Responsive Ad Slot

Fashion Lab : Koleksi Para Desainer Muda Indonesia

No comments

Sunday, October 12, 2014

Sudah menjadi bagian sejarah Galeries Lafayette untuk memberi spotlight pada desainer-desainer muda berbakat agar rancangan-rancangan desainer bertalenta mendapat rekoginisi lebih di dunia fesyen. Disebut dalam situs resmi Galeries Lafayette, setidaknya ada 2 nama desainer papan atas yang kemunculannya di dunia fesyen mendapat dukungan dari department stores asal Prancis itu, yakni Yves Saint Laurent dan Jean Paul Gaultier.
Sudah menjadi bagian sejarah Galeries Lafayette untuk memberi

Penjelasan ini pun tertulis dalam rilis media yang disediakan pada pembukaan Fashion Lab Galeries Lafayette Jakarta yang berlangsung pada Kamis malam (9/10/2014) di Pacific Place. Fashion Lab, yang pertama kali dibuka di Jerman pada tahun 2004 dengan nama Labo Mode, merupakan sebuah area di Galeries Lafayette yang ditujukan untuk mengekspos koleksi desainer-desainer muda berbakat langsung sebagai sebuah produk fesyen yang dipasarkan.

Ada sebanyak 9 label fesyen karya desainer-desainer Indonesia yang dihadirkan pada area seluas 50 meter persegi di lantai 2 Galeries Lafayette. Label-label itu adalah Monstore, Monday to Sunday, JII by Gloria Agatha, Fbudi, Major Minor, Yosafat Dwi Kurniawan, Toton, Patrick Owen, dan Tex Saverio.

Koleksi dari label-label fesyen itu akan tersedia di Fashion Lab hingga 9 November 2014. Untuk proyek ini, Fashion Lab berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Forward (IFF). Wadah IFF merupakan hasil kerjasama antara Jakarta Fashion Week, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, The British Council, dan Center for Fashion Enterprise London. Wadah IFF ini bertujuan untuk membangun kapasitas desainer-desainer terpilih dalam menggeluti industri fesyen.

Acara pembukaan Fashion Lab dimulai pukul 17.30. Sejak pukul 18.00, Fashion Lab sudah dipenuhi oleh sekumpulan generasi muda Indonesia yang tampil modis. Energi dan spirit dunia remaja begitu padu dengan backdrop catwalk yang menggambarkan grafis 4 wanita muda yang berpose ekspresif menunjukkan semangat kreatif dan dunia yang fun and funky. Musik DJ pun memainkan remix lagu-lagu populer remaja masa kini.

Bagaimana karya-karya para desainer muda Indonesia yang hadir di Fashion Lab, berikut ini adalah ulasan preview koleksi beberapa label di Fashion Lab.

Timor Leste Ingin Gabung Republik Indonesia Lagi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

No comments

Saturday, October 11, 2014

Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan keinginannya agar negaranya kembali bergabung dengan pemerintah Indonesia setelah berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 15 tahun.

Pernyataan tersebut diungkapkan Xanana saat mengikuti acara HUT TNI di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 7 Oktober lalu.

Informasi tersebutu menjadi bagian dari 5 berita terpavorit di hati pembaca Liputan6.com. Selain itu ada kabar soal minuman keras oplosan yang merenggut 12 nyawa di Magelang.

Berikut 5 berita terpopuler sepanjang Kamis 9 Oktober 2014:

1. Tanggapan Jokowi Saat Timor Leste Ingin Gabung RI

Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan keinginannya agar negaranya kembali bergabung dengan pemerintah Indonesia setelah berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 15 tahun. Pernyataan tersebut diungkapkan Xanana saat mengikuti acara HUT TNI di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 7 Oktober lalu.

Presiden terpilih Jokowi mengaku belum sempat berbincang terkait ini kendati ia bertemu dengannya. Jokowi menyatakan akan kembali memperjelas apa yang diungkapkan Xanana dalam pertemuan resmi kedua negara setelah dilantik menjadi presiden.

Inilah 3 Model Rambut yang Jadi Favorit Wanita Indonesia

No comments
Rambut adalah mahkota yang paling indah bagi seorang wanita. Kecantikan dan keindahannya harus selalu dijaga agar penampilan selalu terlihat menarik. Salah satu cara agar kecantikan rambut tetap terlihat indah adalah dengan melakukan pemotongan rambut. Memotong rambut menjadi salah satu agenda kegiatan yang cukup sering dilakukan oleh kaum Hawa agar penampilannya selalu terlihat baru dan menarik.

Menurut NY Daily News, para wanita sebaiknya memotong rambut setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan agar Anda dapat melihat dengan benar panjang rambut Anda dan berapa banyak rambut yang akan dipotong. Sementara, jika hanya untuk sekedar merapikan ujung-ujung rambut agar terlihat lebih rapi, Anda dapat melakukannya secara sendiri di rumah.

Tiga orang wanita ini adalah sebagian kecil dari kaum wanita yang gemar gonta-ganti gaya rambut. Beberapa dari mereka memiliki alasan khusus mengapa mereka memutuskan untuk memangkas rambutnya. Mulai dari mengikuti tren hingga ingin terlihat segar dan ceria.

Seberapa seringkah mereka memangkas rambutnya dan apa model rambut favoritnya? Berikut ulasan yang diberitakan pada hari Jumat (10/10/2014):

Desi: Shaggy Jadi Favorit
Desi salah satunya, perempuan yang satu ini selama satu tahun memotong rambutnya sebanyak empat kali. Beberapa model pun pernah ia cicipi mulai dari pixie cut hingga bob pendek. Menurutnya, dengan memotong rambut membuat penampilannya selalu baru dan segar.

"Beberapa kali aku memotong rambut, sebenarnya ingin membuat penampilan menjadi lebih segar saja. Biasanya sebelum memotong rambut aku sering berdiskusi dengan hair stylist tujuannya untuk mendapatkan opsi yang cocok dengan aku saja," ujarnya.

Walaupun kerap memangkas rambutnya, namun ada dua jenis model potongan rambut yang menjadi andalan dari wanita yang ingin memiliki potongan rambut seperti Miley Cyrus ini yaitu potongan rambut bob dan shaggy. Menurutnya, potongan rambut ini sangat sesuai dengan keinginan dan bentuk wajahnya.

"Kurang lebih selama tiga tahun aku memiliki potongan rambut yang sama yaitu model shaggy dan bob, entah kenapa merasa nyaman dengan potongan rambut tersebut," tutur Desi.

Catatan :
Shaggy adalah model rambut yang dipotong secara sasak mulai dari atas ke bawah dengan model atau gaya seperti membentuk segitiga terbalik pada bagian bawah. Sehingga bagian belakang tengah rambut akan terlihat lebih runcing dibandingkan rambut bagian samping. Potongan rambut ini cukup sering dilakukan oleh banyak wanita, karena rambut terlihat lebih tertata rapi. Untuk jenis rambut panjang baik yang lurus atau bergelombang Anda bisa menggunakan model rambut shaggy panjang.

Lia: Tak Suka Rambut Pendek, Paling Suka Layer
Wanita berambut panjang ini pun memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya kerap memangkas rambutnya sebanyak dua kali dalam setahun. Selain ingin merapikan, Lia juga ingin agar rambutnya memiliki bentuk yang lebih baik dan indah. Perempuan yang ingin memiliki potongan rambut seperti Gracia Indri ini tak pernah memiliki potongan rambut yang pendek.

"Aku merasa tidak cocok saja dengan potongan rambut yang pendek, makanya aku selalu rambut panjang. Untuk memotong rambut biasanya merapikan saja. Itu dilakukan saat momen-momen tertentu seperti tahun baru atau pun lebaran. Biar tampilannya beda saja di momen itu," tutur Lia.

Dengan memiliki rambut panjang, ada pun salah satu model potongan rambut yang kerap digunakan oleh Lia yaitu layer panjang. Menurutnya, potongan rambut yang bisa bertahan selama lima bulan itu sangat sesuai dengan bentuk wajahnya yang mungil.

"Aku biasanya menggunakan model rambut layer panjang, namun aku sempat memotong rambut cukup pendek. Saat itu, rambutku sepanjang dada dan aku memangkasnya menjadi sepanjang bahu. Seru sih, jadi lebih segar dan banyak yang mengatakan aku jadi terlihat lebih muda," kata Lia.

Novi: Layer Pendek Bikin Percaya Diri
Kerap gonta-ganti gaya rambut, Novi akhirnya memutuskan untuk memotong rambutnya dengan satu model saja yaitu Layer pendek. Hal ini dilakukan menurutnya, potongan layer pendek membuatnya lebih percaya diri dan apa adanya.
"Beberapa kali aku sempat mencoba gaya rambut, tapi karena rambutku jenis ikal jadi aku memutuskan untuk layer pendek saja. Terlihat lebih segar saja dengan potongan ini. Selain itu, untuk mempermanis penampilan aku biasanya memberikan poni," ujar Novi.
Walaupun kerap mengikuti tren yang sedang berlaku, namun Novi tetap mempertimbangkan bentuk rambut yang sesuai dengan wajahnya.
"Mengikuti tren itu pasti, tapi tentu saja harus disesuaikan dengan bentuk wajahku. Jika mengikuti hal yang tak sesuai dengan kondisi rambut kita tentu saja hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan," tutur Novi.

Catatan :
Layer adalah salah satu model potongan rambut yang cukup disukai oleh kaum Hawa. Sebenarnya, ada kesamaan antara potongan rambut shaggy dengan layer. Namun, perbedaannya terletak pada Shaggy yang mempunyai potongan rambut dan teknik yang lebih tajam dibandingkan layer cut yang lebih natural dalam bentuk akhirnya. Wanita dengan bentuk wajah bulat, oval dan persegi akan merasa percaya diri dengan potongan layer ini. Potongan ini sangat cocok untuk jenis rambut lurus atau pun gelombang.

Wahyuni: Paling Suka Model Bob
Wanita berhijab yang satu ini pun kerap memangkas rambutnya agar terlihat lebih rapi dan indah. Dalam setahun, Nurseffi memangkas rambutnya hanya tiga kali saja. Hal ini dikarenakan, ia memiliki jenis rambut yang sulit panjang sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memutuskan memotong rambut.
Salah satu potongan rambut yang menjadi andalannya hingga saat ini yaitu bob pendek. Menurut hair stylist nya, potongan rambut ini sangat cocok untuk bentuk wajahnya agar terlihat lebih kecil.
"Ada salah satu salon yang sudah cukup mengerti potongan rambut apa yang cocok dan sesuai dengan keingina. Bob pendek selalu menjadi pilihan," katanya.
Selain potongan rambut, Wahyuni menjaga keindahan dan kesehatan rambutnya dengan melakukan perawatan. Maklum saja, wanita berhijab kerap menuai masalah rambut.
"Masalah rambut dari wanita berhijab biasanya adalah rontok, berminyak dan ketombe. Untuk menjaganya, selain dipotong aku juga melakukan beberapa perawatan seperti creambath dan keramas setiap hari," ujar Wahyuni.

Ana: Rambut Bob Membuatnya Lebih Muda
Sempat memiliki rambut panjang selama enam tahun, akhirnya Ana memilih untuk memotong rambutnya dengan model bob. Menurutnya, penampilan rambut pendek membuatnya terlihat lebih muda dan segar dibandingkan sebelumnya.
"Iya, aku akhirnya memutuskan untuk memilih rambut pendek. Kelihatan enteng dan nyaman saja dengan rambut ini. Namun karena rambut bob membutuhkan bentuk yang rapi, aku setahun biasanya akan ke salon sebanyak empat kali agar terlihat rapi saja," kata Anita.
Nyaman dengan bentuk rambutnya seperti ini, Anita memutuskan untuk tetap mempertahankannya. Ia pun bahkan tak mengikuti tren rambut yang selalu berubah setiap waktunya.
"Kalo untuk mengikuti tren sepertinya ngga lah ya. Karena aku tetap memikirkan apakah tren tersebut cocok untukku. Model seperti ini sudah mewakili diriku seutuhnya," katanya.

Catatan :
Model rambut bob adalah salah satu model potongan rambut yang tak lekang oleh waktu. Tak hanya itu saja, model rambut yang dapat membentuk wajah Anda menjadi terlihat lebih segar ini juga sangat cocok untuk berbagai jenis muka. Beberapa orang memberikan aksen poni depan atau pun poni samping agar rambut bob nya semakin terlihat sempurna.

Harapan Jawa-Suriname Yang Buyar di Negeri Asal

No comments

Thursday, October 9, 2014

Keinginan kembali dan memperbaiki nasib di negeri sendiri gagal karena kurang modal dan tanah susah diolah. Mereka kembali ke "negeri pengasingan."

DI sudut ruang pamer Erasmus Huis, Jakarta, di mana sekira 60 foto orang Jawa-Suriname dipamerkan dari 20 September-15 November 2014, film pendek berjudul Javaanse Jongen: Its Way of Life diputar berulang-ulang. Soundtrack-nya lagu pop Jawa-Suriname berjudul “Lagu Tentrem”, dinyanyikan Stanlee Rabidin yang juga tokoh sentral film tersebut. Dalam pameran ini juga tersedia belasan buku mengenai Jawa-Suriname yang bisa dibaca pengunjung.

Masyarakat Jawa-Suriname sedang hajatan
Tahun depan, genap 125 tahun migrasi orang Jawa ke Suriname, koloni Belanda. Mereka menjadi pekerja kontrak di perkebunan sebagai pengganti budak yang dilarang tahun 1863. Sebelum mereka, pekerja kontrak berasal dari India-Britania, yang banyak ulah dan menuntut upah besar.
Gelombang pertama imigran dari Jawa datang pada 1890. Mereka, berjumlah seratus orang Jawa, ditempatkan di Marienburg, perkebunan tebu terbesar di Suriname. Periode 1890-1916, rerata orang Jawa datang ke Suriname berjumlah 700 orang per tahun. Jumlahnya berlipat pada 1916 setelah pekerja kontrak India-Britania tak lagi dipakai.

Pekerja kontrak dari Jawa meneken kontrak kerja selama lima tahun. Gajinya 60 sen untuk pekerja pria dan 40 sen untuk pekerja perempuan. Setelah kontrak selesai, mereka diizinkan pulang ke Jawa. Jika ingin menetap, mereka diberi uang 100 gulden dan sepetak tanah.

Masyarakat Jawa di Suriname
Kehidupan kuli kontrak mengenaskan. Pemerintah tak menyediakan sarana pendidikan. Pemerintah khawatir, jika mereka menjadi pandai, mereka keluar dari perkebunan dan bekerja di kota.
Johannes Coenraad Kielstra, mantan wakil jaksa di Hindia Belanda yang jadi gubernur Suriname (1933-1944), membuat kebijakan baru terhadap pekerja kontrak. Dia ingin membuat Suriname menjadi lebih berasa Asia. Imigran yang datang tidak ditempatkan langsung di perkebunan, melainkan disiapkan desa-desa khusus. Di desa ini, para imigran, termasuk dari Jawa, berhak membuat aturan sipil sendiri dan mengembangkan budaya asli mereka.

Hingga jelang Perang Dunia II, jumlah imigran dari Jawa mencapai 30 ribu orang. Tercatat 7.684 orang kembali ke Jawa ketika perang berakhir.
Gema kemerdekaan Indonesia sampai ke Suriname. Muncul keinginan kembali ke Jawa karena mereka merasa seperti di pengasingan. Namun mereka juga dihadapkan pada masalah kewarganegaraan. Pemerintah Belanda memberi waktu dua tahun kepada orang Jawa untuk memilih kewarganegaraan: warganegara Indonesia atau Belanda.
Situasi politik Suriname pun mendukung hal ini. Partai politik bisa dibentuk berdasarkan etnis. Orang Jawa membentuk dua partai: Persekutuan Bangsa Indonesia Suriname (PBIS) dan Kaum Tani Persatuan Indonesia (KTPI).

Wanita Jawa Suriname sedang jalan-jalan
KTPI, dipimpin Iding Soemita, memiliki komitmen memperbaiki nasib orang Jawa di Suriname dan menganjurkan anggotanya menjadi warganegara Indonesia. Sementara PBIS, dengan pentolannya, Salikin Hardjo, menganjurkan pendukungnya memilih warganegara Belanda. Ketika Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada 1949, Salikin ditunjuk sebagai wakil masyarakat Jawa di Suriname.
Pendirian Salikin berubah setelah pengakuan kedaulatan. Dia mendirikan Jajasan ke Tanah Air (JTA) pada Mei 1951, yang mendorong orang Jawa Suriname kembali ke Jawa. Dalam waktu singkat dia berhasil menghimpun 2.000 keluarga.

Pemerintah Indonesia menerima permintaan JTA dengan syarat repatriasi tidak ditujukan ke Jawa karena sudah padat. Pemerintah memberi lahan seluas 2.500 hektar di daerah Tongar, sebelah utara Pasaman, Sumatra Barat. Mereka tiba di Tongar dengan kapal Lengkoeas pada 1954 dan mendirikan desa.

Asa membangun kehidupan yang lebih baik di negeri asal, buyar. Mereka menghadapi kesulitan keuangan. Tanah juga sulit diolah. Beberapa dari mereka akhirnya memilih kembali ke “tanah pengasingan”.

“Hanya hutan. Tak ada rumah, tak ada tempat buang hajat. Hanya barak besar yang disediakan. Setiap keluarga diberi jatah 4x4 meter. Tahun 1959, kami pindah ke Padang, sebab keadaan di sana tidak aman. Dan bulan Oktober 1964, kami memutuskan pulang kembali ke Suriname,” ujar Roemdjinah Wagina Soenawi, seperti dikutip Yvette Kopijn dan Harriette Mingoen dalam Stille Passanten: Levensverhalen van Javaans-Surinaamse Ouderen in Nederland.
Karena kesulitan itu, Salikin kena hujat. Orang Jawa di Suriname pun memutuskan tidak pulang ke Indonesia dan memilih menjadi warganegara Belanda.

" Pasrah dan Prihatin " Dalam Pandangan Sikap Hidup Orang Jawa

No comments

Monday, October 6, 2014

Orang yang prihatin bukan berarti selalu bersedih-sedih, tidak menikmati hidup, senantiasa berpuasa, bersemedi, tetapi prihatin berarti bersikap, berpikir dan bertindak dengan penuh kesederhanaan, sesuai dengan kemampuan & kompetensi masing-masing.

Sikap hidup orang Jawa yang diwarisi dari leluhurnya terjelma didalam lelaku dan usahanya untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup. Sikap hidup yang demikian itu tampak dan diwujudkan sebagai sikap ‘prihatin’, yang intinya sikap hidup yang sederhana tidak berfoya-foya menghamburkan waktu & uang atau melampiaskan hawa nafsu untuk mendapatkan kenikmatan semu yang sementara saja.

Ajaran keprihatinan mengandung unsur kesederhanaan yang senantiasa terjelma dalam tatanan kehidupan tradisi, budaya dan spiritual kejawen. Dengan prinsip keprihatinan dan kesederhanaan tersebut setiap orang pasti akan dapat mencapai sesuatu yang maksimal sesuai dengan tolok ukur dan kemampuan masing-masing pribadi, tidak dengan tolok ukur orang lain terutama untuk sesuatu yang sifatnya berlebihan dibandingkan dengan kemampuan pribadinya. Sikap laku prihatin diatas sejalan dengan sikap yang selalu bersyukur dan ikhlas menerima setiap karunia Illahi.

Ajaran tentang lelaku dan ngelmu kejawen juga menunjukkan konsep kesederhanaan dalam berpikir dan berbuat, intinya sebaiknya kita tidak memimpikan menggapai bintang dilangit, tetapi hendaknya meraih saja apa yang mampu kita raih, yaitu belajar ngelmu yang bermanfaat dan mampu menjadi bekal hidup dan sarana untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan alam kelanggenggan nantinya.

Berserah diri hakekatnya sama dengan “tapa ngeli” menghayutkan diri pada “aliran sungai” kehendak Hyang Widhi (kareping rahsa) yang akan menjamin kita sampai pada muara keberuntungan memasuki samodra anugrah Tuhan. Tapi orang kadang tanpa sadar telah salah pilih, menghanyutkan diri pada “air bah” (rahsaning karep/keinginan jasad) sehingga arahnya berbalik  meninggalkan samodra anugrah Tuhan menuju ke daratan, menyapu dan merusak apa saja yang dilewatinya. Menerjang wewaler, merusak kedamaian dan ketentraman, tata krama, aturan, dan segala macam tatanan.

Pun, bagi yang dapat melakukan “tapa ngeli” tetap harus sambil berenang (eling dan waspadha) agar tidak tewas tenggelam.  Bukan berarti, kita menyerahkan 100 % kemauan (inisiatif) kita kepada Tuhan. Karena sikap ini sama saja membangun sikap fatalistis. Lantas menganggap nasib buruk, kegagalan, penderitaan, kesulitan yang menimpa dirinya sebagai takdir Tuhan. Secara tidak sadar sikap itu seperti halnya mengkambinghitamkan Tuhan dan menafikkan tugas ihtiar manusia.

Berserah diri 100 % artinya kita tetap memiliki inisiatif untuk berjuang dan berusaha, hanya saja harus menempuh cara-cara atau prosedur yang mentatati rumus-rumus (kodrat) Tuhan. Sebab letak kodrat ada di dalam prosedur dan cara-caranya, bukan pada garis nasib. Merubah nasib itu menjadi tanggungjawab kita sendiri. Hanya saja tata cara dan rumus-rumus merubah nasib, sudah disediakan Tuhan.

Bila kita menggunakan rumus Tuhan, pastilah akan menuai sukses besar. Sebaliknya akan menuai kerusakan diri sendiri, orang lain, dan bumi. Manusia jenis inilah yang menjadi seteru Tuhan.
Proses tetap menjadi tugas utama manusia. Kegagalan bisa jadi karena manusia tidak mentaati rumus Tuhan. Atau Tuhan sengaja menggagalkan upaya manusia sebab Tuhan maha mengetahui dan selalu menentukan yang terbaik untuk manusia.

Hidup ibarat seni, perlu manajemen seni untuk menjalankan irama kehidupan sehari-hari sesuai kehedak Tuhan. Kejadian yang sama belum tentu memiliki makna dan hikmah yang samapula. Itulah sulitnya menerjemahkan kehendak Tuhan, krn Tuhan “bekerja” dengan cara  yang misterius. Akan tetapi Tuhan Maha Adil, telah memberikan instrumen dalam jati diri kita berupa rahsa sejati dan guru sejati, sebagai alat paling canggih yang dapat menangkap bahasa isyarat dan kehendak Tuhan.  Sayangnya masih banyak orang yang belum mengenali instrumen dalam diri pribadi setiap manusia tersebut.

Kodrat meliputi rumus-rumus ilmu Tuhan yang Mahaluas tak terbatas.  Discovery, penemuan ilmiah bidang sains, teknologi dan knowledge, teori-teori filsafat, sosial ekonomi, politik, psikologi, kedokteran merupakan bukti nyata kesuksesan manusia dalam mengejawantah rumus-rumus (kodrat) dan kehendak Tuhan. Bahkan banyak di antara tokoh penemu sains dan teknologi, temuan mereka berkat diawali oleh sebuah ilham atau wisik gaib.

Kadang dengan didahului oleh kejadian unik yang menjadi jalan penunjuk ke arh penemuan baru. Dalam bahasa yang lebih ilmiah disebut sebagai talenta atau bakat alami. Seorang ilmuwan penemu, tidak akan tergantung apa sukunya, bangsanya, bahkan agamanya. Inilah salah satu bukti jika Tuhan itu tidak primordial, anti sektarian dan puritan. Tapi mengapa ya manusia sering kebangeten dengan berulah dan bertabiat kontraversi dengan “sikap” Tuhan tersebut ?

Sebagai bangsa yang agamis, harus berani jujur mengakui, telah kalah langkah dari orang-orang dan bangsa yang justru sering dianggap sekuler dan kafir yang kenyataannya mampu membuktikan diri berhasil menangkap rumus-rumus (kodrat) Tuhan. Hal ini terjadi mungkin karena orang sibuk bertengkar gara-gara perbedaan nilai-nilai pada tataran “kulit”, sekedar “baju” . Sehingga hidupnya selalu dirundung rasa curiga mencurigai sesama (su’udhon).

Manakah yang lebih religius ? Mana pula yang sekedar agamis ? Jika kita tetap negatif thinking dan menutup mata, jangan menyalahkan siapa-siapa bila selamanya ketinggalan dalam segala hal dan jatuh dalam keterpurukan. Padahal, kenyataannya orang yang dapat meraih kemajuan dan kemuliaan hidup, adalah orang yang selalu berpikiran positif. Sebaliknya, tiada bosan-bosannya mengkritik diri sendiri.

Pengemis Kaya, Makan Malamnya Di Hotel Bintang Lima

No comments
Pura-pura sakit agar mendapat iba
Ada banyak orang yang meminta belas kasihan orang lain dengan menengadahkan tangan. Sebagian dari mereka memang sudah renta, ditinggal keluarga dan tak punya tempat tinggal, sehingga mengemis adalah pilihan terakhir untuk bertahan hidup. Sedangkan sebagian pengemis lain, mereka masih muda namun meminta-minta. Parahnya lagi, mereka ternyata bergaya hidup mewah. Gaya hidup ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain.


Seorang fotografer senior bernama Zhengzhou dari China membeberkan foto yang sangat menyedihkan. Dilansir oleh stomp.com.sg, Zhengzhou membuntuti tiga orang pengemis. Mereka tampak sangat profesional, pakaian mereka compang-camping, para pengemis yang tampaknya satu keluarga itu bahkan menangis menyayat hati saat meminta-minta. Sudah pasti banyak orang tak tega dan memberikan beberapa keping uang pada mereka.

Sarapan di restoran saji
 Namun tak sampai disitu, sang fotografer menunggu hingga seharian hingga terkuak fakta yang sangat menyedihkan. Tiga pengemis itu tidak benar-benar miskin. Kehidupan mereka jauh dari rumah kumuh atau membeli makan dengan prihatin. Tiga pengemis itu sarapan burger di restoran cepat saji. Saat siang hari, mereka makan daging sapi di sebuah restoran, plus minum bir, mencuci mulut dengan semangka dan makan es loli. Saat malam tiba, mereka makan di restoran mewah hotel bintang lima.

Belanja barang mewah dan perhiasan
Bayangkan! Bahkan orang yang memberi mereka uang belum tentu bisa makan di restoran hotel bintang lima. Hanya orang-orang kaya dan orang penting yang bisa menikmati kemewahan hotel bintang lima. Tak hanya itu, sang fotografer berhasil mengabadikan para pengemis saat membeli barang-barang mewah.

Dengan pura-pura sakit dan menangis, mereka mendapat banyak uang di luar apa yang Anda bayangkan. Jelas saja mereka bisa makan di hotel bintang lima yang super mahal, rata-rata penghasilan pengemis adalah RMB $ 3.000 atau sekitar Rp 6 juta.

Maka waspadalah jika Anda memberi bantuan. Akan lebih baik jika Anda memberi bantuan pada keluarga dengan latar belakang yang memang pantas menerima bantuan. Jangan sampai Anda tertipu oleh mereka-mereka yang tampak sengsara namun menghambur-hamburkan uangnya.

Inilah beberapa foto lengkap yang memperlihatkan bagaimana 3 pengemis ini memperdaya banyak orang dan menikmati hidup mewah di balik pakaian compang-camping mereka.

Wanita ini Masukkan Kentang ke Organ Intimnya Karena Takut Hamil

No comments
Pengetahuan tentang kehamilan dan alat kontrasepsi seharusnya sudah menjadi pengetahuan yang wajib diketahui wanita. Sayangnya, masih banyak wanita yang tidak memahami hal ini dan masih percaya dengan mitos-mitos kuno seputar kehamilan. Gadis dari Kolombia ini contohnya, karena tidak ingin hamil, dia memasukkan kentang ke dalam organ intim sebagai alat kontrasepsi.

"Ibu saya mengatakan kepada saya bahwa jika saya tidak ingin hamil, saya harus meletakkan kentang di organ intim saya, dan saya percaya," demikian pengakuan seorang gadis Kolombia yang namanya tidak disebutkan.

Gadis tersebut berusia 22 tahun dan mengeluh sakit perut. Saat diperiksa ke dokter, tim dokter terkejut melihat ada kentang di dalam organ intim sang gadis. Yang lebih parah, akar kentang tersebut sudah tumbuh di dalam miss V. Jawaban di atas adalah jawaban polos sang gadis saat dokter bertanya kenapa bisa sampai ada kentang di dalam organ intimnya, dilansir oleh Dailymail.co.uk.

Agar tidak terjadi hal-hal membahayakan, tim dokter langsung mengangkat kentang tersebut dari dalam organ intim si gadis. Beruntung sang gadis tidak mengalami kerusakan atau gangguan pada organ reproduksinya. Tim dokter juga menyatakan gadis itu sudah kembali sehat dan tidak mengeluh sakit perut lagi setelah kentang itu diangkat dari organ intimnya.

Hasil temuan ini semakin menguatkan bahwa banyak wanita di negara tersebut yang belum memiliki pengetahuan bagus mengenai kehamilan dan alat kontrasepsi. Akan lebih lebih baik berkonsultasi langsung pada dokter ketimbang percaya pada mitos-mitos yang kadang bisa membahayakan kesehatan.
Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde