Responsive Ad Slot

Merancang Vagina Impian Wanita

No comments

Monday, October 27, 2014

Harriet, perempuan muda yang pernah menjalani operasi labiaplasty bercerita mengapa perempuan begitu putus asa mencari vagina desainer

"Umur saya masih 15 tahun saat pertama kali merasa tidak bahagia dengan yang tampak 'di bawah sana'. Lalu, ketika mulai aktif secara seksual, saya lebih sadar terhadap bentuk organ intim saya,” kata perempuan tersebut.

“Tahun berlalu, saya tersiksa atas hal tersebut. Hubungan asmara saya berantakan.”

Harriet kini berusia 24 tahun. Dia sekarang memiliki hubungan serius dengan kekasihnya. Dia bekerja sebagai desainer grafis di Irlandia Utara. Bertahun-tahun, Harriet membenci rupa organ genitalnya.

Awal tahun ini dia akhirnya mengambil tindakan untuk menjalani labiaplasty. Ini adalah prosedur memperpendek atau merapikan labia, bibir yang terletak di pembukaan vagina. 

Operasi vagina desainer, seperti yang sering disebut orang, menjadi makin umum di Inggris. Angka yang dikeluarkan oleh National Health Service (NHS) menunjukkan prosedur pengurangan labial naik lima kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Sebanyak 2.000 operasi dilakukan pada 2010.

NHS atau Badan Penjamin Kesehatan di Inggris hanya mau melakukan operasi di mana ada ketidaknormalan jelas atau yang melibatkan rasa sakit dan tidak nyaman.  Angka dari sektor swasta lebih sulit didapat. Namun, banyak klinik kosmetik melaporkan lonjakan minat para perempuan muda. Salah satu klinik mengatakan ada sekitar 1.200 permintaan labiaplasty empat tahun belakangan. 

Pornografi pencetus labiaplasty

Meningkatnya operasi labiaplasty dikaitkan dengan banyaknya pornografi dan representasi tidak realistis tubuh perempuan. Royal College of Obstetricians and Gynaecolgist (RCOG) mengeluarkan laporan tersebut.

RCOG menyebut gambar organ genital perempuan yang telah dimodifikasi dalam gambar porno mengubah persepsi perempuan tentang vagina normal. Mereka semakin cemas atas bentuk alat kelamin sendiri. 

"Ada beberapa pengaruh karena efek pascalabiaplasty sangat mirip dengan vulva bintang porno," kata Lih-Mei Liao, psikiater di Universitas College Hospital London yang turut menulis laporan tersebut.

Ketakutan terbesar Harriet adalah rumor jahat yang disebarkan oleh pasangan seksualnya melalui media sosial. Perempuan itu khawatir diintimidasi oleh perempuan lain.

"Saya berpikir itu bisa saja saya, dan jika rumor tentang saya menyebar seperti itu, lebih baik saya mati saja," kata Harriet.

Dia meminta bantuan finansial dari orangtuanya untuk operasi. Termasuk biaya penerbangan total ke London, serta akomodasi 4 ribu poundsterling atau sekitar Rp 77 juta.

Seminggu setelah operasi dia kembali bekerja. Lima bulan setelahnya, Harriet mengaku telah membuat perubahan besar pada harga dirinya.

"Saya jauh lebih percaya diri," katanya. "Ada perbedaan fisik yang besar. Saya merasa beban berat di bahu seperti diangkat."

Angelina Kavouni, dokter ahli bedah kosmetik yang melakukan prosedur pada Harriet mengatakan, "Pernyataan pembuka saya pada para perempuan muda adalah, 'saya ingin Anda tahu bahwa kalian normal, dan tidak ada yang salah dengan Anda'," kata Angelina. "Mereka harus punya sikap yang benar tentang hal itu."

Jenny, 33, seorang tenaga pemasaran profesional dari Surrey, merasa terganggu dengan labianya sejak remaja.

"Saya menemui dokter, bertanya apakah normal. Dia mengatakan labia saya lebih besar daripada perempuan pada umumnya, tapi masih didefinisikan sebagai normal," ucapnya.

Meski begitu, hal itu tetap menghantui Jenny, terutama kehidupan seksualnya. Sebetulnya dia ingin berhenti merasa paranoid. Dia cemas jika mitra seksualnya menghakimi dia.

"Saya pikir pornografi punya peran. Saya menyadari mungkin mereka melihat bentuk vagina dari pornografi, dan mempunyai pandangan vagina yang sempurna dari sana." 

Itu sebabnya, dia melakukan prosedur pribadi pada awal tahun ini dengan biaya 3.800 poundsterling atau sekitar Rp 73 juta. "Saya belum berhubungan dengan siapa pun sejak itu, tapi saya merasa jauh lebih percaya diri," katanya.

Meskipun dia harus mengeluarkan uang sangat banyak, tapi Jenny tidak menyesalinya. Lih-Mei Liao berpendapat, perempuan yang melakukan operasi harus sadar akan risikonya. Termasuk kemungkinan kurangnya kepekaan di daerah tersebut.

Perempuan harus diberi informasi akurat tentang alat kelamin normal seperti apa. Penelitian tentang efek prosedur tersebut belum pula rampung. Semuanya berdasarkan klaim yang belum tervalidasi secara ilmiah. 

Perempuan yang melakukan operasi tersebut berhadapan dengan banyak risiko, karena alat genital yang masih bertumbuh. Prosedur labiaplasty tidak boleh dilakukan pada perempuan yang lebih muda dari 18 tahun. Kecuali, hal tersebut benar-benar diperlukan. 

"Ada risiko psikologis saat mereka merasa tidak puas. Itu perasaan alami atas ketidakpuasan bentuk tubuh. Tidak akan berhenti begitu saja."


Fakta tentang labiaplasty

- Labiaplasty adalah prosedur memperpendek atau membentuk kembali bibir dalam pada pembukaan vagina (labia minora) meskipun kadang bibir luar vagina (labia majora) berkurang.

-Prosedur ini dilakukan dengan anestesi umum, jaringan yang tidak diinginkan dipotong dengan pisau bedah atau laser, dan ujung-ujungnya dijahit. 

- Prosedurnya memakan waktu 1-2 jam, dengan waktu pemulihan berkisar antara tiga hari sampai beberapa minggu. Biayanya adalah sekitar 3.200 - 3.500 poundsterling atau sekitar Rp 61 juta - Rp 67 juta.

- Risiko jangka pendek meliputi pendarahan, infeksi, dan jaringan parut. Ada risiko aktivitas seks menjadi menyakitkan setelah operasi, dan berkurangnya sensitivitas pada vagina.

- Bedah Kosmetik Genital Perempuan mencakup prosedur: peremajaan vagina, di mana jaringan vagina diperkuat, dan hymenoplasty, di mana selaput dara dipulihkan. 

- Labiaplasty adalah perawatan bedah kosmetik dengan persetujuan penuh pasien. Ini bukan bentuk mutilasi pada kelamin perempuan (Female Genital Mutilation atau FGM), yang mengubah dengan dengan sengaja atau menyebabkan cedera pada organ genital perempuan untuk alasan nonmedis. Di Inggris dan sejumlah negara lain FGM dianggap ilegal.

BAZAAR FASHION FESTIVAL : Interpretasi Keanggunan Modern Perempuan Jawa

No comments
Kejayaan batik keraton Solo dan Yogyakarta kembali diangkat lewat karya-karya Barli Asmara. Tangan dingin Barli mengolah kain tafetta, satin, beludru, dan tulle menjadi aneka gaun bernuansa Jawa.

"Show kali ini mengambil tema Royal Javanese. Inspirasinya dari sosok perempuan bangsawan Jawa yang anggun," kata Barli di Jakarta Convention Center, Kamis (23/10).

Dalam show tunggalnya ini, Barli membuat gaun-gaun Jawa modern yang diadaptasi dari busana tradisional masyarakat Jawa Tengah. Gaun-gaun bersiluet kemben, kebaya kutu baru, bustier dan gaun-gaun body contour.

"Di sesi terakhir ada juga baju yang dibuat mirip baju dodot, tapi saya kembangkan lagi dengan menggunakan rangka akrilik sehingga terlihat lebih modern," ujarnya.

Kebaya dengan bef atau kutu baru yang terkesan jadul, diolah lebih modern dengan menambah detail embroidery pada beberapa bagiannya.

Sentuhan Jawa modern juga terlihat ketika Barli menampilkan paduan kebaya kutu baru dengan rok panjang hitam dengan fringe. Ia juga memadukan kebaya kutu baru dengan rok transparan dengan rangka berbentuk kotak-kotak dari akrilik. "Garis kotak-kotak ini saya ambil dari gaya kain batik," ujarnya.

Gaun bergaya kemben bermotif kawung dengan detail ekor panjang berdraperi yang dililit dengan belt beronamen ukiran khas Jawa pun mencuri perhatian.

Barli juga menghadirkan signature style-nya dalam koleksi kali ini. Gaun-gaun cocktail body contour berwarna emas dengan tambahan fringe yang menutupi gaun. "Ini memang ciri khas saya, fringe itu Barli," katanya.

Meski fringe jadi ciri khasnya, namun ia mengaku kalau kehadiran detail fringe ini bukan asal buat. Detail menyerupai benang yang berjumbai ini dikatakan Barli diadaptasi dari sarung keris yang juga memiliki benang berjumbai layaknya fringe.

Selain fringe, ia juga menghadirkan beragam detail untuk mempercantik busananya, misalnya ruffle, payet, sequin, dan draperi.

Dalam satu show, Barli menampilkan 48 gaun yang kesemuanya didominasi dalam palet warna hitam dan emas. Warna hitam dan emas ini melambangkan keagungan dan kebangsawanan.

Sebagai pelengkapnya, Barli menambahkan aksesori berupa choker dengan liontin akrilik besar di leher. Besarnya liontin ini membuat para model dagu para model sedikit terangkat.

Kata Barli, ini sebagai lambang wibawa perempuan bangsawan. Aneka aksesori gelang di lengan sampai sepatu ukir dengan detail bunga-bunga di bagian hak-nya ini dibuat khusus oleh Barli.

"Jawa itu terkenal dari ukirannya, makanya saya buat aksesorinya juga yang senada. Termasuk choker, belt dan gelang lengannya,"

Batik print dan laser cut
Untuk menggambarkan keanggunan perempuan Jawa, Barli menghadirkan siluet gaun yang terbuat didominasi dengan batik bermotif kawung dan truntum.

Barli mengatakan, dari sekian banyak motif batik di Indonesia, truntum dan kawung dianggap yang paling menggambarkan keanggunan perempuan Indonesia.

Namun, motif-motif ini tidak dibatik langsung di atas kain, seperti batik tulis. Kain bermotif kawung dan truntum ini dibuat dengan teknik digital print dan laser cut. Dalam pembuatannya, batik laser cut ini dibuat dengan cara melubangi kain dengan menggunakan laser dengan bentuk kawung.

"Trial dan error untuk pembuatan batik laser cut ini sampai tiga kali baru akhirnya ketemu laser cut yang pas," katanya.

Untuk membuat baju dan mengkreasikan kain batik ini, Barli mengaku harus melakukan riset sebelum membuatnya. "Saya mulai risetnya sebelum Lebaran," katanya. "Di sana saya main ke Keraton, Museum, Candi yang ada di Solo dan Yogya," ucapnya.

Cerita Seru para Ayah Hadapi Kehamilan Pertama Istri

No comments
Segala sesuatu yang pertama kali pasti menyimpan cerita unik tersendiri. Begitu pula dengan para suami yang pertama kali menghadapi kehamilan istri. Kita simak cerita seru mereka, yuk! 




Menghadapi Keinginan “Aneh” Istri

Trimester pertama kehamilan, ibu identik dengan perubahan emosi. Hal ini cukup membuat para calon ayah baru menjadi kaget. “Awal-awal hamil, istri jadi sensitif sekali. Moody luar biasa. Apalagi, saya dan istri tinggal berjauhan karena pekerjaan. Jadinya, hanya bisa menenangkan dia lewat telepon saja. Uniknya, dia juga jadi suka melakukan kebiasaan saya yang tadinya sangat ia nggak suka. Saya itu suka mengendus-endus apapun, tadinya dia risih dengan kebiasaan itu. Tapi saat hamil, dia malah sering endus-endus apapun yang di dekatnya,” ujar Agus Magany (32) saat berbincang dengan Fimela Family.

Begitu pula yang dirasakan oleh Sigit Wisnu, suami dari Felicia Omega (25) saat menghadapi kehamilan pertama istri. “Sebagai suami, kita harus ekstra sabar. Ibu hamil biasanya jadi lebih sensitif dan moody. Tapi sebagai calon ayah, kita mesti siap dan dapat diandalkan apapun kondisinya, dan bikin dia senyaman mungkin. Terutama saat menuruti “perintah sakti” alias ngidam,” kelakarnya.

Berbicara tentang ngidam, para ayah ini punya cerita unik saat menuruti keingan “ajaib” Sang Istri.  “Bulan kedua kehamilan, istri saya mulai ngidam. Dia jadi suka segala makanan yang saya suka, yang tadinya dia nggak suka. Telur dadar, kerupuk, kecap, atau mi instan dengan nasi, dia jadi suka semua itu. Dulu dia nggak suka pepaya, sejak hamil jadi suka. Dia juga jadi suka mencari makanan kesukaannya waktu jaman dulu. Pernah suatu kali ia sangat ingin makan sushi, akhirnya istri saya datang ke Jakarta selama seminggu dan makan sushi setiap hari,” cerita Agus seraya tertawa.

 Sigit juga merasakan hal yang sama uniknya dengan Agus. “Kita harus siaga karena kita nggak akan tahu kapan istri minta apa, kapan mintanya, dan di mana mencarinya. Bagian itu menurut saya sangat seru! Pernah waktu itu malam-malam dia terbangun dan bilang mau minuman botol dingin. Pas lihat jam, ternyata sudah pukul setengah tiga pagi. Dia nggak mau diganti minuman lain seperti es teh. Akhirnya, saya ke luar dan mencari toko 24 jam. Semenjak itu, saya langsung stok makanan dan minuman yang aneh-aneh untuk jaga-jaga kalau dia minta yang aneh-aneh. Tapi selama ini keinginannya masih manageable, sih. Seaneh-anehnya dia ngidam, saya masih bisa cari walaupun mungkin tempatnya jauh seperti waktu itu dia sempat ingin ketan susu,” papar Sigit dengan seru.


Selalu Jaga dan Manjakan Istri

Saat istri hamil, tentu ia ingin lebih diperhatikan. Hal ini dilakukan oleh penyanyi Judika, yang baru saja dikaruniai seorang anak perempuan. Saat istrinya, Duma Riris, hamil, Judika mengaku jadi lebih sering mengontrol keadaan pasangan hidupnya itu. “Saya jadi lebih sering memantau keadaan dia saat hamil. Tiap jam saya selalu telepon bertanya apakah ia sudah makan atau belum. Soalnya di awal kehamilan, Duma sempat susah makan. Dia juga jadi senang dekat-dekat dengan saya, paling dia menjauh kalau saya sedang banyak keringat. Katanya saya bau,” cerita Judika.

“Ibu hamil itu sering capek, jadi istri saya sering minta dipijat kakinya atau sekadar dielus-elus punggungnya. Walaupun mungkin kita juga capek karena habis kerja atau main futsal, tapi tetap kita harus siaga. Saya juga selalu siap jadi sopir pribadinya, siap antar ke mana saja dia mau. Di momen kehamilan ini, dia jadi lebih mellow, inginnya dekat-dekat dengan saya terus, pengin merasakan pacaran lagi, dan lainnya. Jadi terkadang kita ke tempat-tempat yang dulu suka kita datangi saat waktu pacaran. Walau kadang-kadang waktunya suka kurang pas, tapi tetap harus siaga demi istri,” cerita Sigit.

Ia juga bercerita kalau ia selalu berusaha membantu Sang Istri dalam pekerjaan rumah. “Karena dia sudah nggak selincah sebelum hamil, jadi saya berbagi tugas dengan istri. Misalnya saat habis makan, saya bantu dia mencucui piring. Mungkin bagi sebagian orang, itu adalah hal yang sangat simple tapi ini sangat membantu bagi istri yang sudah mulai susah gerak. Dengan begitu, saya juga jadi bisa menjaga kondisi kesehatannya dan calon anak di dalam perut,” kata lelaki yang bekerja sebagai karyawan swasta ini.

 Persiapkan Diri Jadi Ayah

Selain menjaga dan memanjakan istri, para suami ini juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi calon ayah. “Sebelum istri melahirkan, saya sudah mencari calon nama untuk anak. Biasanya sih, saya browsing di internet,” kata Judika.

Persiapan jadi ayah ini juga jadi proses yang sangat menyenangkan untuk Agus, “Saat kehamilan istri sudah menginjak 4 bulan, Si Kecil sudah bisa diajak ngobrol. Kalau saya sedang bertemu istri, saya ajak dia ngobrol. Kalau sedang jauh dengan istri, saya biasanya telepon dia. Nanti Si Baby menendang-nendang perut ibunya seolah tahu kalau ayah menelepon,” cerita Agus. Ia juga bercerita kalau sekarang sudah mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan untuk Si Kecil.

“Saya dan istri sudah mulai membeli baju bayi dan perlengkapannya. Desember nanti mau menyiapkan kamar buat Si Kecil. Terus, nanti juga mau pasang stiker untuk wallpaper. Saya juga bekerja lebih giat lagi biar bisa menyenangkan anak saat dia sudah lahir nanti,” kata Agus.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Sigit, ia mengaku untuk menyambut kelahiran Si Kecil, dirinya belajar menjadi ayah yang baik. “Saya jadi rajin cari info yang ada kaitannya dengan kehamilan dan proses persalinan sejak jauh-jauh hari. Mungkin para ibu nggak mengetahui hal ini, tapi kami para ayah sangat menikmati proses-proses belajar itu, lho,” cerita Sigit. Suami yang satu ini juga sudah membeli perlengkapan untuk Si Calon Bayi. Ternyata, ia menikmati saat-saat tersebut dan terkadang malah lebih semangat dibanding Sang Istri saat belanja. Tak hanya itu, Sigit juga sudah mulai mencari nama untuk anaknya. “Karena cucu pertama, jadi agak perlu effort yang ekstra untuk menggabungkan keinginan keluarga seperti kakek, nenek, dan saudara-saudaranya,” tutup lelaki yang mengaku sangat menikmati proses menjadi calon ayah ini. Itulah cerita-cerita seru dari para ayah yang baru pertama kali menghadapi kehamilan istri. Bagaimana denganmu?

Inilah Pelukan Mantan di Hari Pernikahan Yang Bikin Heboh di Sosial Media

No comments

Saturday, October 25, 2014


Umumnya, mantan kekasih malas hadir dalam pesta pernikahan orang yang dulu pernah hadir dalam hati mereka. Bayangan akan kenangan lama, atau sisa perasaan yang masih ada akan membuat rasa sesak di dada dapat muncul kapan saja.

Namun, tidak sama halnya dengan Risna. Meskipun dirinya belum move on dari mantan kekasihnya, dirinya tetap tabah datang ke acara pernikahan Rais, sosok yang masih tersimpan dalam hatinya.
Saat harus bersalaman memberi selamat pada Rais, rupanya pertahanan Risna goyah. Wanita ini tak kuasa melawan perasaannya dan langsung mendekap erat rais yang berdiri di samping mempelai wanitanya. Risna pun menangis dalam pelukan mantan kekasihnya itu. Entah apa yang ada dalam pikiran sang mempelai wanita yang hanya bisa melihat suaminya dipeluk mantan.


Ternyata Risna dan Rais sebelumnya sudah berpacaran selama tujuh tahun sejak 2005 lalu. Bahkan kabarnya, Rais sudah pernah melamar Risna, namun malang lamaran itu ditolak oleh keluarga Risna, Terhalang oleh restu, kisah cinta mereka akhirnya kandas di tengah jalan. Rais akhirnya menemukan tambatan hati baru dan memutuskan untuk menikah.

"Jodoh di tangan Tuhan, bukan manusia yang menentukan," ungkap keluarga Rais, seperti dilansir media.
Foto pelukan fenomenal mereka pun dengan cepat menyebar di berbagai media sosial. Karena tergolong unik, kisah mereka banyak sekali diperbincangkan.

Sebenarnya sah-sah saja datang ke pernikahan mantan. Namun, hal ini sebaiknya dilakukan jika Anda telah benar-benar move on agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebaiknya datang dengan pasangan atau teman agar Anda merasa lebih nyaman.
Bagaimana menurut Anda pemirsa ? Perlukah datang ke pesta pernikahan mantan?
-----> image 300x250 campuran

SAWAN MANTEN (Bagian 4) : Cek Cok Hingga Kecelakaan Maut

No comments

Friday, October 24, 2014

2. Pertengkaran yang mengarah pada putusnya hubungan kekasih
Boleh jadi beberapa orang mengetahui atau bahkan pernah mengalami fenomena sawan manten jenis ini. Tetapi, hampir sebagian besar orang tidak menyadarinya. Akibatnya, banyak terjadi putusnya hubungan kekasih, bahkan pada saat kedua calon pengantin sedang mempersiapkan pernikahannya. Sebagai contoh, coba anda perhatikan kisah para selebritis dunia hiburan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang secara sepihak maupun bersama-sama sepakat memutuskan hubungan cintanya pada hari-hari terakhir menjelang pernikahannya.

Atau, bila anda merupakan jenis manusia yang tidak menyukai dunia entertainment, maka coba perhatikan fenomena sawan manten yang berupa pertengkaran sepasang calon pengantin disekitar anda. Boleh jadi hal seperti itu terjadi pada tetangga depan rumah, belakang rumah, samping rumah dan sebagainya. Tetapi hal ini bukan berarti penulis menganjurkan pembaca buku ini untuk memiliki kecenderungan ingin tahu aib atau keburukan tetangga sekitar. Sama sekali tidak!

Mengamati fenomena sawan manten, berupa pertengkaran antara kedua calon pengantin, sangat bermanfaat bila kita memandangnya sebagai studi kasus yang dapat diambil manfaatnya baik bagi diri kita sendiri, bagi kedua calon pengantin (bila kita bersedia mengingatkan keduanya), bagi kedua keluarga calon besan, maupun bagi semua orang. Paling tidak, harus ada pihak yang mengingatkan pada kedua calon pengantin atau keluarganya bahwa mereka sedang menjadi incaran kekuatan-kekuatan internal dan eksternal yang berusaha menggagalkan hajadnya.

Selain menimbulkan kejadian yang dapat dianggap memalukan dan dapat mengarah pada putusnya hubungan kekasih, pertengkaran yang terjadi antara sepasang calon pengantin menjelang pernikahan tidak jarang juga mengakibatkan kematian salah satu atau kedua calon pengantin tersebut. Kisah-kisah asmara dibalik tindak kriminal pembunuhan seorang laki-laki terhadap kekasihnya sangat sering kita temui baik di media cetak maupun elektronik.

3. Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan keluarga calon pengantin 

Kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang sangat lumrah terjadi. Tetapi, kecelakaan yang melibatkan calon pengantin dan atau rombongan pengiring pengantin merupakan kasus yang sangat menarik perhatian dan hal itu sangat sering terjadi. Agak mengherankan bila kita memperhatikan bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas dalam kaitannya dengan sawan manten justru mengambil korban jiwa pengiring pengantin, bukan calon pengantin itu sendiri. Hanya ada beberapa kasus dimana salah satu atau kedua calon pengantin termasuk menjadi korban jiwa dari suatu kecelakaan.

Kebanyakan orang akan menganggap bahwa kecelakaan lalu lintas adalah hal yang biasa, termasuk juga kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rombongan pengantin. Berbagai alasan dikemukakan orang menyangkut sebuah kecelakaan lalu lintas. Mulai dari jalanan licin karena hujan, sopir kendaraan yang tidak menguasai jalan, sopir kendaraan yang kelewat kencang memacu kendaraannya, hingga alasan kendaraan yang kelebihan muatan penumpang.

Tapi toh, alasan-alasan itu tidak dapat menjelaskan mengapa sangat sering kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rombongan pengantin, mengapa bukan rombongan kampanye pemilu yang bergelantungan di truk-truk terbuka, atau rombongan supporter sepakbola yang berjejal-jejal memenuhi kendaraan terbuka. (Bersambung)

Sawan Manten ( Bagian 3 ) : Pengantin Luar Jawa Bisa Saja Kena

No comments
Apakah Sawan Manten Itu ?
 Menurut pakar bahasa Jawa, secara etimologis sawan berarti suatu penyakit ringan yang biasanya menimpa anak kecil. Seorang anak kecil yang terkena sawan akan bersikap rewel dan menangis terus-menerus. Biasanya, untuk menghilangkan sawan para orang tua melakukan usaha batin dengan doa tertentu yang biasa disebut suwuk. Tetapi secara praktis, istilah sawan juga sering digunakan masyarakat Jawa untuk menggambarkan naas atau kesialan yang menempel pada diri seseorang. Dengan pengertian praktis seperti itu, maka seringkali para orang tua di Jawa memperkenalkan istilah-istilah seperti sawan layon (sawan orang meninggal), sawan dalan (sawan jalan), sawan kuburan, sawan lelungan (sawan bepergian), dan sebagainya.

Sebagai sebuah fenomena yang terjadi dalam masyarakat, sawan manten berlaku universal. Artinya, tidak peduli seseorang beretnis Jawa, Sunda, Sumatera atau bahkan berasal dari suku bangsa atau negara lain seperti Cina, Eropa, Amerika maupun Afrika, akan terkena dampak sawan manten ini. Pembaca tentu sudah sering membaca melalui surat kabar atau melihat tayangan televisi bagaimana para selebritis Hollywood membatalkan pernikahannya dengan pasangannya hanya beberapa hari sebelum upacara pernikahan Julia Robert dan Kiefer Sutherland adalah salah satu contohnya.
Peristiwa yang menimpa Julia Robert diatas sejatinya adalah salah satu bentuk sawan manten yang seringkali menimpa pasangan calon pengantin.

Kasus diatas juga membuktikan bahwa sawan manten bersifat universal yang menimpa semua pihak, tak peduli apapun suku bangsanya. Sawan manten dapat mengancam siapa saja yang terlena saat menjelang hari bahagia.

Dapat dikatakan, sawan manten adalah cara masyarakat Jawa untuk menyebut sebuah fenomena kesialan atau naas yang menimpa calon pengantin dan atau keluarga kedua calon pengantin menjelang dan pada saat dilaksanakannya prosesi pernikahan. Boleh jadi, di lain tempat, ada sebutan lain untuk menggambarkan fenomena tersebut. Dengan kata lain, fenomena ini berlaku disembarang tempat dimana ada perhelatan anak keturunan Adam yang berkeinginan membentuk keluarga baru.
Meskipun kejadiannya sangat bervariasi, tetapi pola yang membentuk kejadian itu sama, atau setidaknya memiliki kemiripan satu sama lain. Dibawah ini adalah bentuk-bentuk sawan manten yang seringkali terjadi di tengah masyarakat.

1. Godaan dari lawan jenis pada kedua calon pengantin

Godaan dari lawan jenis pada kedua calon pengantin merupakan jenis sawan manten yang sangat sering terjadi. Biasanya godaan dari lawan jenis mulai terjadi tepat setelah calon pengantin laki-laki secara resmi melamar calon pengantin perempuan. Sejak saat itu mulailah lawan jenis lain seakan mencoba menarik perhatian kedua calon pengantin. Bahkan seseorang yang tadinya ‘jomblo’ lias tidak laku dalam pergaulan antar lawan jenis, menjadi laris manis. Calon pengantin itu sering menjadi pusat perhatian lawan jenis. Seakan semua lawan jenis menyodorkan diri mereka padanya, mencoba menarik perhatiannya dan memikatnya. Ini disebabkan pamor (aura) kedua calon pengantin yang memancar cerah dan menarik perhatian orang lain. Tidak terkecuali jenis.

