Responsive Ad Slot

Asal Usul Nama " Indonesia "

No comments

Wednesday, November 5, 2014


Pemirsa, kayaknya aneh ya jika kita tidak mengetahui arti dan makna dari kata negara kita “Indonesia”. Berikut adalah penjabaran arti dari kata Indonesia :

Asal-usul nama Indonesia

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi(kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatranayang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia“. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische ArchipelIndian Archipelagol’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost IndieEast IndiesIndes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische ArchipelMalay Archipelagol’Archipel Malais).

Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalahNederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo(Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.



Nusantara

Pada tahun 1920, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker ( 1879 – 1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh JLA. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam Bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).

Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyahitu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asliantara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.
Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.



INDONESIA

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia(JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama:Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians“.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:

Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago“.

Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.


Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalamEncyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).



Identitas Politik

Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Moh. Hatta
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:
“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”

Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Pada tahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda menolak mosi ini.
Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlahRepublik Indonesia.
Asal istilah nama Indonesia

Nama ” INDONESIA” muncul pertama kali tahun 1850 yang diciptakan/dipakai oleh James Richard Logan (ahli hukum Skotlandia) Menurutnya dia lebih menyukai isitilah geografis “Indonesia” yang bersinonim dengan “Kepulauan Hindia”.


Pendapatnya merupakan penolakan terhadap istilah “indunesians” dan “Melayunesians” yang digunakan oleh George Samuel Windsoe Earl unJustify Fulltuk menyebut penduduk Kepulauan Malayan.
JR Logan menciptakan istilah baru ” Indonesia” untuk menyebut penghuni wilayah gugusan nusantara dan membaginya menjadi 4 wilayah geografis : 1. Indonesia Barat terdiri dari Sumatera, semenanjung Melayu, Kalimantan, Jawa dan pulau-pulau antara. 2. Indonesia Timur Laut terdiri dari Formosa hingga gugusan Kepulauan Sulu dan Mindanao di Philipina hingga Kepulauan Visaya. 3. Indonesia barat daya terdiri dari Pantai timur Kalimantan hingga Papua Nugini termasuk gugusan kepulauan di papua barat, Kai dan Aru. dan 4. Indonesai Selatan terdiri dari gugusan kepulauan selatan trans-Jawa, anatara Jawa – Papua Nugini atau dari Bali hingga gugusan Kepulauan Timor.

Loga adalah orang yang pertama mengenalkan nama “Indonesia”, kemudian Adolf Bastian guru besar Etnologi Universitas Berlin yang mempopulerkannya di dunia akademis selama kurun waktu 1884-1894. Nama Indonesia sudah dikenal sebagai istilah budaya dan geografis, karena secara politis wilayah ini dikuasai Belanda dengan sebutan Nederlandsch-Indie )Hindia Belanda).

Ki Hajar Dewantara
Makna politis terminologi Indonesia baru tumbuh setelah abad ke-20, setelah Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) memakainya melalui pendirian biro pers Indonesische Per-bureu saat diasingkan ke negeri Belanda tahun 1913. Th 1922 atas prakarsa Mohammad Hatta mengubah nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia yang merupakan organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Belanda yang didirikan tahun 1908.

Era ini merupakan penguatan gerakan pemakian nama “INDONESIA” sebagai penggagti istilah “Hindia belanda” oleh kalangan pemuda dan mahasiswa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan. Hal ini juga dibarengi adanya perubahan nama majalah milik Perhimpoenan Indonesia yauti Hindia Belanda menjadi “Indonesia Merdeka ” Sementara itu di tanah air, pergerakan memakai nama “Indonesia” dimulau th 1942 oleh dr.Soetomo pendiri Indonesische Studie Club. Setahun kemudian, Jong Islamieten Bond membentuk Kepanduan National Indonesische Padvinderi (NATIPIJ).

Nama “Indonesia” sebagai suatu negara dan bangsa baru muncul saat Soekarno – Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia tgl 17 Agustus 1945. Kini Indonesia memasuki usianya yang ke-63 usia yang tidak muda lagi, apakah sudah terwujud cita-cita para pendiri negeri ini ?

Sekian sekilas tentang paparan sejarah bangsa indonesia semoga kita tetap tergugah untuk melestarikan nilai-nilai sejarah dan asal-usul diri kita sebagai bangsa yang besar dan bisa memberikan efek positif terhadap motivasi diri para generasi kita kelak untuk tetap menjaga nilai-nila luhur bangsa ini.



***** Diambil dari berbagai sumber.

Asal Muasal Sejarah Bakso, Berasal dari Kisah Anak yang Berbakti

No comments

Tuesday, November 4, 2014

Pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhou, ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil.

Dia berkepribadian baik dan berbakti kepada orang tuanya. Bakti Meng Bo pada ibunya sangat diketahui oleh para tetangga. Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak keras. Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging.

Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi. Sepanjang malam duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi. Melihat hal itu, timbul idenya. Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya dalam membuat kue mochi.

 Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat.
Meng Bo menyajikan bakso itu kepada ibunya.

Sang ibu merasa gembira karena tidak hanya baksonya yang lezat, tapi juga mudah untuk dimakan. Meng Bo sangat senang melihat ibunya dapat makan daging lagi.

Kisah berbaktinya Meng Bo pada ibunya beserta resep baksonya, cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan untuk belajar membuat bakso lezat pada Meng Bo.

Inilah salah satu kisah berbakti kepada orang tua yang ceritanya bukan hanya melegenda tapi juga karya nya..


Video Polwan Nyanyi “Sakitnya Tuh di Sini” di Youtube Bikin Heboh

No comments
Belakangan ini lagu “Sakitnya Tuh di Sini” yang dinyanyikan oleh penyanyi dangdut bernama Cita Citata memang tengah populer. Seakan tidak mau kalah, sejumlah Polwan yang berdinas di Polda NTB pun ikut membuat video klip lagu tersebut.


Terdapat dua video yang beredar di Youtube, pertama video yang diunggah oleh akun swd ntb dengan judul “SAKITNYA DISINI”. Dalam video berdurasi 6 menit 23 detik ini, terlihat para Polwan dan juga Polisi Pria berjoget ria sambil menyanyikan lagu sakitnya tuh di sini.
Di keterangan video, swd ntb menuliskan bahwa lagu tersebut dinyanyikan untuk mengurangi ketegangan dari para aparat penegak hukum di Polda NTB selama operasi pengamanan pemilu berlangsung.
“Disela-sela kegiatan patroli, para Polwan cantik ini bergoyang dengan piawai mengikuti setiap irama lagu,” tulis swd ntb dalam keterangan video yang diunggah pada 23 Oktober 2014, lalu.
Sementara itu, dalam video “Sakitnya Tuh di Sini Polwan Polda NTB” yang diunggah Alya Putri, jumlah viewers-nya jauh lebih banyak. Meskipun demikian, video yang diunggah Alya ini diambil versi pendeknya, yakni 3 menit 21 detik.
Melihat video Polwan tersebut, beberapa ada yang memujinya. “Kalau Polwan seperti gini yang tilang gw… Ga berani gw suap… tilang aja bu…,” tulis akun Youtube bernama Xendra Fernandz, 1 minggu yang lalu.
Meskipun demikian, ada juga yang tidak setuju dengan video tersebut.

“Owh pantesan sekarang kalo diliat yang mengatasi kemacetan di jalan-jalan dan perempatan malah anggota masyarakat umum, ternyata Polisinya lagi pada sibuk syuting ya… hemmm gpp sih di Gaji inih… kerja gag kerja kan dapet bayaran, sekalian berbagi kerjaan ama mereka yang nganggur, bisa jadi ‘Wakil’ polisi dijalanan,” tulis Bayu Nur Aji Ekowisata.
Berikut Videonya :

Theresia , Pramugari Cantik Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia

No comments

Presiden Joko Widodo menggunakan pesawat kepresidenan untuk pertama kalinya saat kunjungan ke pengungsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Namun selain kunjungan itu yang bikin heboh, foto-foto para pramugarinya pun mengguncang dunia maya. Entah siapa yang memulai, namun saat ini beredar luas foto-foto Theresia Mariana Susanti, salah seorang pramugari TNI AU yang bertugas di pesawat kepresidenan.

Foto-foto wajahnya yang ayu begitu cepat menyebar. Gambar itu berasal dari akun facebook Theresia yang memang bisa diakses terbuka. Di akun tersebut, Theresia mencantumkan profil bekerja di TNI AU. Dia juga diketahui berasal dari Denpasar, Bali. Ada sejumlah pose yang memperkuat bahwa Theresia adalah seorang pramugari di pesawat kepresidenan.

5 Rahasia Cantik Wanita Thailand

No comments
Perempuan memang tidak akan pernah habis mencari tahu hal apa saja yang bisa membuat dirinya cantik. Nah, jika kamu juga masih mencari-cari rahasia yang tepat untuk tubuh dan kulitmu, coba deh coba rahasia cantik ala perempuan Thailand berikut ini.

Tamarind

Tamarind atau asam Jawa merupakan bahan rempah yang biasa digunakan oleh perempuan Thailand untuk mempercantik kulit mereka. Selain putih dan mulus, kulitmu juga akan lebih bersih dan lembut jika menggunakan asam Jawa sebagai bahan lulur. Gunakan asam Jawa yang sudah dilumatkan, lalu jadikan lulur pada kulitmu, dan diamkan selema beberapa menit. Bilas dengan air hangat, dan rasakan kelembutan kulitmu!

Minyak Kelapa

Ternyata, perempuan Thailand memiliki rahasia cantik dengan menggunakan minyak kelapa. Oleskan minyak kelapa alami pada kulit yang ingin diputihkan atau dilembutkan, lalu diamkan sejenak dan bilaslah dengan menggunakan air dingin. Lakukan kebiasaan ini setiap seminggu sekali.

Kunyit

Bahan lain yang bisa membuatmu cantik adalah kunyit. Sama seperti kebiasaan tradisional perempuan Indonesia, perempuan Thailand juga mempergunakan kunyit untuk membuat kulit terlihat bercahaya. Caranya adalah dengan menggosokkan kunyit ke bagian pipi dan dagu selama 3 sampai 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.

Pepaya

Menggunakan masker pepaya untuk kulit wajah bisa memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh kulit sehingga kulit akan terlihat lebih bercahaya dan berseri-seri. Gunakan masker ini seminggu sekali atau minumlah jus pepaya untuk mendapatkan hasil maksimal dari dalam tubuh.

Jamu Thailand

Nah, jika Indonesia punya jamu khas, Thailand juga punya minuman khusus untuk perempuan. Mau tahu minuman khas ini apa? Minumannya adalah teh yang biasa diminum di pagi hari sebelum beraktivitas. Selain itu, kaum perempuan Thailand juga senantiasa menjaga kesehatan tubuh dan kulit dengan menghindari makanan cepat saji.

Dari kelima rahasia cantik ala perempuan Thailand di atas, mana yang lebih cocok denganmu Gladis? Jangan lupa untuk tetap melakukan pola hidup sehat ya!

7 Ciuman yang Bisa Bikin Pasanganmu Senang

No comments
Berciuman merupakan salah satu hal yang biasa dilakukan karena dua hal, yaitu karena cinta dan karena nafsu semata. Nah, untuk membuat si dia semakin senang dan makin mencintaimu, coba deh untuk lakukan ciuman seperti ini.

Angel Kiss

Ciuman jenis ini harus dilakukan dengan mendaratkan bibirmu ke pelipis sehingga ciuman ini terkesan sangat penuh kasih sayang. Nah, jika kamu dan pasangan dalam kondisi yang kurang baik, cobalah untuk mencium pasangan dengan jenis ciuman ini sehingga suasana pun jadi hangat kembali.


Cheek Kiss


Sesuai dengan namanya, ciuman ini didaratkan ke pipi sang kekasih. Meskipun terkesan biasa saja, namun ciuman ini sebenarnya memberikan kesan yang lembut apalagi jika ditambah dengan bisikan kata sayang dan cinta.


Butterfly Kiss


Ciuman yang satu ini biasanya digunakan sebagai cara mencium yang ‘malu-malu’ sehingga pasangan menjadi lebih gereget dan tertantang. Jangan lupa untuk memandang matanya dengan malu-malu sebelum akhirnya beralih ke jenis ciuman lainnya.

Candy Kiss


Jenis ciuman yang satu ini tegrolong ke dalam ciuman yang menggoda sehingga membuat hubungan terasa lebih menyenangkan. Gunakan sebatang permen untuk kemudian bermain dengan pasanganmu. Permainan tangkap permen pun akan semakin seru bukan?

Romantic Kiss


Nah, ciuman romantis ini biasanya dilakukan selagi suasana sedang sangat romantis dan penuh kasih sayang. Tapi, jangan berpikir kalau ciuman ini ada di bibir ya Gladis karena ciuman romantis yang sebenarnya didaratkan di kening dengan perasaan penuh kasih sayang.

Neck Kiss


Ciuman yang didaratkan ke leher pasangan ini akan membuat pasangan merasa seksi, bergairah, dan terkesan sensual. Lakukan ciuman ini untuk memperoleh suasana yang seksi sebelum akhirnya berlanjut pada ‘aktivitas’ lainnya ya!

Foot Kiss


Mungkin kamu akan merasa aneh ketika mendengar jenis ciuman yang satu ini. tapi, percayalah kalau ciuman yang satu ini akan sangat membuat pasangan menjadi ‘panas’ dan bergairah. Ciuman ini merupakan ciuman antara kasih sayang dan gairah yang bersatu.

Dari ketujuh jenis ciuman ini, mana yang mau kamu coba lebih dulu?

Dilarang 'Pecicilan' di Jalan Raya, Kalau Belum Semahir Ini

No comments

Maraknya motorsport yang masuk tanah air, sedikit banyaknya berdampak bagi para pengemudi dan pengendara motor yang ingin 'naik kelas'. nah, yang perlu digaris bawahi adalah tentang skill dan cara berkendara di jalanan yang memang perlu tata krama. Jarang nih para pengendara motor yang menyadari hal ini. Nah, video ini salah satunya mengedukasi tentang ketrampilan berkendara motorsport, simak deh bro-sis..

Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde