Responsive Ad Slot

Dialog ekstrim Seorang Kyai dan Jin

No comments

Thursday, December 1, 2022

Tukang jahit yang sexy

Seorang Kiai bertanya kepada Jin..



'Hai Jin, siapa manusia yg kau takuti di dunia ini selain Org yg sedang menjalankan Sholat...?'.

Sambil cengar cengir Jin Menjawab ' Tukang jahit , Kiai..?'

Lho koq ?, mengapa kamu takut..?
Dengan badan yg mulai gemetar Jin menjawab 'Aku takut divermaak Kiai, aku baca di depan rumahnya ada tulisan...
'VERMAAK SEGALA JENIS JIN'

Inilah Bedanya Santri Jaman Sekarang dan Dahulu Terkait Gaya Hidup

No comments

Membicarakan masalah santri masa kini dan masa dulu sangatlah jauh berbeda. Baik dari segi keilmuan, tingkah laku, dan yang paling nampak perbedaannya adalah gaya hidup mereka
Membicarakan masalah santri masa kini dan masa dulu sangatlah jauh berbeda. Baik dari segi keilmuan, tingkah laku, dan yang paling nampak perbedaannya adalah gaya hidup mereka (santri). Dulu pelajar yang berlabel santri gaya hidupnya cendrung dikenal dengan kesederhanaannya. Dikarenakan santri dulu lebih mementingkan kebutuhan dari pada keinginan. 

Sedangkan santri masa kini lebih mementingkan keinginan dari pada kebutuhan. Salah satu contohnya santri ketika membeli peralatan sekolah, seperti bolpen mereka pasti mencari bolpen yang bentuknya unik sesuai keinginan. Tanpa berfikir apa sebenarnya kebutuhan untuk membeli bolpen. Padahal membeli bolpen yang dibutuhkan hanyalah manfaat dari bolpen tersebut.

Perubahan gaya hidup santri masa kini yang sangat nampak terdiri dari dua macam. Pertama, fashion yaitu dari segi pakaian. Kala ini sudah jamak diketahui akan berbagai macam model pakain muslim semakin berkembang. Hal itu sangat mempengaruhi kehidupan santri. 

Santri dulu berpakaian apa adanya dengan khas sarungnya, tanpa harus ada perpaduan warna yang cocok dari jilbab sampai sarung. Sedangkan saat ini perpaduan warna menjadi pertimbangan yang sangat akurat bagi santri.


Kedua adalah food atau makanan. Santri kala ini lebih suka pada makanan yang instan dari pada yang alami. Sebab yang alami lebih menguras tenaga dari pada makanan yang siap saji (instan). Santri kala ini paling tidak mau untuk bersusah payah. 

Sebagaimana yang dilakukan santri dahulu untuk makan mereka harus bersusah payah  dengan cara harus menanak. Menanaknya disini tidak langsung menuangkan minyak tanah seperti saat ini (bagi santri yang masih menanak) tetapi menggunakan kayu untuk menghidupkan apinya. Selain harus bersusah payah santri harus bisa kreatif memenej waktu agar semua agenda atau kegiatan pondok tidak terlalaikan.

Adapun penyebab dari perubahan gaya hidup santri seperti yang telah diulas diatas diantaranya yaitu, pertama karena diperkenankannya berbagai macam produk pakaian masuk pada kawasan pesantren. Untuk membelinya santri cukup melihat katalog yang telah tersedia (online), jika ada yang cocok maka tinggal memesannya kepada yang memasarkan setelah beberapa hari, baju yang dipesan sudah didapat. Dengan adanya fasilitas yang mudah dijangkau oleh santri maka santri akan dengan mudah untuk mengkonsumsi hal tersebut.

Kedua pengaruh lingkungan, ketika lingkungan sudah mulai menggunakan fasilitas yang tersedia, teman-teman disekitar teutama teman yang paling dekat menggunakan fasilitas tersebut. Maka dengan sendirinya mayoritas santri juga terpengaruh pada kehidupan sekitar. 

Ketiga  terdapatnya kantin di pesantren dan di sekitar pesantren seperti di sekolah atau lainnya, sangat berpengaruh pada santri untuk membeli. Dari pada harus menanak seperti yang dikatakan diawal yaitu harus bersusah payah dahulu. Yang mana lauk pauknya juga tidak menentu kecuali dikirim dari rumahnya.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan kepada para pembaca semua. semoga bermanfaat

Di Jawa Pernah Hidup Kingkong Tingginya Tiga Meter

No comments

Wednesday, November 10, 2021

Fosil rahang bawah Gigantopithecus blacki (Kera Raksasa Purba) yang ditemukan di situs Semedo, Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal, Jawa Tengah. 
Sebagian besar masyarakat selama ini mengetahui Kingkong hanya ada dalam Film saja, tetapi kenyataanya kingkong benar-benar ada dan pernah hidup di pulau Jawa. Hal tersebut berdasarkan penemuan dua buah fosil bagian tulang rahang yang terindetifikasi sebagai rahang dari hewan jenis primata.
Fosil tersebut ditemukan di situs Semedo, Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Tegal, Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai salah satu situs yang kaya akan fosil kehidupan prasejarah.
Kepala Balai Arkeoogi Yogyakarta, Siswanto, sebagai pihak yang melakukan penelitian atas penemuan tersebut mengatakan, di dua tulang rahang yang ditemukan tersebut, masing-masing tersapat dua dan tiga gigi geraham.
"Kami menganalisis dua buah gigi (M2 dan M3) dan masih menempel di rahang bawahnya. Lebar bagian atas dari gigi geraham tersebut mencapai 13 milimeter," ungkap Siswanto.
Berdasarkan hasil identifikasi dari tulang rahang dan ukuran giginya, kera tersebut memiliki tinggi sekitar 10 hingga 12 kaki atau sekitar tiga meter. Dengan ukuran tersebut maka primata tersebut masuk dalam kategori kera raksasa purba atau kingkong purba (Gigantopithecus).
Siswanto mengatakan jika penemuan kera raksasa purba atau king kong Jawa purba merupakan penemuan yang sangat penting untuk ilmu pengetahuan. Selama ini kera raksasa purba diyakini habitatnya hanya berada di Tiongkok, India, dan Vietnam karena selama ini hewan tersebut hanya ditemukan fosilnya di daratan China, India, dan Vietnam yang perbatasan dengan China.
Penemuan fosil kera raksasa (Gigantopithecus) tersebut barulah yang pertama kali di Pulau Jawa. Dengan penemuan ini, Siswanto yakin akan membuka sebuah toeri baru mengenai penyebaran kera raksasa.
Dari hasil penemuan, ada beberapa jenis Gigantopithecus antara lain Gigantopithecus Giganteus dan Gigantopithecus Bilaspurensis. "Gigantopithecus yang ada di Semedo tersebut adalah Gigantopithecus Blacki," terang Siswanto.

Punya Isteri Hipersex, Suami Pasrah

No comments

 

Kehidupan rumah tangga Dulgepuk –bukan nama sebenarnya. Hubungan intim justru menjadi petaka dalam hidup pria 39 tahun ini.

 

Bahkan pria yang sudah menikah selama 10 tahun itu sampai dibuat frustasi gara-gara persoalan ” nafkah batin” . Sang istri, Sephia –bukan nama sebenarnya– yann hiperseks, membuat Dulgepuk tak sanggup lagi meladeni. Terlebih bila tak terpuaskan, sang istri yang berusia 38 tahun itu kerap menebar ancaman. Dulgepuk akan diberi racun.

 

Dulgepuk mengaku, awalnya bangga dan bahagia karena istrinya ” aktif” di ranjang. Tapi lama-kelamaan ia mulai ” remek” menuruti hawa nafsu istrinya.

 

” Istri sehari bisa minta sampai 10 kali, dia senang, gegerku (punggung) putus,”
kata Dulgepuk di sela-sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya. Dulgepuk mengaku ingin mencari istri yang hasrat seksualnya normal-normal saja. ” Saya mulai sadar, kalau istri itu hiperseks. Biasanya kan lelaki yang pengenan, ini kebalikan aku kayak diperkosa pagi, siang, malam, sama istri. Iya kalau siangnya aku enggak kerja gitu, ini kerja siangnya angkat-angkat barang,” kata Dulgepuk.

 

Jadi Simpanan

Untuk melayani istrinya, Dulgepuk sebenarnya sudah sering berupaya minum obat penguat sampai ramuan alami. Beberapa kali berhasil, namun beberapa kali gagal, justru sering ereksi dulu sampai jantung berdetak cepat.

 

Maka dari itu, Dulgepuk mulai olahraga supaya mampu memenuhi kebutuhan seks istrinya. ” Dua tahun ini daya tahan tubuhku lemah, aku habis kecelakaan, dan sudah enggak boleh minum obat aneh-aneh. Sekarang justru aku drop, makanya aku ampun-ampun sama istri,” kata Dulgepuk.

 

Namun, sang istri tidak mau mengerti dengan kondisi fisiknya. Justru kini istrinya suka main ancam dengan bakal memberi racun jika tidak bisa memuaskannya.

 

” Aku jadi takut makan di rumah, jadi kayak pobia gitulah. Takut takut sendiri, sampai empat bulan lalu aku depresi, sekarang rutin minum obat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Sephia mengaku kalau ancaman kasih racun hanya candaan saja. ” Suamiku itu, ngelayani aku males, tapi selingkuh bolak-balik. Kalau tak ancam sunat, malah akan


dilayani. Ya jadinya sekarang aku ancam pakai racun. Aku ya enggak gilalah, bisa-bisa masuk koran kalau ngasih racun beneran,” kata wanita yang tinggal di Perak tersebut.

 

Ibu tiga anak itu pun mengaku kalau sekarang dirinya meluapkan hasrat seksualnya dengan menjadi simpanan orang saja. Terkadang sering ” dipesan” . ” Dosa sih emang dodolan, tapi terpaksa,” ketusnya.

MODUS, Booking PSK di MiChat Atas Nama Tania, yang Datang ke Hotel Ternyata Asep

No comments

 


SEORANG pria berinisial ED (32) kaget saat bertemu dengan cewek open BO yang dipilihnya melalui aplikasi MiChat. Pasalnya, cewek open BO yang ingin dikencaninya tersanyata seorang waria. Saat ia hendak membatalkan transaksi, harta ED justru dikeroyok oleh tiga waria dan hartanya dirampas.

 

Peristiwa ini terjadi di Surabaya, di salah satu hotel di kawasan Genteng. Tiga waria yang melakukan pengeroyokan akhirnya ditangkap polisi. Cerita bermula saat ED tengah iseng membuka aplikasi MiChat dan tengah memilih-milih jasa layanan seks yang pas untuknya.

 

Sampai kemudian, tawaran itu diberikan oleh seorang pelaku bernama Asep alias Tania (24) warga Bandar Lampung yang kos di Surabaya. Kepada korban, Asep alias Tania mengaku sebagai perempuan. Ia menawarkan jasa seks sekali main dengan harga 1,5 juta rupiah yang sudah termasuk hotel.

 

“Tersangka menginap di sebuah hotel di kawasan Genteng,” ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Sutrisno. Setelah bersepakat,korban kemudian datang ke hotel itu dan menemui tersangka.

 

Di dalam kamar, tersangka sengaja membuat remang-remang lampu agar tak mudah diketahui jika dirinya ternyata waria. Korban yang curiga akhirnya mendesak tersangka dan sontak kaget setelah tahu jika calon pelayan seksnya itu adalah seorang pria yang menyerupai wanita.

 

“Korban kemudian komplain dan tidak mau meneruskan transaksi itu. Namun tersangka malah marah,” terangnya.

 

Alhasil, tersangka Asep alias Tania kemudian mengancam korban dan meminta uang bayaran yang sudah disepakati. Karena tak mau memberikan uang, tersangka lalu menelpon dua teman waria lainnya yang kebetulan juga berada di lokasi hotel tersebut.

 

Mereka adalah Doris alias Natasya (23) warga Bandar Lampung dan M Alfandi alias Maudy (27) warga Bone Sulawesi. Kemudian, ketiga tersangka itu kompak mengeroyok korban dan merampas barang berharga miliknya yakni, uang sebesar 1,5 juta rupiah dan sebuah handpone.

 

Atas kejadian itu, korban kemudian lari dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, sedangkan para pelaku sudah check out dan kabur dari hotel. Kejadian itu menimpa ES pada Jumat  malam dan ketiga pelaku baru ditangkap pada Selasa.

 

“Pelaku kami tangkap setelah kami melakukan penyelidikan dan mempelajari tekaman CCTV. Begitu ada informasi jika kembali ke hotel pada Selasanya lalu kami tangkap,” tandasnya.

 

Dua orang tersangka kemudian digelandang ke Mapolsek Genteng Surabaya, sementara satu orang lainnya tengah sakit dan sedang jalani perawatan di rumah sakit. Hasil penyidikan, komplotan waria mi chat ini sudah dua kali beraksi serupa di kawasan Surabaya dan berhasil menggasak barang berharga korbannya.

 

Pesan PSK di Medsos, Saat di Hotel yang Datang Istrinya.

No comments

 

Ilustrasi PSK

Cerita lucu dan heboh pasangan suami istri -sebut saja Paijo dan Tumini- warga Surabaya ini. Keduanya saling memergoki sehingga masing-masing kaget berujung cekcok.Paijo dan Tumini bisa dibilang masih muda. Paijo baru berusia 29 tahun, sedangkan Tumini setahun lebih muda.

 

Namun,  adalah pria kesepian. Kondisi ekonomi rumah tangganya juga di bawah pas-pasan.Sudah delapan bulan belakangan ini Paijo pisah ranjang dengan Tumini. Penyebabnya adalah Tumini tak mau melayani Paijo karena kecewa soal kondisi ekonominya seret.

 

Lantaran tak kuat kesepian, Paijo mencoba ‘jajan’ di luar. Dia memesan seorang pekerja seks komersial melalui medsos pada bulan lalu. Singkat kata, Paijo dijanjikan bakal bertemu PSK pesanannya di sebuah hotel di Surabaya.

 

Pada hari H, Paijo pun bergegas ke hotel yang telah disepakati si muncikari.Namun, betapa kagetnya Paijo ketika sampai di kamar hotel. Sebab, PSK yang dijanjikan sang muncikari tak lain adalah Tumini yang notabene istri sendiri.

 

Sontak Paijo bingung sekaligus malu. Hatinya berkecamuk, apalagi sudah terlanjur mengeluarkan uang untuk booking PSK.”Kadung aku bayar Rp 750 ewu sisan (terlanjur saya bayar Rp 750 ribu, red),” ujarnya saat ditemui di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya pertengahan pekan lalu.Tentu saja uang yang dibayarkan Paijo mubazir. Bukan hanya batal berindehoi, Paijo bahkan terlibat pertengkaran dengan PSK -eh Tumini maksudnya- di dalam kamar hotel.

 

Paijo tak menyangka istrinya rela menjual diri demi uang. Adapun Tumini juga tak habis pikir lantasan suaminya ternyata gemar main PSK.Dari saling memergoki itulah akhirnya Paijo dan Tumini cekcok di dalam kamar hotel hingga memantik perhatian. Petugas hotel pun turun tangan untuk melerai cekcok itu.”Rame.


Isin yo isin tapi wes ra peduli maneh aku (Ramai. Malu ya malu, tetapi saya sudah tak peduli lagi, red),” ujar Paijo


Menurut Paijo, dirinya sempat menginterogasi Tumini. Namun, Tumini mengaku baru sekali menjual diri dengan alasan terpaksa karena sedang butuh uang untuk berlebaran.


Setelah kejadian itu, perselisihan antara Tumini dan Paijo menjadi-jadi. Tumini akhirnya pulang ke rumah keluarganya di Nganjuk.Selain itu, Tumini juga memaksa Paijo mengurus proses perceraian. Hanya saja, Paijo mengaku ingin mempertahankan rumah tangganya karena dia juga meyakini Tumini masih mencintainya.

”Asline sik pengen bareng-bareng. Lha lek areke mulih nak wong tuwo aku iso opo maneh? (Aslinya masih ingin bersama-sama. Kalau dia pulang ke orang tua terus saya bisa apa lagi?, red),” kata Paijo dengan nada memelas.

Tak Ada Perubahan Yang Begitu Instan

No comments

Monday, November 8, 2021

 

Tak Ada Perubahan Yang Begitu Instan
Walaupun namanya mie instan, tetap saja kita butuh proses untuk membuatnya. Butuh tenaga untuk jalan ke dapur dan menyiapkan bahan-bahannya. Mengisi air di dalam panci, kemudian merebus mie dan bahan-bahan lain. Menunggu kira-kira hingga 4 menit sebelum diangkat. Yang katanya instan saja enggak bisa langsung matang dengan hanya kita melihatnya saja, kan? Nah, apalagi dengan perubahan.

Sering kali dalam Kelas Cinta dikatakan, kamu harus keluar daricomfort zone kamu untuk perubahan pribadi yang lebih baik. Kalau yang dulu cuek dengan penampilan mulai “bebenah” diri. Kalau dulu tak pandai bergaul, sekarang harus keluar dari kamar dan berkenalan dengan orang baru atau setidaknya menemui teman lama. 

Kalau dulu katanya tak pintar bicara, maka sekarang harus latihan lebih sering untuk ngobrol dengan siapa pun. Kalau dia minder karena kekurangan, maka harus usaha untuk menghilangkan hal yang membuat minder itu.

Banyak orang yang bertanya, bagaimana melakukan perubahan diri? Mereka yang kuper bertanya kepada orang yang pintar bergaul bagaimana caranya agar dia bisa seperti orang tersebut. Temannya hanya menjawab: Lo cuma perlu jadi teman yang asyik aja. 

Kemudian si Kuper bertanya bagaimana cara agar jadi teman yang asyik. Begitu dijelaskan akan ada lagi pertanyaan beruntut yang mungkin saja membuat kamu jadi tambah bingung dan akhirnya tak melakukan perubahan saking bingungnya.

Kalau kamu termasuk orang yang seperti itu, maka stop untuk bertanya sama orang lain terlalu sering apalagi sampai membandingkan! Dan perlu kamu sadari bahwa tak ada perubahan yang instan!

Misalnya, kamu membandingkan temanmu yang pintar bergaul dengan kamu yang kuper dari dulu. Si teman kamu ini memang terlatih berbicara dari kecil—bukti bahwa orang tuanya sukses membiarkan si dia untuk berpendapat di rumah. 

Sejak kecil dia selalu diminta pendapat dan berbicara oleh orang tuanya—sedangkan mungkin saja waktu kamu kecil kamu dilarang berbicara dan hanya boleh mengikuti apa kata orang tua. Waktu memasuki SD teman kamu sudah terlatih berbicara di depan orang, sering bertanya kepada guru jika ada materi yang tak mereka ngerti (hal yang sangat simpel).

Memasuki SMP hingga kuliah teman kamu selalu aktif di organisasi, ekskul, dan aktif mengikuti komunitas dan beberapa kali jadi volunteer sehingga ia sering bertemu dan ngobrol dengan orang lain. Hal yang sangat berbeda 180 derajat denganmu.

Ini yang membuat kamu jadi berbeda dengan teman kamu yang gaul itu. Sejak dulu dia membiasakan untuk jago ngomong sedangkan sudah puluhan tahun kamu jadi pribadi yang pendiam dan kuper.

Maka, tak ada perubahan yang instan! Jangan karena kamu HANYA melihat hasilnya—tanpa tahu usaha di balik itu semua, bukan berarti kamu bisa langsung seperti dia, kan? Dia sudah melakukan itu puluhan tahun, sedangkan kamu baru beberapa minggu. 

Karena tak ada perubahan yang instan itulah kamu harus usaha lebih dan pantang menyerah. Karena penyakit banyak orang, mereka akan menyerah begitu perubahan yang dilakukan tak terlihat hasilnya. Kamu hanya usaha yang konsisten hingga benar-benar ada perubahan dalam dirimu.
Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde