Responsive Ad Slot

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

MIEDES PINGGIR SAWAH BANTUL JOGJA, Rasa Pedas nggak Bikin Gila

No comments

Tuesday, March 31, 2020

Namun "MIEDES Pinggir Sawah" yang berlokasi di Sorogenen Jl Imogiri Barat KM 7,5  menyajikan dengan rasa dan selera berbeda, lagian bisa diantar via W.A atau Go Food.
Apa jadinya jika mie idola Santap Mania bukan berasal dari tepung terigu? Enak dan nyamankah di perut dan mampu memuaskan gairah Kuliner Jogja? Redaksi Jogjanesia kali ini mengunjungi kuliner unik dari Desa Sorogenen, Jl. Imogiri Barat KM 7,5 Kecamatan Sewon (shareloc google maps )

Oh Mie Des!

Mie Des ialah mie godog/ goreng yang berarti bakmi pedas godog atau di goreng son..... Bahannya terbuat dari pati ketela yang diiris bukan digiling seperti bakmi biasanya. Redaksi Jogjanesia tertarik mengunjungi Warung Mie Des “Pinggir Sawah” karena kabar menyebutkan mie ini punya cita rasa yang berbeda dan mengasyikkan.

Sebenarnya Miedes ini masakan Khas Pundong yang banyak digemari para pelancong yang berkunjung di kota Jogja. Namun "MIEDES Pinggir Sawah" yang berlokasi di Sorogenen Jl Imogiri Barat KM 7,5  menyajikan dengan rasa dan selera berbeda, lagian bisa diantar via W.A atau Go Food.

EKSPLORASI KULINER


Jogjanesia melaju ke Jalan Imogiri Barat Km 7, 5. Sesampai TKP tepat pukul tujuh malam, Redaksi tiba, duduk di ruang makan yang nyaman sembari memberikan instruksi pesanan pada pelayan warung.

Mie Des terhidang di meja saji. Piringnya yang bercorak batik menambah kesan mewah dengan mie pati ketela yang sudah mengepulkan aroma harum yang menarik minat Redaksi untuk membabat habis Mie Des. Bentuk mie tidak kaya biasa; sedikit kotak dan pendek. Kuahnya kental berwarna cokelat. Potongan kubis, daun loncang, dan telur menambah kesan mantap pada Mie Des ini!

Apa yang dapat kami rasakan dari Mie Des? Wah, luar biasa pedas dan nyaman di mulut! Bagi yang kurang menyukai rasa pedas, Santap Mania bisa memesan terlebih dahulu ke penyaji berapa kadar kepedasan Mie Des!

Nah Kulinerista, bagi kalian yang liburan atau traveling  di Jogja sempatkan nyoba pedasnya miedes khas ini. Kalian bisa kok pesan miedes ini via Go Food. 

Mie Des punya kesan tersendiri bagi kami dari Redaksi Jogjanesia. Selain sensasi perjalanan yang memikat karena berjarak tak jauh dari kota Jogja ke arah Selatan, rasa Mie Des juga menambah wawasan kuliner Jogja yang kaya!

Salam wisata kuliner Jogja!





Ayam Goreng Bu Ismo, Jagoan dari Bantul

No comments


Pada perjalanan santai saya ke Bantul, sebenarnya saya sudah mengantongi beberapa nama tempat yang sekiranya bisa saya liput sekalian sembari dolan. Diantara beberapa nama tersebut, ada nama Ayam Bu Ismo, yang dalam catatan saya terletak di sekitar RSUD Bantul. Berhubung saya berangkat masih cukup pagi dan belum sarapan, saya pun melajukan motor saya mengarah ke lokasi tersebut.

Setelah 30 menit perjalanan dari rumah, akhirnya saya pun sampai di kawasan RSUD Bantul, kini tinggal pasang mata yang jeli agar bisa menemukan tempat ini. Rupanya menemukan rumah makan ini gampang sekali. Selain karena parkirannya yang penuh, warung ini benar-benar dekat dengan RSUD Bantul (tepatnya di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo 39). Saya pun langsung parkir motor saya dan masuk ke rumah makan tersebut. Saya memesan satu porsi nasi ayam goreng seharga Rp. 15.000 dan segelas es tomat seharga Rp. 4.000.

Berhubung perjalannya cukup jauh, saya pun sedikit meregangkan badan sejenak sembari menanti datangnya pesanan saya. Rupanya es tomat pesanan saya datang cukup cepat. Berhubung cuaca cukup panas, saya pun langsung meminum es tersebut. Rasanya benar-benar menyegarkan. Rasa segarnya tomat berpadu dengan manisnya gula berhasil membuat badan saya kembali segar, sangat pas diminum di saat yang panas.

Akhirnya ayam goreng pesanan saya datang juga. Aromanya sudah menggoda sejak  awal saya duduk. Jika dilihat dari bentuknya, ayam goreng ini dimasak bacem. Untuk saya yang terbiasa dengan masakan Jawa, saya cukup menggemari ayam dimasak cara ini. Saya pun langsung mencicipinya karena sudah tidak bisa menahan nafsu makan saya. Kelezatan rasanya langsung memikat saya.

Perpaduan rasa manis dan gurihnya benar-benar membuat saya ketagihan. Kelezatan ini semakin bertambah ketika saya menambahkan sambalnya yang manis namun menggigit. Wah, pertemuan saya dengan Ayam Goreng Bu Ismo ini membuat referensi saya bertambah, khususnya untuk list kuliner wilayah Bantul yang selama ini belum banyak terisi.

Angkringan Pendopo nDalem

No comments
Jalan Sompilan No 12, Ngasem, Yogyakarta
telp: (0274) 385777


Lazimnya, angkringan menggunakan gerobak kayu sebagai tempat berjualan. Namun angkringan yang satu ini mengusung konsep yang berbeda. Sesuai namanya Angkringan Pendopo nDalem ini menggunakan pendopo rumah jawa (ruang berukuran besar di bagian depan rumah. Biasanya digunakan untuk menyambut tamu atau acara keluarga) sebagai tempat usaha.

Makanan yang disediakan memang tidak jauh berbeda dengan angkringan kebanyakan. Pengunjung pun juga bisa langsung memilih aneka rupa makanan yang sudah diletakkan di meja panjang. Ada beberapa pilihan nasi dalam ukuran mini. Seperti nasi teri, oseng tempe dan nasi bandeng. Sementara lauknya mulai dari sate ayam, sate ati ampela, gorengan sangat khas dengan cita rasa sebuah angkringan.

Perbedaan justru terletak pada jajanan atau snack yang juga turut dihidangkan. Angkringan Pendopo nDalem secara konsisten menyajikan aneka jajan pasar menggugah selera yang sudah jarang ditemui atau bahkan tak dikenal lagi oleh generasi muda. Sebut saja Clorot, Kipo, Semar Mendem, Lupis, Jadah Manten dan lain sebagainya. Bagi pengunjung yang belum pernah mencicipi jajan pasar ini tentunya akan menjadi salah satu pengalaman baru mencicipi kuliner nusantara. Jajan pasar yang tersedia juga terbilang komplit begitu terlihat berkurang maka pegawai dengan sigap menambahkannya lagi.

Untuk urusan minuman, tempat ini menyajikan beragam minuman hangat. Minuman ini diberi nama yang unik seperti Wedang Bleduk, Wedang Gajah, Leser. Ada juga teh rempah atau bajigur. Nah untuk favoritnya pengunjung biasanya akan memilih Wedang Bleduk yang merupakan campuran dari berbagai rempah seperti sereh, jahe, cengkeh serta gula jawa. Jangan lupa untuk mengaduk terlebih dahulu sebelum meminumnya karena gula jawa yang digunakan bukanlah gula jawa cair melainkan bongkahan gula jawa yang kadang masih tertinggal didasar gelas.

Masih tertantang mencoba yang lainnya, cicipi Wedang Gajah yang disajikan dengan gelas jumbo. Merupakan campuran sereh, jahe, kayu manis, bunga cengkeh dan gula jawa. Porsi besarnya mampu menghangatkan perut. Kedua minuman ini bisa juga disajikan dengan susu namun tentu saja dengan harga yang berbeda pula.

Selain itu, nilai plus lainnya berwisata kuliner di angkringan ini adalah tempatnya yang unik. Meski Angkringan hanya menggunakan bagian depan rumah saja namun pengunjung tetap bisa merasakan suasana etnik sembari menikmati sajian makan malam. Apalagi rumah bergaya arsitektur jawa klasik ini memang masih terpelihara baik. Patung Loro Blonyo serta pendar cahaya kuning yang berasal dari lampu klasik langsung menyambut. Kesan etnik inilah yang kemudian beberapa kali juga diabadikan  pengunjung di sela-sela menikmati sajian makanan mereka.

Angkringan Pendopo nDalem
Angkringan Pendopo nDalem rupanya juga ingin memperkenalkan angkringan sebagai alternatif makan malam terutama bagi keluarga atau rombongan. Ini terlihat dari jumlah kursi dan meja sudah disusun berkelompok. Rata-rata terdiri mulai dari 4-10 orang. Pendopo ini mampu menampung hingga 50-an pengunjung sekaligus. Asiknya, pengunjung juga bisa melakukan reservasi terlebih dahulu. Jadi tak perlu takut kehabisan tempat duduk.

Jika tak ingin melewatkan pengalaman kuliner di tempat ini, Angkringan Pendopo nDalem buka setiap hari mulai dari Pkl 18.00 WIB-23.30 WIB.

Wedang Gasu (Gajah Susu)+Nasi +Sate Ayam+Sate Ati = Rp.16.500

Kipo+Ketan+Semar Mendem = Rp.7500

Angkringan Pendopo nDalem
Jalan Sompilan No 12, Ngasem Yogyakarta


(0274) 385777


PECEL BAYWATCH : Menyantap Pecel Kembang Turi Olahan Mbah Warno "Anderson"

No comments
Kasongan, Bantul, Yogyakarta, Indonesia


Mbah Warno menjajakan menu utama pecel dengan beragam lauk sebagai pengiringnya. Mulai dari lele dan belut goreng kering, tahu bacem, mangut belut (belut bersantan yang dibumbui cabai), hingga bakmi goreng. YogYES memesan semuanya agar dapat merasakan aneka rasa masakan Mbah Warno ini.

Sambil menunggu, pikiran saya melayang menelusuri asal-usul pecel yang sama tidak jelasnya dengan soto. Banyak daerah di Jawa memiliki pecel dengan ciri khasnya masing-masing, misalnya Pecel Madiun, Pecel Blitar, Pecel Madura, Pecel Slawi dan lain-lain. Namun setidaknya, seorang sejarawan Belanda bernama H.J Graaf pernah mengungkapkan bahwa ketika Ki Ageng Pemanahan melaksanakan titah Sultan Hadiwijaya untuk hijrah ke hutan yang disebut Alas Mentaok (sekarang Kotagede), rombongan beliau disambut masyarakat di pinggir Sungai Opak dan dijamu dengan berbagai jenis masakan, termasuk pecel.

Mbah Warno "Anderson".
Lamunan saya terputus saat pecel dan beberapa makanan pengiring tiba di meja. Seporsi pecel, lele goreng, dan tahu bacem seolah menantang untuk secepatnya dinikmati. Terdapat empat jenis sayuran dalam hidangan berlumur bumbu kacang ini yakni daun bayam, daun pepaya, kembang turi (Sesbania grandiflora), dan kecambah / taoge. Kita akan disergap rasa manis dari bumbu kacang yang menggelitik lidah. Saat menguyah kembang turi yang agak getir, rasa manis tadi berpadu sehingga menghasilkan kelezatan yang sulit diungkapkan.

Pecel dengan kembang turi merupakan ciri khas pecel "ndeso". Jaman sekarang sudah sulit untuk menemukan penjual pecel seperti ini. Konon kembang turi memiliki khasiat meringankan panas dalam dan sakit kepala ringan. Jadi tidak heran bila orang Jawa, India, dan Suriname (masih keturunan Jawa juga sih, hehehe) sering menyantap kembang turi muda sebagai sayuran.

Pecel akan bertambah nikmat jika ditambah dengan lele goreng atau tahu bacem. Lele goreng di tempat ini dimasak hingga kering sehingga crispy ketika digigit. Sedangkan tahu bacem yang berukuran cukup besar dapat dinikmati sebagai cemilan bersama cabai rawit. Selain itu juga terdapat hidangan lain seperti belut goreng dengan dua variasinya. Pertama, belut goreng kering yang berukuran kecil dan belut goreng basah yang lebih besar. Ada juga bakmi goreng dan mangut belut bagi anda yang menggemari makanan pedas. Asap dari anglo menambah sensasi rasa dari hidangan di warung ini.

Entah karena kenyang atau efek kembang turi, selesai makan kepala saya terasa lebih cerdas dari biasanya. Sambil ngobrol ringan dengan Mbah Warno dan asistennya, saya jadi paham kenapa pecel di tempat ini dijuluki Pecel Baywatch. Hal itu karena Mbah Warno dan asistennya selalu mengenakan sejenis baju yang disebut kaus kutang. Pakaian yang sangat nyaman untuk dikenakan di tengah udara pedesaan Kasongan Bantul yang kering dan panas.

Walau penjual pecel ada dimana-mana, Pecel Baywatch tetap menawarkan sesuatu yang lain bagi anda. Sebuah kombinasi kelezatan makanan, suasana pedesaan yang kental, dan keramahan Mbah Warno "Anderson".

Nongkrong di Angkringan KR

No comments
Halaman Depan Kantor Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat, Jl. Mangkubumi Yogyakarta


Angkringan merupakan salah satu icon kuliner yang populer di Yogyakarta. Hampir di setiap sudut kota dapat kita temui keberadaan jenis jajanan kaki lima ini. Salah satu yang paling populer adalah Angkringan Kedaulatan Rakyat atau lebih dikenal dengan Angkringan KR. Dinamakan demikian karena lokasinya tepat berada di halaman depan kantor redaksi Harian Kedaulatan Rakyat yang terletak di Jl. Mangkubumi. Posisinya yang berada di pusat Kota Yogyakarta, membuat angkringan ini menjadi destinasi favorit bagi penggemar menu makanan angkringan atau mereka yang ingin bersantap hemat sambil kongkow atau nongkrong beramai-ramai.

Menu makanannya pun sangat khas dengan menu angkringan seperti: sego kucing, tahu goreng, tempe mendoan, sate usus, dan sate telur puyuh. Selain menu standar angkringan pada umumnya, Angkringan KR juga melengkapi menu dengan sajian "masa kini" seperti: sate bakso, tempura, sosis, aneka gorengan, sate kerang, dan sebagainya. Harga? Jangan khawatir, harga tiap menu makanan di Angkringan KR relatif terjangkau. Sehingga tidak jarang tempat ini menjadi tujuan favorit para mahasiswa dan anak muda yang ingin mencari hidangan yang nikmat dengan harga merakyat.

Tak hanya kalangan mahasiswa dan anak muda yang hobi mengunjungi tempat ini, Angkringan KR telah menjadi destinasi kuliner yang unik bagi masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi. Bersantap sambil duduk lesehan menjadi daya tarik pengunjung yang mendambakan suasana yang santai dan nyaman. Hampir di setiap sore hingga tengah malam, Angkringan KR tidak pernah sepi pengunjung. Hal ini didukung dengan luasnya areal yang digunakan sebagai tempat lesehan dan tempat parkir yang memadai.


Bagi Anda yang tengah berada di Yogyakarta, sepertinya belum afdol kalau belum mencicipi hidangan dan menikmati suasana guyub khas Yogyakarta di Angkringan KR. Ajak teman, keluarga, atau teman dekat Anda untuk menikmati romantisme suasana Jogja.



Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde