Responsive Ad Slot

Yudi Ramdhan, Pegawai PT KAI Yang Terlalu Ganteng!

No comments

Monday, October 13, 2014


Tak ada yang bisa menyembunyikan sosok ganteng. Karena ketika seseorang dikaruniai paras yang menawan, maka di manapun dia berada bakal diburu banyak orang. Bahkan sekalipun dia bekerja di bidang yang jauh dari dunia selebritis, orang yang ganteng bisa mendadak jadi terkenal.
Hal itulah yang dialami oleh Yudi Ramdhan. Pria yang menjadi salah satu pegawai di PT KAI itu dalam sepekan terakhir menjadi pembicaraan media massa. Tak lain karena wajah gantengnya menimbulkan kehebohan dan membuat banyak orang menjadi penasaran.
Dengan segera, wajah Yudi yang dianggap terlalu ganteng sebagai pegawai KAI itu menjadi sosok pria paling dicari para wanita. Penasaran, banyak wanita yang mencari informasi soal Yudi dan seperti apakah dia sejatinya?

1. Mendadak Seleb

Sepekan terakhir ini, nama Yudi Ramdhan mendadak menjadi selebritis di dunia maya kalangan netizens Indonesia. Wajahnya yang ganteng dengan badan yang atletis, membuat sosok Yudi menonjol jika dibandingkan para petugas KRL lainnya di Indonesia.

Bahkan pada Selasa (7/10) lalu, nama Yudi sudah diperbincangkan sebanyak 1.200 kali oleh empat juta akun Twitter. Kehebohan dimulai saat sang pangeran KRL Jakarta ini memposting serangkaian foto dirinya dengan memakai kemeja putih lengan pendek dengan badge bertuliskan namanya serta tulisan commuter line di bagian lainnya.


2. Diburu Banyak Wanita

Tak butuh waktu lama bagi sosok Yudi untuk menjadi orang yang paling diperbincangkan oleh banyak wanita. Bahkan para wanita yang penasaran itu menjadi heboh sendiri. Mulai dari tak percaya apakah sosok Yudi benar-benar petugas di stasiun Juanda, Jakarta Pusat atau hanya seorang selebritis yang sedang syuting FTV.

Bahkan para wanita itu juga ingin segera berkunjung ke stasiun Juanda hanya demi melihat sosok Yudi. Kehebohan itu membuat stasiun Juanda menjadi titik KRL paling ramai yang dikunjungi para wanita.

 3. Pegawai PT KAI 

Menjawab rasa penasaran para wanita yang ingin tahu apakah dia selebritis atau benar-benar petugas PT KAI, Yudi pun menuliskan kebenarannya dalam akun jejaring sosialnya. Dia menyebutkan bahwa kini sedang bekerja di PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) sebagai staff marketing.

Karena pekerjaannya di salah satu BUMN itu, maka mengharuskan Yudi untuk bertemu dengan banyak heran. Dia pun harus rela menjadi sasaran kehebohan para wanita yang ingin berkenalan atau sekedar berfoto dengannya. Bahkan kamu bisa melihatnya berada di stasiun Juanda, dengan wajah gantengnya yang siap membantumu. Sudah ke sana?

4. Terlalu Ganteng

Dari foto-foto yang ada di akun Instagramnya, jelas sekali jika Yudi Ramdhan dianggap jauh lebih sebagai selebritis daripada petugas KRL. Beberapa fans Yudi pun menilai jika dia memang terlalu ganteng menjadi pegawai PT KAI yang harus melayani banyak orang dari satu jalur ke jalur yang lain. Seolah tak peduli dengan tanggapan banyak orang, pria berusia 32 tahun dengan tubuh atletis ini memilih menjalankan pekerjaannya sebagai pegawai PT KAI dengan penuh keikhlasan.


5. Seorang Model


Kalau kamu cukup penasaran bagaimana bisa ada petugas PT KAI seganteng Yudi Ramdhan, maka kamu akan segera menemukan jawabannya. Karena Yudi adalah seorang pria yang pernah menjalani profesi sebagai model. Bahkan kendati kini sudah memiliki pekerjaan tetap, Yudi tetap menjalankan side job sebagai model. Sebagai seorang model, Yudi kini memang lebih sering terlibat dalam beberapa produk layanan masyarakat. Tak heran jika PT KAI menempatkan sosok Yudi yang begitu ganteng ini di bagian marketing stasiun Juanda.

6. Sudah Menikah

Segera setelah sosoknya begitu populer dan membuat banyak wanita histeris, rasa penasaran lainnya adalah mengenai apakah Yudi Ramdhan sudah memiliki kekasih atau tidak. Dan bukan bermaksud menghancurkan hati banyak wanita, rupanya Yudi sudah menikah. Yap, dalam akun Facebooknya, terungkap jika Yudi sudah memiliki istri bernama Adelia yang telah dia nikahi semenjak tahun 2008, enam tahun lalu. Dari pernikahannya itu, Yudi dan Adelia dikaruniai putri cantik bernama Sammara.
Waduh, pada patah hati nggak nih? 



Kimcil Obral Tubuh, Pasang Foto Syur di Facebook

No comments

BAIK di Facebook maupun di forum, umumnya para lelaki hidung belang penikmat dunia seks ini memakai akun dan identitas palsu dalam setiap melakukan interaksi satu sama lain. Meski begitu tak jarang pada satu waktu tertentu, mereka melakukan gathering atau kumpul bersama di dunia nyata.
Yang lebih menarik, para anggota penikmat dunia esek-esek ini ini berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, pegawai kantor kelas menengah biasa, hingga bos-bos yang memiliki jabatan tertentu dengan kondisi ekonomi di atas rata-rata.

Di grup dan forum ini mereka tak akan merasa canggung atau malu untuk menceritakan pengalaman seks mereka satu sama lain. Baik itu pengalaman menyenangkan atau menjengkelkan bersama WP, hingga pengalaman paling privat seperti berapa kali pernah mendapatkan keperawanan wanita atau seberapa muda mereka pernah mengencani seorang wanita.

"Dengan masuk di grup atau forum semacam ini aku jadi lebih punya banyak teman. Selain tentu ilmu tentang dunia perlendiran juga semakin bertambah," kata David seorang mahasiswa PTS di Yogyakarta yang lama bergabung dalam forum penuh hasrat tersebut.
Berbeda dengan grup seks maupun forum yang sekedar menjadi tempat berkumpul bagi para penikmatnya, grup atau web yang khusus menyediakan WP cenderung lebih sulit diakses. Grup ini biasanya dikelola oleh sejumlah admin yang juga bertindak selaku germo atau mami-papi atau sering disingkat GO.

Para GO inilah yang mengkoordinir setiap pemesanan sejumlah WP oleh para penikmat dunia birahi. Meski diakui para GO ini biasanya juga sekaligus merupakan anggota senior, moderator bahkan pemilik forum maupun grup seks para penikmat dunia perlendiran tersebut.

Dari sejumlah akun personal atau grup penyedia WP yang ada di facebook khususnya wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, tak semuanya menampilkan 'dagangannya' secara vulgar seperti halnya dilakukan tersangka Onge yang dibekuk Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY beberapa waktu lalu. Dari penelusuran yang dilakukan, tim media berhasil menemukan salah satu akun grup Facebook yang juga menyediakan gadis-gadis muda pelayan seks bagi para lelaki hidung belang.

Bahkan gadis-gadis yang disediakan di grup ini mayoritas merupakan usia muda atau biasa disebut Kimcil, yakni dengan rentang usia mulai 15 tahun atau SMP, hingga 18 tahun atau SMA dan usia maksimal 19-21 tahun yang berstatus sebagai mahasiswi. Namun grup ini tak seperti akun Facebook milik tersangka Onge yang menampilkan foto gadis-gadis berikut tarif dan pin BlackBerry kepada pengguna Facebook secara umum dan vulgar. Grup ini cenderung lebih rapi dan sangat tertutup, hanya para anggotanya saja yang dapat mengakses informasi mengenai setiap WP yang disediakan, baik itu foto, tarif maupun spesifikasi lainnya.

Tak hanya itu, untuk bisa menjadi anggota grup ini pun diketahui juga sangat sulit. Pengelola grup ini membuat persyataran khusus dengan jenjang tingkatan tertentu kepada setiap pengguna Facebook untuk bisa menjadi anggotanya.

Untuk dapat menjadi anggota grup ini, para lelaki hidung belang sebelumya harus masuk terlebih dahulu di grup yang memang khusus dibuat untuk melihat keseriusan si calon pelanggan. Jika si lelaki hidung belang ini telah dinilai valid, baru ia akan dimasukkan ke grup tersebut.

Seorang lelaki hidung belang akan dinilai valid apabila ia telah terbukti benar-benar pernah 'menyewa' WP hingga beberapa kali yang dibuktikan dengan FR, ataupun dengan memberikan informasi mengenai sejumlah WP yang pernah dikencaniya kepada anggota yang lain. Sementara setelah masuk ke dalam grup, setiap lelaki hidung belang ini juga harus memenuhi persyaratan tertentu, dimana mereka diharuskan 'memakai' salah satu WP yang disediakan dalam setiap periode tertentu.

Jika dalam batas waktu tersebut yang bersangkutan tidak juga 'memakai' WP yang disediakan maka otomatis ia akan langsung di kick atau dikeluarkan dari grup. Persyaratan lain yang juga harus dipenuhi setiap anggota grup adalah memberikan testimoni atau FR setiap kali selesai 'berperang' di ranjang dengan salah satu WP yang disewanya. Seorang anggota yang tiba-tiba membatalkan atau hanya bermain-main atau tidak serius setelah memboking WP akan langsung dibaned atau diblokir selamanya dari grup tersebut.

Orang yang Menentang Sunah Akan Dibalas dengan Neraka (1)

No comments

Sunday, October 12, 2014

ilustrasi
ABU Dawud, ad-Damiri, Ahmad, Al-Hakim, dan lain-lain meriwayatkan bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan berkata:

Rasulullah SAW berdiri di antara kami dan berkata, “Sebagian ahlul kitab sebelum kamu, terpecah menjadi 72 sekte. Umat ini akan terbagi ke dalam 73 sekte, 72 diantaranya akan masuk neraka dan Cuma satu sekte saja yang masuk surga. Kelompok yang masuk surga ini adalah al-Jama’ah.”

Hadits ini shahih setelah menyebut beberapa sanadnya, al-Hakim mengatakan “Para perawi itu membuktikan bahwa hadits ini shahih.” Adz-Dzahabi sependapat dengannya. Ibnu Taimiyah berkata, “Hadits ini adalah hadits yang mansyhur shahih. Syekh Nashir Ad-Din al-Albani membuat daftar perawinya dan menyatakan bahwa hadits tersebut tanpa diragukan lagi adalah shahih.

Siddiq Hasan Khan mengatakan bahwa keterangan dalam hadits tersebut, yang menyatakan bahwa “Semua golongan akan masuk neraka kecuali satu sekte,” atau “72 golongan akan masuk neraka,” merupakan keterangan tambahan yang daif. Pendapat yang disampaikan ini berasal dari Syekh asy-Syaukani, yang mengutip dari Ibnu al-Wazir dan Ibn Hazm. Ia menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa keterangan tambahan ini merupakan buatan kaum ateis, karena keterangan tersebut dapat menjauhkan orang dari agama Islam dan membuat mereka takut untuk memeluk Islam.
Syekh Nashir menyangkal pendapat yang mengatakan bahwa keterangan tambahan tersebut adalah daif, karena dua alasan.

1. Penelitian secara ilmiah terhadap hadits tersebut menunjukan bahwa hadits itu shahih, sehingga pendapat yang mengatakan daif tidak ada bobotnya.
2. Yang mengatakan bahwa hadits ini shahih jauh lebih banyak dan lebih dalam pengetahuannya dari Ibn Hazm, yang sangat ketat dengan kritikan-kritikannya.

Karena ia satu-satunya orang yang berpendapat demikian maka pendapatnya tidak seyogyanya bisa dijadikan bukti, bahkan jika tidak ada pertentangan pendapat sekalipun. Maka bagaimana mungkin pendapatnya dianggap sebagai bukti jika hal itu berbeda dengan pendapat semua ulama?
Ibn Al-Wazir menolak hadits tersebut dari segi maknanya. Siddiq Hasan Khan membicarakan persoalan ini dalam Yaqazah Uli al-I’tibar. Ia menerangkan bahwa implikasi dari keterangan tambahan itu ialah bahwa umat Muhammad yang masuk surga hanya sedikit, padahal nas-nas yang shahih menyatakan bahwa jumlah umat Nabi Muhammad yang masuk surga banyak sekali hingga mencapai separo penduduk surga.

Tetapi kemudian pertikaian itu bisa diselesaikan dengan cara sebagai berikut:

1. Membagi umat kedalam 73 golongan tidak berarti kebanyakan dari mereka akan masuk neraka, karena kebanyakan dari umat ini adalah orang-orang awam yang tidak termasuk pada golongan-golongan tersebut. Orang yang melakukan penyimpangan dan membuat aturan-aturan sendiri sedikit sekali jumlahnya dibanding dengan orang yang tidak mau masuk ke dalam perangkap tersebut.
Bersambung
[Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]

Pada Akhir Zaman, Manusia Kembali kepada Kejahilan dan Penyembahan Berhala

No comments
KALAU Islam dihapuskan, al-Quran dihilangkan, dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apa pun, maka kemanusiaan akan kembali kepada kejahilian, bahkan lebih dahsyat daripadanya. Setan dipatuhi dan berhala diibadahi.

Dalam hadits Abdullah ibn Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kematia Isa AS di akhir zaman, “Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa di muka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebutir zarah kebaikan atau keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya.” Abdullah ibn Amr berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Setan membuat peraturan dan berkata, “Apakah kalian akan patuh?” Mereka menjawab, “Apa yang Anda perintahkan?” Setang memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka berlimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala’.”

Di antara berhala yang disembah adalah Dzulkhilshas, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam shahih al-Bukahri diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzuklkhilshas, yaitu berhala yang disembah di zaman Jahiliyah.”

Dalam shahih Muslim diriwayatkan bahwa Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Malam dan siang tidak akan hilang sampai Lata dan Uzza disembah.”Aisyah berkata, “Ya Rasulullah saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, ‘Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar da memenangkannya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya,’ maka itu telah selesai.” Beliau bersabda, “Hal itu akan terjadi sesuai kehendak Allah, kemudian Allah mengembuskan angin yang sejuk, lalu meninggallah semua orang-orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan, dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur meraka.”

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat bejat. Al-Bazzar dalam Musnadnya dan Ibn Hibban dalam shahihnya meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggema di jalan seperti keledai.” Abdullah ibn Umar bertanya, “Itu sungguh akan terjadi?” Beliau SAW menjawab, “Ya, itu sungguh akan terjadi.” Hadis ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim, yaitu sebuah hadits marfu’ dari Abu Hurairah: “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seorang laki-laki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu adalah orang yang berkata, ‘Hai, mengapa tidak kamu lakukan di belakang tembok ini?’”

Hadis tersebut juga diperkuat oleh hadis an-Nawwas ibn Sam’an dalam hadisnya yang panjang tentang Dajjal serta Y’juz dan Ma’juz. Pada akhir hadis ini dikatakan, “Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggema seperti keledai. Pada merekalah kiamat terjadi,” (HR. Muslim, Ahmad dan al-Hakim). [Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]

Upaya Menjadi Generasi Pilihan di Akhir Zaman

No comments
الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله ، وعلى آله وأصحابه ومن والاه، وبعد
:
Akhir zaman adalah sebuah peristiwa yang niscaya terjadi. Disadari atau tidak di sadari, bergulirnya waktu menhantarkan kita pada ujung dari kehidupan dunia ini. Bagi orang mukmin dekatnya hari kiamat sudah bagian dari pokok keimanan yang tak bisa ditinggalkan. Namun bagi orang-orang kafir, sikap mereka lalai dan berpaling dari peringatan. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Alloh ta’ala dalam firman-Nya ;

﴿اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ (1) مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ (2)﴾

“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai lagi berpaling. Tidaklah Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Robb mereka melainkan mereka mendengarkannya sambil bermain”. (QS. Al Anbiya’ : 1-2)

Fenomena yang terjadi saat ini sudah tidak diragukan lagi sebagai bagian dari tanda-tanda akhir zaman. Bagaimana tidak, sementara 15 abad yang silam baginda Nabi Muhammad -صلى الله عليه وسلم- telah mengabarkan kepada kita bahwa diutusnya beliau pun telah menjadi tanda akhir zaman, sebagaimana sabda beliau :

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ

Dari Anas dari Nabi -صلى الله عليه وسلم- telah bersabda : “Aku diutus dan terjadinya hari kiamat adalah seperti ini (seraya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah beliau)”. (HR. Bukhori)
Melihat dan memperhatikan dari dalil-dalil yang ada dan perkembangan zaman saat ini, maka sudah seharusnya bagi setiap jiwa yang masih memiliki secercah cahaya iman untuk mempersiapkan diri menghadapinya. Karena hal itu adalah satu-satunya pilihan yang ada. Sekuat apapun kita untuk menghindar darinya, maka perlintasan waktu akan menggilas kita dan kemudian menjadi bagian dari orang-orang yang tidak memiliki nilai apa-apa. Berbeda halnya dengan orang yang memberanikan diri untuk menghadapinya dengan bekal iman, maka orang tersebut akan memiliki nilai tinggi dan menjadi prestasi atas yang lain.
Kholifah Rosyidah yang keempat Ali bin Abi Tholib  -رضي الله عنه- telah mengatakan dan memberikan sebuah wasiat yang sangat berharga dalam masalah mempersiapkan diri untuk menghadapi datangnya hari kiamat dengan perkataan beliau :

ارْتَحَلَتْ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً وَارْتَحَلَتْ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ

“Dunia pastilah berlalu meninggalkan dan akhirat datang menjelang. Setiap dari keduanya memiliki generasi, maka jadilah kalian anak-anak (generasi) akhirat, dan janganlah kalian menjadi anak-anak (generasi) dunia. Sesungguhnya hari ini yang ada amal dan tidak ada hisab (perhitungan), dan esok (akhirat) yang ada hanyalah hisab dan tidak (ada kesempatan) amal
(dikeluarkan oleh Imam Bukhori dalam kitab shohihnya, dalam kitab Ar Roqoiq, bab : Al Amal wa Thuuluhu)

Dari sini, bisa nampak oleh kita bagaimana keberhasilan Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- dalam menggembleng para sahabatnya untuk menjadi generasi akhirat. Sebagaimana yang tergambar pula dalam hadits lain yang menceritakan seseorang bertanya kepada Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- tentang kapan terjadinya hari kiamat. Lalu Nabi -صلى الله عليه وسلم- justru balik bertanya dengan pertanyaannya, apa yang sudah engkau siapkan untuk itu. Lebih lengkapnya kita simak penuturan Imam Al Bukhori dalam meriwayatkan hadits tersebut :

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

Dari Anas –semoga Alloh meridloinya- bahwasanya ada seorang yang bertanya kepada Nabi -صلى الله عليه وسلم- tentang hari kiamat, ia berkata ; “Kapan hari kiamat itu ?” (Nabi) menjawab ; “Apa yang sudah engkau siapkan untuknya ?” ia (laki-laki) menjawab : “Tidak ada, hanya saja aku mencintai Alloh dan Rosul-Nya -صلى الله عليه وسلم- , lalu (Nabi) menjawab : “Engkau bersama orang yang engkau cintai”. Berkatalah Anas : “Tidak ada yang membuatku lebih bahagia dari perkataan Nabi -صلى الله عليه وسلم-  ; “engkau bersama rang yang engkau cintai”; Maka akupun mencintai Nabi -صلى الله عليه وسلم- dan begitu  juga kepada Abu Bakar dan Umar, serta aku berharap bersama mereka karena cintaku kepada mereka meskipun aku belum bisa beramal seperti amalan mereka”.(HR. Bukhori)

Selanjutnya, perlu kita mengetahui bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi fenomena akhir zaman dan berupaya menjadi generasi pilihan  yang selalu berorientasi akhirat.

Mewaspadai gerakan destruktif dan makar
Menjadi generasi pilihan di akhir zaman, bukan berarti menjadi generasi yang hanya mengurusi kesholihan pribadi semata serta menutup kepekaan diri terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Bukan pula hanya disibukkan dengan perkara-perkara kebaikan sementara dirinya buta dari pengetahuan tentang keburukan. Sebuah tauladan mulia ditampakkan oleh salah satu sahabat Nabi -صلى الله عليه وسلم- yang bernama Hudzaifah bin yaman  -رضي الله عنه- . beliau pernah menuturkan :

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي

“Dahulu para manusia bertanya kepada Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- tentang kebaikan, dan aku bertanya kepada beliau tentang  keburukan, karena khawatir kalau keburukan itu mengenaiku”. (HR. Bukhori)
Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa Nabi -صلى الله عليه وسلم- tidak hanya mengajarkan kebaikan saja akan tetapi memberitahukan juga tentang perkara-perkara yang harom lagi buruk agar kita menjauhinya dan mencegahnya. Sebagaimana perkataan seorang penyair  Abu Firos Al Hamdani;|

عرفتُ الشرَّ لا للش … رِّ ( للشر ) لكن لتوقيهِ
– فمن لا يعرفُ الشرَّ … من الناسِ يقعْ فيه

Aku mengetahui keburukan bukan untuk (mengerjakan) keburukan… akan tetapi untuk menjaga diri darinya
Maka barang siapa yang tidak mengetahui keburukan/kejahatan dari manusia, niscaya dirinya terjatuh di dalamnya.

Era akhir zaman adalah era penuh fitnah dan gelombang kerusakan. Sebagaimana yang telah diprediksikan oleh Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- dalam sabdanya :

عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ بَيْنَ يَدَىِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا وَيُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْمَاشِى فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِى فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ فَإِنْ دُخِلَ – يَعْنِى عَلَى أَحَدٍ مِنْكُمْ – فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَىْ آدَمَ »

Dari Abu Musa Al Asy’ari  -رضي الله عنه- beliau berkata; telah bersabda Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- : “Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah terjadinya fitnah-fitnah seperti sepenggal malam yang gelap gulita, seseorang di pagi harinya sebagai seorang mukmin dan di sore harinya menjadi kafir, dan ada seseorang yang di sore harinya mukmin di pagi harinya menjadi kafir. Orang yang duduk di zaman itu lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berjalan di zaman itu lebih baik dari pada orang yang bekerja, maka patahkanlah oleh kalian busur-busur kalian dan putuslah tali-talinya, dan pukullah pedang-pedang kalian dengan batu, maka jika (zaman itu) masuk –atas salah seorang di antara kalian- maka jadilah engkau sebaik-baik dari kedua anak Adam”.(HR. Abu Dawud dan dishohihkan oleh Syekh al Albani – رحمه الله -)
Imam Syamsul Haq Abu Ath Thiib dalam kitab beliau ‘Aunul Ma’bud menjelaskan tentang maksud dari kata “maka jadilah engkau sebaik-baik dari kedua anak Adam” adalah menjadi Habil yang terbunuh bukan Qobil yang membunuh. (‘Aunul Ma’bud, juz 11 hal 227).
Di era ini, setiap jiwa yang beriman dituntut untuk ekstra hati-hati dan mawas diri dari setiap perangkap-perangkap syetan (baik dari golongan jin dan manusia). Dan saat ini pula, hati orang yang beriman merasakan adanya kerusakan-kerusakan dari segala sisi kehidupan yang ditimbulkan oleh-oleh kafir dan munafik.

Lihatlah polah tingkah mereka yang selalu membawa kerusakan namun berdalih sebagai suatu perbaikan. Perbuatan zina dilestarikan, sementara poligami dihancurkan. Aksi porno dilegalkan atas nama seni dan HAM, sementara di saat yang bersamaan orang-orang yang ingin menjaga kehormatannya dengan pakaian syar’I didiskriminasikan dan bahkan diintimidasi. Polah tingkah mereka telah dikabarkan oleh Alloh ta’ala dalam firman-Nya :

﴿وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ (12)﴾

“Dan apabila dikatakan kepada mereka janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi, merek berkata : sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang berbuat kerusakan akan tetapi mereka tidak menyadari”.(QS. Al Baqoroh : 11 – 12)
Imam Ibnu katsir – رحمه الله – dalam tafsirnya menjelaskan ayat tersebut dengan menukil perkataan imam abu Ja’far : “Janganlah kalian bermaksiat di muka bumi ini, dan bentuk kerusakan itu adalah bermaksiat kepada Alloh, karena sesungguhnya orang yang bermaksiat atau orang yang menyuruh kepada kemaksiatan hakikatnya adalah orang yang berbuat kerusakan di bumi, dan kebaikan bumi hanya didapati dengan ketaatan kepada Alloh” (Tafsir Al Qurân al ‘Adhim, juz 1 hal 67)

Di sisi lain, mereka (para pasukan syaithon dan tentara Dajjal) telah menabuh genderang permusuhan dan peperangan terhadap Islam dan kaum muslimin. Namun karena kelihaian mereka dan kelalaian kita, mereka telah “berhasil” (setidaknya untuk saat ini) menyusupkan permusuhan dan peperangan di bawah label cinta kasih dan perdamaian. Bagaimana saat sekarang ini telah kita lihat, penindasan terhadap kaum muslimin di suatu negri, lalu di negri lain mereka berteriak perdamaian dan cinta kasih. Namun sebaliknya jika di antara sebagian kecil dari mereka (orang-orang kafir) tertindas, langsung reaksi berlebihan dari mereka muncul. Inilah bagian dari strategi mereka dalam memusuhi dan memerangi Islam dan kaum muslimin.
Sebenarnya tabiat mereka (orang-orang kafir dan musyrik) telah dijelaskan oleh Alloh ta’ala dalam firman-Nya :

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (82)

Sungguh akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan engkau dapati orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman ialah orang yang berkata ; “sesungguhnya kami adalah orang nasrani”. Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri”.(QS. Al Maidah: 82)

Sudah selayaknya seorang mukmin memiliki sensitifitas terhadap permasalah besar dan genting ini. Tidak ada jalan dan pilihan lain kecuali dengan menghadapinya serta memberikan perlawanan sebagai ujud pembelaan terhadap diin Islam dan kaum muslimin.

Besarnya rintangan, nikmatnya balasan
Tidak diragukan lagi, dalam menghadapi permasalahan besar seperti fitnah akhir zaman ini memang membutuhkan kekuatan istiqomah yang lebih. Tidak mengherangkan jika Nabi -صلى الله عليه وسلم- pernah berpesan kepada salah seorang sahabat untuk istiqomah dalam menghadapi cobaan dunia. Sebagaimana yang diriwayat oleh Imam Muslim – رحمه الله – dalam kitab shohihnya :

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِىِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ – وَفِى حَدِيثِ أَبِى أُسَامَةَ غَيْرَكَ – قَالَ « قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ »

Dari Sufyan bin Abdulloh Al Tsaqofi ia berkata : aku berkata : “Wahai Rosululloh, ajarkan kepada ucapan dalam Islam yang aku tidak akan lagi bertanya kepada seorangpun selain engkau”. Beliau (Nabi) menjawab : “Katakanlah aku beriman lalu istiqomahlah”.

Beratnya istiqomah dalam menjaga iman dan islam ini diibaratkan oleh Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- dalam hadits lain :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا يَبِيعُ قَوْمٌ دِينَهُمْ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا قَلِيلٍ الْمُتَمَسِّكُ يَوْمَئِذٍ بِدِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

Dari Abu Huroiroh ia berkata : telah bersabda Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- : “Celakalah orang Arab dari kejahatan yang telah mendekat berupa fitnah-fitnah seperti sepenggal malam yang gelap gulita, seseorang di pagi hari sebagai mukmin di sore hari menjadi kafir, ada suatu kaum yang menjual agamanya dengan sebagian dari dunia. Sedikit pada hari itu yang berpegang teguh dengan agamanya seperti orang yang menggenggam bara”. (HR. Ahmad)

Dahsyatnya fitnah akhir zaman betul-betul sebagai ujian bagi orang yang beriman. Orang yang berhasil di zaman itu adalah orang yang biasanya terasing dengan kebenaran yang dia bawa. Sebagaimana sabda Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ »

Dari Abu Huroiroh  -رضي الله عنه- ia berkata ; telah bersabda Rosululloh -صلى الله عليه وسلم-  : “Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali menjadi asing sebagaimana permulaannya dan beruntunglah orang yang terasing”. (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain dijelaskan siapakah orang yang terasing itu. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad – رحمه الله – dalam Musnadnya :

الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
“Yaitu orang-orang yang senantiasa mengadakan perbaikan ketika manusia telah rusak”.

Sifat-sifat generasi pilihan akhir zaman
Rusaknya manusia yang merupakan bagian dari pertanda akhir zaman, bukan berarti rusaknya seluruh generasi Islam. Terdapat kabar gembira yang disampaikan oleh Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- terkait dengan eksistensi sebuah kelompok dari umat Nabi Muhammad -صلى الله عليه وسلم- ini yang selalu menjaga kemurnian Islam dan siap menjadi penjaga syariat yang mulia ini dengan berani berkorban dengan jiwa dan hartanya. Sebagaimana sabda Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- :

عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِى أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ – قَالَ – فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُولُ لاَ. إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ. تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الأُمَّةَ »

Dari Ibnu Juraij ia berkata; telah member khabar kepadaku Abu Zubair bahwa sesungguhnya dirinya mendengar Jabir bin Abdillah berkata : aku telah mendengar Nabi -صلى الله عليه وسلم- bersabda : “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang senantiasa berperang di atas kebenaran dan mereka nampak hingga hari kiamat nanti”, beliau bersabda : “Lalu turunlah Isa putra Maryam -صلى الله عليه وسلم- maka berkata pemimpin mereka: kemarilah dan sholatlah (menjadi imam) untuk kami, lalu beliau (nabi Isa) menjawab: tidak. Sesungguhnya sebagian dari kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai ujud pemuliaan dari Alloh untuk umat ini”. (HR. Muslim)

Saat ini, sebenarnya menjadi peluang bagi kita yang hidup di akhir zaman ini untuk menjadi bagian dari kelompok kecil yang disebutkan oleh Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- tersebut. Jangan pernah kita berpikir untuk menggantungkan tangan kepada orang lain dalam masalah menghadapi fitnah akhir zaman ini.
Generasi pilihan akhir zaman adalah generasi yang selalu siap untuk menjadi orang terdepan yang memberikan pembelaan kepada Alloh, Rosul-Nya dan syari’at Islam ini. Simaklah bagaimana Alloh ta’ala menghendaki suatu kaum yang diidamkan dan dicintai oleh Alloh ta’ala ;

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (54)﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, barang siapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, maka niscaya Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya, bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Alloh dan mereka tidak takut celaannya orang-orang yang mencela. Itulah karunia Alloh yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendakinya . dan Alloh Maha Luas lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Maidah : 54)

Semoga Alloh ta’ala menjadikan kita bagian dari generasi pilihan di akhir zaman.
Oleh: Abu Harits, Penulis adalah Sekjen FIPS

Pengumpulan Seluruh Makhluk di Tempat yang Luas pada Akhir Zaman

No comments
ALLAH SWT menamakan hari pembalasan dengan hari pengumpulan, sebab pada hari itu Allah mengumpulkan seluruh hamba-Nya. “Itulah hari di mana manusia dikumpulkan dan itulah hari yang disaksikan,” (QS. Hud 103). Pengumpulan ini mencakup orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian. “Katakanlah, ‘Sesunggunya orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu di hari yang telah diketahui’,” (QS. al-Waqiah: 49-50).

Kekuasaan Allah meliputi seluruh hamba-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah. Bagaimana pun hancurnya manusia, Allah kuasa mendatangkannya, walaupun ia hancur di ruang angkasa, terpendam di perut bumi, di makan hewan pemangsa atau ikan-ikan di laut, atau hilang ditelan bumi. Semua itu bagi Allah sama, “Di mana pun kamu berada, Allah akan mendatangkan kamu semua. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu,” (QS. al-Baqarah: 148).

Sebagaimana kekuasaan Allah meliputi seluruh hamba-hamba-Nya untuk mendatangkan mereka bagaimana pun kedaan mereka, demikian pula pengetahuan Allah meliputi seluruh hamba-Nya. Tak seorang pun di antara mereka yang terlupakan, tertukar atau terlewati. Sang pencipta benar-benar menghitung mereka. “Semua yang ada di langit dan di bumi akan datang menghadap Tuhan Yang Maha Pengasih selaku hamba-Nya. Dia sungguh menjumlah dan mneghitung mereka. Dan mereka semua datang menghadap-Nya pada hari kiamat satu per satu,” (QS. Maryam: 93-95). “Kami kumpulkan mereka, tak seorang pun di antara mereka Kami tinggalkan,” (QS. al-Kahf: 47).

Nas-nas ini bersifat umum, menunjukkan pengumpulan seluruh makhluk –manusia, jin dan malaikat- dan sah-sah saja orang memahami bahwa pengumpulan itu mencakup binatang.
Para ulama berbeda pendapat tentang pengumpulan binatang. Ibn Taimiyyah berpendapat bahwa hal itu terjadi. Ia mengatakan:
Binatang seluruhnya, dikumpulkan oleh Allah SWT, sebagaimana ditunjukkan oleh al-Qur’an dan sunah. Allah SWT berfirman,
“Semua binatang yang berjalan di bumi dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya adalah umat (makhluk Allah) seperti kamu. Kami tidak mengabaikan sesuatu pun dalam al-Qur’an. Kemudian mereka dikumpulkan mengahadap Tuhan mereka,” (QS. al-An’am: 38).
“Dan apabila binatang-binatang dikumpulkan,” (QS. at-Takwir: 5).
“Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan mahkluk melata yang Dia sebar di keduanya (langit dan bumi). Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan mereka apabila (idza) Dia menghendaki,” (QS. asy-Syu’ara: 29).

Kata idza (apabila) digunakan untuk sesuatu yang akan datang. (Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam, IV, h. 248)
Al Qurthubi menceritakan perbedaan pendapat ulama tentang pengumpulan binatang, dan ia membenarkan pendapat yang menyatakan bahwa hal itu memang terjadi karena adanya nas-nas yang shahih tentang itu. Al Qurthubi menyatakan:
Orang-orang berbeda pendapat tentang pengumpulan binatang dan tentang kisas di kalangan binatang-binatang itu. Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas bahwa pengumpulan binatang adalah matinya binatang-binatang itu. Demikian pula pendapat adh Dhahhak.

Dalam riwayat lain dilaporkan dari Ibn ‘Abbas bahwa binatang dikumpulkan dan dibangkitkan, dan demikian pula pendapat Abu Dzarr, Abu Hurairah, ‘Amr bin ‘Ash, al-Hasan al-Bashri, dan lain-lain, dan inilah pendapat yang benar, karena firman Allah SWT, “Dan apabila binatang-binatang dikumpulkan;” “Kemudian mereka berkumpul menghadap Tuhan mereka.” Abu Hurairah mengatakan bahwa Allah mengumpulkan seluruh makhluk pada hari kiamat –binatang, burung, hewan melata, dan segalanya- lalu Allah menerapkan keadilan-Nya dengan menghukum yang satu atas perbuatannya terhadap yang lain, kemudian Allah berkata, “Jadilah tanah!” Dalam hubungan itulah firman Allah SWT yang menceritakan orang kafir. “Dan orang kafir berkata, ‘Oh, andai saja aku jadi tanah’,” (QS. an-Naba: 40) dan firman lain yang seperti itu. [Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]

Di Akhir Zaman, Kebangkitan adalah Penciptaan Baru

No comments
ALLAH SWT menghidupkan kembali hamba-hamba-Nya. Tetapi, dalam hal-hal tertentu, mereka diciptakan secara berbeda dengan keadaan mereka sewaktu di dunia. Salah satu perbedaan itu ialah bahwa mereka tidak mati-mati, betapa pun mereka disiksa. “Dan kematian mendatanginya dari segala penjuru, tetapi ia tidak mati.”

Al-Hakim meriwayatkan, dengan sanad yang shahih, dari ‘Amr ibn Maimun al-Audy yang berkata, “Muadz ibn Jabal berdiri di tengah-tengah kami, lalu berkata, ‘Wahai Bani Aud, sesungguhnya aku ini utusan Rasulullah SAW. Kalian tahu bahwa kembali itu kepada Allah, kemudian ke surga atau ke neraka, dan di dalamnya tinggal menetap tanpa dapat keluar, kekal tanpa kematian, dalam jasad yang tidak mati-mati’.” Ath-Thabrani juga meriwayatkan hadis serupa dalam al-Kabir dan al-Ausath.

Perbedaan yang lain lagi adalah diperlihatkannya kepada manusia apa yang dahulu mereka tidak lihat. Pada hari itu manusia melihat malaikat dan jin, dan hal-hal yang hanya Allah yang tahu. Juga disebutkan bahwa para penghuni surga tidak meludah, tidak buang air besar, dan tidak buang air kecil.
Ini tidak berarti bahwa orang-orang yang dibangkitkan pada hari pembalasan adalah makhluk lain, bukan makhluk yang dahulu di dunia. Ibn Taimiyya mengatakan:

Kedua bentuk itu merupakan dua macam dari satu jenis; keduanya sama dan serupa dari satu segi dan berbeda dari segi yang lain. Karena itu, bentuk kembali adalah bentuk asal itu sendiri, dan juga serupa. Ungkapan bahwa bentuk asal sama dengan bentuk kembali berarti keduanya itu-itu juga, dan ungkapan perbedaan antara dua bentuk itu berarti bentuk kembali serupa dengan bentuk awal. Begitulah setiap yang dikembalikan; “pengembalian” mengharuskan adanya bentuk asal dan bentuk kembali… [Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]
Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde