itu akan jatuh.

        Namun pada jam 9 malam aku sudah mulai kontraksi, sakit tak kunjung hilang hingga pada pukul 03.00 wib aku keguguran. Disitu sudah kupasrahkan hidup aku karena aku sudah tak sanggup merasakan sakitnya. Aku mengalami pendarahan yang begitu hebat, 2 jam aku tak bisa bangkit dari kamar mandi karena darah yang aku keluarkan begitu banyak, pagi harinya aku sudah tak tahu apa yang terjadi.

        Kini status aku dengan IR masih seperti itu, tak ada kejelasan sama sekali. Tapi yang pasti aku sudah dua kali menggugurkan kandungan karenanya. Oh Tuhan maafkan aku yang telah berdosa ini. Semoga aku bisa keluar dari persoalan ini. Aminn. ***

        Suami Sering Menyiksaku ! Apa Yang Harus Kulakukan ?

        No comments

        Wednesday, September 29, 2021

        Kuakui pilihanku salah, padahal aku sudah berkorban demi cintaku kepada suamiku. Kutinggalkan orang tuaku demi suamiku tapi sebagai balasannya, suamiku kerap menyiksa dan memukulku.


        Perkenalkan namaku Atta.. aku sudah berkeluarga dan memiliki buah hati.. sekarang aku lagi hamil anak yang ke-2, melalui situs ceritacurhat.com ini aku ingin menceritakan kegundahan hatiku. Aku dan suamiku sedang dalam proses perceraian dan sudah 4 bulan ini kami pisah rumah. Suamiku sama sekali tidak tahu soal kehamilanku yang ke-2 ini.

        Kuakui suamiku ini adalah pilihan yang salah. Karena cinta aku meninggalkan orang tua dan memilih tinggal bersama suami dalam susah maupun senang. Akan tetapi saat bersamanya, aku malah mendapat siksaan mental dan fisik. Aku selalu mendapat “hadiah” darinya yang membuat tubuhku selalu “berwarna’ setelahnya.

        Semakin lama aku semakin tidak sanggup. Saat kutahu aku hamil lagi, kuputuskan untuk lari dari rumah suamiku dan kembali ke rumah orang tuaku. Orang tuaku menyambutku dengan tangan terbuka dan mereka tidak pernah menanyakan bagaimana aku selama ini karena dengan melihat yang ada di tubuhku mereka tahu tanpa harus bertanya lagi.

        Aku menyesal karena pernah tidak mengindahkan peringatan orang tuaku, aku sangat sedih jika mengingatnya. Tapi sekarang aku hidup bahagia bersama mereka dan menunggu kelahiran anak ke-2 ku.

        Tapi saat kebahagian ada dihadapanku, suamiku muncul dengan tekanan-tekanan yang dia buat seolah-olah aku meninggalkannya karena tidak sanggup hidup susah dan sebagainya, sampai-sampai pihak keluarga dari suami membenciku, mereka tak pernah menganggap aku dan anakku lagi, tapi hal ini membuatku semakin yakin untuk tidak memberitahukan kehamilanku ini.

        Saat ini orang tua ku memberikan aku waktu untuk berfikir apakah harus melanjutkan pernikahanku atau secepatnya memproses perceraianku, karena orang tuaku tidak ingin mereka dianggap mempengaruhiku.

        Sekarang aku bingung harus bagaimana, aku sudah dianggap menelantarkan suamiku, walaupun ingin rasanya aku membela diriku dan memperlihatkan perbuatan suamiku tapi aku tidak mungkin membuka auratku dimuka umum untuk membuktikannya.. aku hanya menyimpan foto-foto bekas ‘hadiah’suamiku di handphone ku.

        Pembaca.. tolong masukannya atas apa yg kualami sekarang ini bila memang aku harus bercerai dari suamiku… bagaimana cara agar aku bisa terlepas dari ingatan dan gangguannya dalam kehidupanku.

        ***
        Seperti yang diceritakan saudari Atta kepada redaksi. 

        Salahku Memilih Suami, Hidupku Jadi Galau

        No comments

        Monday, September 27, 2021

        Cerita pernikahan yang kujalani saat ini mungkin juga dialami oleh banyak wanita lain. awalnya aku yang terlanjur sakit hati dengan cowok akhirnya tidak lagi mau serius fokus. Sampai mama mulai mendesakku untuk menikah. Akhirnya aku menerima lamaran seorang pria yang baru saja kukenal. Hidupku tidak bahagia.


        Sebut saja namaku Serly, aku lahir dari keluarga yang cukup berada. Aku punya kepribadian tertutup, pendiam, tapi meski banyak orang bilang cantik dan bagus.

        Aku tinggal di kecamatan, setelah tamat SMU aku lanjut kuliah di sebuah kota besar. Tadinya mungkin baik-baik saja di kota tersebut sampai kemudian aku kenal seorang cowok, sebut saja namanya Indra.

        Dia nembak aku untuk jadi pacarnya dan aku terima, tapi ternyata Indra itu seorang bajingan, dia mempertahankan perasaan aku padahal aku sudah terlanjur cinta sama dia, akhirnya kami putus.
        Setelah aku kenalan sama cowok lain, sebut saja Roby. Setelah pacaran beberapa lama ternyata dia juga bajingan, hatiku begitu sakit karena dipermainkan cowok-cowok. Sejak saat itu aku tidak mau lagi kenal cinta, buat aku cinta hanya untuk bersenang-senang saja dan dapat duit banyak dari cowok.

        Inilah awal kehancurannya. Aku berteman dengan seorang kawan di tempat kost, dari dia aku kenal rokok, dugem, dan bahkan aku sudah mulai mengenal free sex dengan cowok-cowok yang kukenal. Sejak saat itu mungkin berubah drastis, aku banyak kenal pria tajir, aku sering dapat duit dari mereka.

        Yang aku senang saat itu hanya senang-senang saja, sampai suatu hari aku jatuh hati dengan seorang pria beristri. Kami pacaran sembunyi-sembunyi, dia begitu perhatian sama aku. Tapi setelah tiga tahun pacaran kami putus karena aku merasa sudah tidak aman pacaran seperti itu.

        Selain itu mamaku juga sudah mulai overprotectiv, aku jadi tidak bebas keluar rumah. Mamaku selalu curiga dan tidak percaya sama aku. Umurku saat itu sudah 25 tahun dan mama mendesakku untuk segera menikah. Kata mama, aku boleh menikah dengan siapa aja yang mau sama aku yang penting kerja.

        Mamaku tidak berpikir panjang tentang pernikahan dan tidak memilih calon suami untuk anaknya. Mamaku berpikir sempit kalo wanita sudah diatas 25 tahun belum nikah pasti susah dapat jodoh. Mamaku sering marahin aku karena belum nikah, akhirnya aku jadi terbebani dan ikut-ikutan tidak memilih memilih suami.

        Aku dikenalkan paman sama seorang cowok, sebut saja namanya Ricky. Dia anak mantan pejabat di kotaku, aku baru kenal dia 2 hari dan mamaku sudah mendesakku segera menikah tanpa berpikir untuk kenalan dulu lebih jauh.

        Satu bulan kami kenalan Ricky melamarku, tadinya aku pingin kenalan dulu sebelum memutuskan menikah tapi karena desakan mama bahwa umurku sudah 26 akhirnya aku menerima lamaran Ricky.

        Ya Allah setelah menikah aku baru tahu kalau suamiku sakit tuas, sebagai akibat dia tidak bisa bercinta. Suamiku juga kurang perhatian, egois, aku merasa tidak punya tempat sandaran biarpun punya suami. Suamiku tidak bisa diajak berbagi, aku seperti hidup sendiri.
        Sudah 4 tahun menikah aku tidak kunjung hamil. Mama selalu mendesak aku untuk berobat cepat hamil. Dalam hati aku berpikir bagaimana bisa hamil kalau suamiku pernah menggauliku.

        Mulai sekaranglah sekarang yang harus saya jalani setiap hari. Mamaku dan saudara-saudaraku tidak ada yang tahu nasibku seperti ini. Mereka pikir aku pasti bahagia karena sudah menikah. Buat teman-teman aku menyarankan agar lebih selektif dalam memilih pasangan hidup, jangan terlena dan menilai orang hanya dari luarnya saja.

        ***

        Ungkapan Galau Seorang Istri

        No comments

        Sunday, September 26, 2021

        Namaku Nisa, aku sudah pada tahun 2008 yang lalu, dari pernikahan itu, kami sudah dikaruniai 2 anak yang lahir pada tahun 2010 dan yang lainnya lagi 2014. Aku menulis cerita ini karena istri tidak pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya sejak menikah dengan suamiku yang jauh lebih tua dariku.


        Karena perasaan selalu gelisah akhirnya aku berani bermain api di belakang suamiku walau cuma lewat telepon. Aku berhubungan dengan pria lain dan pria itu tahu masalah apa yang aku alami sekarang, hubungan kami sudah berjalan 1 tahun.

        Selingkuhanku selalu saja memaksa aku untuk menceraikan suamiku tapi rasanya tidak bisa. Sebagai istri aku masih punya rasa malu untuk bercerai tanpa alasan yang jelas.

        Beberapa hari lalu aku dan suami sempat konflik tapi suamiku ngadu ke mamaku karna mamaku sangat sayang suamiku. Suamiku sangat mencintaiku, tapi aku tidak suka dengan sikapnya yang terlalu agresif, dia terlalu menekanku, akhirnya aku selalu berbohong terhadapnya.

        Meski mau jalan aku selalu dilarang. Suamiku banyak yang sudah tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan sebagai istri yang besarkan anak-anak di rumah.

        Usiaku masih muda, aku masih ingin menikmati mimpi, aku tau jika aku juga seorang ibu, aku juga memahami perasaanku tapi suamiku tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan jika aku menderita batin menjalani semua ini. Teman-lihat yang lain masih menikmati kehidupan sementara aku harus terus mendekam di rumah menjagai dua anakku.

        Menikah di usia dini benar-benar menekanku. Ini semua gara-gara mama menikahkan aku yang masih terlalu muda, ingin menolak, tapi aku takut durhaka dengan orang tua. Dulu aku cuma berpikir apa yang dikasi mamaku moga yang terbaik untuk diriku tapi nyatanya bertolak belakang dengan apa yang aku khayalkan.

        Andai saja waktu dapat di putar aku putar dan kudelete yang sekarang aku sudah tak sanggup lagi menghadapi sikap suamiku yang selalu pemarah, aku cape. Aku diciptakan, tapi dia tidak mau. Aku selalu berusaha untuk sabar tapi bagaimanapun kesabaran itu ada batasnya.
        Aku selalu berdoa kepada Allah jika semua ini akan indah pada waktunya.

        ***

        Kepergianku Mungkin Menjadi Kenangan Kalian

        No comments

        Saturday, September 25, 2021


        Malam yang sejuk mengiringi kesepianku. Angin malam membelai lembut rambutku. Menemaniku yang tengah sendiri membocorkan indahnya bumi. Sebagai teman paling setia dikesendirianku dalam ketidakadilan ini.
        “Oh Tuhan, kapan semuanya akan berubah?” penerima dalam serial.

        Tiba-tiba pintu kamarku diketuk dengan cukup.
        “pasti bi Imah.” Tebakku
        “iya, Kemana-mana!” sahutku sembari berjalan dari serambi kamar.
        “Maaf non, waktunya makan malam. Yang lain sudah ngumpul di bawah.” Ucapkan Bi Imah saat pintu kamarku terbuka.

        “ok bi Dera juga udah lapeer banget.” Candaku.

        Bi Imah seseorang adalah yang merawatku sejak lahir. Bagiku, ia sudah seperti Ibu kandungku. Dirumahku, hanya Bi Imah yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit, aku selalu menyiapkan obat, hanya saja aku selalu menyadari kesedihannya ketika nilai laporanku jauh dari nilai kak Dara. Hanya ia yang tahu aku ingin seperti kak Dara, saudara kembarku.
        “wah ada ayam bakar nih. Heem maknyus” ucapku seraya menduduki kursi favoritku.
        “dasar gak sopan…” sindir Ayah padaku.

        “makanya, jangan nyerocos aja dong jadi cewek.” Timpal kakakku, Virgo.
        “iya Dera, kamu duduk dulu baru ngomong, kan ada Papa sama Mama disini. Jadi sopan dikit Ra.” Tambah Kak Dara.

        “iya Dera, betul tuh kata Dara. Bersama
        tidak dia.” Tambah Ibu lagi.
        “baiklah, aku pergi. Silahkan makan!!” ucapku dengan sinis.

        Akupun naik menuju kamarku tanpa menemukan makanan disana. Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih. Tapi lebih baik lagi disaat aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang aku sayangi.

        Matahari menjelma masuk kedalam kamarku yang pemiliknya masih lelap. Hingga aku terbangun karena silaunya sinar yang menerpa mataku.
        “humh, udah pagi to” ucapku pada diri sendiri, aku

        mengisi mandi dan memakai pakaian sekolahku. Dengan aksesoris biru yang lengkap. Pagi ini, saya tak ingin sarapan. Aku hanya mengunjungi Bi Imah yang ternyata sedang menyiapkan bekal untukku.

        “makasih ya Bi, Dera sayang Bibi.” Ucapku dengan tulus
        “iya non, Bibi juga sayangg banget sama non Dera, semangat ya Non sekolahnya.” Sahut bi Imah menyemangati.

        Setibanya disekolah, aku segera menuju ruangan tempatku ulangan. Jadwal hari ini adalah matematika dan bahasa inggris. Pelajaran menghitung yang sangat menyebalkan untukku. Karena aku tak seperti kak Dara yang jago menghitung. Dugaanku tepat, soal kali ini susahnya minta ampun. 

        Hingga kertas ulanganku hampir tak terisi. Namun kalau bahasa inggris, inilah kehebatanku. Semua soal dapat kukerjakan dengan mudah. Karena sejak kecil aku sudah sangat hebat berbahasa inggris. 

        Seperti Om Frans dan Tante Siska yang semasa di Jakarta sangat mencintaiku jauh lebih besar dari orang tua kandungku. Namun kini mereka telah pindah ke Amerika dengan anaknya, Dimas.

        Waktu seolah berjalan dengan sungguh cepat, kini saatnya membagi hasil belajar siswa. kebetulan, aku dan kak Dera berbeda kelas dan sekolah. Kalau aku masih berada dikelas satu SMA, sedangkan ia sudah berada dikelas dua. Semua terjadi karena saya pernah naik kelas sewaktu disekolah dasar. Kalau kak Dara sengaja Papa sekolahkah di sekolah terfavorit di Jakarta, sedangkan aku membuang di SMA yang didalamnya hanya siswa dari sekolah lain yang tidak menerima kami. Karena nilaiku tak sehebat nilai kak Dara dan Kak Virgo. Mereka memiliki IQ yang jauh lebih tinggi daripada aku.

        “Pa, ambilin raport Dera ya.” Pintaku
        “Papa sudah janji sama Dara kalau Papa yang akan mengambilkan raportnya. Kalian kan beda sekolah.” Jawab Ayahku.

        “Ma, ambilin raport Dera ya!” pintaku lagi pada Mama.
        “Mama udah janji sama Virgo ngambilib raportnya, dia kan sudah kelas tiga jadi harusn diwakili.” Jawab Mama.

        “oh gitu ya.” Balasku dengan kecewa.

        Aku hanya bisa menangis sendirian didalam kamar. Tidak ada satu orangpun yang mau mengambilkan raportku. Jalan terakhir adalah Bi Imah. Dan tentu saja ia sangat mau mengambilkan raportku.
        “Gimana bi hasilnya?” tanyaku dengan penasaran
        “Non Dera juara 1 non.” Ucap bi Imah dengan semangat.
        “hah? Beneran bi?” sahutku tak kalah semangat.
        Ternyata usahaku tak sia-sia, akhirnya aku bisa menyamai prestasi kak Dara.
        ****

        Setibanya dirumah, semua orang yang sedang tertawa ria melihat hasil belajar kak Dara dan kak Virgo menjadi terdiam disaat kedatanganku dan Bi Imah.
        “gimana hasilnya Ra?, pasti jelek.” Ucap kak Virgo menyindirku.
        “gak ko, aku juara 1.” Ucapku dengan semangat.
        “ah, juara 1 disekolahmu pasti juara terakhir dikelas Dara.” Ledek Ayah padaku.

        Aku kecewa, benar-benar kecewa karena semua prestasi yang kuraih tak penah dihargai sama sekali. Dengan kecewa aku berlari menuju kamarku, kuratapi semua ketidakadilan ini. Aku tidak keluar kamar selama dua haripun tak ada yang peduli. Semua orang dirumah hanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tak terkecuali Bi Imah yang hampir setiap jam membujukku untuk keluar. Maagku kambuh, rasanya teramat perih dari yang biasanya.

        “oh Tuhan, kuatkan aku!” pintaku

        Dihari ketiga aksi diamku dikamar, tiba-tiba rumahku terdengar sebuah suara yang sangat kukenal. Ternyata hari ini, keluarga Om Frans sudah tiba di Jakarta untuk berlibur bersama keluarga kami.

        “Dimas? Aku merindukanmu.” Ucapku dengan tertunduk lesu dikamar.

        Aku keluar kamar untuk menemuinya, namun ternyata ia sudah berubah dan tak peduli lagi padaku. Semuanya benar-benar berubah, dan kini janjinya ia ingkari untuk menemuiku. Penantianku sia-sia, semua orang telah membenciku dan menjauhiku. Aku sendirian dirumah, bi Imah pulang kekampung karena anaknya sakit. Sedangkan yang lain sedang makan malam dihotel. Dan aku? Tertinggal disini.
        ****

        Aku hanya makan dan terus memasukkan roti berselai srikaya kemulutku. Sedangkan yang lain asyik berbincang-bincang dengan topic kak Dara dan Dimas. Yang aku tahu, mereka terus membanggakan dua orang yang berprestasi tersebut. Hingga Om Frans dan Tante Siska juga turut berubah padaku. 

        Semua orang mengucilkanku disini. Sesudah sarapan pagiku habis, aku segera pamit menuju taman belakang yang ternyata disana ada kak Dara dan seseorang yang sangat aku sayangi, kak Dimas. Disana, aku sedang melihatnya memberikan setangkai mawar pada kak Dara. Ternyata mereka sudah jadian dan aku tahu, bahwa kak Dimas telah melupakanku.
        ****

        Akhirnya, hari yang telah lama kunantikan tiba juga. Hari ini, pertandingan karateku akan berlangsung. Namun sayang, semua orang yang kusayang tak ada yang mau hadir disini. Semuanya memilih hadir dilomba kak Dara, olimoiade sains. Walau sedikit kecewa, akan kubuktikan bahwa aku adalah Dera yang hebat. Keinginanku terwujud, aku menang dan meraih juara satu dipertandingan karate nasional yang diadakan di Jakarta.

        “kita panggil, juara nasional karate tahun ini. Alderaya Zivanna dari Jakarta.” Panggil pembawa acara.
        Dengan diiringi tepuk tangan meriah, ku naiki podium kebesaranku, dan kurasakan aku sangat dihargai disini.
        ****

        Setibanya dirumah, kuletakkan foto keberhasilanku diruang tamu, namun disaat kedatangan kak Dara dan yang lainnya, kulihat kemurungan disana. Dan setelah melihat foto keberhasilanku, kak Dara malah menangis dan berlari menuju kamarnya.

        “kamu sengaja meledek Dara?” Tanya Papa dengan sinis.
        “gak pa! maksud Papa apa sih?” tanyaku tak mengerti.

        “Dara kalah sedangkan kamu menyombongkan diri dengan memajang fotomu diruang ini. kamu tahu kan bahwa diruang ini hanya foto-foto keberhasilan Dara yang boleh menempatinya.” Jawab Papa yang membuatku sangat kecewa.

        “Lepas Fotomu!” ucap Mama dengan agak ketus padaku.

        Kulepas foto yang sangat aku harapkan menjadi penghubung agar keluargaku menyanjungku. Sebuah harapan yang sejak dulu selalu ku inginkan. Karena aku selalu iri disetiap kak Dara dipuji dan disanjung oleh papa dan mama, serta semua tamu yang pernah berkunjung kerumahku. Sekarang pertanyaan terbesarku adalah,
        “apakah aku anak kandungmu Ma? Pa?”

        Pertanyaan yang tak pernah terjawab oleh lisan, namun terjawab oleh perbuatan mereka padaku. Seorang anak yang selalu tersingkirkan oleh ketidakadilan.
        ****

        Hari demi hari terus berganti, dan semenjak itu pula kak Dara menjadi seseorang yang terpuruk. Aku bisa merasakan perasaannya yang tertekan karena ia kalah diolimpiade. Yang kutahu, saudara kembarku ini terlihat lemah dari yang biasanya.

        “Udahlah kak, gak ada gunanya ditangisin terus.” Ucapku menyemangati.
        “udahlah Ra, kamu senang kan ngeliat aku kaya gini? Kamu senang kan ngeliat aku kalah?” jawabnya dengan menangis.

        “gak ka, gak. Aku gak pernah ada niatan kaya gitu.” Sahutku.

        “udahlah, pergi kamu dari kamarku, pergi…” ucapnya terpotong karena akhirnya ia terjatuh tepat didepanku.
        “Pa, Ma, tolong kak Dara. Kak Dara pingsan Pa!” beritahuku.

        “apa? Kamu apain sih dia?” Tanya Papa sinis padaku.
        “aku, aku gak ada ngapa-ngapain dia pa.” sahutku dengan menyembunyikan kesakitanku.
        “pasti penyakitnya kambuh lagi pa, ayo cepat kita bawa kerumah sakit.” Ucapku pada Papa.
        ****

        Hari ini tepat seminggu sebelum ulang tahunku dengan kak Dara. Aku takut kehilangannya, saudara kembarku yang sangat aku sayangi. Dokter bilang bahwa ginjalnya sudah benar-benar rusak. Yang aku tahu, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun yang lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal.
        “hanya saudara kembarnya yang ginjalnya cocok dengan Dara. Jadi usahakan dengan secepat mungkin diadakan pencangkokan ginjal Pak” beritahu dokter pada Papa.

        Setelah itu, aku menjadi sasaran semua orang yang menyayangi kak Dara. Semuanya memintaku untuk mendonorkan satu ginjalku padanya. Niatku memang sudah bulat bahwa aku akan mendonorkan kedua ginjalku pada kak Dara, tapi aku tak ingin ada yang tahu semuanya. Karena aku tidak mau mereka akan menyayangiku karena bersimpati denganku yang telah memberikan satu ginjal pada saudaraku. Aku hanya ingin kasih sayang tulus dari mereka, entahlah bagaimana caranya agar aku mendapatkannya.

        “ah sudahlah Dera, kamu memang saudara yang kejam. Hanya menyumbangkan satu ginjal saja tidak mau. Untunglah ada seseorang yang baik hati yang mau menyumbangkannya pada Dara.” Ucap Papa
        “aku kecewa sama kamu Dera, tega ya kamu sama kakak kamu sendiri.” Ucap Dimas dengan kecewa padaku.
        “siapa yang mendonorkan ginjalnya Pa?” Tanya kak Virgo.
        “entahlah, pendonor itu tidak mau diberitahu namanya. Bahkan ia memberikan dua ginjalnya dengan gratis pada Dara. Dia benar-benar berhati malaikat.” Jawab papa.
        “andaikan kalian tahu kalau itu aku? Apakah aku akan diberi penghargaan dari Papa?” gumamku dalam hati.
        ****

        Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat untuk semua orang yang aku sayangi. Entahlah, aku merasa akan meninggalkan mereka semua. Rasanya, aku sudah sangat lelah dengan hidupku sendiri. Sesudah selesai ku tulis, surat itu kutitipkan pada Bi Imah. Akupun berangkat menuju rumah sakit untuk segera menjalani operasi.

        @ ruang operasi
        Ruang ini tersasa begitu menakutkan. Semua benda yang kulihat hanyalah jarum suntik dan gunting. Alat-alat yang terlihat menakutkan bagiku. Aku dibawa lebih dulu keruang ini, agar tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Posisiku dan kak Dara dipisahkan oleh dinding pembatas. Hingga akhirnya aku dibius, dan kurasakan semuanya gelap.
        ****

        Seminggu kemudian. . . .
        “akhirnya kamu sembuh juga sayang. Mama khawatir banget sama kamu sejak kamu dioperasi. Untung ada pendonor itu.” Ucap Mamanya dengan penuh kasih sayang.

        “Dan Happy Brithday Dara…” ucap semua orang serentak “Makasih ya semuanya. Aku senanggg banget. Oya, Dera mana ya Ma? Gak tau kenapa Dara kepikiran dia terus. Hari ini kan ulang tahun kami” Sahut Dara. “iya ya? Mana dia Bi?” Tanya Ibunya pada Bi Imah
        “Sebentar nyonya.” Jawab Bi Imah dengan berlari menuju kamar Dara.

        Dan beberapa menit kemudian sudah tiba dengan membawa sepucuk surat.
        “ini surat dari Non Dera sebelum pergi.” Beritahu Bi Imah. Walau agak heran, Ibunya pun membacanya dengan agak keras. Untuk semua orang yang sangaaat Dera sayang, mungkin saat kalian baca surat ini Dera gak ada lagi disini. Dera udah pergi ketempat yang saangaat jaauh. Oya, gimana kabar kak Dara? Gak sakit lagi kan? Semoga ginjalku dapat membantumu untuk meraih semua mimpi-mimpimu yang belum terwujud.

        Teruntuk PAPA yang sangat kurindukan....
        Gimana Pa? rumah kita udah tenang belum? Gak ada yang gak sopan lagi kan? Oh pasti gak ada dong ya? Ya iyalah, Dera si pembuat onar kan udah gak ada.

        Teruntuk MAMA yang sangat-sangat kurindukan....
        Ma, Dera pasti akan sangat rindu dengan teddy bear pemberian Mama lima tahun yang lalu. Ma, Dera kangeeen banget pelukan Mama. Dera selalu iri saat Mama hanya mencium kak Dara disaat ia tidur. Dera iri melihat Mama yang selalu menyemangati kak Dara disaat ia sedang sedih. Dera iri dengan semua perhatian yang Mama berikan pada kak Virgo dan kak Dara. Dera sangaat iri.

        Teruntuk KAK VIRGO dan saudara kembarku, DARA
        Gimana kak, gak ada lagi kan yang ganggu kalian belajar? Gak ada lagi kan yang nyetel music keras-keras dikamar? Pasti rumah kita tenang ya, pastinya gak akan ada lagi yang akan membuat kalian malu karena punya saudara yang bodoh bukan? Oh, pastinya. Oya, SELAMAT ULANG TAHUN YA KAK, SELAMAT MENJALANI UMURMU YANG KE-17 TAHUN. Yang mungkin takkan pernah aku rasakan.

        Kalian semua harus tau, betapa AKU SANGAT MENYAYANGI KALIAN. Mungkin dengan kepergianku, smeuanya akan tenang dan rumah kita menjadi tentram. Dera harap, gak aka ada lagi yang terkucilkan seperti Dera. Yang selalu menangis setiap malam. Yang selalu merindukan hangatnya kekeluargaan. Mungkin dengan kepergian ini, aku akan tahu bagaimana kalian akan mengenangku, seperti akuyang selalu mengenang kalian setiap malam dengan tangisan. . . Semoga KALIAN SEMUA BAHAGIA TANPA DERA, AAMIIN.
        Salam rindu penuh tangis bahagia

        Alderaya Zivanna
        Semua yang mendengar menangis. Mereka bertanya-tanya pada Bi Imah dimana Dera. Namun tiba-tiba telepon rumah berbunyi..

        “iya, saya Hermawan, ada apa ya?” Tanya Papanya dengan rasa penasaran.

        Dan sewaktu-waktu kemudian Papanya menangis dan segera mengajak anggota keluarganya ke Rumah sakit. Dan mereka terlambat, Dera telah pergi untuk selama-lamanya. Dan menginggalkan berjuta penyesalan disetiap tangis yang jatuh. Kini, ia telah tenang dan jauh dari ketidakadilan selama hidupnya. Walau air mata tengah menangisinya yang telah pergi untuk selama-lamanya. . .

        Tamat

        PROFIL PENULIS
        Panggil saja saya Hanida Ulfah. Temui saya di facebookku, Ukhty Dinda Pelangi dan mari kita jalin ukhuwah yang erat dan saling menyayangi karenaNya. . .

        Terima kasih atas para pembaca cerpen saya ini, maaf ya kalau jelek. .
        ^_^
        Don't Miss
        © all rights reserved 2023
        Created by Mas Binde