Responsive Ad Slot

Hok Tek Tjing Sin : Tradisi Mengarak Dewa Bumi di Solo

No comments

Monday, September 8, 2014

Tradisi mengarak Bumi atau 'Hok Tek Tjing Sin' dalam bahasa Tiongkok tak pernah terlewatkan. Setiap bulan 8 tanggal 15 imlek pada pertengahan musim gugur di belahan Bumi Utara, diyakini bulan pada posisi paling besar setiap tahun. Saat itulah, leluhur bangsa China meyakini sebagai saat tepat mengarak Dewa Bumi sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kelimpahan kemakmuran.

Tradisi yang berlangsung sejak ratusan tahun silam di negeri Tirai Bambu, tampaknya masih disetiai warga keturunan China di Solo. Setidaknya, dalam beberapa tahun terakhir, setiap bulan 8 tanggal 15 Imlek, Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gedhe, menggelar kirab dengan mengarak Dewa Bumi menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Solo. Bahkan tahun ini, Klenteng  Poo An Kiong Coyudan, ikut bergabung, hingga kirab Dewa Bumi terkesan kian semarak.

Tak kurang grup Drumband serta kesenian barongsai dari Kesatuan Arhanud 15 Kodam IV/Diponegoro, memperteguh keanggunan arak-arakan pada posisi barisan paling depan tepat pada tengah hari, Minggu (07/09/2014). Berangkat dari Klenteng Tien Kok Sie, arak-arakan berakahir di Klenteng Poo An Kiong melalui Jalan Re Martaadinata, Jalan Sudirman, Jalan Ronggowarsito, Jalan Honggowongso dan Jalan Rajiman.

Cukup menarik, tradisi yang bermuara dari budaya China ini, di Solo telah dibesut dengan nuansa akulturasi. Secara kultural, menurut Humas Klenteng Tien Kok Sie, Lian Hong Siang, ada ikatan budaya antara klenteng yang besebelahan dengan Pasar Gedhe itu dengan Keraton Kasunanan Solo. Bahkan masyarakat di sekitar Pasar Gedhe, terutama kampung Sudiroprajan, menyebut Hok Tek Tjing Sin sebagai dewa pembauran.

Pada perspektif lebih luas, menurut Lian Hong Shiang, kirab Dewa Bumi sejatinya tak jauh berbeda dengan tradisi sedekah bumi bagi masyarakat Jawa. Karenanya, sebagai bentuk ritual berakar dari tradisi China kirab Dewa Bumi di Solo, juga diarahkan sebagai peristiwa budaya. "Kita ingin merawat tradisi yang memberi banyak simbol-simbol ajaran bagi hidup dan kehidupan," katanya.

Ajaran Budi Pekerti Dalam Sulu Sujinah

No comments

Sunday, September 7, 2014

Perayaan Zhong Qiu Jie, Siapkan 500 Kue Bulan

No comments
Ellyn Subiyanti menggelar Jumpa Pers.
 JOGJA – Keenam kalinya Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) akan mengadakan perayaan Zhong Qiu Jie 2014. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan ini akan diawali dengan kegiatan bakti sosial. Acaranya sendiri dijadwalkan hari ini 7 September untuk bakti sosial di Gedung Bhakti Loka. Sedangkan acara budaya akan digelar pada 8 September 2014 di halaman Kelenteng Tjen Ling Kiong (Poncowinatan).

Ketua Panitia Ellyn Subiyanti mengatakan selain sebagai bentuk pelestarian budaya Tionghoa yang menjadi satu kekayaan budaya nusantara. Perayaan ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat untuk lebih mengenal keragaman budaya. ”Makna dari perayaan Zhong Qiu Jie intinya kebersamaan demi kerukunan dan kesejahteraan,” ujarnya saat menggelar jumpa pers.

Dirinya mengatakan untuk perayaan yang akan dimulai sejak pukul 18.00 ni disiapkan sebanyak 500 kue bulan yang dapat dinikmati bersama dengan beragam varian ukuran. Dalam perayaan yang sudah dilakukan sejak zaman Dinasti Ming ini selalu dikaitkan dengan munculnya kue bulan (chong tiu phia). Seperti halnya perayaan tahun baru Imlek yang selalu dikaitkan dengan kue keranjang (tie kue atau nien kau).

Hari perayaan jatuh pada hari ke-15 bulan kedelapan Imlek. Pada hari tersebut bulan berbentuk bulat, dengan sinarnya yang indah memancar sepanjang malam. Saat seperti itu, dirayakan oleh seluruh keluarga dengan berkumpul dan bersantap bersama untuk mensyukuri segala berkah yang diberikan oleh Sang Pencipta. Keluarga bersatu seperti halnya bulan yang bulat. ”Dalam perayaan ini disantap pula kue khas yang disebut kue bulan atau chong tiu phia,” ujarnya.

Serangkaian acara yang terbuka untuk umum ini akan dirangkai dengan doa bersama dipimpin oleh enam pemuka agama. Serta persembahan Liong Dupa, yaitu naga sepanjang enam meter yang seluruh tubuhnya dibalut dupa yang menyala. Liong dupa ini merupakan bentuk doa dan harapan yang dipanjatkan kepada Tuhan.

Kemudian diisi dengan lagu-lagu Mandarin, lelang buah dan kue bulan untuk sumbangan social. Serta tarian Tionghoa, dramatic scene Dewi Bulan Turun ke Bumi dan makan potongan kue bulan bersama dan atraksi barongsai. ”Sedangkan untuk bakti sosial berupa layanan terapi untuk kesehatan, yaitu thairopractic, akupuntur dan meditasi yang semua diberikan gratis,” ujar Koordinator Acara  Subekti Saputro Wijaya.

RAHASIA SEDERHANA KECANTIKAN WANITA JEPANG

No comments

Friday, September 5, 2014

Mempunyai kulit putih memang dambaan kaum hawa, serasi dengan baju-baju dikenakan menjadi pusat perhatian kaum adam, tetapi siapakah kau adam itu ? Yang jelas bukan adam malik atau adam jordan melainkan manusia yang mempunyai jenis kelamin seperti terong !. Tidak sulit sebenarnya merawat kulit agar tetep cantik,mulus,putih dan mempesona, jawabnya hanya perawatan.

Benua Asia,adalah benua kaya suku budaya dan warna kulit.Daratan cina dan jepang terkenal dengan kulit putih bersihnya dan kecantikan kulitnya.Banyak yang berfikir mungkin memmakai kosmetik klas mahal untuk mempertahankan dan merawat kulit indah meraka.Jangan salah,Wanita jepang ternyata lebih menyukai perawatan kulit tradisional seperti nenek moyang bangsa kita dulu.Mau tau resep cantik kulit mereka?Mari kita intip tips dibawah ini.

Dengan beras Ketan,merupakan bahan yang mudah didapat dipasaran dan harganya yang relatif murah.Bahan ini ternyata juga digemari wanita jepang dalam merawat kulit.Kok bisa?banyak yang mungkin tidak percaya!makanya di buktikan dan ikuti caranya pastinya agar lebih mudah dan faham.Cukup dengan menggunakan beras ketan dan kain,,,dsb,ditambah ketelatenan dan kesabaran.Anda mau meniru wanita jepang merawat kulit kulit dengan harga ekonomis dan praktis.

Caranya:
Beras ketan boleh dicuci dulu sebentar dan tiriskan.Tapi jangan sampai direndam air,tujuannya hanya untuk menghilangkan kotoran dari beras ketan itu.

  •   Masukkan beras ketan dalam kantong yang terbuat dari kain satin dan katun.

  •  Tumbuk berlahan-lahan beras tersebut hingga halus.perhatiaan,jangan sampai rusak kantongnya yang bisa menyebabkan beras berhamburan kemana-mana.

  • Celupkan kantong berisi beras tumbuk kedalam air hangat.Diamkan selama berapa menit,atau hingga berubah seperti air susu.

  • Usapkan kantong berisi beras secara merata.Diamkan hingga 2 mnit.
  • Bilas dengan air dingin.

  • Usai pemakaian,jangan buang kantong beras tersebut.karena tumbukan beras ini bisa dipakai hingga 2-3 kali pemakaian.Cukup menggantungkan kantong ditempat yang kering dan jauhkan dari sinar matahari.
Selamat mencoba.

- Nah untuk para suami atau cowok yang punya cewek make up full, cara ini mending dikasih tahu disamping tidak merogoh kantong terlalu dalam sehingga membenani dapur ngebul..Kulit juga terkesan juga akan tampil lebih alami tanpa polesan.bagi para wanita ingatlah make up memang dibutuhkan, tetapi alangkah mulianya jika menoleh dengan cara-cara simple hasil tinggi.Belajar hidup hemat asal terawat makin jadi hidup lebih hidup.Benar gak?

Kata Cabe-cabean, Jilboobs, Pelecehan Masif, Terstruktur dan Sistematis

No comments
Akhir-akhir ini di media massa nasional, fenomena jilboobs atau jilbab seksi jadi perbincangan panas di linimasa. Banyak yang mencari-cari informasi jilboobs, namun tak sedikit pula yang mengecam.

Kecaman terhadap jilboobs muncul di dunia maya. Hal ini lantaran jilboobs dinilai tidak Islami dan cenderung melecehkan. Seperti ulasan istilah jilboobs yang dikemukakan akun Breaking News di situs berbagi video, Youtube.


““Jilboobs” Istilah Untuk Melecehkan Wanita Berjilbab Jilbab telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan bagi umat Islam, baik dari segi nilai religius maupun fungsi sebagai penutup aurat bagi Muslimah,” ungkapnya dalam video singkat di Youtube.
Akun Eva Lockheart di Twitter juga memposting rangkaian kicauan yang dirangkum dalam situs chirpstory. “Tak hanya bertentangan, jilboobs tampaknya memang sengaja dirancang untuk melecehkan syari’at Islam,” kecam akun @EVALockheart itu, Rabu.
@EVALockheart ini juga menyebut pembuatan Fanpage facebook semakin menguatkan terjadinya pelecehan yang masif, terstruktur dan sistematis, seperti yang diungkapkan salah satu followernya, @JPNazgul. “Upaya pelecehan pun ternyata makin kuat karena ada FansPage-nya di FB,” ungkapnya.

 Akun @SarahBandidos juga mengkritik wanita yang mengikuti tren fashion Jilboobs ini. “Gampang aja, kalau udah gitu kan, brarti jilboobs sebentuk pelecehan syariat yang masif, terstruktur dan sistematis, wkwkwkwk,” katanya.

Sarah yang mengaku cabe-cabean ini, menyatakan lebih baik dirinya lantaran terang-terangan pasang foto vulgar. “mendingan gue cabe cabean wkwkwk” katanya. “nah itu, ngakunya Islami tapi malah bikin rusak pikiran cowok, pake pamer2 .
Sebelumnya diberitakan Solopos.com, fenomena jilboobs membuat Imam besar Masjid Istiqlal Musthofa Ali Yakub memberikan pandangannya. Menurutnya, agar tidak termasuk dalam kategori jilboobs ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

“Seharusnya mereka yang berjilbab mengikuti syariah dan bukan malah untuk main-main untuk fashion saja.”
“Sepertinya jilbab merupakan budaya, yang penting untuk jilbab itu 4T: tempat tutup aurat, tidak transparan, tidak tembus pandang, dan tidak menyerupai lawan jenis,” jelas Musthofa.
Apapun bentuk kerudungnya jilbab atau hijab yang dipakai diserahkan kepada perempuan yang memakainya.
“Penting, jangan sampai melewati apa yang dia sebut 4T itu. Adapun bentuk jilbab kerudung terserah seperti apa, asalkan 4T,” tambahnya.

MUI Haramkan Jilboobs!

No comments

Fenomena jilboobs sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Namun belakangan fenomena jilboobs jadi perbincangan hangat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bereaksi cepat menyikapi fenomena tren Jilboobs yang belakang ini jadi populer. MUI tegas melarang pemakaian jilbab dengan gaya jilbab seksi ini.

Terkait fenonema jilboobs, MUI mengharapkan para muslimah yang menggunakan jilbab untuk tidak asal saja dalam menutupi auratnya atau biasa dikenal jilbab seksi. MUI meminta para muslimah untuk tidak memperlihatkan bentuk tubuh yang sensual dengan memakai pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuh, kendati sudah berjilbab.

MUI mengaku telah ada fatwa soal pornografi sebelum jilboobs ini menjadi tren.”Sudah ada fatwa MUI soal pornografi. Termasuk itu tidak boleh memperlihatkan bentuk-bentuk tubuh, pakai jilbab tapi berpakaian ketat. MUI secara tegas melarang itu,” ujar Wakil Ketua MUI KH Ma’ruf Amin seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (7/8/2014).

Ma’aruf juga menegaskan pengguna jilbab untuk tidak setengah-setengah menutupi aurat. “Kita harapkan dia jangan tanggung gitu loh. Kalau dia sudah berjilbab ya berjilbab terus, jangan sampai memperlihatkan bentuk tubuh yang sensual, sehingga dia pakai baju tapi kelihatan semua lekuk-lekuknya,” katanya.

Menurut Ma’ruf, pihaknya mengharamkan hal jilbab seksi atau jilboobs lantaran aurat yang ditutup oleh muslimah tersebut tidak sesuai dengan apa yang menjadi syariat Islam mengenai cara berpakaian. “Kalau begitu kan sebagian menutup aurat, sebagian masih memperlihatkan bentuk-bentuk yang sensual, itu yang dilarang,” tegas dia.

Dengan begitu, MUI pun mengimbau agar setiap muslimah yang sudah mengenakan jilbab untuk lebih memperhatikan cara berpakaiannya.
“Pertama kita menghargai mereka sudah mau berjilbab. Tapi kalau sudah pakai jilbab pakaiannya jangan seronok lagi,” pungkas Ma’ruf Amin.

Ma’aruf juga memberikan saran penggunaan jilbab yang benar. “Tidak memperlihatkan bentuk tubuh secara berlebihanlah, jadi biasa saja. Tapi kalau kelihatan ininya, itunya, semuanya, itu yang tidak boleh. Itu yang dinamakan lekuk- lekuk sensual,” tutup Ma’aruf.

Sebelumnya, sebuah akun Facebook bernama Jilboobs Community hadir pada 25 Januari 2014. “Indahnya saling berbagi :) nb: di olah dari berbagai sumber,” demikian deskripsi tentang halaman Facebook tersebut. Akun itu memuat sejumlah foto wanita mengenakan jilbab. Yang sama dari gaya busana semua wanita berjilbab di foto-foto itu adalah ukuran pakaian yang ketat sehingga bagian boobs (payudara) wanita-wanita itu terekspos. Dari kata ‘Jilbab’ dan ‘Boobs’ lalu dibuatlah akronim ‘Jilboobs’.



Wabah Jilboobs, Jilbab Seksi Inilah Cirinya…

No comments

Fenomena jilboobs jadi perbincangan hangat. Baru-baru ini publik di dunia maya dihebohkan dengan fenomena jilboobs.
Sebuah akun Facebook dengan nama Jilboobs Komunitas bahkan menjadi bahkan dikecam oleh pengguna situs media sosial karena dianggap melecehkan wanita berjilbab. Lalu apakah sebenarnya jilboobs? Dan seperti apa ciri wanita berjilbab jilboobs?

 Jilboobs merupakan istilah penggunaan jilbab namun masih berpakaian ketat dan menunjukkan lekuk tubuh. Penggunaan jilboobs tidaklah sesuai dengan syariat agama Islam yang mengharuskan penggunanya untuk menggunakan pakaian longgar dan tidak ketat. Sedangkan jilboobs hanya mementingkan menutup rambut saja.

Istilah jilboobs diambil dari istilah jilbab dan boobs atau payudara wanita. Jilboob gaya berpakaian berjilbab namun masih memperlihatkan lekukan dada, pantat, dan perut mereka.
Perempuan ber-jilboobs seringkali menggunakan kaus lengan panjang namun ketat atau baju lengan panjang yang tembus pandang. Atasan tersebut biasanya dipadu dengan bawahan rok tembus pandang, legging maupun celana jeans ketat.

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana membahas terkait industri fesyen jilboobs yang tidak sesuai dengan syariat Islam yang saat ini tengah populer di Indonesia.
Pengurus MUI Muslih Mustofa mengatakan pihaknya selama ini belum mempelajari secara mendalam terkait fesyen bagi muslimah yang menonjolkan bagian dada tersebut.
Menurutnya, jilboobs yang tengah menjadi tren tersebut masih mendingan dibandingkan dengan fenomena wanita tuna susila muda yang ‘cuek’ sama sekali tidak mengenakan pakaian dalam.
“Sebenarnya fenomena Jilboobs itu sudah lama ada, itu sudah agak sopan, dan sebentar lagi saya kira akan hilang. Itu kan hanya tren fesyen saja,” paparnya.

Don't Miss
© all rights reserved 2023
Created by Mas Binde