Bila tidak disadari bahwa semua itu merupakan godaan sawan manten, maka akhir cerita sangat mudah ditebak. Baik salah satu maupun kedua calon penganten akan tergoda untuk meninggalkan pasangan yang sudah melamarnya dan beralih pada lawan jenis lain. Kalau terjadi, tentu saja hal ini sangat berbahaya. Bukan hanya kedua calon pengantin yang akhirnya putus hubungan, tetapi kedua keluarga yang sedianya bakal berbesanan itupun akan patah arang dan putus silaturahimnya.

Mengingat betapa jauh akibat yang ditimbulkan dari sawan manten jenis seperti disebutkan diatas, maka sudah seharusnya anda, khususnya para calon pengantin yang sedang mempersiapkan pernikahan untuk mewaspadai godaan fenomena sawan manten dalam ujud godaan dari lawan jenis setelah melakukan proses melamar. Anda tidak perlu merasa ketakutan secara berlebihan terhadap fenomena itu, tetapi cukup anda waspada dan menanamkan pengertian dalam sanubari bahwa orang pertama yang anda terima lamarannya adalah satu-satunya pihak yang berhak menjadi pendamping hidup anda. Anda tidak bisa seenaknya membatalkan lamaran secara sepihak dan berpaling pada orang lain.

Membatalkan lamaran yang sudah diterima dan berpaling pada pihak lain bukan saja sebuah kejahatan moral yang menyengsarakan, tetapi juga kejahatan kemanusiaan yang kejam. Rasa malu yang diakibatkan pembatalan lamaran tentu tidak akan mudah dilupakan begitu saja. Bahkan boleh jadi peristiwa itu akan membekas hingga akhir hayatnya.(Bersambung)

Siti Numeliya Baskarani: Puteri Muslimah Indonesia Yang Jadi Brand Ambasador Baitul Maal Itqan

No comments


Selama ini, kita mengenal artis sebagai orang yang identik dengan kemewahan dan kehidupan glamour. Hanya beberapa di antara mereka yang hidup dengan kesederhanaan. Namun, hal ini berbeda dengan Siti Numeliya Baskarani, artis pendatang baru sekaligus pemenang kontes Puteri Muslimah Indonesia 2014.

Bagaimana tidak, gadis yang lahir di Jakarta 19 Juni 1994 ini rela meluangkan waktu di wawancara meski sedang sibuk menjadi Puteri Muslimah Indonesia dan syuting sinetron di salah satu stasiun TV swasta nasional. Puteri Muslimah Indonesia yang akrab dipanggil Amel ini memberikan paparan singkat kepada tim media Baitul Maal Itqan.

Kesibukan dan cita-citanya untuk masyarakat Indonesia
Saat ini, Amel sedang sibuk dengan kuliahnya sembari menjalani rutinitas shooting untuk FTV sinema "pintu taubat" di Indosiar. Selain itu, dia juga memiliki cita-cita mulai untuk dunia pendidikan.

"Saya bercita-cita membangun suatu sekolah untuk masyarakat kurang mampu karena mengingat background pendidikan saya sebagai mahasiswi pendidikan, maka saya ingin sekali menjadi guru dan memiliki suatu yayasan atau sekolah," terang Amel saat wawancara di kediamannya Jl. Pinding, Cipedak Jakarta Selatan oleh tim media Baitul Maal Itqan.

 Menjadi brand ambasador Baitul Maal Itqan / BMT ITQAN

Sebagai Putri Muslimah, Amel tentu aktif dan menyukai beragam kegiatan sosial dan keagamaan. Bahkan, menurutnya, BMT ITQAN sangatlah memberi banyak manfaat untuk masyarakat dan melayani masyarakat yang kurang mampu dengan baik, sehingga masyarakat pedesaan pun dapat merasakan fasilitas yang mungkin tidak dapat mereka dapatkan selain dari BMT ITQAN ini.
Pengetahuannya tentang BMT ITQAN membuat dia bersedia bersedia menjadi brand ambassador BMT ITQAN. Sebagai brand ambassador, dia menyerukan kepada kaum muslimin dan muslimah yang mempunyai harta lebih untuk mewaqafkan dan mendonasikan ke Baitul Maal Itqan untuk kepentingan umat.

Karena kalau bukan sekarang kita mulai beramal, kapan lagi?
Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde